Summer Love

Summer Love
Ch 37. Malam pertama? Tidur aja pisah!


__ADS_3

"Za sarapan dulu" teriak Fauzan saat aku menuruni anak tangga.


"Ngak!" Tolakku sambil terus melanjutkan jalan.


Fauzan bangkit dan menghampiri ku, dia memelukku dari belakang yang tentu saja sontak membuatku membeku.


"Aku mau ngajar mas! Lepas!" Aku berusaha melepaskan tangannya.


"Sarapan dulu Za!" Fauzan membalik badanku dan langsung menggendongnya.


"Mas jangan kaya gini!" Rontaku kesal.


"Sarapan dulu!" Fauzan mendudukanku disalah satu kursi lantas pria itu mengambil makanan dan menyodorkan nya kearahku.


"Sarapan!" Tegasnya sambil mengangkat sendok yang sudah berisi makanan kearah mulutku.


"Ngak! Aku lagi gak pengen sarapan!" Alibiku.


"Dek!" Suara Fauzan tertahan.


Aku menatapnya kesal, "udah aku bilang ngak mau! Ya ngak mas!" Tolakku keukeh.


"Kamu itu bikin aku hipertensi! Kita baru aja nikah 4 hari!" Fauzan menaruh sendok dan mencondongkan tubuhnya kearahku.


"Ya terus gimana? Bersikap lembut?" Aku menatapnya melotot, udah macam istri yang durhaka. ya kuakui!


"Cup" suara bibir Fauzan yang menyatu dengan keningku.


Aku membeku, dia tidak lelaki itu tersenyum dan mengambil kunci mobil dimeja. "Katanya gak mau sarapan, yaudah ayu berangkat." Ucapnya.


"Kamu kenapa nangis sih kemarin?" Tanya Fauzan mesra saat aku hendak keluar dari mobilnya.


"Pikir sendiri!" Jawabku judes seraya membuka pintu mobil ini.


"Loh kok dikunci sih! Buka mas! Aku udah telat!" Aku memelototi Fauzan dengan kesal.


"Ngak! Sebelum kamu jawab pertanyaan ku dek!" Fauzan mendekat kearahku dan memegang dagu runcingku.


"Lepas mas! Aku telat!" Rontaku dengan frustasi, dia selalu saja mampu membuat hatiku teraduk-aduk.


"Dek! Aku tahu kamu itu sakit hati sama kata-kata ku kemarin kan? Kenapa dek? Kamu masih trauma? Aku bisa mengobatimu dek! Kalau kamunya mau aku manja!" Dia tersenyum kearahku.


"Ngak mas! Aku mau masuk, udah telat!"


"Dek! Apa kamu harus aku tiduri dulu biar kamu mau menerimaku? Apa hanya kamu yang kecewa dengan pernikahan ini? Menikah dengan seseorang yang kamu benci? Kamu benci aku kan? Tak mungkin jika kamu tak membenciku! Buktinya saat aku pulang dari Singapur, kamu tidur! Saat aku memberimu kartu, kamu tak mau menggunakan nya! Sebenarnya apa sih yang kamu mau dek! Aku juga kecewa sama kamu!" Jelas Fauzan panjang lebar.


Air mata zhari luluh lagi, hatinya bukan batu! Kata-kata Fauzan teramat menusuk nya, memang dia agak egois. Namun, tahukah laki-laki ini jika dia teramat trauma? Dan sejak dulu dia tak pernah mempunyai tempat sandaran, menjadikan hatinya keras. Dia hanya keras pada laki-laki, sisanya dia juga tak akan tega jika melihat seseorang kecewa karena nya.


"Ngak mas! Aku mau masuk" zhari menggeleng cepat dan dia menjauhkan wajahnya dari cekalan Fauzan, terlalu sakit hatinya.


"Dek! Percayalah aku bisa melepaskan traumamu" Fauzan mendekat kearah zhari hingga kepala gadis itu mentok di jendela mobil.


"Ma-mau apa mas?" Tanyanya tergagap gemetar.

__ADS_1


"Cup" sebuah kecupan hangat mendarat di kening zhari, sebelum gadis itu benar-benar menggigil.


"Kamu terlalu mengingat masa lalu dek! Are you okay? Ada masanya kamu akan bahagia" Fauzan mengusap air mata zhari dan mencium keningnya kembali.


