
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Mayra menggerakkan tubuhnya perlahan saat kesadarannya mulai pulih, tapi dia jadi tertegun
saat menyadari kini tubuhnya ada dalam
rengkuhan sesosok tubuh kokoh yang sedang memeluknya erat dan hangat. Dengan cepat
Mayra mendongak melihat siapa orang yang
saat ini sudah berani beraninya memeluk dirinya.
Dia membeku, tidak dapat bergerak saat matanya
bertemu dengan mata orang ini yang juga sedang
menatap nya penuh cinta dan kerinduan. Mata
elang yang sudah membuat hati Mayra luluh.
Tatapan yang begitu memikat yang telah mampu
menggetarkan hati Mayra saat pertama kali
bertemu.
Seketika mata Mayra berkaca-kaca, tidak lama
cairan bening langsung berjatuhan membasahi
wajahnya yang masih terlihat pucat.
"Ka-kamu datang Mas..."
Bergetar bibir Mayra berucap dengan perasaan
yang masih sulit mempercayai penglihatan nya.
Orang itu yang tiada lain dan tiada bukan adalah
Dirga tampak tersenyum lembut, matanya juga
terlihat berair.
"Ya sayang..aku datang.."
Lirihnya sambil menatap mesra Mayra,
tangannya bergerak mengusap air mata di
pipi Mayra kemudian mengelus wajahnya
yang basah. Air mata Mayra makin deras jatuh
tak tertahan. Apakah benar ini bukan mimpi,
apakah benar laki-laki yang selama ini telah menyiksanya dengan menanggung beban
rindu yang teramat dalam sekarang ada di sini,
di dekatnya, dan sedang memeluknya.?
"Apa aku tidak sedang bermimpi..?"
Kembali ucap Mayra masih meyakinkan diri.
Tangannya bergerak menyusuri wajah Dirga
dan membelainya lembut.
"Tidak sayang..Aku benar-benar ada di sini.
Aku datang menjemput mu..!"
Ucap Dirga sambil kemudian mencium puncak
kepala Mayra dan mengecup keningnya lama.
"Kamu jahatt Mas...!"
Pekik Mayra tiba-tiba sambil kemudian dengan
histeris memukuli dada bidang Dirga meluapkan segala beban dan kekecewaan nya yang selama
ini sudah di pendamnya.
Dirga terdiam membiarkan Mayra meluapkan
dan melampiaskan segala kekesalan dan rasa
gundah dalam hatinya. Dia hanya memejamkan
mata seraya kembali merengkuh tubuh Mayra.
"Kenapa kamu selalu melakukan ini padaku
Mas..kamu selalu membuangku..!"
Seru Mayra di tengah sedu sedannya.
"Maafkan aku sayang..Maaf..! Aku janji mulai
sekarang kita tidak akan terpisah lagi."
Lirih Dirga. Gerakan pukulan Mayra mulai
melemah kemudian terhenti, yang tertinggal
kini hanya tinggal tangis kesakitan Mayra yang
tersedu-sedu di dada bidang Dirga.
"Apa yang kamu inginkan dariku sebenarnya Mas.
Kamu selalu membuatku di dalam kesakitan.
Kamu selalu menyiksa bathin ku.."
Ucap Mayra masih berusaha mengeluarkan
segala unek-uneknya. Dirga terdiam membisu
tidak dapat berkata-kata.
"Aku lelah Mas..aku tidak sanggup lagi kalau
harus terus seperti ini.."
Lirih Mayra sambil kemudian memeluk erat tubuh
Dirga. Menangis lepas seraya menyusupkan
wajahnya di dalam rengkuhan dada bidang Dirga.
"Aku tidak akan melakukannya lagi sayang.
Kamu tidak akan menderita lagi..!"
Bisik Dirga mengelus lembut rambut Mayra.
Mayra terus menangis menghabiskan segala
ganjalan yang selama ini menyesakkan dadanya.
Namun kemudian dia berhenti menangis saat
merasakan perutnya tidak nyaman, terasa penuh
dan mulai naik ingin di keluarkan.
"Mas..aku mual..!"
Lirih Mayra sambil menutup mulutnya. Dirga
sontak terperanjat kemudian dengan gerakan
secepat kilat dia memangku tubuh Mayra di bawa
masuk ke kamar mandi.
Sampai di kamar mandi tanpa menunggu waktu
Mayra langsung mengeluarkan seluruh isi
perutnya sampai-sampai sebagian menyembur mengenai tubuh bagian atas Dirga.
Mayra baru menyadari kalau sekarang dirinya
sudah dalam keadaan berpakaian.
Dirga membantu Mayra dengan memijat
tengkuknya dan dengan penuh kasih mengelap keringat yang membanjiri dahi Mayra.
Cukup lama Mayra mengeluarkan isi perutnya
hingga akhirnya tubuhnya terkulai lemas dalam
pangkuan Dirga yang segera membersihkan
wajahnya dengan mengelapnya perlahan.
Tubuh Mayra kembali di baringkan di atas
tempat tidur. Dirga melepas baju yang di pakainya
karena tadi terkena semburan isi perut Mayra.
