
Kami berempat sekeluarga masuk kedalam mobil, mobil hitam ini meleset dengan kecepatan stabil.
Aku menatap mbak mila disampingku, lantas ku rebahkan kepala ini dibahunya. Jujur aku selalu ngerasa kena tekanan batin gimana gitu.
"Kenapa sih dek kamu jadi manja?" Ucap mbak mila seraya mengguncangkan bahunya.
"Apa sih mbak! Aku capek" keluhku padanya.
"Ada yang lebih capek dari ini tau!" Jawab mbak Mila yang membuatku menatap matanya.
"Apa sih kamu mbak! Gak ada hal capek kok" mami buru-buru menepis ucapan mbak Mila.
Aku agak bingung dan menatap keduanya aneh, tapi kutepis hal itu. Karna sebentar lagi impianku keparis akan terwujud.
Tak berapa lama sekitar 25 menitan dari rumahku, mobil ini telah memasuki halaman rumah megah yang gedenya mirip-mirip kaya rumahku sih.
Kami berempat keluar dari mobil, tampak diriku yang hanya memasang wajah bingung. "Mih syarat apa sih?" Tanyaku sembari menggaruk kepala ini.
"Masuk dek nanti tau kok" jawab mami dengan senyuman yang gak habis-habis perasaan.
Aku manut, manut dan manut. Hanya itu yang bisa membawaku keparis.
Oke kami berempat melangkahkan kaki kerumah megah itu, tampak ada seorang wanita cantik yang kecantikan nya gak beda jauh lah sama Mamiku.
"Euleh.... ini zhari ya mbak, cantik banget sih" wanita yang cantiknya kaya mami itu menghampiriku, dia memelukku, mencium pipi kanan dan kiri ku.
Aku hanya diam mematung, sandiwara macam apa ini? Gak paham aku!
Sekarang giliran Mamiku yang diperlakukan seperti itu, kaya aku. Tapi mereka langsung cipika-cipiki gimana gitu, biasalah ibu-ibu.
"Mih ada apa sih?" Tanyaku bingung, seraya menyenggol mami yang sedang menuntunku masuk kedalam rumah.
"Nanti tau dek" jawab sang mami.
__ADS_1
Aku memanyunkan bibir ini, aneh... ya Tuhan! Syarat macam apa yang mampu membawaku keparis? Kenapa sih mami, papi and mbak mila selalu ngomong 'nanti tau dek!' apa-apaan itu!
Kami berempat dipersilahkan duduk diruang tamu. Tampak suguhan sudah disediakan, sepertinya mereka telah janjian!
Aku menatap bingung kearah wanita yang cantiknya mirip mami, dan menatap bingung juga kearah pria yang kaya papi kalo liat umurnya sih.
"Dek kenalin... ini mami Amelia, dan ini papi Hendrik" ucap Mamiku yang langsung membuatku terpaku diam.
"Hemm maksud mami Om sama Tante dek!" Tambah Mamiku saat melihat wajah bingung ku.
"Silahkan diminum sama dimakan suguhannya mbak" ucap wanita yang namanya Amelia itu sambil mengulas sebuah senyuman.
"Iya mbak, makasih loh repot-repot" tampaknya mami tersenyum kikuk, lantas wanita itu menyenggolku, menyuruhku untuk meminum minuman itu. Biasalah kalo udah disuguhin kan gak enak kalo gak dimakan.
Aku manut lagi, aku mengambil gelas dengan air yang berwarna kuning itu, rupanya minuman ini Adalah es jeruk.
"Dek zhari pasti bingung ya kenapa tiba-tiba kerumah ini?" Ucap pria yang namanya Hendrik itu, lantas Mamiku yang malah menjawabnya. "Iya mas, dia nanya terus" ucap beliau tersenyum.
"Nah jawabannya udah ada didepan mata dek zhari, papi harap dek zhari mau ya Nerima perjodohan ini. Tenang kok anak papi ganteng" tegas Om Hendrik.
"Uhuk" tiba-tiba aku keselek minuman jeruk ini, gila! Gila! Keluargaku benar-benar aneh.
