Summer Love

Summer Love
Ch 15. Tertangkap basah


__ADS_3

"Zan kamu mau kemana...." teriakku pada sosok yang amat mirip dengan Fauzan.


"Sebentar Za! Aku gak bakal ninggalin kamu kok" teriak sosok itu sembari membalik badannya menatapku.


"Kemana?..." aku terisak saat sosok itu sudah berbalik lagi dan pergi.


"Zan... hiks.. hiks.." aku semakin memanggil-manggil nama Fauzan dengan isakan tangis.


"Za... Za... bangun Lo!" Teriakan seseorang dan goncangan tubuhku membuatku membuka mata ini.


Mataku menatap Fauzan yang sedang duduk disampingku dengan menggoncang-goncangkan badanku, lantas tak tau aku merasa akan kehilangan laki-laki ini, langsung saja aku memeluknya dengan erat.


"Jangan pergi.. jangan pergi kumohon" isakku di bahunya.


"Pergi kemana? Siapa yang pergi?" Tanyanya bingung.


"Jangan pergi! Kumohon" aku semakin mengulang-ulang kata itu.


"Za! Sadar Lo! Kenapa?" Fauzan membalas pelukanku, dia mengelus-elus punggung dan pucuk kepalaku, tampaknya dia sangat khawatir.


"Kamu ninggalin aku! Tolong jangan tinggalin aku! Aku gak bisa debat lagi!" Ucapku semakin ngawur.


Lantas tak tau apa yang terjadi selanjutnya, badanku tiba-tiba ambruk diatas kasur lagi.


"Lo gila ya? Mimpi apa sih?" Tanyanya sembari menatapku dengan serius.


"Aku gak gila! Aku... aku cuma takut, hiks.." aku terduduk dan melipat kaki ini, kutelusupkan kepalaku disela-sela lutut.


Gak tau mimpi itu seperti nyata bagiku, aku yang udah terikat sama satu orang ini. Berasa benar-benar takut kehilangan nya, jadi rasanya ditinggalkan tuh kaya gini ya? Pikirku kacau.


Dia menghembuskan nafasnya gusar, lantas menaiki kasur dan mendekat kearahku. "Tolong jangan membuatku cemas, kamu mimpi apa?" Tanyanya pelan.


"Aku takut...." alih-alih menjawab pertanyaan nya kau malah mengulang-ulang kata terkutuk itu.


"Za!" Dia memegang kedua bahu ku kuat-kuat. "Tadi malem, kamu udah mau jadi pendengar ku yang baik. Tolong izinkan aku jadi pendengar mu juga!" Tambahnya.

__ADS_1


Aku mengangkat kepalaku, dan kutatap mata Fauzan yang sangat serius. tapi, dikedalaman nya. mata itu mengandung ketulusan.


"Izin kan aku memelukmu" aku beringsut dan memeluk tubuhnya lagi, gak tau udah pelukan keberapa yang kita lakukan.


"Yaudah sok nangis gih" dia menenangkan ku dengan cara seperti aku menenangkan nya tadi malam.


"Kamu jangan tinggalin aku..." racauku tak jelas.


"Tri Azhari! Alias ikan teri! Aku gak bakalan ninggalin kamu selagi perjodohan ini berlanjut, kecuali perjodohan ini kita putus! Sudah pasti kita tak ada hubungan" jawabnya.


Hatiku makin kacau saat laki-laki ini menyangkut-nyangkut perjodohan, disatu sisi aku gak mau nikah muda, disisi lain aku juga gak mau ditinggalin dia.... jujur saja sih kalau liat fisiknya dan temperamennya jawabannya hanya satu, 'luar biasa!'


Aku mengencangkan pelukan ini, sungguh weekand yang mengenaskan.


"Za udah! Ini udah pagi loh" bujuknya sabar sembari berusaha melepaskan pelukanku.


"Nanti.." jawabku Dengan suara parau.