Kemudian dia melakukan panggilan interkom
ke ruangan lain. Dan tidak lama ke dalam kamar
muncul Alea serta..Dokter Rayen..
__ADS_1
"Periksa lagi keadaanya.! "
Titah Dirga pada dua Dokter tersebut yang hanya
saling pandang kemudian menghampiri Mayra
yang masih terkulai lemas dengan mata terpejam.
"Kamu jangan menyentuh nya, cukup Alea saja.!"
Ancam Dirga pada Rayen yang langsung
mematung dengan wajah kesalnya. Alea hanya tergelak saja melihat bagaimana posesif nya
Dirga terhadap istrinya ini. Kemudian dia mulai melakukan pengecekan menyeluruh terhadap
Mayra, mulai dari denyut nadi, jantung sampai
tekanan darahnya.
Mayra membuka mata dan terlihat terkejut
melihat Rayen juga ada di tempat ini.
"Nyonya Dirga..bagaimana keadaanmu
sekarang.? Sudah lebih baik..?"
Sapa Rayen dengan senyum ramahnya saat
melihat Mayra menatapnya senang melihat
kehadirannya di tempat ini.
"Alhamdulillah.. keadaan saya sudah lebih baik
Dokter.."
Sahut Mayra dengan tersenyum lembut. Dirga
segera duduk di samping Mayra seraya
merengkuh bahunya posesif dan mengecup
keningnya lembut. Padahal Alea masih melakukan pemeriksaan saat ini di hadapan mereka.
Ya...tidak salah lagi..! Ini benar-benar suaminya,
yang tidak pernah melihat tempat dan situasi
saat ingin melakukan hal mesum seperti ini.
Gumam Mayra dalam hati setelah meyakini
kalau semua ini bukan lah sekedar mimpi.
Bibirnya tanpa sadar tersenyum simpul.
"Bagaimana keadaannya..?"
Tanya Dirga setelah Alea mengakhiri pengecekan
nya. Alea tampak tersenyum lembut.
"Semuanya baik-baik saja. Hal seperti tadi wajar
terjadi dalam tahap awal kehamilan..!"
"Tapi itu akan membuat dia tersiksa..! Aku tidak
bisa melihatnya..! berikan obat yang terbaik yang
kau punya agar dia tidak begitu lagi..!!"
Potong Dirga dengan raut wajah tidak suka.
Alea menatap Dirga dengan sorot mata tidak
percaya ada orang seposesif ini.
Kamu dan kak Aaron sama posesif nya.
Benar-benar sebelas dua belas.
Gumam Alea dalam hati sambil menggeleng
pelan dan tersenyum sendiri.
"Tuan Moolay..ini adalah sesuatu yang wajar.
Itu adalah salah satu keunikan wanita hamil.
Tapi baiklah aku akan memberinya obat hanya
untuk mengurangi frekuensi nya saja, agar tidak
terlalu sering.."
Ucap Alea sambil kemudian berdiri.
cukup..dan satu lagi jangan stress.."
Kembali ucap Alea seraya mengedipkan matanya
pada Mayra yang hanya tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah..kalian boleh keluar sekarang..!
Suruh pelayan membawakan sarapan kesini..!"
Titah Dirga acuh. Alea menghela napas melirik
Rayen yang hanya mengangkat bahu nya.
"Baiklah.. istirahat ya May..Jangan lupa di
minum obatnya..!"
Ujar Alea sambil kemudian berlalu keluar
kamar di ikuti oleh Rayen.
Dirga dan Mayra kembali bertatapan lekat,
saling menyalurkan perasaan masing-masing
yang kini bergejolak dan seakan tidak terkendali.
"Mas..aku sangat merindukanmu..Aku hampir
gila karena merindukan mu.."
Ucap Mayra sambil kemudian kembali memeluk
Dirga erat. Keduanya terdiam saling memeluk.
"Kau juga tidak akan tahu bagaimana tersiksanya
aku yang tidak bisa melihatmu setiap hari. Aku
selalu mengutuk diri sendiri karena tidak bisa
mencegah Aaron untuk membawamu..!"
Ucap Dirga seraya mempererat pelukannya.
Mayra terdiam memejamkan matanya. Wajah
Aaron sekilas lewat dalam pikirannya.
"Tuhan sudah mengatur semua ini Mas..Aku
hanya tidak akan sanggup kalau harus terpisah
lagi darimu.!"
"Aku tahu, aku juga sama..!"
Bisik Dirga. Keduanya kembali saling pandang
kuat, tidak lama bibir mereka sudah terpagut
dalam sebuah ciuman panas dan membara
yang memakan durasi waktu yang cukup lama
hingga keduanya hampir kehabisan napas.
Kerinduan yang begitu dalam membuat mereka
tidak lagi memperdulikan situasi. Yang mereka
butuhkan sekarang adalah menyalurkan segala
gejolak hasrat dan kerinduan yang selama
ini tertahan.
"Mas..aku harus membersihkan diri sekarang.
Tadi malam apa kamu telah melakukan sesuatu padaku..?"
Tiba-tiba tanya Mayra setelah mereka mengakhiri
ciuman panasnya. Pikiran nya kini terfokus pada kejadian tadi malam yang dia anggap mimpi itu.
