Summer Love

Summer Love
Ch 50. Kemenangan dan kehilangan


__ADS_3

Keheningan menggantung di atmosfer, beberapa kali Fauzan menghela napasnya. Batalkan atau lanjutkan? Batalkan... lanjutkan.... pikiran pria itu sedang menimbang-nimbang.


Kalau dibatalkan, perusahaan papinya bisa rugi 8 milyar. Jelasnya kontrak kerja sekarang lumayan menguntungkan bagi perusahaan mereka, tapi kalau melanjutkan.... bisa habis dia dimarahi zhari!


"Mas batalkan!" Ucap zhari pelan, mata tajamnya masih melotot kearah suaminya. Dia agak gak rela kalau kontrak kerja ini dilanjutkan, bukan memikirkan kerugian. Tapi zhari merasa tak Sudi jika melihat Fauzan bersama wanita lain, apalagi kanzha! Badannya lebih seksi dari dia! Pay*daranya apalagi lebih besar!


Fauzan menatap istrinya, dia mendekatkan bibirnya ditelinga zhari. Hendak berbisik.


Zhari sedikit merinding karena napas suaminya, tapi dia memilih diam. "Kalau aku batalin kontraknya, apa yang bakal aku dapatkan?" Ucap Fauzan pelan.


"Kamu bisa tiduri aku sesukamu!" Ceplos zhari sedikit kesal, lebih enak begini daripada terus berlama-lama Melihat kanzha.


"Bagus!" Fauzan mengangkat kepalanya lagi.


"Bagaimana pak?" Tanya kanzha tersenyum kearah Fauzan.


"Batalkan kontrak kita! Adit urus pembatalannya!" Fauzan dan zhari membalik badan dan pergi dari hadapan mereka.


Adit hanya melongo melihat sepupunya, sial! Keuntungan 2 Milyar hilang didepan mata? Bagaimana kalau mas firman atau uwanya tau? anak kebanggaan mereka membatalkan kontrak ini? Adit yang merasa uring-uringan sendiri.


Setelah keluar dari restoran fauzan dan zhari masuk ke mobil Fauzan yang berwarna hitam, Fauzan tersenyum kearah istrinya. "Janji loh ya?!" Ucap fauzan.


Zhari menatapnya kesal, "gak! Itu cuma bohongan! Ck mesum!" Decak gadis itu yang langsung memakai seat belt nya.


"Duh kalo janji kamu gak nempati, terus kontrak udah batal? Apa dong untungnya bagiku? Yang ada diceramahi papi semalaman!" Keluhnya.


"Ck ya!" jawab zhari malas, dia langsung melengos kejalanan.


Sepanjang perjalanan pria itu tak henti-hentinya tersenyum, kalau janji istrinya itu nyata! Gak ada ruginya juga dia kehilangan uang 2 milyar, diceramahi papinya semalaman, dan kalau disuruh begadang semalaman buat belajar sama mas firman. Kayaknya yang lebih banyak adalah untungnya, ibarat kata dalam sehari dia mendapatkan kehilangan dan keuntungan. meniduri zhari adalah hal yang susah! Dan sekarang gadis itu membuka akses sesuka hatinya saat ngeliat dia bareng kanzha! Ckck kayaknya sebentar lagi dia jadi papi!


Zhari yang melihat senyuman aneh suaminya itu hanya bisa menggeleng pelan, 'aduh bodoh! Kenapa kamu terbawa permainan ini sih zhari? Duh kalo nanti hamil gimana? Mana setiap hari dipaksa minum Vitamin kesuburan lagi! Ah bodohnya!' zhari menggebuk kepalanya dengan frustasi.


Sesampainya dirumah, Fauzan langsung menggered istrinya kedalam kamar. Zhari sudah tau apa yang suaminya ini inginkan, otak mesumnya!


"Ck mas! Please aku capek! Aku mau tidur okay? Jangan tiduri aku!" Alibi gadis itu setelah suaminya mendorong tubuhnya diranjang.


"Ck yaudah tidur! Aku mau kerumah mas firman!" Fauzan akhirnya mengalah, walaupun dia mendapatkan kemenangan dia juga harus bersedih atas kehilangan. Bagaimana kalau mas nya itu memukulnya? Mengurus perusahaan sendirian selama setahun saja tak becus? Nanti dia makan apa? Itu yang ada difikiran Fauzan.


Setelah suaminya pergi, zhari menghela napas lega. Sial! Sebenernya dia itu cemburu atau apa sih? Bisa-bisanya!


"Huh gini banget sih!" Lirih zhari sambil dia membuka ponselnya.

__ADS_1


"Diberitahukan kepada bapak/ibu guru Sman 66 Jakarta, dua Minggu lagi akan dilaksanakannya perkemahan Pramuka penegak dari sma negri 66 Jakarta. Alokasi di (Buperta) Cibubur Jaktim, mohon di share ke anak muridnya bpk/ibu. Sekian terimakasih."


Eja zhari sedikit mengernyit, hemm ingin rasanya dia ikut camping. Apalagi tempatnya di Cibubur, tapi apa Fauzan mengizinkannya? Agaknya pria itu enggak!


Disisi lain Fauzan tengah menghadap kakaknya, tampak firman hanya menatap sang Adiknya dengan bingung. Tak biasanya Fauzan datang kerumanya sendirian, biasanya pas dia masih lajang pasti nganter mami, atau gak pas udah nikah nganter istrinya tapi ini malah sendirian.