Dia menghela nafasnya, "kamu tuh gadis teraneh yang baru aku temui" ucapnya.


"Ya aneh aja gitu... kamu hanya satu-satunya gadis yang gak percaya cinta, awalnya aku mikir kamu itu lesbi tapi ternyata ada trauma yang membuatmu tak ingin mengenal kata itu" jelasnya yang ikut menumpu wajah tampannya itu dibahu kecilku.


Aku sedikit merasa geli, tapi rasa nyaman telah melampaui. Akhirnya aku hanya bisa mengikuti kata ternyaman tubuhku.


"Ya aku gak percaya cinta, bagiku cinta itu hanya do'a dan sisanya seperti diluar sana yang menye-menye hanya karna cinta! Itu membuatku jijik" jujurku dengan terus memainkan jari lentik ini di punggung Fauzan.


"Menye-menye? Maksudmu mesra gitu?" Tanyanya yang ikut-ikutan menggerak-gerakkan jarinya di punggungku.


"Hemm gak paham aku" aku jujur sembari hidung ini mencium aroma maskulin dari tubuh Fauzan.


"Kamu udah mandi ya?" Tanyaku setelah benar-benar menikmati aromanya.


"Ya! Aku gak biasa kalo pagi-pagi gak mandi" dia berkata jujur.


"Hm terus kamu kok mau meluk aku yang baru bangun pagi? Masih bau bantal aku?!" Tanyaku penasaran.

__ADS_1


"Kasihan aja ngeliat anak orang ketakutan kaya gitu, apalagi nyuruh aku buat gak ninggalin dia" sindirnya sinis.


"Kamu suka ngomong bener, tapi mimpi itu aneh zan!"


"Ya ya aneh... mimpi itu benar-benar an..."


Bruk...


Ucapan Fauzan terpotong oleh suara pintu yang didorong dengan kasar, lantas aku dan dia membeku ditempat. Wajahku pias saat mengetahui siapa yang datang kekamar ini, sedangkan Fauzan dia tampak bingung tapi masih menikmati pelukan kami.


Mungkin karna kepalanya menghadap tembok kali ya? Sedangkan aku menatap kearah pintu.


Aku mulai meronta-ronta ingin melepaskan pelukan ini, tapi sepertinya tidak dengan fauzan. "Mungkin itu suara papi yang lagi marah karna ikan peliharaan nya gak ada yang kasih makan, udah ah katanya masih pagi" ucapnya semakin membuat hatiku teraduk kacau.


"Bukan soal ikan zan!" Ucapku dengan wajah yang sudah sepucat hantu.


Suara sekeras itu dia bilang kemarahan papi Hendrik? Hello... orang buta pun tau kalau suara itu suara dobrakan pintu kamar ini!


"Sttt gak ada yang tau" tambanya.


Aku makin meronta, tapi dia malah mengeratkan pelukannya, ya ampun.... jangan bilang setelah ujian langsung ke KUA ini? Aku menangis didalam hati.


"Mas Ozan mami kecewa!" Ucap mami Amelia yang tiba-tiba membuat fauzan membeku.


Spontan pelukan ini langsung terlepas, Fauzan membalik badannya dan menatapku yang sudah berwajah pias dan menatap mami Amelia, papi Hendrik, mbak lili sama mas firman yang masih berdiri mematung diambang pintu.


Wajah lelaki rese inipun tiba-tiba ikut pias, ya ampun jadi pagi ini kita tertangkap basah?


...Bersambung........


***


Ayo sapa nih yang suka mimpi buruk sampe nangis didunia nyata? jangan sampe kaya mereka ya pagi-pagi udah pelukan, belum sah lagišŸ˜‚


yuk guys jangan lupa pantengin terus ya dan jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya, semoga kalian selalu diberikan kesehatanā¤

__ADS_1


Thanks youšŸ‘‹


__ADS_2