
"tumben?" itu adalah kata pertama yang mas firman keluarkan saat aku menyuruhnya untuk menggantikan ku ke ln.
aku menghela napas sebentar, "zhari gak mau ditinggal" jawabku lesu.
"oh, kayaknya bukan dia yang gak mau ditinggal. tapi, kamu kan yang gak mau jauh dari dia?" tebak mas firman.
"hmmm" aku hanya bergumam.
"ekhem, bukan itu sih sebenarnya mas. tapi, sikap dia yang gak bisa ditebak. jadi, aku lebih baik gak ke ln dulu" ucapku sambil berdehem dan menatap mata mas firman.
"kenapa gak nelfon aja? kan lebih enak" mas firman menyeruput kopinya.
"sim card hp ku diambil dia..." ucapku sedikit malu.
"uhuk" mas firman tampak shock, beliau langsung tersedak kopinya.
"ya, makannya mas, aku lebih baik kesini dan gak ke ln!" tegasku dengan gusar.
"baiklah - baiklah mas firman yang akan ke ln, nanti mas kabarin deh adit nya. kalau kamu gak jadi kesana" akhirnya mas firman mengalah pada adiknya yang kiyowo ini (Haha😌)
"tapi..." mas firman menatapku serius.
"tapi apa?" aku merasa penasaran.
__ADS_1
"besok malam ada grand opening restoran Jepang yang ada di perbatasan Jaksel Jatim, itu restoran teman mas yang kamu tau gak. yang istrinya gendut tuh, waktu kalian nikah kan dia hadir" jelas mas firman.
"oh mas Aryo?" tebakku yang hanya mendapatkan anggukan dari mas firman.
"ya, Aryo kan mau grand opening restoran dia. harusnya mas dan mbak lili yang Dateng, cuma karna istri kamu kaya gini. terpaksa kamu yang hadir ke grand opening nya aryo dan mas yang pergi ke ln, gimana?"
"menarik juga mas, tapi boleh bawa istri kan ya?" aku ragu, jujur saja. selama memegang jabatan dari wakil direktur hingga menjadi direktur, aku jarang menghadiri acara semacam ini. apalagi semenjak menikah, tidak ada undangan pesta yang macam-macam.
"ya ampun dek, ya boleh lah. kamu ada-ada aja!" mas firman terkekeh, mungkin tidak percaya kali degan ku yang teralihat pintar ini. nyatanya cupu.
"ya kan aku jarang ikutan acara gitu" bantahku cepat.
"yaudah gimana jadinya? Kalo kamu iya, berarti mas harus siap-siap sekarang. mas sih oke aja, mau kamu setuju apa engga"
rupanya mas firman mengerti dengan sindiranku, dia langsung berdehem malu. "mas kan gak tau kalau wanita itu Irene, mas gak nyangka aja misalnya kamu beneran selingkuh. apaagi mas liat istri kamu Dateng kesini, kan itu agak menyedihkan. sudahlah deal ya? kita tukeran nih?" mas firman mengulurkan tangannya.
"oke deal!" aku pun dengan senang hati menerima uluran tangannya.
setelah bercengkrama beberapa hal, aku pergi dari rumah mas firman. dan segera kembali kerumah, ingin tau sedang apa istri tercintaku.
sampai dirumah, aku melihat zhari yang tengah didapur. wanita berbadan dua itu masih setia memasak makanan, hatiku terenyuh. andai saja pernikahan kami berawal dari saling menyukai, pasti jarang ada kesalahpahaman. ah kesalahpahaman ya? aku merasa muak saat mengingat itu, apalagi mengingat sikap-sikap orang-orang padaku, seperti menganggap ku sampah. benar-benar menyebalkan!
"lagi apa kamu? senyam senyum sendiri" rupanya zhari memergoki ku, dia membawa tempe teriyaki kemeja makan.
__ADS_1
"gak apa-apa, cuma seneng aja ngeliat bidadariku lagi didapur" gombalku yang malah mendapatkan tatapan tajam.
"Ck, gak ngaruh mas" ucapnya sewot, dia pergi lagi kearah dapur.
"apa? masa sih?" aku berjalan kecil kearahnya.
"iya gak bakal ngaruh, emang kenapa sih? lagian udah sana siap-siap aja. malam nanti kan kamu pergi ke 'ln" dia kembali cuek.
"siapa yang mau ke ln? aku ada dirumah kok, gak bakal ninggalin kamu" bantahku segera.
"utututu.... ganteng banget sih suami aku kalo lagi bohong!" dia mencubit pipiku kasar.
"auw, siapa sih yang bohong? beneran deh. aku gak Jadi ke ln!" aku mulai merasa kesal.
"apa buktinya? ujung-ujungnya kamu tetep ke ln juga, sebenarnya kamu itu cinta aku engga sih mas? awal pernikahan, kamu malah pergi ke ln. mau 'Ml' kamu maksa aku. pas aku udah hamil, kamu malah gak nurutin ngidamku! sekarang. aku bolehin kamu pergi, kamu malah gak mau!" dia mengomel, rupanya kekesalannya karna sikap ketidak pekaan ku.
"aduh, bener ih. aku gak bohong lho yank, tanya aja mas firman. beneran deh, ayolah masa hal-hal yang udah lalu diungkit lagi? Sekarang kamu mau apa?" bujukku, aku Duduk disamping nya.
"yaudah iya" yes! semudah itu membuatnya tidak marah lagi? hanya bermodal bujukan, dia langsung meleleh, eh tapi? itu sikap meleleh apa muak karna mendengar omongan ku? ah sudahlah persetan, mikirin kok itu!
...Bersambung..........
maaf ya readers, author baru up lagi🙇🙏
__ADS_1