Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
104. Akhir Penantian


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mayra menggerakkan tubuhnya perlahan saat kesadarannya mulai pulih, tapi dia jadi tertegun


saat menyadari kini tubuhnya ada dalam


rengkuhan sesosok tubuh kokoh yang sedang memeluknya erat dan hangat. Dengan cepat


Mayra mendongak melihat siapa orang yang


saat ini sudah berani beraninya memeluk dirinya.


Dia membeku, tidak dapat bergerak saat matanya


bertemu dengan mata orang ini yang juga sedang


menatap nya penuh cinta dan kerinduan. Mata


elang yang sudah membuat hati Mayra luluh.


Tatapan yang begitu memikat yang telah mampu


menggetarkan hati Mayra saat pertama kali


bertemu.


Seketika mata Mayra berkaca-kaca, tidak lama


cairan bening langsung berjatuhan membasahi


wajahnya yang masih terlihat pucat.


"Ka-kamu datang Mas..."


Bergetar bibir Mayra berucap dengan perasaan


yang masih sulit mempercayai penglihatan nya.


Orang itu yang tiada lain dan tiada bukan adalah


Dirga tampak tersenyum lembut, matanya juga


terlihat berair.


"Ya sayang..aku datang.."


Lirihnya sambil menatap mesra Mayra,


tangannya bergerak mengusap air mata di


pipi Mayra kemudian mengelus wajahnya


yang basah. Air mata Mayra makin deras jatuh


tak tertahan. Apakah benar ini bukan mimpi,


apakah benar laki-laki yang selama ini telah menyiksanya dengan menanggung beban


rindu yang teramat dalam sekarang ada di sini,


di dekatnya, dan sedang memeluknya.?


"Apa aku tidak sedang bermimpi..?"


Kembali ucap Mayra masih meyakinkan diri.


Tangannya bergerak menyusuri wajah Dirga


dan membelainya lembut.


"Tidak sayang..Aku benar-benar ada di sini.


Aku datang menjemput mu..!"


Ucap Dirga sambil kemudian mencium puncak


kepala Mayra dan mengecup keningnya lama.


"Kamu jahatt Mas...!"


Pekik Mayra tiba-tiba sambil kemudian dengan


histeris memukuli dada bidang Dirga meluapkan segala beban dan kekecewaan nya yang selama


ini sudah di pendamnya.


Dirga terdiam membiarkan Mayra meluapkan


dan melampiaskan segala kekesalan dan rasa


gundah dalam hatinya. Dia hanya memejamkan


mata seraya kembali merengkuh tubuh Mayra.


"Kenapa kamu selalu melakukan ini padaku


Mas..kamu selalu membuangku..!"


Seru Mayra di tengah sedu sedannya.


"Maafkan aku sayang..Maaf..! Aku janji mulai


sekarang kita tidak akan terpisah lagi."


Lirih Dirga. Gerakan pukulan Mayra mulai


melemah kemudian terhenti, yang tertinggal


kini hanya tinggal tangis kesakitan Mayra yang


tersedu-sedu di dada bidang Dirga.


"Apa yang kamu inginkan dariku sebenarnya Mas.


Kamu selalu membuatku di dalam kesakitan.


Kamu selalu menyiksa bathin ku.."


Ucap Mayra masih berusaha mengeluarkan


segala unek-uneknya. Dirga terdiam membisu


tidak dapat berkata-kata.


"Aku lelah Mas..aku tidak sanggup lagi kalau


harus terus seperti ini.."


Lirih Mayra sambil kemudian memeluk erat tubuh


Dirga. Menangis lepas seraya menyusupkan


wajahnya di dalam rengkuhan dada bidang Dirga.


"Aku tidak akan melakukannya lagi sayang.


Kamu tidak akan menderita lagi..!"


Bisik Dirga mengelus lembut rambut Mayra.


