
setelah drama disubuh tadi, zhari segera mengembalikan sim card milikku lagi. aku hanya menghela napas pelan, susah ya punya istri yang lagi bunting. hati nya benar-benar sensitif.
aku pun segera menghubungi Adit, beruntung pria itu sedang tidak memiliki urusan nanti malam. jadi dia yang akan pergi menggantikan mas firman.
aku keluar kamar dan melihat si bumil tengah memasak, akhir-akhir ini dia memang sering didapur. lebih suka masak sendiri, aku jadi mikir. apa anak diperutnya nanti, adalah perempuan? benarkah? berarti ramalan orang Jawa tidak kaleng-kaleng. wah pasti nanti secantik ibunya. aku merasa bahagia jika memang anak yang lahir adalah perempuan, bukan karna aku tidak mau punya anak laki-laki. hanya saja, aku merasa benar-benar menjadi seorang daddy jika itu perempuan. klise nya adalah, karna saat dia menikah nanti. aku menjadi walinya, haduh sudah mikir jauh saja diriku.
aku pun berjalan menghampirinya, kulihat dia tengah serius dalam memasak. baunya benar-benar harum, sedikit kepenasaranan ku terusik. sejak dulu, dia selalu main bersamaku. tapi tak pernah sekalipun kulihat dia memasak, kenapa saat menikah dia pandai?
"sayang...." ucapku membuatnya menoleh.
"apa?" tanyanya, dia langsung melanjutkan masak.
"eee kamu kok pinter masak sih? engga maksudku gini, dulu kan kamu sering main bareng aku. aku juga sering kerumahmu, tapi gak pernah liat kamu masak" aku memejamkan mata sebentar, takut ucapanku ada kesalahan.
"oh, ya karna aku masaknya pas gak ada kamu" ucapnya, dia mematikan kompor dan segera menaruh makanan yang dimasaknya tadi diatas piring.
"ee o gitu?" aku kikuk.
"taro ini dimeja mas" dia menyerahkan cumi asam manis kearaku.
"ya" aku pun menurut, segera kutaro makanan yang dimasaknya tadi.
aku kembali kearahnya, kulihat sekarang dia mau memasak menu kedua. sepertinya rendang, empal atau apa. Karna dia tengah memotong daging sapi.
__ADS_1
"mau masak apa yank?" tanyaku.
"rendang, kamu kan suka rendang buatan ku" serr... hatiku bagai terenyuh, kenapa aku baru sadar kalau dia mencintaiku? misalnya tahu sejak dulu, aku akan mengungkapkan perasaanku. dan pastinya hidup awal pernikahan kami, tidak ada kata terpaksa untuknya.
aku pun duduk dikursi yang tidak jauh dari dia, kupandang punggung nya dengan perasaan campur aduk. hemm sejak menikah, keromantisan kami hanya ada dinegara Perancis itupun saat tahun baru kemarin. aku jadi memiliki rencana, tapi.... Ck sudahlah tidak usah melakukan hal yang terlalu mewah. aku akan melakukan dinner romantis dirumah saja, tidak perlu pergi ke restoran. ya mungkin itu ide terbaik.
aku pun bangkit, mencari keberadaan Art ku. aku akan mengajak zhari pergi kerumah mbak lili, alasannya menengok hiya. agar semua art ku bisa menyiapkan dinner romantis ku bersama istri tercinta.
"mas..." kudengar suara zhari memanggil, aku sudah memberitahu segala rencana dan hal yang harus art ku siapkan. aku masuk kembali kedalam rumah, lewat pintu belakang.
"ya?" sahutku sebelum berjalan kearah meja makan.
"sarapan dulu" dia mulai mengambil nasi, dan lauk Pauk untukku.
"makasih" ucapku.
dia menerima suapan ku, akhirnya kami saling suap menyuap. mungkin benar, dia butuh quality time bareng denganku. hanya akunya yang kurang peka. dasar!, kutukku.
Setelah sarapan, kami menghabiskan waktu berdua. aku menuruti semua keinginannya, dari mulai ingin dipijit. jalan-jalan didepan taman komplek, dan terakhir mall.
jam 11 pagi, kami baru selesai berbelanja. aku mengarahkan mobil kearah rumah mbak lili, alasannya ingin bertemu Hya. Karna tadipun aku sengaja membelikan mainan untuk anak perempuan itu.
dia tidak menolak, bahkan wajahnya sedikit senang. seolah-olah aku tengah membawanya pada sesuatu hal yang disukainya.
__ADS_1
"mas, makasih untuk waktunya" dia meraih tangan kiriku, menciumnya dan menghirup aroma tanganku.
"iya sayang sama-sama" ku elus pipinya yang sedikit cabi.
perjalanan dari mall kerumah mbak lili tidak terlalu jauh, kami sampai saat pukul 11 lewat berapa puluh menit. aku dan zhari mengetuk pintu, mbok Ijah - art mbak lili itu membukakan pintu.
"eh dek, mau ketemu mbak lili ya?" ujarnya.
kami mengangguk serempak dengan senyum menghiasi wajah. "sayangnya mbak lili lagi dirumah sakit, adanya juga Hya. mau ketemu Hya?" mbok Ijah kembali mempersilahkan.
"iya tujuan kita, emang mau ketemu hya" jawabku, setelah itu mbok Ijah menyuruh kami masuk.
terlihat bayi yang sudah mulai belajar berjalan itu tengah bermain dengan mainan nya, aku menghampiri dia dan segera menggendongnya.
"ututu... Hya rindu Om engga?" ucapku dengan mencubit pipi gembul nya.
"awlala... mm cukslila iya..." Hya mengoceh dengan melemparkan mainannya kesembarang arah.
"sayang, sama Tante yuk?" zhari pun ikut meraih tubuh Hya.
"emmmm.... huaaa...." Hya tiba-tiba menangis saat zhari menggendong nya, seperti tidak rela jika aku melepasnya.
"stttttt sayang.... kenapa sih? takut ya Tante gendutan? Udah dong, cantiknya ilang" zhari menenangkan Hya, hingga balita itu Tidak lagi menangis dan tenang. bahkan sekarang dia tersenyum kearah tantenya.
__ADS_1
aku hanya melongo, ee apa kelebihan wanita itu ini ya? walau pun bukan anaknya sendiri, tapi bisa menenangkan nya? aku semakin merasa kagum dengan makhluk bernama 'wanita'
...Bersambung..........