
Fauzan Nur Arkan POV
Wanita.....
Kata mami wanita adalah makhluk yang teramat dimuliakan didalam agama Islam, dimuliakan oleh Al-Quran dan paling tinggi derajatnya. Tapi, kebanyakan dari wanita mencoret kemuliaan dirinya sendiri, bukan karna laki-laki, melainkan karna rasa malunya telah hilang.
Aku akui itu semua benar, dan alasanku selalu mengalah pada ikan teri maksudku zhari, bukan semata-mata aku mencintainya. Namun, karna dia pantas dimuliakan.
Aku menahan rasa amarah dihati ini saat melihat gadis itu menangis, tampaknya guru - adalah profesi yang teramat dia cita-citakan.
Tapi disisi lain Paris - juga adalah negara impiannya, bisakah aku mengajaknya kesana? Jika memang takdir memperbolehkan akan aku ajak dia keparis, sekaligus untuk menghilangkan suntuk.
Jangan bertanya aku punya uang apa tidak? Jawabnya tentu saja aku punya! Sedari kecil aku selalu terbiasa akan menabung, walaupun kenyataannya tanpa menabungpun aku masih bisa membeli barang yang aku inginkan.
Aku menatapnya halus dan tersenyum manis, kuhilangkan api amarah ini sebentar, dia- adalah wanita paling istimewa yang baru pertama kali aku temui setelah Mamiku sendiri. Walaupun dia sering membuat ku emosi dengan perdebatan dan pembahasan yang tak sinkron.
Jujur saja selama aku mengenalnya 7 hari! Aku Sudah mengamati wataknya, dia adalah wanita mandiri, tak pernah mengeluh walau tugas sekolah menumpuk segunung salak, tapi - dia teramat bahagia saat mengerjakan tugas-tugas itu, walaupun saat aku yang menjadi phatner nya dia menjadi garang.
Kata pepatah cinta pertama anak laki-laki itu adalah ibunya dan yang kedua itu adalah seseorang yang akan menemaninya, terkadang aku bertanya-tanya. Apakah zhari adalah cinta keduaku? Pertemuan kami seperti selebat angin yang lewat, mengalir tanpa ujung seperti sungai. Namun pada akhirnya.... apakah kami bisa bersama?
Jawabanya hanya takdir yang menentukan, aku mengusap air mata yang masih ada di pipi gadis itu, jujur saja dia juga Adalah gadis tercantik yang baru pertama aku temui, bukan soal cantik fisik. Melainkan hatinya juga!
"Masuk yuk" ajakku sembari membantunya berdiri.
"Aku pengen pulang" rengeknya menatapku dengan mata berbinar.
"Kamu tuh belum mandi tau! Udah sana mandi di kamarku, mami Nanda udah bawain pakaian kamu tadi malem. Bau asem ih" godaku agar dia tak selalu luput akan rasa frustasi ini.
"Kamu!" Dia menggebug lenganku karna kesal, tentu saja aku merasa lega melihat responnya.
Alih-alih aku merasa sakit, Aku malah merasa senang.
__ADS_1
"Kita juga belum sarapan tau! Udah sana mandi, nanti kalo mami ngeliat kamu nangis. Jangan pikirkan konsekuensi nya!" Ancamku yang langsung membuatnya pias.
Aduh... salah ngucap mulut ini!
"Iya!" Jawabnya judes, dia langsung ngeloyor pergi ke kamarku tanpa menghiraukan diriku yang merelakan hatiku sendiri hancur.
Ah... rasanya aku ingat kejadian tadi malam, bisakah diulang lagi? Bibir ranum nya... Ciumannya... aku mengusap wajahku kasar saat memikirkan hal-hal kotor itu lagi.
Aku pun ikut memasuki rumah dengan tampang yang sudah acak-acakan, hilang sudah Fauzan yang tampan.
"Mas! Mana dek zhari nya?" Tanya mami yang tiba-tiba menghampiri ku dengan mode - khawatir terpampang di wajah itu.
"Mandi" jawabku cuek, lantas aku berjalan keatas.
"Mas mau kemana?" Tanyanya nya lagi dan langsung menghampiri ku yang baru saja menginjak dua anak tangga.