Mayra terus menangis menghabiskan segala


ganjalan yang selama ini menyesakkan dadanya.


Namun kemudian dia berhenti menangis saat


merasakan perutnya tidak nyaman, terasa penuh


dan mulai naik ingin di keluarkan.


"Mas..aku mual..!"


Lirih Mayra sambil menutup mulutnya. Dirga


sontak terperanjat kemudian dengan gerakan


secepat kilat dia memangku tubuh Mayra di bawa


masuk ke kamar mandi.


Sampai di kamar mandi tanpa menunggu waktu


Mayra langsung mengeluarkan seluruh isi


perutnya sampai-sampai sebagian menyembur mengenai tubuh bagian atas Dirga.


Mayra baru menyadari kalau sekarang dirinya


sudah dalam keadaan berpakaian.


Dirga membantu Mayra dengan memijat


tengkuknya dan dengan penuh kasih mengelap keringat yang membanjiri dahi Mayra.


Cukup lama Mayra mengeluarkan isi perutnya


hingga akhirnya tubuhnya terkulai lemas dalam


pangkuan Dirga yang segera membersihkan


wajahnya dengan mengelapnya perlahan.


Tubuh Mayra kembali di baringkan di atas


tempat tidur. Dirga melepas baju yang di pakainya


karena tadi terkena semburan isi perut Mayra.


Kemudian dia melakukan panggilan interkom


ke ruangan lain. Dan tidak lama ke dalam kamar


muncul Alea serta..Dokter Rayen..

__ADS_1


"Periksa lagi keadaanya.! "


Titah Dirga pada dua Dokter tersebut yang hanya


saling pandang kemudian menghampiri Mayra


yang masih terkulai lemas dengan mata terpejam.


"Kamu jangan menyentuh nya, cukup Alea saja.!"


Ancam Dirga pada Rayen yang langsung


mematung dengan wajah kesalnya. Alea hanya tergelak saja melihat bagaimana posesif nya


Dirga terhadap istrinya ini. Kemudian dia mulai melakukan pengecekan menyeluruh terhadap


Mayra, mulai dari denyut nadi, jantung sampai


tekanan darahnya.


Mayra membuka mata dan terlihat terkejut


melihat Rayen juga ada di tempat ini.


"Nyonya Dirga..bagaimana keadaanmu


sekarang.? Sudah lebih baik..?"


Sapa Rayen dengan senyum ramahnya saat


melihat Mayra menatapnya senang melihat


kehadirannya di tempat ini.


"Alhamdulillah.. keadaan saya sudah lebih baik


Dokter.."


Sahut Mayra dengan tersenyum lembut. Dirga


segera duduk di samping Mayra seraya


merengkuh bahunya posesif dan mengecup


keningnya lembut. Padahal Alea masih melakukan pemeriksaan saat ini di hadapan mereka.


Ya...tidak salah lagi..! Ini benar-benar suaminya,


yang tidak pernah melihat tempat dan situasi


saat ingin melakukan hal mesum seperti ini.


Gumam Mayra dalam hati setelah meyakini


kalau semua ini bukan lah sekedar mimpi.


Bibirnya tanpa sadar tersenyum simpul.


"Bagaimana keadaannya..?"


Tanya Dirga setelah Alea mengakhiri pengecekan


nya. Alea tampak tersenyum lembut.


"Semuanya baik-baik saja. Hal seperti tadi wajar


terjadi dalam tahap awal kehamilan..!"


"Tapi itu akan membuat dia tersiksa..! Aku tidak


bisa melihatnya..! berikan obat yang terbaik yang


kau punya agar dia tidak begitu lagi..!!"


Potong Dirga dengan raut wajah tidak suka.


Alea menatap Dirga dengan sorot mata tidak


percaya ada orang seposesif ini.


Kamu dan kak Aaron sama posesif nya.


Benar-benar sebelas dua belas.


Gumam Alea dalam hati sambil menggeleng


pelan dan tersenyum sendiri.