"Ada apa sih kamu?" Lama-lama firman sedikit risih melihat Fauzan yang Hanya menatapnya dengan wajah kacau.


"Mas bakal marah gak kalo aku jujur sesuatu?" Jawab Fauzan setelah sekian lama kakaknya itu dibuat risih.


Firman makin dibuat bingung, "marah karna apa? Kamu to the poin aja! Ck mas mau gantiin jaga Hya nih, sebentar lagi mbak mu ada jadwal dirumah sakit!" Ucap firman sembari melihat arlojinya.


"Ee sebenarnya kontrak 2 milyar itu batal mas" Fauzan menghela napasnya.


Setelah sekian lama, sekarang yang makin dibuat bingung adalah fauzan, dia melihat reaksi sang kakak yang tertawa terbahak-bahak alih-alih memarahi. Makin kacau saja hati pria itu.


"Pasti kontrak itu, kontrak yang dipimpin kanzha ya? Ck gak usah ngerasa salah kamu! Kanzha dari dulu juga udah gitu, genit!. Dia sebenarnya kalo gak genit udah lama kerja sama bareng perusahaan papi, cuma karna dia genit sama mas, mas langsung batalin kontraknya. Jangan kacau gitulah, papi gak bakalan marahin kamu! Malah papi yang nyuruh mas buat batalin kontrak dengan orang yang gak beretika, udah ah sana kamu pulang. Mas mau gantiin jaga Hya nih" firman beridiri dari duduknya.


"Ini beneran mas?" Tanya Fauzan ragu.


"Iyah! Udah sana pulang!" Firman membalik badannya dan pergi dari hadapan sang adik.


Fauzan keluar dari rumah kakanya dengan senyum mengembang, benar dugaannya! Lebih banyak Untung daripada rugi! Ckck pasti dalam kurun 1 bulan dia punya kabar baik!


Satu Minggu kemudian "Mbak nanti ikut kegiatan Pramuka gak?" Tanya Devi - guru matematika.


Aku menutup ponselku dan menatapnya, "yang camping itu?" Tanyaku.


Devi mengangguk, "iya, campingnya di Cibubur katanya mah"


"Emang kamu ikut Dev?"


"Iya mbak, itung-itung mengenang masa sekolah dulu, ah kalo inget masa sekolah aku jadi pengen kembali ke masa lalu" curahnya.


"Emm kayaknya aku juga ikut, lagian boleh kan?" Aku menatapnya ragu.


"Kata Bu rosi boleh kok"


"Okay" aku mengangguk dan tersenyum.


Saat pulang sekolah tiba seperti biasa Fauzan menjemputku kesekolah, aku menatapnya ragu. "Mas boleh gak aku ikut camping disekolah? Emm aku pengen ikut" tanyaku pelan.

__ADS_1


"Gak! Kamu kaya gak tau aja hidup di bawah pepohonan rindang gimana, kalo kedinginan gimana? Hah?" Jawabnya cuek.


Aku melengos, "Ck kamu masih marah semenjak aku nyuruh kamu pake alat kontrasepsi? Ini udah satu Minggu loh mas! Ck pernikahan kita aja baru satu bulan lebih, ya tunggu dong kalo aku siap hamil!"


"Dimana lokasinya?" Dia merendahkan suaranya.


"Cibubur" jawabku.


"Yaudah kapan waktunya?"


"Minggu depan!" Lirihku dengan menarik bibir tipis menjadi senyuman.


"Makasih" tambahku.


"Untuk?" Dia menatapku aneh.


"Kamu ngijini aku kan ikut camping?" Aku balik menatapnya.


"Heh kata siapa? Kamu geer" dia melengos dan menjalankan mobilnya.


"Kamu! Awas loh mas gak bakal aku kasih lagi" ancamku kesal.


"Kalo bisa!" Dia malah makin membuatku kesal.


"Ck" aku melipat bibirku sedih.


Semenjak tragedi pembatalan kontrak 2 milyar itu, fauzan lebih ngekang aku. Apalagi pas dia nagih janji aku yang dulu, ditiduri setiap malam! Ck untung aku nyetok alat kontrasepsi, kalo ngak! Bisa hamil aku!


sejujurnya juga Fauzan sudah merubah pandanganku terhadap laki-laki, sebut saja traumaku sudah sembuh. tapi kadang aku malu mengakuinya, jadi ya gini sifatku angin-anginan.


saat sampai dirumah Fauzan menarik kursi makan untukku, dia mengambilkan makanan dengan telaten dan menyuapiku. aku hanya bisa manut, karna berharap bisa diijinin camping "Mas aku mau ikut!" Rengekku saat makanan sudah habis.


"Iya iya kamu boleh ikut!" Jawabnya menyerah.


"Makasih..." aku girang sendiri, maju ke depan dan mencium pipinya.


"Hmm pipi doang?"


"Cup" aku mencium bibirnya sekilas, kalo gak sekilas gawat. Dia malah mau yang lebih, ck laki-laki!.


"Hmm yaudah sana ganti baju" ucapnya setelah aku mencium bibirnya.

__ADS_1


Aku naik kelantai atas dengan girang, sesekali aku bergumam pelan, gak tau aja aku suka camping. Apalagi tempatnya Cibubur!


...Bersambung....,...


__ADS_2