Summer Love

Summer Love
Ch 47. Kandas ditengah jalan


__ADS_3

Dua hari kemudian, aku mendekati istriku yang tengah Membaca buku diranjangnya.


"Mau ke supermarket gak?" Tanyaku.


"Buat apa?" Jawabnya cuek.


"Ya kamu gak butuh sesuatu gitu?"


"Gak!" Dia menolak, yang membuatku hanya menghela napas pasrah, bagaimana lagi sih caranya deketin dia? Dapetin hatinya? Semenjak cctv diawasi mami, ditambah semua kunci kamar di ganti dengan kunci digital. Aku jadi gak bisa bebas! Apalagi pas masuk kamar, ngeliat zhari yang makin hari makin menjauh saja!


"Kenapa kamu mas?" Tanyanya sambil bangkit dari rebahan.


"Ng-ngak!" Jawabku cepat.


"Mmm mas niat mu yang ngajak aku ke supermarket masih bisa gak ya? Aku lupa mau beli sesuatu" dia menatapku ragu setelah menaruh bukunya.


"Oke!" Aku manut dan segera mengambil kunci mobil.


Dalam perjalanan ke supermarket hanya ada keheningan, aku sejujurnya ingin mengatakan sesuatu. Namun aku urunkan, lagi-lagi aku hanya bisa meliriknya.


"Mm mas kamu, ee... maksudku kamar kita itu dipasang cctv gak sih? Kalo ta-tau mami gimana?" Dia membuka suara.


Aku mengerem mobilku mendadak saat mendengar ucapannya, sial! Aku lupa! Kamar zhari pernah aku pasang cctv pas dia lagi ngajar, sit! Bagaimana ini? Kalau mami tau dikamar saja kami tidur pisah 'bagaimana? Oh ya Tuhan....


"Ka-kamu masang cctv ya mas?" Dia menatapku setelah aku shock sebentar.


"Ya aku lupa! Apa kamu marah? Duh nanti aku bakal nyopot cctv nya" aku mulai gusar.


"Okay" dia hanya menatapku sekilas dan melengos kejalanan.


Sesampainya di supermarket, aku mendapat panggilan dari mas firman. Katanya ada hal yang mau dibahas, aku menatap istriku dengan sedikit khawatir.


"Kenapa? Siapa yang nelfon mas?" Tanya zhari sambil melepas seat belt nya.


"Mas firman, apa kamu nanti bisa pulang sendiri Za? Oh nanti kamu nelfon aku aja. Biar aku jemput kamu" tanyaku.


"Kalo aku lama, aku bakal nelfon kamu. Tapi kalo aku sebentar ya pulang sendiri, kasian mas firman-nya" jawabnya.


"Yaudah pake uang dari aku ya? Awas jangan sampe pake uang sendiri!" Tegasku.

__ADS_1


"Ck gak lah mas!" Dia melengos dan membuka pintu mobil.


"Za...." panggilku sambil mencekal lengannya.


"Hmm ya iya" zhari membalik badan dan menarik tanganku untuk dia cium, udah paham aja dia sekarang!


"Oke hati-hati" pesannya sebelum menutup pintu mobil.


Setelah melihat istriku benar-benar masuk ke supermarket, aku memutar mobil dan pergi ke perusahan.


***


"Mmm beli apa ya? Di dapur rumah masih ada gak ya stok daging? Duh kenapa aku jadi pengen Banget makan rendang ya? Ck udah pengennya masak sendiri" gumam zhari kesal sambil mengambil daging sapi didalam freezer supermarket.


Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan nya, zhari keluar dari supermarket dan berpapasan dengan seseorang yang pernah membuatnya sedikit kesal.


"Oh kamu rupanya" tanya Zia saat berpapasan dengan zhari, dia sekarang sendirian. Mungkin anaknya lagi sekolah, itu yang ada difikiran zhari.


Zhari hanya meliriknya sinis, dia merasa agak lucu dan aneh. Seorang mantan suaminya yang sudah lost contacts selama 8 tahun dan sudah memiliki satu anak masih ingin mengejar-ngejar suaminya, zhari juga tau pasti dia yang akan menang. Tapi memikirkan kembali hal itu membuatnya kesal.


"Tunggu!" Cegah Zia sembari mencekal lengan zhari.


"Ck jangan sok! Gue tau lu sama fauzan tuh menikah karna terpaksa! Jadi biar enak mari kita bicara, dicafe sana" Zia menunjuk sebuah cafe yang tak jauh dari supermarket.


Zhari menarik sudut bibirnya menjadi senyuman mengejek, "siapa takut!" Tantang gadis itu.


Akhirnya kedua wanita itu masuk kedalam cafe, tanpa basa basi lagi zhari langsung berbicara to the poin. "Hal apa yang mau kamu bicarakan?" Tanya nya.


