
Aku menelan ludah lantas kugelengkan kepala ini, kegilaan macam apa yang dia maksud tadi? Jangan bilang setan sudah merasuki satu manusia di depanku ini.
Astaghfirullah semoga kesucianku gak kerenggut! Aku beristighfar didalam hati karna semakin was-was akan hal apa yang Fauzan sebut dengan 'kegilaan'
Aku menggeser b*k*ng kesamping, takut laki-laki ini akan menerkam ku.
"Ma-mau apa kau?" Tanyaku terbata.
"Takut? Heh gak n*fsu gue sama lu!" Dia tersenyum meremehkan lantas merebahkan tubuhnya lagi.
"Kamu!" Aku menudingnya Dengan jari telunjukku.
Tiba-tiba badanku bak ketarik magnet, aku ambruk diatas badan si rese? Udah beberapa kali kami berpelukan? 3 kali kah? Aku tak ingat karna jantungku berpacu dengan cepat.
"Lepasin..." rontaku tak tahan, bibir Fauzan teramat membuatku menelan ludah berkali-kali!
"Sttt" dia menutup mulutku dengan jari telunjuknya, lantas lelaki itu menyelusupkan anak rambutku ditelinga.
Aku hanya terpaku akan tingkahnya, heh dia bilang dia tak n*fsu dengan ku? Sekalinya manusia itu menahan n*fsunya seribu tahun, kalau setan sudah menambah bumbu tetap saja!
Lantas aku tak tahu hal apa lagi yang tiba-tiba membuat badanku jatuh dari badan fauzan, ya lelaki itu menjatuhkan badanku dikasur.
Dia masih memeluk pinggangku, kami tidur dengan posisi miring dan pandangan kami mengunci satu sama lain, agak gak rela sih bibir seksi itu pergi dari hadapanku.
Sit! Aku mulai abnormal!
Dia menghela nafasnya, "aku gak tau hal apa yang membuat aku masuk perangkap aneh ini? Jujur saja kamu itu memang menggoda tapi sayang aku bukan pria beja* seperti diluar sana, akupun masih mementingkan masa depan" ucapnya.
__ADS_1
"Lantas ini?.." aku menatapnya ragu, merasa tergoda? Sebuah pengakuan akan badanku kah?
"Izinkan aku memelukmu, sungguh hari ini adalah hari kacauku. Bisakah kau mengobati ku Dengan pelukanmu?" Tanyanya menerawang kenetraku, ya posisi kami memang seperti pelukan tapi badan kami gak saling bersentuhan, hanya tangannya yang menyentuh pinggang ku saja.
"Kenapa?" Tanyaku aneh sembari memiringkan kepala ini.
Hari kacau untuknya? Apakah ini juga bukan hari kacau untukku? Pikirku aneh.
"Ya sebenarnya kau harus tahu satu hal, kau tahu kan waktu kita baru pertama kali bertemu?" Tanyanya dan aku mengangguk mengiyakan.
"Nah waktu itu aku pernah cerita akan alasan kenapa aku masuk jurusan ips, itu semua karna pacaran kan?" Tanyanya lagi lantas aku terus mengangguk patuh.
"Ya tak sengaja waktu aku dan mas firman pergi ke resto buat ketemu klien mas firman Tadi sore, aku gak sengaja ketemu sama mantan pacarku" dia menarik nafasnya.
Tiba-tiba pandanganku kosong, sebuah cerita tentang kisah indahnya kah? Apakah aku ini hanya dia anggap pendengar saja? Hello.... inget woy! Walau aku masih gak nerima perjodohan ini, tapi kita udah sah jadi calon suami - istri!
"Kamu jangan salah paham" dia menatapku yang sepertinya merasa salah paham Dengan pengakuannya.
"Ya terus?!" Tanyaku datar.
"Dia menarik-narik tanganku Za! Lantas dia tiba-tiba memelukku dan menangis dibahuku, aku saat itu merasa bingung. Setelah itu tiba-tiba datang seorang pria yang seingatku dia adalah papahnya, pria itu salah paham dan hendak ingin memukuliku, namun Untung ada mas firman. Dia melerai menanyai asal-usul pokok masalah, ternyata Zia - mantanku itu tengah hamil diluar nikah Dengan pacar barunya! Papahnya salah paham, karna Zia Tidak pernah cerita kepapahnya bahwa kami telah putus saat sudah 2 Minggu berpacaran! Ternyata aku benar memilih keputusan Mamiku, Zia bukan gadis baik-baik! Dia memfitnah seseorang yang bahkan sudah lost contac dengannya!" Fauzan menjelaskan hal itu dengan sorot kebencian berkobar dimatanya.
"Aku memang bukan pria baik-baik Za! Aku pernah memelukmu karna hal sepele, dan aku sering berbicara kasar padamu! Tapi aku tak pernah sebeja* itu! Apalagi menghamili mantanku yang bahkan sudah hilang dari ingatanku!" Matanya tampak berkaca-kaca.
"Jadi, izinkan aku memelukmu Za! Dan kamu memelukku! Aku ingin membuang sisa pelukan pelacur itu!" Tambahnya dengan dada naik turun, emosi benar-benar menguasai pria ini.
Aku merasakan iba dengannya, hari ini mungkin memang kacau untuk ku, tapi lebih kacau siapa dari dia yang bahkan difitnah oleh mantannya sendiri setelah hampir 3 tahun berpisah?
__ADS_1
Namun egoku melarangku, aku pun menatapnya dengan serius, "ada satu syarat agar aku mau memelukmu!" Ucapku.
"Apa?" Tanyanya bingung.
"Kamu juga dengarkan ceritaku oke?" Aku meliriknya dan menghembuskan nafas gusar.
"Oke"
"Waktu kelas 1 smp dulu aku pernah pulang sendiri dari sekolah, waktu itu aku... aku hampir diperk*sa sama anak SMA, aku takut tentu saja, gadis mana yang tak takut saat hal-hal yang mengancam masa depannya datang didepan mata, saat itu aku benar-benar menggigil. Aku merasa takut benar-benar takut, apa kau tahu apa yang terjadi setelahnya?" Aku menatapnya dengan serius.
"Apa?" Tanyanya penasaran.
"Saat itu a-aku mengambil kayu dan memukuli mereka, gak tau mereka mati apa ngak yang jelas alasanku sampai saat ini karna masa-masa itu" ucapku dengan menguatkan hati, tentu saja kejadian itu amat melekat diingatanku.
"Cinta maksudmu?" Tanya Fauzan sembari menusuk netraku.
Aku mengangguk, "ya bagiku laki-laki itu semuanya sama! Hanya papi yang beda dari semuanya, bahkan kakakku mas Zidan, dia suka gunta ganti cewek setiap hari, saat itulah cinta bagiku menyakitkan. Dan inilah yang membuatku membenci akan perjodohan" ucapku jujur.
"Kamu itu hanya trauma! Aku bukanlah laki-laki seperti mereka, aku hanya meminta dipeluk tak lebih kok" jawab Fauzan sembari memegang bahuku.
"Kamu yakin?" Tanyaku ragu dan dia mengangguk mantap.
Aku awalnya agak ragu, namun karna hatiku bukan batu, aku merentangkan tangan ini. Lantas kami berdua berpelukan Dengan satu hati yang butuh ketenangan dan satu hati yang merasa bimbang.
Jadi malam ini kami merasakan yang namanya dari hati kehati ya?
...Bersambung........
__ADS_1