
Tiga hari kemudian terlihat zhari sedang duduk di kursi kantin, memakan kerupuk kulit seraya menekuk wajahnya.
Sial! Kenapa hari ini seperti hari yang tidak menyenangkan baginya? Pertama sejak hari senin dia harus duduk dengan Fauzan, kedua dia dan Fauzan diharuskan bekerja sama untuk mengobservasi sesuatu Dan yang ketiga.... ini membuatnya gila! Sumpah ternyata tadi pagi Alya memutuskan pindah duduk kebelakang yang artinya dia sama Fauzan harus duduk bareng terus dong?
Pikiran nya kacau balau, setelah lelaki itu curhat tiga hari lalu. Dia langsung bersikap dingin dan itu membuat zhari kesal.
"Kenapa sih lo?" Tanya sebuah suara yang membuat zhari menoleh dan memutar mata nya malas.
"Bisa gak sih Lo pindah duduk?" Tanya zhari cemberut, tentu saja gadis itu sangat kesal dengannya.
"Kenapa sih? Kan Lo udah tau! Gak ada yang mau berbagi tempat duduk selain Lo" tunjuknya kearah hidung kecil zhari.
zhari menepis tangan itu, lantas dia memelototi Fauzan dengan geram. "Bisa gak lo jangan jadi pathnerku disekolah? Omongin dong sama Bu Eva nya! Gue gak suka kerja sama dengan Lo"
"Hei gue juga gak suka tau!" fauzan balas menatap zhari dengan mata yang hampir keluar.
"Ck" decak zhari kesal, lantas dia memakan lagi kerupuk kulit yang sempat diam terpaku ditempat.
"Ckck bisa gak jadi gadis anggun sebentar?" Tanyanya sembari menatap zhari sebelah mata.
"Gue cuma begini karna Lo" zhari semakin memakan kerupuk kulit dengan cepat, seperti gak ada anggun-anggunnya.
"Gadis aneh" gumamnya kecil, lantas lelaki rese itu meninggalkan zhari yang hanya menekuk wajah nya kesal.
Beberapa menit kemudian bel sekolah berbunyi, zhari segera menenggak minumannya. dia keluar dari kantin dan berjalan kearah kelas nya dengan malas.
"Beb... Lo gak mau tukeran sama yang lain ya? Semenjak Lo duduk sama dia, Lo jadi naik pitam terus" ucap Laila saat zhari sampai dikelas.
__ADS_1
gadis itu memutar mata nya malas, "siapa yang mau duduk sama si rese itu! Gila la kenapa juga si Alya berani-beraninya pindah ke belakang!"
"Ya kan emang Alya mah dari dulu pengen bareng sama si ren..." ucapan Laila tiba-tiba terpotong oleh suara dingin.
"Siapa yang ngomongin gue rese?!" Tanyanya seraya menatap zhari dengan tajam.
"Gue!" Jawab zhari dengan mengggosok hidung kecilnya tak nyaman.
"Lo benar-benar ya!" Tunjuk nya, lantas dia pergi begitu saja. Meninggalkan zhari dan Laila yang hanya berwajah bingung.
"Nah gimana Lil? Dia beneran rese kan? Dah gue pusing, Untung masih 5 bulan lagi nih disekolah! Kalo masih tahunan, gue mendingan pindah sekolah aja dah" zhari menatap wajah Laila yang masih bingung.
setelah itu gadis berparas ayu yang terkenal dengan julukan bidadari biru disekolah nya duduk disebelah Fauzan, lantas dia berpura-pura tidak menganggap lelaki itu ada. gadis itu mengambil buku didalam tas, dan membaca buku itu sebelum guru mata Pelajarannya datang.
"Lo itu keturunan siapa sih?" Tanyanya sembari menatap zhari.