"Tuan Moolay..ini adalah sesuatu yang wajar.


Itu adalah salah satu keunikan wanita hamil.


Tapi baiklah aku akan memberinya obat hanya


untuk mengurangi frekuensi nya saja, agar tidak


terlalu sering.."


Ucap Alea sambil kemudian berdiri.


cukup..dan satu lagi jangan stress.."


Kembali ucap Alea seraya mengedipkan matanya


pada Mayra yang hanya tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah..kalian boleh keluar sekarang..!


Suruh pelayan membawakan sarapan kesini..!"


Titah Dirga acuh. Alea menghela napas melirik


Rayen yang hanya mengangkat bahu nya.


"Baiklah.. istirahat ya May..Jangan lupa di


minum obatnya..!"


Ujar Alea sambil kemudian berlalu keluar


kamar di ikuti oleh Rayen.


Dirga dan Mayra kembali bertatapan lekat,


saling menyalurkan perasaan masing-masing


yang kini bergejolak dan seakan tidak terkendali.


"Mas..aku sangat merindukanmu..Aku hampir


gila karena merindukan mu.."


Ucap Mayra sambil kemudian kembali memeluk


Dirga erat. Keduanya terdiam saling memeluk.


"Kau juga tidak akan tahu bagaimana tersiksanya


aku yang tidak bisa melihatmu setiap hari. Aku


selalu mengutuk diri sendiri karena tidak bisa


mencegah Aaron untuk membawamu..!"


Ucap Dirga seraya mempererat pelukannya.


Mayra terdiam memejamkan matanya. Wajah


Aaron sekilas lewat dalam pikirannya.


"Tuhan sudah mengatur semua ini Mas..Aku


hanya tidak akan sanggup kalau harus terpisah


lagi darimu.!"


"Aku tahu, aku juga sama..!"


Bisik Dirga. Keduanya kembali saling pandang


kuat, tidak lama bibir mereka sudah terpagut


dalam sebuah ciuman panas dan membara


yang memakan durasi waktu yang cukup lama


hingga keduanya hampir kehabisan napas.


Kerinduan yang begitu dalam membuat mereka


tidak lagi memperdulikan situasi. Yang mereka


butuhkan sekarang adalah menyalurkan segala


gejolak hasrat dan kerinduan yang selama


ini tertahan.


"Mas..aku harus membersihkan diri sekarang.


Tadi malam apa kamu telah melakukan sesuatu padaku..?"


Tiba-tiba tanya Mayra setelah mereka mengakhiri


ciuman panasnya. Pikiran nya kini terfokus pada kejadian tadi malam yang dia anggap mimpi itu.


"Melakukan apa.?!"


Dirga balik bertanya dengan alis terangkat.


Wajah Mayra tampak angsung berubah pucat.


"Jangan bercanda kamu Mas..?"

__ADS_1


Ujar Mayra dengan pikiran yang mulai resah.


Dirga terlihat semakin bingung.


"Memangnya aku melakukan apa ?Aku baru


datang tadi pagi..!"


Wajah Mayra makin pucat pasi. Dia menggeleng


kuat, kemudian dengan cepat turun dari tempat


tidur.


"Ada apa sayang.? memangnya apa


yang terjadi.?"


Tanya Dirga saat Mayra mulai melangkah.


Mayra membeku di tempat. Dirga turun dari


tempat tidur kemudian memeluk tubuh Mayra


dari belakang..


Perlahan dia membuka hijab yang menutupi


kepala Mayra. Dan menenggelamkan wajahnya


di ceruk leher Mayra. Bibirnya mulai nakal


menciumi leher jenjang Mayra yang sudah


di penuhi oleh kissmark.


"Apa maksudmu aku melakukan ini..?"


Tanya Dirga dengan suara yang mulai berat.


Mayra terkejut, wajahnya langsung memerah.