"Apa mih?" Tanyaku malas sambil menatap beliau dengan kuyu.
"Dek zhari mandi dimana? Kamu juga mau kemana?" Mami terlihat amat khawatir.
"Oh, yaudah jangan lama-lama di kamarnya mas! Tanggung masih 5 bulan lagi" celetuk beliau yang langsung membuatku pergi begitu saja.
Ngerti kok maksudnya apa, jangan lama-lama - masih 5 bulan, itu semacam kata-kata yang mengarah pada suatu hubungan, sebut saja hubungan yang bisa menghasilkan anak.
Amit-amit mih aku ngelakuin itu dimasa muda! Diluar nikah pulak! Walaupun aku juga suka meluk zhari sih.
Aku ngeloyor pergi kamarku, lantas aku memasukinya. Mengambil benda pipih yang masih setia tercarger dinakas, oh sit! aku lupa mencabutnya!
"Siapa itu?" Terdengar suara teri dari kamar mandi, mungkin dia khawatir kali ya?
"Tenang kok, aku cuma mau ngambil hp aja" jawabku yang langsung ngeloyor dan menutup pintu kamar dengan agak keras.
__ADS_1
Gak tau apa respon gadis itu.
Aku memilih turun kebawah, menikmati pagi ditemani udara segar ditaman belakang rumah, aku memainkan benda pipih ini sembari menatap bunga mawar merah kesukaan mami yang amat terawat, memang membahagiakan beliau tak harus memberinya segudang emas, cukup manut sama titahnya dan beri dia bunga mawar, sesimple itu kok!
Perut rada keroncongan, tapi.... ah lebih enak sarapan bareng si teri, entah akhir-akhir ini aku selalu memikirkan nya, dia itu kenapa aku sebut wanita istimewa? Karna dia mampu berpura-pura kuat didepan banyak orang, namun dia teramat rapuh di depanku. Apalagi aku baru tau trauma masa lalunya, trauma 6 tahunnya yang lalu.
Lebih enak jadi laki-laki itu suka diandelian, maksudnya laki-laki lebih suka wanita yang di cintainya itu rapuh dan bermanja didepannya, tapi diluar dia teramat kuat. Contoh kecil ya zhari!
Eh wanita yang dicintainya? Semacam pengakuan kah? Sit! jangan percaya! aku cuma salut sama tingkahnya, beda ya? Walau sedikit mengandung kesenangan.
Beberapa menit kemudian, suara mami terdengar, "Mas...." panggil mami saat aku masih setia dengan melamun.
"Ya mih" aku pun beranjak dari kursi taman ini, dan berjalan kearah sumber suara.
"Sarapan mas, belum sarapan kan?" Tanya mami sambil menarik tanganku.
"Iya mih" jawabku.
Mami menarik tanganku sampe dimeja makan, tampak sudah ada si teri yang sedang menikmati minuman favorit nya, apalagi kalau bukan alpukat campur susu beruang. Jujur aja sih alpukat itu pait, ditambah susu beruang yang hambar. Bagiku rasanya itu memuakkan karna kata mami minuman itu gak ditambahin gula, makin aneh aja kan rasanya? namun, sepertinya itu adalah resep badan teri yang teramat menggoda.
Astaghfirullah mikirin apa aku ini, aku mengusap wajahku lagi dengan kasar.
Aku didudukkan mami disamping si teri, sedangkan si teri tampak hanya menikmati minumannya. Dia melirikku dengan ekor matanya, entah kenapa hatiku berdesir tak karuan ditambah jantung ini seperti ingin melompat keluar. Apakah ini rasa seperti dulu? Saat aku bersama Zia dulu? Maksudku cinta?
Aku menarik nafas dalam-dalam, menetralisirkan rasa aneh ini. Dan aku memulai sarapan dengan masih berusaha tenang.
...Bersambung........
***
fauzan kayaknya suka sama zhari ya? dia nganggep zhari wanita istimewa setelah mami Amelia, berarti jangan-jangan mereka beneran nikah nih😂
__ADS_1
yuk lah pantengin aja, jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya😉 semoga kalian selalu diberikan kesehatan❤ maaf kalo novelnya masih gaje.
Thanks you👋