"Jawab dong!" Suaranya meninggi, bak toa masjid di telinga zhari.
zhari menaruh buku ini dimeja, "gue keturunan siapa? Kenalkan" gadis itu mengulurkan tangan didepannya, dan melanjutkan ucapannya. "Aku adalah anak ke tiga dari pasangan Nanda Sri ayu dan Alfi hawari dirfansyah! Aku adalah adik dari Dwi Kamila pujika dan Zidane Al dirfansyah!" zhari membusungkan dadanya bangga, dan senyuman aneh muncul di bibir itu.
"Ck keluarga aneh, mirip betul sama Lo!" Dia menepis tangan zhari.
"Ckck gue tau Lo heran kan sama nama anggota keluarga gue?" Tanya zhari memiringkan kepala ini kearahnya.
"Cih apa-apaan! Nama belakang ayah Lo, cuma dia taruh di kakak laki-laki Lo? Gak banget, gak banget!.... Tri Azhari- nama yang aneh" ucapnya tersenyum mengejek.
"Baiklah terserah Lo, gue cuma mo pesen aja ya! Pulang sekolah Lo Dateng kerumah gue! Gue bakal ngajak Lo keperpustakaan rumah gue, biar kita nyari tugas itu gampang. Paham gak lo!" balas zhari menatapnya Dengan serius.
__ADS_1
"Ck gue kerumah Lo? Mendingan gue nyari tugas bagian gue sendiri, dan Lo nyari bagian Lo. Kita nyari masing-masing! Gak usah pake acara kerumah Lo segala, kiranya gue mau ngapelin Lo apa?"
"Ckck dikasih keringanan mintanya yang berat-berat, terserah Lo aja. Intinya lusa tugas ini harus selesai!"
"Gue udah paham dodol, emangnya pikiran gue sempit apa?" Tanyanya sembari menyipitkan mata dan dia terdiam.
Diamnya itu membuat zhari senang, dia tidak paham dengan kode ekor mata Fauzan, dan gadis itu malah bercerocos gak jelas "Hah kalah cocot ya Lo? Udah deh Lo tuh gak usah ngeyel segala macam! Mendingan Lo seriusan ucapan Lo itu, jangan sampe kita dihukum bareng-baren---"
Suara zhari terhenti saat mendengar suara pak Asep yang menusuk hingga ke jantungnya
"Zhari sudah ngomongnya? Kalau belum, kalian berdua berdiri didepan!" Ucap beliau sembari menatap zhari dan Fauzan dengan tajam.
Sial! Sial! Aku gak ngerti kode Fauzan, dan aku lupa ini pelajaran siapa! Pak Asep... tolong ini bukan salahku! Batin zhari meratap sedih.
"Tri Azhari! Fauzan! Cepat maju ke depan. Atau bapak bakal ngehukum kalian dilapangan!" Tegas beliau yang membuat nyali gadis itu ciut.
dia menyenggol badan fauzan agar cepat berdiri dan mengikutinya kedepan, maafkan aku zan... aku tau aku ini menyebalkan, tapi karna kesalahanku yang menyerocos bak kaset rusak. kamu ikut keseret juga, zhari merasa iba pada lelaki itu.
Fauzan pun mengikuti zhari kedepan, mereka berdiri disisi sebelah kanan meja guru. Pak Asep menyuruh zhari dan Fauzan mengangkat satu kaki dan menjewer telinga, zhari menjewer telinga Fauzan , dan fauzan menjewer telinga nya.
gadis itu sempat terpaku oleh tindakan Fauzan, bukankah dia harus marah dan balas dendam kepadaku karna menyeret masalah untuknya? Tapi... dia tidak begitu, dia hanya memegang telingaku tanpa menarik atau menekannya, tangannya hanya menyentuh daun telingaku dengan halus.
Tiba-tiba hatiku berdesir, entah kenapa rasanya bersamanya hatiku mulai goyah.
Apakah aku mulai mencintai lawan jenis? Lebih tepatnya dia? batin zhari yang makin merasa aneh.
...Bersambung........
__ADS_1