Zhari hanya mematung dengan menahan napas, debaran jantungnya sudah tak terkendali, dia merasa seolah-olah dunia itu mempermainkan nya. Setelah dia sakit hati dia merasa bahagia, sakit lagi dan bahagia.... terus menerus!


"Mas buka!" Akhirnya kesadaran gadis itu segera kembali dan dia memohon pada Fauzan.


"Cium tangan dek!" Fauzan menyodorkan tangannya.


Zhari buru-buru mencium tangan lelaki itu saat melihat arlojinya.


"Aku akan jemput kamu Za!" Ucap Fauzan mesra sebelum zhari menutup pintu mobilnya lagi.


Zhari hanya diam dan masuk kedalam gerbang sekolah, dia mengusap matanya yang masih sedikit berair dan buru-buru menggantinya dengan sebuah senyuman.


 ***


"Zaman itu dibagi menjadi 4, yaitu: ozoikum, palaezaikum, mesozoikum dan meozoikum. Zaman ozoikum yaitu zaman sebelum adanya kehidupan, pada saat ini bumi baru terbentuk dan suhu yang relatif tinggi. Waktunya kurang lebih dari satu milyar tahun, zaman kedua palaezaikum. Yakni zaman purba tua, pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira 350 juta tahun, zaman yang ketiga. Mesozoikum yakni zaman purba tengah, pada masa ini hew....."


Tok tok.....


Aku berhenti menjelaskan saat kudengar suara ketukan pintu kelas.


"Masuk" ucapku.


"Ehe maaf saya mengganggu waktu belajar kalian ya? Saya boleh pinjem ibu zhari nya sebentar?" Laila masuk kedalam sembari nyengir kuda.


Awalnya aku agak shock, bukankah anak ini seharusnya mengajar di Smp jaktim? Dan lagi bukankah dia seharusnya tidak kesini? Apa mau silaturahmi? Entahlah aku merasa bingung.


"Oke, terimakasih. Pinjem dulu ya..." Laila segera menarik tanganku dan membawaku keluar dari kelas


"Selagi ibu keluar, kalian nulis dulu ya" teriakku sebelum benar-benar menghilang dari pintu.


"Kamu kok disini? Bukannya seharusnya kamu ngajar kan?" Tanyaku heran saat sudah berada diluar kelas.


"Ehhe... kamu shock ya? Sebenarnya aku udah gak lagi ngajar di Jaktim, soalnya gak enak tidur serumah sama ibu tiri" Laila menggaruk kepalanya.


"Oh terus kamu ngajar dimana? Private? Apa kamu mau menikah ya?...." tebakku dengan nakal sembari menyenggol-nyenggol lengan Laila.


"Apa sih Za! Ngak ah, aku belum punya calon... lagian tipe cowok ku itu ribet" bantahnya.


"Eh btw ngomong-ngomong tipe cowok, beh kenalin dong rekan-rekan bisnis suami Lo itu, pasti kan maco-maco tuh. Apalagi kalau roti sobeknya....." aku menutup mulut lancang Laila, dia selalu saja membahas hal yang tak wajar ditempat yang salah.


"Bentar jangan bahas hal itu lagi, oke? Sekarang aku mau tanya! Kamu udah gak lagi ngajar di Jaktim. Terus kamu ngajar dimana? Mau jadi guru privat? Atau kamu udah melepas sarjana mu? Melepas gelar gurumu?" Berondong ku tak sabar.


"Nah ini yang paling gue gak suka sama Lo Za! Lo tuh.... ck suka menghujani gue pertanyaan, nah sekarang gue balik tanya kenapa gue disini coba? Ayo tebak...." Laila menyenggol-nyenggol lenganku.


Aku tercenung sebentar, maklum otakku agak lemot. "Ah ya pasti mau silaturahmi kan?" Tebakku.


"Ck No! Tebak lagi..."


"Oh mungkin kamu mau ketemu pak Agus ya? Iya kan... ayo ngaku? Kamu bilang pas di pernikahanku, kamu agak tertarik sama pak Agus... ayo ayo ngaku? Itu guru paling tampan disini Lo, incaran guru lainnya" tebakku lagi yang entah sekarang benar apa salah.

__ADS_1


"Oh please!" Laila memutar matanya malas. "Semenjak lima setengah tahun Lo hidup bareng fauzan, otak pintar Lo berkurang. Diganti dengan kelemotan, ayolah tebak yang bener! Gue jadi heran apa yang dilakuin Fauzan sampe otak Lo lemot" Laila mengusap pelipisnya dengan gusar.


