Summer Love

Summer Love
Ch 39. Maafkan aku


__ADS_3

Selesai sholat subuh aku menatap Fauzan dengan aneh, "jujur mas kamu masih ada hubungan sama Zia?" Tanyaku menatapnya serius.


Dia berhenti dari melipat sajadah nya dan menatapku, "kenapa kamu menanyakan dia?" Tanyanya.


"Aku gak tau kenapa dulu kamu bisa suka sama orang semodelan Zia? Tapi awas loh mas kalo kamu ketemu dia lagi.... aku laporin kamu sama mami!" Ancamku aneh.


Dia makin menatapku aneh dan mengernyitkan keningnya, "dek! Kamu kenapa sih? Ingat pasal 10!" Ucapnya yang seketika membuat ku bungkam. Entah aku pun tidak tahu apa yang membuat diri ini mau menanyakan hal yang lebih biasa disebut 'cemburu'


"Ck!" Aku berdiri dan menaruh mukenah ini ditempat semula, sambil keluar ruangan ini aku hanya melipat bibir tipisku kesal.


"Dek!" Panggilan Fauzan aku hiraukan, terlalu malas!


 ****


"Kamu kenapa sih hari ini?" Tanya Fauzan setelah mobil yang dikendarai nya sampai didepan gerbang sekolah.


Aku menatapnya kesal setelah melepas seat belt "ngak ada!" Jawabku.


Fauzan mencekal lengan ku erat, "kamu cemburu? Aku gak pernah ketemu Zia lagi kok! Apa kamu ketemu dia?"


"Ngak mas! Aku gak cemburu!" Bantahku berusaha melepas cekalan Fauzan.


"Kalo ngak kenapa kamu jadi aneh? Ayolah za please jujur.... aku gak tenang kalo kamu kaya gini!" Ucapnya mesra sembari tangan satunya menarik daguku pelan.


"Kamu cemburu kan?" Dia mendekati wajahku, kali ini aku tak menolak. Ntah apa yang akan dilakukan Fauzan.


"Cup" sebuah kecupan hangat mendarat dibibirku, aku hanya terpaku diam. Sial! Aku lengah!


Namun alih-alih menjauh, aku malah merasa lebih nyaman didekatnya.


Fauzan mengusap bibir bawahku dengan ibu jarinya, setelah itu dia mengusap keningku dan mencubit pipiku yang agak cabi ini.


"Pipimu merah!" Ucapnya setelah mencubit pipiku.


"Ng-ngak tuh" bantahku cepat.


"Ngak mungkin" dia mendekatkan wajahnya lagi kearahku, aku hanya bisa menahan napas.


"Kamu itu cinta sama aku kan? Kamu itu cemburu kan? Bahasa tubuhmu tak bisa menolak setiap sentuhan ku Za! Kamu itu hanya tak mau mengakuinya kan?" Fauzan mencium setiap inci wajah istrinya yang hanya mampu menutup mata dan menikmati sentuhan-sentuhan lembut suaminya.


"Kamu menikmati sentuhan ku Za!" Ucap Fauzan mesra setelah bertaut bibir dengan zhari.


"Aku mau masuk" zhari merasa wajahnya akan terbakar, malu betul dirinya!


"Cium dulu!" Fauzan menyodorkan tangannya.


"Bisa gak sih aku gak nyium tangan kamu mas?" Tanya zhari aneh.

__ADS_1


"Gak bisa! Cepet cium.."


"Iya iya!" Zhari menyerah dia mencium tangan suaminya dengan kesal dan buru-buru keluar dari mobil.


Sesampainya diruang guru, guru muda itu cepat-cepat melihat wajahnya didepan cermin, sial! Pantes saja beberapa guru yang dia lewati tadi menatapnya aneh! Ternyata lipstick yang dia gunakan telah luntur karena ciuman panas Fauzan! Buru-buru lah zhari membenahi penampilan nya.


 ***


"Itu saja ya meeting kita hari ini, dan terimakasih atas kerja samanya" Fauzan menutup meeting nya sambil menjabat tangan rekan bisnisnya.


"Pak dimakan dulu, jangan buru-buru pulang" rekan bisnis Fauzan yang tak lain wanita muda itu tersenyum kearahnya.


"Oh iya, jangan terlalu formal" Fauzan balas tersenyum dan dia duduk kembali.


"Dit kamu gak makan?" Tanya Fauzan pada asistennya yang tak lain sepupunya sendiri dari keluarga papi Hendrik.


"Makan aja zan, aku kenyang" jawab Adit merasa enggan harus makan dengan sesama bos, walaupun Fauzan tak pernah mau dianggap bos.


"Oh yaudah" Fauzan melanjutkan makannya, dia tidak benar-benar perduli dengan wanita didepannya ini. Walaupun mereka rekan bisnis, Fauzan tetaplah seorang suami yang baik. Walau pernikahan yang dia lakukan atas keterpaksaan, hanya saja itu lebih baik daripada meladeni godaan-godaan wanita semodelan rekan bisnisnya ini.


"Eum pak apa anda mau saya undang ke acara ulang tahun saya?" Wanita itu memainkan makannya sambil kaki jenjangnya menyentuh kaki Fauzan.


Fauzan menjauhkan kakinya, inilah yang paling dia benci. Melakukan kerja sama dengan seorang wanita, apalagi wanita didepannya ini teramat tak punya malu. Pakaian ketat, ditambah dua gunung nya yang sengaja ditonjolkan. Itu benar-benar membuatnya ingin muntah!


"Nanti saya lihat waktu" jawab Fauzan, mau menolak sedikit tak enak juga.


"Baik pak" pelayan buru-buru mengambil kartu itu.


"Biar saya saja yang bayar pak, ini mbak saya saja yang bayarnya" wanita itu ikut menyodorkan kartunya juga, sebelum kartu Fauzan benar-benar digesek.


"Tidak usah, lanjutkan mbak. Pakai kartu saya saja" tolak Fauzan, dia selalu berprinsip 'tidak ingin memakan sesuatu dari uang orang lain, sekalipun itu istrinya sendiri'


"Eu makasih pak" ucap wanita itu malu-malu.


"Tidak masalah" Fauzan mengambil kartu dari pelayan setelah melakukan pembayaran.


"Terimakasih atas waktunya nona Khanza, semoga kerjasama kita saling menguntungkan. Saya pamit pulang dulu" Fauzan berdiri dari duduknya.


Khanza buru-buru ikut berdiri dan memegang lengan Fauzan, yang seketika itu pula ditampek Fauzan. "Maaf saya sudah beristri!" Ucap Fauzan menekan pada kata istri.


"Maaf pak bisa tidak saya minta waktunya sebentar lagi? Ada yang ingin saya bicarakan" jawab Khanza alih-alih dia merasa malu dengan gertakan Fauzan.


"Maaf nona Khanza, jadwal saya banyak. Mohon pengertiannya, lain waktu saja" tolak Fauzan halus sambil cepat-cepat pergi dari hadapan khanza.


Sesampainya didalam mobil, pria itu merasakan tubuhnya sedikit aneh. "Dit cepet pulang!" Ucap Fauzan meringis.


Adit yang sudah selesai memakai seat belt itu menatap sepupunya heran, "kamu kenapa sih zan?" Tanyanya.

__ADS_1


"Cepet! Cepet pulang dit!" Fauzan menatap Adit dengan tajam.


"Oke?" Adit hanya manut walaupun kendati hatinya merasa heran.


Sambil menahan rasa aneh ditubuhnya, Fauzan mengambil ponsel dan segera melakukan panggilan dengan zhari.


"Halo mas" terdengar suara malas zhari.


"Kamu lagi gak kemana-mana kan dek?" Tanya fauzan dengan menggertakan gigi, sial! Dia telah dijebak! Batin Fauzan sedikit kesal.


"Iya, aku lagi baca buku. Emang kenapa sih mas?" Tanya zhari aneh.


"Oke, kamu jangan kemana-mana ya?" Fauzan menutup panggilan dan mengusap keringat dingin dikeningnya.


"Kamu kenapa sih zan?" Tanya Adit makin heran saat melihat wajah fauzan.


"Cepet jalannya! Sial aku dijebak! Dasar wanita sialan!" Jawab Fauzan yang masih sibuk menahan hasratnya.


"Kamu sih mau aja disuruh makan" adit melajukan mobilnya lebih cepat.


"Ya kan gak enak!" Bantah Fauzan.


Sekitar lima menitan mobil yang dikendarai mereka telah sampai di pelataran rumah berlantai dua itu, sambil masih menahan hasratnya. Fauzan bejalan gontai dan segera mencari zhari biarlah apa yang akan dilakukan gadis itu jika hari ini dia benar-benar mengambil kehormatan nya. Toh itu lebih baik daripada Fauzan melampiaskan nya pada wanita lain!


Sesampainya didalam rumah, Fauzan melihat zhari yang tengah membaca buku dengan santai diruang keluarga. Pria itu mendekati istrinya dengan peluh keringat.


"Kamu pulang mas?" Tanya zhari tanpa membiarkan matanya itu melirik suaminya.


"Za..." suara Fauzan sedikit bergetar, jujur dia sedikit tak tega juga jika harus mengambil kehormatan gadis itu. Tapi apalah dayanya.


"Mas suara mu?..... loh kok kamu itu...." zhari menaruh bukunya dan menatap heran Fauzan saat melihat pria yang selalu maskulin itu terlihat menyedihkan karena peluh keringat.


Tanpa pikir panjang, Fauzan segera membopong tubuh istrinya itu untuk naik kelantai atas. Sudah lima menitan dia menahan hasratnya, Untung saja obat yang diberikan Khanza tak berdosis tinggi. Bisa gawat organ reproduksi nya kalau itu terjadi!


"Mas kamu mau apa?" Tanya zhari yang sudah ngeh saat tubuhnya ditaro diatas ranjang.


Mereka sedang berada dikamar zhari, yang mungkin akan menjadi saksi untuk mereka.... melakukan malam pertama!.


"Maafkan aku...." ucap Fauzan lirih, setelah itu dia langsung mencumbu istrinya.


"Ma-maaf Ap..... ahh" zhari merasa bingung, tapi kebingungannya terjawab saat Fauzan sudah menutup mulutnya dengan ciuman panas.


...Bersambung........


Karna kanzha mereka malam pertama juga ya😁, ada hikmahnya ternyata. Okay readers jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan favoritkan ya😉. semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan❤


Thanks you👋

__ADS_1


__ADS_2