Summer Love

Summer Love
Ch 49. Batalkan!


__ADS_3

Pagi harinya dua orang itu terhenyak oleh kedatangan maminya, siapa lagi kalau bukan mami Lia. Memang hanya mami Lia yang datang pagi ini, soalnya mami Nanda ada urusan.


Ibu dua anak itu menatap keduanya dengan curiga, "kalian tidur dikamar masih pisah apa udah seranjang?" Tanyanya aneh.


"Udah!" Jawab Fauzan sambil menahan keringat dingin, bisa habis reputasinya kalau tau-tau naklukin istri sendiri aja gak bisa.


"Yakin nih?" Mami Lia rupanya masih belum mempercayai anak dan mantunya, agaknya wanita ayu itu masih trauma kalau harus mengomeli anak mantunya yang ujung-ujungnya pada berontak.


"Iya mih!" Tekan fauzan gusar.


"Yaudah, kenapa kamu keringatan gitu?" Mami Lia memincingkan matanya curiga melihat gerak-gerik sang bungsu.


"Udah kok mih, duh mami pagi-pagi kesini mending sarapan bareng aja yuk?!" Zhari yang sudah tak tahan mau tak mau mengalihkan perhatiannya.


"Oh ngak usah, mami cuma mampir" beliau menyodorkan tangannya yang langsung disambut ciuman oleh anak mantunya.


"Mami pergi dulu ya, awas loh kalian jangan bohongin mami lagi!" Tekannya yang langsung berbalik dan pergi.


Zhari menghela napas lega, dia menatap sang suami yang masih bercucuran keringat dingin. "Kenapa kamu mas? Mami gak tau juga!" Ucapnya yang berlalu pergi kedalam kamar.


"Duh Ryan mana ya? Aku harus nyuruh Ryan cepet-cepet dicopot aja cctv nya!" Gumam Fauzan sambil menuruni anak tangga dan memanggil sang scurity.


"Pak ada apa ya?" Tanya Ryan saat melihat majikannya bercucuran keringat menghampiri nya.


"Kamu bisa gak nyopot cctv dikamar" jawab fauzan masih sedikit ngos-ngosan.


"Kamar mana pak? Kamar bapak?" Tanya Ryan makin heran saja dia.


"Iya!" Tekan Fauzan gusar.


"Duh bapak pasti ya salah sangka? Dirumah ini cctv yang gak dipantau ibu lia cuma dikamar bapak, lagian itu nyambungnya juga ke ponsel bapak kan? Kayaknya gak usah dicopot deh pak, gak ada yang tau selain bapak sama ibu dikamar itu" jelas Ryan gamblang yang mungkin paham.


"Oh iya!" Fauzan tiba-tiba mengingatnya, sial! Dia sudah dibuat uring-uringan!


"Okay thanks you!" Fauzan berbalik dan pergi dari hadapan scurity nya.


Pria itu pergi keruang kerjanya mengecek beberapa laporan perusahaan selama sebulan, setelah selesai Fauzan kembali kekamarnya.


Saat sampai didalam kamar, Fauzan tertegun melihat istrinya Yang hanya terbungkus lilitan handuk. Beberapa kali dia menelan ludah, sial! Pagi-pagi hasratnya bergetar.


Langsung saja pria itu membalik badannya, menghadap pintu yang tertutup rapat.


"Duh mana ya handbody ku? pasti ini mas Ozan!" Gumam zhari kesal.


Gadis itu berbalik dan menemukan suaminya yang tengah menatap pintu, merasa sudah tak tahan dengan rasa kesalnya. Zhari menghampiri Fauzan.


Dia menepuk pundak pria itu, "mas kamu tau gak dimana handbody aku?" Tanyanya.


"Handbody apa?" Fauzan masih bergulat dengan hasratnya, Apakah pagi-pagi dia harus meniduri istrinya? Rasanya harus! Tapi dia masih menahannya.

__ADS_1


"Ck handbody yang warna putih biru tuh... mana sih mas? Aku mau cepet-cepet pake baju" keluh zhari yang kini nekat membalik badan suaminya.


"Duh tahan...." gumam Fauzan pelan sambil mata pria itu ia pejamkan rapat.