"Oh come on, beritahu aja la! Aku pusing mikir!" Aku menyerah dengan tebak-tebakan Laila.


"Aku disini mau apa?" Tanyanya memiringkan kepala.


Aku mengangguk cepat, "karna gue udah pindah ngajar disini dodol!"


"Oh itu ya? Kok aku gak nyambung? Jadi kamu sekarang mau tinggal serumah sama ayah tiri Lo? Lo udah Nerima ayah tiri Lo?" Tanyaku yang semakin penasaran dengan kehidupan Laila.


Memang selama 7 tahun Laila sudah menjadi anak broken home, kedua orang tuanya bercerai. Semasa SMA dia tinggal bersama ibunya di Jaksel sampai dia lulus sarjana, namun sayang ibunya menikah lagi dan parahnya ibunya menikah dengan ayah dari musuh bebuyutan Laila disekolah, hingga Laila memutuskan mengambil sekolah untuk mengajar di Jaktim - tempat ayahnya.


"please! Jangan bahas tentang ayah tiri gue lagi oke? Sejujurnya gue males tinggal bareng Mama semenjak benalu macam ayah Rina itu Dateng, cuma lebih males lagi kalau gue tinggal di Jaktim, ibu tiri gue lebih menyebalkan dari ayah rina" jelasnya Dengan menghela napas.


"Are you Okay? Keluarga baik akan tercipta lewat kamu!" Aku tersenyum sembari menepuk pundaknya.


"Eh jangan bahas hal itu, sekarang gue mau tanya sama Lo. Jawab ya jawab okay?" Dia menatapku dengan berbinar.


Entah hatiku merasakan Firasat buruk, tapi ku paksa saja untuk tersenyum.


"Eh btw Lo itu sama ekhem...... sama Fauzan itu udah lakuin malam pertama belum? Gue jadi penasaran gimana sih rasanya? Kalo enak kayaknya pak Agus gue sikat aja" bisik laila usil.


Bulu kudukku berdiri serempak, sial! Firasatku benar! Otak kotor Laila sudah keterlaluan! Dia bilang malam pertama? Tidur aja kami pisah!


"Ehhe gimana ya ngomongnya? Mending kamu rasain sendiri aja ya? Lagipula menikah itu tak seenak yang dibayangin." Alibiku, malu lah kalau orang-orang tau aku belum melakukan malam pertama, dikira aku punya penyakit reproduksi lagi! Amit-amit!


Laila memincingkan matanya gemas, "uh gue tau Lo itu belum ngelakuin nya kan? Ngaku Lo, Lo gak bakal mau kan nyerahin kehormatan Lo sama Fauzan? Jelasnya Lo sama dia menikah karena terpaksa" tebak Laila yang makin membuatku gusar.


"Oh come on! Lima belas menit lagi pelajaran gue habis! Ayolah ini sudah mau akhir Agustus. Aku lagi ngejar materi" aku menghela napas lega Karna sudah menemukan alasan yang tepat. Walaupun alasan itu masih kurang masuk akal.


"Ibu Azhari yang terhormat, aku tau anda itu sedang berlari dari pembicaraan ini kan? Oh please jujurlah kawan! Jangan buat rasa penasaran ku memuncak" bantah Laila halus.


Aku mengacak rambut frustasi, "please itu bener!" Jawabku pasrah.


"Haha sudah kuduga" Laila terbahak keras hingga tangan kecilnya itu memukul pundakku.


"Ist! Bagaimana bisa malam pertama, kami aja tidur pisah?" Jujurku setengah hati.


"Pasti kalian membuat kontrak ya?" Dia memiringkan kepalanya.


"Hmm bisa aku lanjut ngajar lagi? Ibu Laila yang menyebalkan?!" Tekanku pada kata menyebalkan.


"Okay, yang penting gue udah ngasih tau Lo kalo gue bakal ngajar disini juga. Well lanjutkan, aku mau ke ibu rosi lagi" Laila berbalik dan pergi dari hadapanku.


Aku menghela napas gusar, benar-benar menjengkelkan!


...Bersambung.......


***


wah kalo readers punya temen ke Laila gimana tuh? nanyain malam pertama temen eh dianya gak nikah-nikah😂


yaudah yang gak punya temen kaya Laila, mending pantengin aja terus ya😉, jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya. semoga kalian selalu diberikan kesehatan❤

__ADS_1


Thanks you👋


__ADS_2