Summer Love

Summer Love
Ch 2. Lelaki huruf F


__ADS_3

Disuatu ruangan yang bernuansa putih, terlihat Anak lelaki yang menekuk wajahnya sambil sesekali mengusap wajah tampannya dengan gusar.


"Mih! Kenapa sih harus banget ya pindah sekolah? Pasti mami nyuruh aku masuk jurusan yang sama" tampak dia sedang merengek pada seorang wanita cantik yang tak lain adalah ibunya.


"Kamu udah dua setengah tahun belajar ips kan? Nah lanjutin aja, tinggal nunggu 5 bulan lagi, kamu bebas dari hukuman" jawab sang mami sambil tersenyum.


"Gak masuk akal mih! Gimana sih? Katanya aku harus melanjutkan bisnis papi? Tapi kenapa aku masuk jurusan ips sih? Gak banget mih! Jengah aku" keluhnya lagi.


"Itu karna apa? Kenapa kamu dulu ngelanggar aturan keluarga? Pake acara pacaran segala! Tau gak sih kalo ada setan yang merasuki kamu, masa depan kamu rusak! Kamu pengen mami sama papi nangis darah?" Ucap sang mami dengan mengusap sudut matanya yang berair.


Lelaki itu lantas mengendurkan rahang kerasnya saat melihat sang mami seperti ingin menangis, buru-buru dia menarik tangan wanita itu dan menciumnya, "maafkan aku mih, iya aku salah! Aku nurut sama mami dan papi" ucapnya tertahan rasa sesak.


Jurus yang ampuh! Batin ibu itu saat melihat sang anak terlihat menyesal.


"Yaudah mendingan kamu siap-siap, besok kan kamu udah belajar ke sekolah baru kamu?" Ucap sang mami dengan tersenyum.


"Iya mih" jawabnya lesu, lantas lelaki berawalan huruf F itu berdiri dan keluar dari ruang keluarga.


Keesokan paginya, saat zhari sampai di gerbang sekolah, seseorang menarik lengannya, Hingga dia terpental sedikit.


Zhari menatapnya dingin, lantas dia bertanya. "Siapa kamu? Berani sekali!"


Anak lelaki itu balas menatap zhari dingin, "dimana ruang guru?" Tanyanya seraya memelengoskan wajah itu, namun tangan kekar itu masih mencengkeram lengan zhari erat.


"Disebelah ruang bendahara, disana.." tunjuk zhari sembari meronta.


"Oke" jawabnya dengan melepaskan cengkraman tangannya dan menatap kearah dada zhari, oh tidak! Apa yang hendak dilihat lelaki rese ini? batin zhari kesal.


"Tri Azhari thanks" ucapnya lagi setelah melihat kearah dada zhari.


Zhari hanya terpaku saat dia pergi, oh dia bernafas lega. Ternyata lelaki itu sedang melihat namanya, bukan apa-apa.

__ADS_1


Oke... oke jantungnya jangan berdebar tolong... rasa apa ini? Zhari membatin linglung dan berjalan kearah kelas dengan gontai.


Saat bel sekolah berbunyi, masuklah ibu Yanti - wali kelas ips2 dengan membawa seorang anak lelaki dibelakang nya.


Zhari diam membeku, bukankah itu orang tadi? Oh dia paham, sepertinya lelaki itu anak baru.


"Minta waktunya sebentar..." ucap beliau dengan suara tegas.


"Ini ada teman baru kalian, namanya Fauzan Nur Arkan. Dia pindahan dari SMA Negri 49 Jakarta, mohon diterima dengan baik. Fauzan silahkan kamu duduk bersama zhari dahulu" ucap Bu Yanti yang seketika membuat zhari terlonjak kaget.


"Bu! Ini kan bangku alya" protesnya tak suka, tentu saja karna sifat dingin Fauzan yang membuat zhari menolaknya.


Lagipula alya-teman sebangkunya sedang sakit, kenapa sih harus dia juga?


"Hanya tiga hari saja zhari! Kemungkinan Alya berangkat saat hari kamis" ucapnya lagi.


"Bu! Bukankah ibu seperti mendo'akan teman saya sakit terus?" Jawab zhari dengan menahan sesak, tentu saja beliau seperti ingin mendo'akan Alya dilanda sakit terus.


"Baik Bu terimakasih" ucapnya dan segera berlalu duduk disebelah zhari.


"Oke anak-anak, hari ini pelajaran Bu Eva ya? Kalian tunggu beliau, sebentar lagi datang. Terimakasih atas waktunya" Bu Yanti segera gegas pergi.


Zhari menatap Fauzan dengan dingin, lantas dia mengambil buku dari tasnya dengan kasar. Apes Banget sih hari ini?


"Marah?" Tanyanya cuek, seraya melirik zhari.


"Siapa sih loh? Ngancurin mood gue dipagi hari!" Tanya zhari tak suka.


"Manusia" jawabnya cuek.


Dada zhari terasa sesak, sial! Dia memancing emosi yang selama ini selalu dia pendam.

__ADS_1


"Lo!" Tunjuk zhari kearah pipinya, ingin sekali dia memakan orang ini!


Dia menarik tangannya, membuat tangan ini menyentuh pipinya.


Gila! Pemandangan macam apa ini? Pipi yang lembut tapi rahangnya keras dan bagus, gila! Lelaki idaman gue, batin zhari meronta.


"Apa sih loh" ucap zhari tak suka, lantas dia menarik tangannya karna harus menahan desiran hati yang mulai aneh. Tapi lelaki itu masih memegang tangannya dengan erat.


"Bentar" ucapnya seraya menurunkan tangan zhari dengan lembut.


Oh rupanya dia hanya dingin diluar 'ya?


Dia menatap zhari sebentar, dan memalingkan wajahnya kembali. "Tau gak sih Lo kenapa gue bisa disini?" Tanyanya dengan wajah menunduk.


Sedikit rasa penasaran muncul dihati gadis itu, "apa?" Tanyanya


"Semuanya gara-gara kata pacaran! Gak banget tau, gue baru nyobain pacaran sekali seumur hidup, bertahan cuma 2 Minggu tapi dihukumnya sampe tiga tahun" curahnya dengan pahit.


"Maksud Lo?" Otak zhari tiba-tiba merasa lemot saat mendengar hal-hal yang menyangkut pacaran.


"Ya gue sebenernya gak suka ips, gue malah masih mending masuk jurusan mipa, tapi mami sama papi gue masukin gue kejuruan ips gara-gara gue pacaran 2 Minggu. Itu gila kan?" Tanyanya, sekarang wajahnya menatap wajah zahri yang terlihat bingung.


"Sory gue jadi curhat sama Lo, yang bahkan Lo marah kan sama gue?" Dia menarik ujung bibir itu menjadi senyuman yang tipis, tidak itu bahkan Tidak bisa disebut senyuman! Karna dia hanya menarik satu ujung bibir, benar-benar orang yang kaku dan dingin! batin zhari aneh.


"Maaf, aku.... aku tidak mengerti dengan hal-hal pacaran, karna aku tidak pernah pacaran!" Jawab zhari tergagap.


"Oh kenapa?" Tanyanya dengan mengangkat alis.


"Gak ada apa-apa" gadis itu melambaikan tangannya, Lantas dia membuka buku catatan, berpura-pura membaca padahal pikiran lagi traveling kemana-mana apalagi kendati hatinya yang berdesir aneh.


...Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2