
malam harinya, aku ingin menyampaikan maksudku saat dia sudah menaiki ranjang.
"sayang" ucapku.
"hemm" dia hanya menjawab Dengan gumaman, dan setelah itu mulai menarik selimut. sepertinya kantuk benar-benar menyerangnya.
"ada yang mau aku bicarakan" aku masih duduk dan menatapnya.
"apa? Udah malem, tidur mas" zhari segera menutup matanya, aku hanya mampu menghela napas pelan. baiklah mungkin ini memang bukan saatnya aku membicarakan maksudku.
pagi tiba, kulihat wanitaku sudah beranjak dari sisi ranjangku. kudengar suara air soweer yang mengalir, pasti dia sedang mandi.
kuucek mata yang berat ini, menatap jam didinding yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi. sebentar lagi subuh.
"mmm ko rasanya males ya?" gumamku merasa enggan untuk bangkit, padahal biasanya akulah yang sering bangun lebih awal. dan membangunkan istriku, tapi ini malah kebalikannya.
aku pun turun dari ranjang, merilekskan tubuhku sejenak dengan beberapa gerakan pemanasan, tujuannya agar aku menghindar dari rasa kantuk menyebalkan.
zhari keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk yang melilit tubuhnya. bau harum bunga menyeruak, entah mengapa mataku tiba-tiba merasa segar seketika. aku pun sudah masuk mode 'On', yah seketika kelaki-lakian ku bereaksi saat menatap tubuh seksi berbadan dua didepanku ini. aku hanya mampu memalingkan wajah dari sisi badannya dan mengelus dada, masih teringat jelas. kekesalan zhari waktu kemarin, jelas dia merasakan tekanan batin saat aku selalu memaksanya melakukan ML.
__ADS_1
"sana mandi" dia membalang handuk kearahku, dengan sigap aku menerimanya.
"ya" ucapku menahan gejolak hasrat yang kian memuncak.
aku masuk kekamar mandi, melepaskan semua pakaianku dan segera menyalakan soweer. setelah bertemu dengan air dingin, aku mulai mode of kembali. lega karna aku tidak akan tersiksa.
kami melakukan sholat subuh berjamaah, sekarang bukan aku lagi yang memaksa zhari untuk mencium tanganku. tapi, dia sendirilah yang langsung mencium tanganku.
aku mencium keningnya dan pastinya perut buncit nya itu.
"mas, tadi malem kamu mau ngomong apa?" ucapnya tiba-tiba, rupanya dia ingat dengan tujuanku tadi malam.
"tapi aku malu...." dia menundukkan wajahnya, aku merasa heran. malu? malu karna apa? wajahnya aja secantik ini, masa malu? batinku gamang.
"Karna?"
"yah, diacara kaya gitu kan pasti banyak istri-istri dari rekan kerja teman mas firman. aku malu lah, mereka pasti cantik-cantik, seksi. lah aku, aku malah berbadan dua" rupanya dia insecure.
aku tersenyum gemas, wanita emang gini kali ya kalau hamil? pantes aja pas awal-awal menikah, dia enggan hamil dulu. karna ini!
__ADS_1
"duh, dimataku kamu itu seksi dek. udahlah jangan insecure gitu, ini kan emang kodrat wanita. emangnya istri teman mas firman tidak pernah hamil? mereka juga pernah merasakan dek" kucubit hidungnya gemas.
"ih apasih, gak lucu! kamu gak ngerasain aja!" dia mulai merajuk.
"stttttt.... masih subuh kok udah ngambek gitu" aku memeluknya dan menghujaninya ciuman.
"ehhh aku capek mas! capek! kamu gak pernah tau aja capeknya aku! hiks... hiks..." dia tiba-tiba terisak dan memukul punggungku keras.
"iya, sok cerita. capek karna apa? kalau kamunya aja diem, ya gimana aku tau?" kuhapus air matanya.
"Aku merasa kamu itu bukan Fauzan yang kukenal, bukan Fauzan yang jahil dan pengertian. pas nikah, kamu berubah mas! kamu berubah! kamu emang gak cinta aku kan? apa-apa selalu memaksaku. dan sekarang, aku malu kamu masih mau memaksaku!" ya Allah.... aku merasa geli sekaligus nyeri, apa-apa wanita selalu berkata 'kamu tidak cinta aku'. rasanya saat itu juga aku ingin membuktikan kalau aku mencintainya, huft kuhela napas pelan. lagi dan lagi, masalah sepele bisa jadi besar karna hatinya sensitif.
"siapa sih yang gak cinta kamu, aku punya caraku sendiri dalam mencintai mu dek! sudah dong.... kalau kamunya emang gak mau, aku gak maksa kok. yaudah sekarang kamu tinggal ngijinin aku apa engga, kalo engga. aku gak akan berangkat, nanti Adit aja yang jadi perwakilan" aku memeluknya lagi.
"makasih" mungkin dia butuh waktu quality time bersamaku, jadi hatinya seperti ini. baiklah berfikiran positif, disatu sisi mungkin dia juga merasakan insecure.
aku jadi penasaran, bayi diperutnya ini ada satu apa dua? jika dilihat dari besarnya ukuran. aku yakin, pasti kembar. hanya saja, karna kami memutuskan akan melakukan usg saat akan mendekati masa melahirkan. akhirnya aku menahan presepsiku agar tidak kecewa nanti.
...Bersambung..........
__ADS_1