Zhari menatap suaminya aneh, "mas dimana sih! Kamu suka bikin aku kesel!" Dia menggoyangkan badan suaminya dengan kasar.


"Ck aku gak bisa nahan..." ucap Fauzan sambil membuka mata dan membopong tubuh istrinya.


Zhari merasa shock, "mas mau apa kamu!" Teriaknya.


Fauzan menaruh istrinya diatas ranjang, sudah tak tahan dia harus menahan hasratnya lebih lama. Mumpung dia baru ingat kalau cctv kamar ini nyambung ke ponselnya, gak ada yang tau hubungan mereka.


"Badan kamu menggoda! Ayolah aku gak tahan..." lirih Fauzan sambil mendekati istrinya.


"Ck gak mas!" Tolak zhari mendorong dada suamianya, namun sayang tenaganya lebih kecil dari Fauzan.


"Duh kalo aku hamil gimana? Kamu gak beli alat kontrasepsi nya mas!" Keluh zhari saat Fauzan sudah nekat membuka handuknya.


"Gak papa kalo hamil juga! Apa fungsinya hubungan badan kalau gak hamil?" Ceplos Fauzan sekenanya sambil mulut pria itu langsung mencium bibir istrinya.


***


"Ck nyesel aku gak pake baju dikamar!" Ceplos zhari yang langsung turun dari ranjang dan berjalan kekamar mandi.


"Harusnya tiap hari rambut kita basah Za!" Balas Fauzan sambil pria itu sedikit tersenyum, apakah ini cara tuhan agar istrinya itu cepat hamil? Biar pernikahan mereka gak aneh? Kayaknya iya! Itu yang ada dibenak Fauzan.


zhari Keluar dari kamar mandi menggunakan kimono, gadis ayu itu menatap suaminya malas dan duduk didepan meja rias. Menyalakan hairdryer dan mengeringkan rambut nya.


"Iya iya!" Fauzan hanya bisa menuruti istrinya, mau dibantah gimana pun hati gadis itu rapuh. Ujung-ujungnya dia yang uring-uringan!


Jam 9 pagi terlihat zhari tengah membaca buku novel di sofa ruang keluarga, beberapa kali gadis itu menguap. Rasa ingin ke sekolah tapi gak ada jadwal, gak ada rapat guru, dan gak ada kegiatan lain. Dia hanya bisa mengusap pelipisnya dan terus membaca.


"Duh gini amat hidupku! Ck pengen kerumah mbak lili pasti gak dibolehin, duh hidupku gini amat...." keluhnya sembari bangkit dari rebahan.


Gadis itu mengacak rambutnya frustasi, dia tak seperti mami Lia - si mertua produktif nya, saat-saat membosankan begini, si mamer pasti sedang berkutat dengan mawar-mawar merahnya dihalaman rumah, merawat tanaman dan sesekali membuat kue kering.


Sedangkan dia? Dia hanyalah gadis yang menjalani hidupnya dengan keterpaksaan, bak robot yang selalu dikontrol pemiliknya.


Zhari mengambil ponselnya dan menelfon sang suami, sudah jengah dia!


"Apa sayang..." terdengar suara lembut Fauzan memulai panggilan.


Zhari mendelik, "lagi apa kamu mas?! Aku pengen kerumah mbak lili!" Jawab zhari kesal.


"Duh aku lagi mau meeting, kalo mau nanti aku suruh Adit buat jemput kamu! Aku meeting nya di luar kok, sekalian kamu bisa self healing" jelasnya gamblang.


Zhari memincingkan mata penasaran, "tumben pengen aku ikut meeting juga? Gak ada mas firman gitu? Atau jangan-jangan...." zhari menjeda kata-katanya.


"Iya kamu bener, aku meeting sama kanzha!" Sambung fauzan gelagapan.

__ADS_1


"Ck okay aku siap-siap" zhari mematikan panggilan sepihak dan naik kelantai atas.


Zhari menunggu Adit didepan teras rumahnya, rupanya dia sudah tak sabar. Rasa ingin melihat wanita yang bernama Khanza, si rekan kerja suaminya yang pernah menjebaknya.