"Kau membuatku takut Mas.."


Lirih Mayra sambil memejamkan matanya karena


merasa lega. Mayra meronta ingin melepaskan


diri dari pelukan Dirga, saat tangan Dirga sudah


mulai bergerak liar kemana-mana, masuk ke balik piyama nya dan langsung menyerang kedua


gunung kembar Mayra yang sangat menantang.


Bibir Dirga juga tiada henti mencumbu lehernya


dan kini mulai turun ke dadanya.


"Mas..aku mau mandi dulu, tolong lepasin..!


Aku sangat gerah."


"Ayo kita mengulang yang semalam sambil


membersikan diri..!"


"Aku sedang hamil muda Mas..Kau tidak bisa


seenaknya saja..!"


"Kita akan melakukannya dengan hati-hati.!"


Bisik Dirga menggoda sambil kemudian


mengangkat tubuh Mayra di bawa masuk


ke dalam kamar mandi.


...... ......


Kepala pelayan masuk membawakan troli


makanan ke dalam kamar Mayra dan


menatanya langsung di meja makan yang


biasa di gunakan Mayra.


"Silahkan Tuan..Nyonya.."


Ucap kepala pelayan sambil sekilas melihat


pada Dirga yang sedang duduk tumpang kaki


di atas sofa dengan gaya elegannya. Dia terlihat sedang membuka majalah bisnis di tangannya.


Kepala pelayan tidak menyangka ternyata


suami Mayra yang notabene nya adalah sahabat


majikannya ternyata tidak kalah gagah dan


tampan dari Tuannya. Mereka berdua memang


sulit untuk di bandingkan dan di cari kekurangannya .


"Terimakasih ya.."


Sambut Mayra sambil tersenyum manis.


"Saya permisi Nyonya..".


Ujar kepala pelayan sambil kemudian berlalu.


"Ayo sarapan dulu Mas.."


Ajak Mayra sambil menuangkan makanan ke


piring Dirga yang terlihat berdiri dan mengambil


sesuatu dari dalam lemari antik yang ada di


sudut kamar.


Dirga menghampiri Mayra yang terlihat masih


sibuk menyiapkan sarapan nya.


Tiba di dekat Mayra dia memeluk tubuh Mayra


dari belakang seraya menyerahkan sebuket


bunga cantik hingga mengejutkan Mayra.


"Apa ini Mas..?"


Mayra tampak berbinar senang menerima


bunga yang di berikan Dirga. Keduanya berdiri


berhadapan dan saling berpandangan lekat.


Dirga berjongkok di depan Mayra yang terlihat


bengong melihat Dirga mengelus perut ratanya


kemudian mencium dan menempelkan wajah


nya di sana.


"Terimakasih sayang..kau sudah memberiku


hadiah kedua ini.! Aku sangat bahagia dan


bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan


berikan untuk kita..!"


Ucap Dirga dengan mimik muka yang serius


di penuhi rona kebahagiaan yang tak terkira.


"Mas.. apa Aaron yang sudah memberitahu


semua nya.?"


"Hemm..dia langsung memberitahu kabar


bahagia ini kemarin..! Makanya aku langsung


terbang kesini..!"


Ucap Dirga. Mayra memeluk erat tubuh Dirga.


"Aku harap semuanya akan lebih baik lagi ke


depannya dengan kehadiran anak kita ini Mas.."


"Tentu saja.! dia adalah buah cinta kita. Dia akan


membawa kebahagiaan untuk semua orang.."


"Aamiin..semoga ya Mas.."


Mereka melepaskan pelukannya. Kemudian


mulai duduk untuk bersarapan.


Dirga memaksa mulai menyuapi Mayra dengan


telaten untuk memastikan Mayra makan dengan benar. Dan Mayra hanya terharu saja melihat bagaimana perlakuan romantis yang saat ini Dirga perlihatkan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


TBC...


__ADS_2