Ya Tuhan.... aku masih anak SMA, kenapa udah dijodoh-jodohin segala? Terus apa kata beliau tadi? Papi? Papi? Papi dari Hongkong kali ya? Aku belum jadi mantunya udah disuruh manggil papi?
Aku mengusap bibirku dengan tisu, lantas ku menatap 5 orang di depanku ini, siapa lagi kalau bukan Mamiku, papiku, mbak mila, Tante Amelia sama Om Hendrik.
"Bentar... bentar maksud Om sama Tante apa ya maksudnya? Gimana tadi? Maaf Om, Tante saya masih anak SMA, 5 bulan lagi saya baru mau lulus. Dan setelah itu saya mau lanjut kuliah, saya gak tertarik nikah muda" ucapku lugas.
Mamiku menyenggolku, rupanya dia merasa tak enak hati. Oh mami ku tercinta! Bisa gak sih kali ini aja jangan aneh-aneh? Aku masih muda! Masih pengen ngejar cita-cita! Hello... emangnya aku boneka ya?
Dalam keadaan kacau seperti ini, rasanya tetiba aku ingat si rese tampan itu. Lagi apa ya dia? Ups aku kok jadi aneh ya? Kenapa mikirin lelaki rese macam Fauzan sih?
Om Hendrik tersenyum, kaya ucapanku gak ngaruh sama sekali, lantas dia berkata. "Tenang aja kok dek, anak papi juga masih SMA, dia juga kayak kamu. 5 bulan lagi baru lulus" Tutur beliau.
__ADS_1
Prak...
Aku menjatuhkan ponselku, lantas mulutku terbuka sedikit, kaget betul aku! Betul-betul kaget!
"Dek kamu gak papa?" Mamiku langsung menggoncang-goncangkan badan ini.
"Ta-tadi... apa? Ma-masih sma juga?" Tanyaku terbata, masih sedikit linglung namun kupaksa untuk mengambil ponsel ini dibawah.
"Ya dia masih kaya kamu dek!" Ucap Mamiku halus.
Aku memijit kening ini pening, aku menunduk sedikit lantas diangkat lagi kepala ini.
"Oke, aku mau nanya satu hal sama kalian semua!" Tunjukku pada kelima orang ini, biar biar aku dibilang anak gak sopan. Daripada hidupku hancur karna lembah pernikahan.
"Dek..." papiku langsung memelototi ku Dengan geram.
"Okeh cukup pih, mih! Biar apa kata mereka. Kalo keparis syaratnya aneh kaya gini! Mendingan aku gak ke negara itu seumur hidupku! Aku capek mih... kalian ngerti gak sih? Aku, aku udah ngalamin kepelikan hidup yang gak kalian tau! Aku punya masalah kalian gak ada yang ngertiin! Aku capek! Mendingan aku gak keparis daripada syaratnya nikah. Apa-apaan ini!" Aku bangkit dari dudukku, lantas aku pergi begitu saja. Air mata jangan ditanya, dia sudah menetes bak sungai sejak tadi.
"Dek..." Mami dan mbak mila segera menyesulku, biarlah apa kata mereka hatiku sudah terlanjur kecewa.
Jadi begini ya rasanya Kecewa tuh? Seumur hidup kali ini aku merasa kecewa!
Aku berjalan keluar dari rumah megah ini, rasanya tekanan batin selalu lebih melelahkan dari tekanan fisik.
Aku terus mengusap air mata di pipiku, tetiba aku merindukan Fauzan lagi, sedang apa lelaki rese itu? Aku merindukan sikap dinginnya, cara dia berkata halus padaku. Dan cara dia menenangkan rasa emosi ku yang membara.
...Bersambung........
***
wah kayaknya zhari itu manusia yang baru ngerasain kecewa ya? Kalo kalian pernah kecewa karna apa nih? jangan ngomong karna di gostingš
yaudah lah semoga hati kalian aman-aman aja ya :), jangan lupa like, vote, komen dan hadiahnya ya. maaf kalo novel author masih gaje, semoga kalian selalu diberikan kesehatanā¤
__ADS_1
Thanks youš