Semakin lama semakin kesal saja hati gadis itu, dia sudah dibuat uring-uringan dengan kehadiran Zia. Mantan suaminya yang sudah 8 tahun los contacts itu masih ingin merebut suaminya! Dan sekarang menambah satu personil! Khanza! Seperti apa wanita itu? Apa pesona fauzan bisa menghipnotis banyak wanita? Duh hatinya makin kacau saja!


"Awas kamu mas!" Gumam zhari kesal.


Sedetik kemudian mobil Pajero sport berwarna putih masuk kedalam halaman rumahnya, rupanya Adit sudah datang. Buru-buru gadis itu berjalan dan masuk kedalam mobil.


"Cepet dit!" Ucap zhari saat sudah duduk dibelakang.


"Aduh mbak aku pengen ke toilet dulu! Bisa gak tunggu sebentar aja?" Adit menatap kakak ipar dari sepupunya dengan sedikit kesal, dia sudah dibuat kesal dengan Fauzan, sekarang ditambah kesal karna istrinya!


"Ck yaudah!" Zhari melengos dan mengambil ponselnya didalam handbag nya.


Setelah Adit membuang panggilan alamnya ditoilet rumah zhari, pria itu segera membawa istri sepupunya pergi ke restoran tempat Fauzan dan kanzha melaksanakan meeting.


Disisi lain Fauzan sedikit gelisah menunggu istrinya, dia ditawarkan makanan. namun menolak, otaknya masih ingat! gara-gara kanzha zhari menangis disaat kehormatan nya direnggut. Seharusnya kalau bukan karna kanzha fauzan akan mengambil kehormatan gadis itu saat zhari sudah mencintainya, namun nasi sudah menjadi bubur.


"Pak minum aja, istri bapak nya juga lagi dijalan kan?" Kanzha mengedipkan mata sebelahnya kearah fauzan yang makin membuat pria itu uring-uringan.


Fauzan menatapnya tajam, "ck kalau bukan karna perusahaan, gak Sudi saya kerja sama bareng kamu! Untung saya sudah beristri" fauzan mengeluarkan unek-uneknya dengan kesal.


"Mm non kayaknya itu suara mereka deh" ucap sekertaris kanzha yang tak kalah seksi Dengan bosnya.


Kanzha dan Fauzan menatap kearah pintu, memang mereka sedang ada di ruang vip restoran. hati pria itu sudah mencelos. Berbeda dengan kanzha yang terlihat tenang, seperti tak memiliki rasa bersalah.


Zhari datang ditemani Adit dibelakangnya, zhari diam membeku saat dia sudah masuk kedalam dan mendekati meja suaminya. Hatinya makin dibuat kacau saat melihat wanita bernama kanzha! Pasti wanita yang duduk didepan suaminya! Kalau yang berdiri tentu saja sekertaris nya!


'ck cantik juga' batin zhari.


Gadis ayu itu menghampiri suaminya dan tersenyum kearah Fauzan, "mas pulang yuk!" Ucap zhari lembut tapi menekan setiap katanya.


"Loh kita belum meeting Bu!" Sela kanzha yang rupanya kesal melihat fauzan membalas senyuman istrinya.


"Mas pulang!" Tekan zhari melotot kearah suaminya.


"Okay" Fauzan berdiri dan mencium kening istrinya, sepertinya pria itu benar-benar berniat menunjukkan kemesraan nya didepan kanzha.


"Maaf nona, meeting kita lanjutkan besok saja" Fauzan menatapnya datar dan melangkah bersama istrinya, juga Adit yang mengekor Dengan menjinjing tas kerja Fauzan.


"Tunggu!" Teriak Khanza yang menghentikan langkah mereka.


Fauzan dan zhari membalik badan, "kalau meeting gak dilanjutin sekarang! Kita batalkan kontraknya!" Tambah kanzha sembari wanita seksi itu mengacungkan berkas kontrak mereka.


"Yaudah batalin aja!" Jawab zhari santai.


Fauzan sedikit melotot kearah istrinya, zhari balas menatapnya tajam. "Batalkan! Batalkan mas!" Ucap zhari kesal.

__ADS_1


...Bersambung........


__ADS_2