"Melakukan apa.?!"
Dirga balik bertanya dengan alis terangkat.
Wajah Mayra tampak angsung berubah pucat.
"Jangan bercanda kamu Mas..?"
__ADS_1
Ujar Mayra dengan pikiran yang mulai resah.
Dirga terlihat semakin bingung.
"Memangnya aku melakukan apa ?Aku baru
datang tadi pagi..!"
Wajah Mayra makin pucat pasi. Dia menggeleng
kuat, kemudian dengan cepat turun dari tempat
tidur.
"Ada apa sayang.? memangnya apa
yang terjadi.?"
Tanya Dirga saat Mayra mulai melangkah.
Mayra membeku di tempat. Dirga turun dari
tempat tidur kemudian memeluk tubuh Mayra
dari belakang..
Perlahan dia membuka hijab yang menutupi
kepala Mayra. Dan menenggelamkan wajahnya
di ceruk leher Mayra. Bibirnya mulai nakal
menciumi leher jenjang Mayra yang sudah
di penuhi oleh kissmark.
"Apa maksudmu aku melakukan ini..?"
Tanya Dirga dengan suara yang mulai berat.
Mayra terkejut, wajahnya langsung memerah.
"Kau membuatku takut Mas.."
Lirih Mayra sambil memejamkan matanya karena
merasa lega. Mayra meronta ingin melepaskan
diri dari pelukan Dirga, saat tangan Dirga sudah
mulai bergerak liar kemana-mana, masuk ke balik piyama nya dan langsung menyerang kedua
gunung kembar Mayra yang sangat menantang.
Bibir Dirga juga tiada henti mencumbu lehernya
dan kini mulai turun ke dadanya.
"Mas..aku mau mandi dulu, tolong lepasin..!
Aku sangat gerah."
"Ayo kita mengulang yang semalam sambil
membersikan diri..!"
"Aku sedang hamil muda Mas..Kau tidak bisa
seenaknya saja..!"
"Kita akan melakukannya dengan hati-hati.!"
Bisik Dirga menggoda sambil kemudian
mengangkat tubuh Mayra di bawa masuk
ke dalam kamar mandi.
...... ......
Kepala pelayan masuk membawakan troli
makanan ke dalam kamar Mayra dan
menatanya langsung di meja makan yang
biasa di gunakan Mayra.
"Silahkan Tuan..Nyonya.."
Ucap kepala pelayan sambil sekilas melihat
pada Dirga yang sedang duduk tumpang kaki
di atas sofa dengan gaya elegannya. Dia terlihat sedang membuka majalah bisnis di tangannya.
Kepala pelayan tidak menyangka ternyata
suami Mayra yang notabene nya adalah sahabat
majikannya ternyata tidak kalah gagah dan
tampan dari Tuannya. Mereka berdua memang
sulit untuk di bandingkan dan di cari kekurangannya .
"Terimakasih ya.."
Sambut Mayra sambil tersenyum manis.
"Saya permisi Nyonya..".
Ujar kepala pelayan sambil kemudian berlalu.
"Ayo sarapan dulu Mas.."
Ajak Mayra sambil menuangkan makanan ke
piring Dirga yang terlihat berdiri dan mengambil
sesuatu dari dalam lemari antik yang ada di
sudut kamar.
Dirga menghampiri Mayra yang terlihat masih
sibuk menyiapkan sarapan nya.
Tiba di dekat Mayra dia memeluk tubuh Mayra
dari belakang seraya menyerahkan sebuket
bunga cantik hingga mengejutkan Mayra.
"Apa ini Mas..?"
Mayra tampak berbinar senang menerima
bunga yang di berikan Dirga. Keduanya berdiri
berhadapan dan saling berpandangan lekat.
Dirga berjongkok di depan Mayra yang terlihat
bengong melihat Dirga mengelus perut ratanya
kemudian mencium dan menempelkan wajah
nya di sana.
"Terimakasih sayang..kau sudah memberiku
hadiah kedua ini.! Aku sangat bahagia dan
bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan
berikan untuk kita..!"
Ucap Dirga dengan mimik muka yang serius
di penuhi rona kebahagiaan yang tak terkira.
"Mas.. apa Aaron yang sudah memberitahu
semua nya.?"
"Hemm..dia langsung memberitahu kabar
bahagia ini kemarin..! Makanya aku langsung
terbang kesini..!"
Ucap Dirga. Mayra memeluk erat tubuh Dirga.
"Aku harap semuanya akan lebih baik lagi ke
depannya dengan kehadiran anak kita ini Mas.."
"Tentu saja.! dia adalah buah cinta kita. Dia akan
membawa kebahagiaan untuk semua orang.."
"Aamiin..semoga ya Mas.."
Mereka melepaskan pelukannya. Kemudian
mulai duduk untuk bersarapan.
Dirga memaksa mulai menyuapi Mayra dengan
telaten untuk memastikan Mayra makan dengan benar. Dan Mayra hanya terharu saja melihat bagaimana perlakuan romantis yang saat ini Dirga perlihatkan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC...