Summer Love

Summer Love
Ch 82. Kasihan anak itu


__ADS_3

Dibawah temaramnya lampu dan hembusan dingin dari sang angin, menyapu kulitku dan kulit seseorang yang selama ini selalu menemaniku.


didepanku sudah ada satu meja bundar dengan berbagai makanan, seperti keinginanku tadi pagi. aku melakukan dinner Romantis dengan istri kecintaan ku, ah... kenapa rasanya sangat manis saat menyebut kecintaan?


kami melakukan dinner dibelakang rumah, tepatnya taman belakang rumah. wanita cantik yang tengah berbadan dua didepanku ini terlihat sangat menikmati makannya, sejak tadi dia lebih banyak tersenyum dan netranya tak luput melihatku.


aku jadi salah tingkah, "kenapa sih ngeliatin aku kayak gitu?" ucapku canggung.


"gak papa, cuma... eum aku baru tau kamu bisa romantis juga mas, ekhem biasanya kan kamu kaku. jail, gak ada romatis-romantisnya. kesambet apa?" jawabnya malah membuatku tertegun, benarkah selama ini aku terlalu kaku? perasaan engga kan? ehh...


"masa sih? perasaan aku romantis terus tuh kalo diranjang" godaku yang berhasil membuat senyumnya memudar.


"iya romantis! sekarang tapi, bukan dulu!" dia mulai kesal, terlihat jelas dari wajahnya saat melanjutkan makan.


"oh come on! kenapa sih ngambek kaya gini, anak Daddy perempuan ya?" aku bangkit dari duduk dan memeluknya dari samping.


"gak usah pegang-pegang!"


"Kamu kan milikku yank? masa gak boleh megang!" protesku ikut kesal.


"sudahlah, aku sudah kenyang. Ting!" dia membanting sendok dan pergi masuk kerumah.


aku mulai gusar, apa kata-kata ku ada yang salah? benarkah? akhirnya aku pergi kedalam. memberitahu Ema untuk membereskan makanan bekas dinner romantis ku yang gagal.


aku pun masuk kedalam kamar, dan melihat dia tengah menangis. aku semakin gusar melihat matanya yang sembab, kenapa sih orang hamil ngerepotin kayak gini? tapi dia kan istriku! ulahku juga yang bikin dia kayak gini.


huft.... aku menghela napas pelan dan mendekatinya. "sayang, kata-kata ku ada yang salah ya? maaf... maaf aku belum bisa jadi suami yang kamu inginkan, ya ya aku emang kaku dan a-aku seperti ucapanmu itu" kupeluk dia dengan hangat.

__ADS_1


"aku gak tau sama perasaan ku! itu bukan salahmu mas, aku juga kesel sama diri sendiri. hormonku sering naik turun, apalagi sekarang aku sering capek. a-aku mungkin cuma butuh ketenangan" balasnya, rupanya dia begini bukan karna aku salah berucap, tapi karna kekesalannya sama perasaan sendiri.


"yaudah tidur, mending kita istirahat. besok kamu kan harus ngajar, udah cup..cup" kuhujani dia dengan ciuman.


***


Esok paginya, aku sibuk mempersiapkan barang-barang istriku kedalam tasnya. dia menyuruhku untuk memasukkan dua buku paket pelajaran, satu buku absensi, lipstik dan kaca, vitamin, spidol, alat tulis dan macem-macem lah pokoknya! rupanya istriku bukan hanya mengajar pelajaran IPS saja. dia juga ikut mengajar bahasa Indonesia dilihat dari buku paket yang harus ku masukan kedalam tas.


"Udah?" tanyanya sambil mengambil tas dari tanganku.


"Kamu gak ngomong ke aku kalau jadi guru indo juga?" ucapku.


"ibu Ratih (guru b.indo) baru aja ngelahirin dua Minggu lalu, jadi selama 2 bulanan. aku yang gantiin dia, itung-itung menunggu masa melahirkan ku kan?" jawabnya, aku hanya mengangguk.


setelah itu kami pergi ke sekolah, karna kami telat bangun. akhirnya kami tak sempat sarapan, zhari membawa satu kotak bekal makanan. wanita itu menyuapiku makan selama perjalanan.


"kenapa sih? kan jadinya aku ngerem mendadak. Kalo kamu sama anak kita kenapa-kenapa gimana?" semprot ku gusar, aku langsung mengecek perutnya.


"duh, aku gak papa.... liat itu ada anak kecil" tunjuknya kearah pohon rindang yang tengah diduduki anak kecil dibawahnya.


"ya terus?" aku bingung.


"Udah tiga hari aku sering merhatiin dia disini, aku mau tau sebenarnya dia siapa sih?" Dengan nekatnya, zhari turun dari mobil.


"aduh yank, malam nanti malam Jum'at. itu bisa jadi jin yank, kamu lagi hamil" aku pun turun dan mengejarnya.


"hei dek, kenapa kamu sendirian disini?" telat! zhari sudah menghampiri anak itu, aku hanya merasakan was-was. orang hamil rentan diincer makhluk halus, bisa jadi bukan anak itu jadi-jadian makhluk halus?

__ADS_1


"Tante?" anak itu menatap istriku, aku ikut menghampiri nya.


"iya, kamu kenapa disini sendirian? Udah tiga hari tante liat kamu lho" ucap zhari sambil tersenyum.


"aku lagi nunggu Mama Tante" anak perempuan itu menjawab dengan berderai air mata. aku jadi merasa kasihan, apalagi posisiku sekarang akan menjadi seorang ayah. hah! apa aku salah menduga ya kalau dia itu jin?


"memangnya Mama kemana?" zhari duduk disampingnya.


"Mama katanya pergi ninggalin aku, tapi dia gak pamit sama aku. dia juga ninggalin aku sama Tante aku, aku gak mau tinggal sama Tante...." dia kembali menangis.


aku dan zhari saling pandang, "rumah Tante kamu dimana?" tanyaku.


"aku gak ma----"


"ana.. kamu rupanya disini lagi, Tante kan udah bilang Mama gak ninggalin ana! kenapa ana gak nurut?" seorang wanita berumur 37 an menghampiri kami, sambil langsung mengomeli anak perempuan yang namanya ana.


"maaf mbak, apa dia keluarga mbak?" tanya zhari halus, wajahnya itu seperti penasaran.


"iya dia anak sepupu saya, maklum dek. orang tuanya cerai karna papa dia selingkuh, terus ibunya pergi karna mau jadi tkw. Karna saya keluarga mereka satu-satunya, saya pun mau mengurusnya. ayo ana pulang" wanita itu menarik tangan ana.


aku menghela napas lega, ternyata tidak serumit yang kubayangkan. dia manusia normal, "kasihan anak itu" gumam zhari lirih, dia langsung menatapku tajam.


"kenapa?" aku heran.


"awas ya mas! Kalo kamu berani selingkuh dan ninggalin aku sama anak kita! aku sumpain, wajah kamu jerawatan, usaha kamu bangkrut, sama satu lagi! burung kamu loyo!" sontak aku terkejut mendengar penuturannya, hah? apa tadi? burung ku loyo? pftttt........ gak akan lah! ada juga dia yang lemah, aku baru memulai dia sudah menyerah. payah! batinku ingin tertawa geli.


...Bersambung........

__ADS_1


maaf baru up lagi, soalnya tahun 22 banyak kegiatan, jadi gak sempet mikir bikin iniπŸ™‡πŸ™


__ADS_2