Zia menyeruput kopinya dengan anggun, "gue tau pernikahan kalian itu gak dilandasi cinta! Kalian pasti belum malam pertama! Ditambah kalian pasti tidur pisah kan? Gue cuma mau saranin aja, daripada Lo terjerat keterpaksaan dan mental Lo down! Mending Lo serahin aja Fauzan buat gue. Buat anak gue!" Jelas Zia panjang lebar.


Zhari menahan tawanya dalam-dalam, "Maaf nona fizya fahriki! Kami menikah hanya keterpaksaan? Kayaknya Lo salah deh, kami menikah itu atas dasar cinta! Kami udah ngelakuin malam pertama! Ditambah.... Fauzan juga kayaknya bakal ilfil kalo sama Lo! Apalagi anak Lo kan, anak hubungan gelap Lo sama pacar Lo yang dulu! Ckck Fauzan itu udah jadi milik gue, sejak lima setengah tahun lalu! So gak ada harapan buat Lo merebutnya!"


Drtt....


Drtt...


Ponsel zhari bergetar didalam Sling bag nya, lantas gadis itu mengambil dan melihat nama dilayar 'suamiku tercinta' zhari agak shock awalnya, kenapa ada nama kontak bernama suamiku tercinta? Apa Fauzan?, tapi gadis itu segera menutupinya.


"Halo mas..." sapa zhari lembut sekali.

__ADS_1


"Dek kamu dimana? Aku gak jadi keperusahaan, kata mas firman nanti dia kerumah. Ini aku udah ada di supermarket lagi, dimana kamu? Udah pulang?" Suara cemas Fauzan terdengar.


"Aku ada di cafe mas!" Jawab zhari sambil matanya itu menatap keluar cafe, berharap Fauzan benar datang ke sini.


"Oke nanti aku kesana" fauzan menutup panggilan sepihak.


Zhari menaruh ponselnya di Sling bag lagi, dia tersenyum manis kearah Zia. "Panas ya mbak? Maaf kami itu emang menikah karna cinta, ck jadi gak mungkin kalau Fauzan gak cemasin aku! Aku juga gak tau apa reaksi dia kalau aku pergi buat ngobrol sama kamu!"


"Heh" Zia melengos dan menyeruput kopinya lagi.


Setelah mengucapkan itu, Fauzan datang dan mengedarkan pandangannya.


Zhari yang memang sudah tau pun, berdiri dari duduknya. Gadis ayu itu menghampiri sang suami sambil bergelayut manja dipundaknya.


Dia menarik tangan Fauzan mendekat kearah Zia, bukan untuk mempertemukan suami dan mantannya. Tapi untuk mengambil Sling bag dan belanjaan nya.


"Sayang pulang yuk" zhari menyerahkan belanjaan nya ke tangan Fauzan, yang langsung diambil Fauzan.


"Okay sayang" Fauzan pun tak ingin melewatkan kesempatan ini, dia merangkul pinggang istrinya dan menuntunnya keluar dari cafe.


Zia hanya mematung menatap mereka, jadi penantiannya terhadap Fauzan kandas begitu saja? Mereka menikah karna cinta? Zia merasa akan gila! Pacarnya yang telah menghamilinya dulu tidak ingin menikahinya sampai anaknya sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang manis, niatnya dia ingin mencari pengganti untuk anaknya. Malah kandas ditengah jalan.


Kembali ke zhari dan Fauzan, dua pasangan pasutri itu sudah masuk kedalam mobil. Tampak zhari menghela napas gusar sambil masih menahan kesal.


"Ck kesel aku!" Ucap gadis itu setelah memakai seat belt nya.


"Lagian kamu sendiri kenapa pengen ketemu Zia? Ckck aneh!" Seloroh fauzan yang langsung menjalankan mobilnya.


Zhari menatap suaminya tajam, "Ck si mantan kangen mantan ya!"


Fauzan meliriknya aneh, "cemburu? Udah 8 tahun kami lost contacts! Lagian kamu kenapa sih? Ngajak ketemuan bareng Zia malah ngomel sendiri"


"Dia yang ngajak aku ngobrol! Ck kamu gak ngerti mas!" Zhari melengos.


"Aku ngerti kok, tadi kamu ekting kan? Manas-manasin dia?" Debat Fauzan tak mau kalah.


Zhari Hanya bergeming, sebenarnya 60% dia suka bergelayut dipundak Fauzan, 30% memanasi Zia dan 10% adalah ekting.


Tapi gadis itu kadung malu mengakuinya, dia hanya diam menatap jalanan Jakarta. Memikirkan kembali omongan Zia yang ingin merebut suaminya, makin kesal saja hati gadis itu.

__ADS_1


...Bersambung.......


__ADS_2