
Setelah menikah aku Azhari alias me, Hidupku berubah 190 derajat! Setiap hari aku selalu dikekang Fauzan, selalu ngeluarin tenaga buat berontak sama dia yang pengennya aku cepet hamil. Selalu dipaksa minum Vitamin kesuburan, ditambah setiap jam pria itu tak ada hentinya menelfon ku!
Duh apalagi aku punya temen mesum macam Laila, saat wajahku kacau dia selalu menanyakan hubungan ranjang. Ya ampun rasain aja sendiri kali! Udah pusing otakku mikirin sejarah, ditambah makin pening saja saat si Laila menyenggol-nyenggol lenganku.
Seperti sekarang, di Buperta dibawah redupan pohon dan cahaya mentari yang lumayan panas. Gadis mesum itu menatap wajahku dengan ketertarikan, aku melengos. Malas betul ngadepin dia!
"Kamu lagi kenapa sih? Kok wajah kamu ditekuk gitu? Duh ibu Azhari kangen suaminya ya?" Laila mencubit sebelah pipiku dengan gemas.
"Ck udah setengah hari aku disini kok dia belum nelfon ya?" Keluhku pada akhirnya, memang benar apa yang aku ucapkan sedang aku alami.
Setelah sampai dibuperta dan berbenah ditenda, aku belum juga mendapatkan telfon dari Fauzan. Sedang apa sih pria itu? Kok hatiku gak enak ya? Duh apa dia selingkuh dibelakangku?
"Oh rupanya ibu zhari ini lagi rindu suami ya?" Laila tersenyum lebar kearahku.
"Rindu? Ck gak usah berlebihan kali! Gak pernah tuh gue rindu" bantahku langsung.
"Aduh udah ah daripada rinduin suami yang gak kunjung nelfon, mending bantuin guru yang lain aja! Yuk..." ajaknya.
"Okay" aku terpaksa mengikuti Laila, percuma nunggu fauzan juga. Mau nelfon duluan tapi gengsi ku kegedean, takut bener Fauzan lagi bareng sama wanita yang mungkin rekan kerjanya, bisa bisa aku rugi 8 milyar lagi.
Saat aku tengah membantu guru-guru yang sedang menyiapkan makan siang untuk anggota perkemahan, ponselku berdering. Kulihat id penelepon yang bertuliskan 'suamiku tercinta' langsung saja aku menjauh dari para guru dan mengangkat panggilan.
"Dek maaf aku baru hubungin kamu! Kamu baik-baik aja kan?" Terdengar suara khawatir Fauzan.
"Ck pasti mas! Udah ah aku mau bantuin guru-guru!" Aku menutup panggilan sepihak, entah hatiku akhir-akhir ini lebih mudah sensitif. Lebih sensitif dari waktu tak jadi hamil, tunggu! apa sekarang beneran hamil? Aku gusar sendiri, gak mungkin juga hamil! Fauzan udah ngelakuin nya pake alat kontrasepsi!
Aku menghela napas panjang, udah cukup! Ini bukan waktunya mikirin suami! Mending bantuin guru-guru yang lain, mikirin suami urusan belakangan!
***
__ADS_1
Malam harinya, saat beberapa orang sudah terlelap aku memilih keluar dari tenda dan duduk sembari menatap pepohonan. Gak bakal takut aku sama yang namanya setan, malah setan yang mungkin takut sama aku.
Aku diam-diam menelfon Fauzan, harusnya sih aku tidur tapi gak tau aku ngerasa pengen banget ada Fauzan disampingku. Apa aku beneran rindu dia? Beginikah rasanya rindu?
"Halo mas" aku mengeluarkan kemanjaan ku, mumpung sepi, batinku.
"Hmmm belum tidur kamu?" Suara serak Fauzan membuatku sedikit mendelik, jam berapa ini? Jam 11! Kok dia udah tidur sih? Biasanya dia tidur jam 1 pagi! Sekarang 11! Jangan-jangan.....
"Mas kamu udah tidur?" Aku memincingkan mataku kearah pepohonan, ck awas kalo dia selingkuh! Bakal minta cerai aku!
"Huaap iya! Gak ada kamu enaknya tidur jam segini" jawabnya sambil menguap.
Aku menghela napas lega, kukira dia selingkuh!
"Mas aku kangen...." rengekku padanya.
"Ck yaudah pulang!" Jawabnya cuek.
"Aduh gak bisa dong sayang..... nanti kalo aku Dateng kesana bisa jadi tontonan murid-murid kamu! Duh tunggu sampe selesai aja campingnya" keluh Fauzan.
"Ah gak gitu juga dong! Duh kok aku nyesel ya pengen ikut camping!" Aku duduk di bebatuan, gak tau sih ada gak ya guru yang denger ucapanku.
"Hemm kamu sih! Yaudah mau kamu apa?" Tawarnya.
"Aku pengen kamu ngucapin kangen ke aku seratus kali!" Jawabku setengah mengerjainya.
"Are you crazy? Jangan seratus kali juga dong! Ck yang lain!" Kesalnya.
"Gak mau! Seratus kali pokoknya! Duh ayolah udara udah makin dingin! suasana juga kok makin serem ya" keluhku melihat pepohonan rindang.
__ADS_1
"Ck sejak kapan kamu takut alam liar? Perasaan kamu suka tantangan" sindirnya.
"Ayo mas! Kalo aku ngobrol sama kamu ditenda, malu dong sama guru yang lain!"
"Jangan seratus juga dong....."
"Yaudah berapa aja!, aku udah merinding nih. Aduh apa ada makhluk halus ya? Mas Aku takut...." aku mengusap leherku yang sedikit merinding, sial! Ini beneran rasa ada makhluk halus atau apa sih? Kok rasanya aneh.
"Yaudah iya.. aku kangen kamu sayang..." ucapnya mesra.
"Kurang! Masa cuma satu! Tambah empat lagi!"
"Aku kangen kamu... kangen banget!" Tekannya udah macam orang yang jengkel.
"Duh mas kok punggungku makin merinding aja sih? Ini kenapa ya? Perasaan tahun lalu aku gak kaya gini? Ck mas udah ah aku mau masuk tenda aja!" Aku berdiri dan menengok kebelakang.
"Yaudah masuk gih, cepet tidur! itu sugesti aja pasti! I love you my dear, and i always miss you!" Ucapnya mesra.
"Too!" Aku menutup panggilan sepihak dan segera masuk ke dalam tenda.
Sesampainya ditenda aku memegang dadaku, rasa apa ini? Kok makin aneh aja? Duh mana ini malam Jum'at lagi! Sial kalau tau gini aku gak jadi ikut.
Aku tidur disamping Laila, beberapa kali aku pejamkan mata ini. Tapi susahnya minta ampun! Duh sebenarnya ada apa sih? Apa aku lagi diincar makhluk halus? Hatiku makin kacau saat ini.
Beberapa kali aku duduk, berbaring dan duduk lagi, rasa kacauku lebih aneh daripada rasa rinduku pada Fauzan.
"Belum tidur kamu?" Aku terhenyak sedikit saat kulihat Laila bangun Dari tidur nya, dia menatapku heran.
"Ehhe iya aku udah mau tidur!" Alibiku yang langsung masuk kedalam selimut tipis bawaan ku dari rumah.
__ADS_1
...Bersambung..........