Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
88. Kiriman Fhoto


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mayra menapakkan kaki di loby kantor Royal Entertainment. Resepsionis dan karyawan yang kebetulan ada di sana terlihat menyambut hangat kedatangannya, menyapa dan pastinya tak lupa minta fhoto bareng serta tanda tangan. Walau bagaimana pun Mayra masih sangat populer, bahkan akhir-akhir ini wartawan kembali mencari keberadaan nya karena kasus pemecatan Evelyin dari dunia hiburan.


Mayra tidak mengetahui sama sekali tentang masalah Evelyin yang di black list dari dunia hiburan. Dia tidak menyadari selama sebulan terakhir ini namanya semakin santer di beritakan dengan segala isu miring dan cenderung mencoreng nama baiknya.


Para wartawan dan netizen menghubungkan semua rangkaian kejadian antara Mayra dan Evelyin yang sama-sama istri dari sang raja bisnis, dan sama-sama berkecimpung dalam dunia hiburan, tentu saja persaingan itu akan sangat terasa. Bahkan sebagian besar berita menyebutkan bahwa Mayra lah yang telah menyebabkan karir Evelyin hancur.


Dan hal ini mendulang simpati publik untuk Evelyin, sementara Mayra hujan cacian dan hujatan. Publik berasumsi bahwa Mayra telah merebut posisi Evelyin di sisi sang raja bisnis.


"Maayyy..."


Silvia muncul dari dalam lift dan langsung berhambur memeluk Mayra kangen.


"Aku kangen banget sama kamu May..kamu kemana aja menghilang sebulan terakhir ini..!"


Ucap Silvia sambil terus memeluk Mayra yang hanya tersenyum sambil menepuk halus punggung Silvia.


"Udah ahh Sil..malu di lihat sama yang lain.."


"Biarin aja, apa urusannya sama mereka..! orang aku yang kangen juga..!"


Rengek Silvia cemberut, tapi akhirnya dia melepaskan pelukannya. Kemudian mereka berdua di ikuti oleh Jane masuk kedalam lift menuju ke lantai atas.


"Kenapa kamu gak cerita sama aku May tentang semua kejadian yang menimpa kamu. Si Evelyin itu benar-benar jahat ya..! "


Cerocos Silvia dengan mimik wajah kesal nya.


Mayra hanya terdiam, tersenyum kecil melihat Silvia sibuk sendiri.


"Allah sudah mengatur semuanya dengan baik Sil.


Aku tidak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini."


"Tetep aja ini salah madu mu itu.! Dia tidak rela kamu memberikan keturunan untuk Tuan Dirga..! Dasar anehh..bukannya ini yang dia inginkan dari awal kan.?"


"Aku tidak tahu Sil..! yang jelas kita tidak bisa melawan kehendak takdir.."


"Yayaa..kamu memang begitu orang nya, terlalu pasrah..!!"


Potong Silvia, Mayra terdiam, malas menanggapi ocehan Silvia.


Mayra sampai di lantai atas di sambut barisan sekretaris Agam yang terlihat cantik-cantik dan segar.


"Loh..kamu sekarang kerja di bagian mana Sil ?


kok bisa ikut aku kesini, bukannya harus kerja ya.?"


Tanya Mayra seraya melangkah masuk kedalam ruangan kantor Agam.


"Hee sekarang aku jadi asisten pribadi Kak Denis.


Dan Pak Agam tadi menyuruhku menjemputmu ke bawah.!"


Jawab Silvia dengan wajah sumringah.


" Oohh..bagus lah kalau begitu.."


Sahut Mayra sambil mengetuk pintu ruangan, tidak lama terdengar sahutan dari dalam. Kemudian Mayra masuk ke dalam ruangan.


Agam terlihat sedang berkutat dengan tumpukan berkas di hadapannya. Masih seperti biasanya, dia terlihat tampan dan mempesona dengan segala keramahan dan senyum manisnya yang langsung terkembang saat melihat kemunculan Mayra.


"Apa kabar May..?"


Sambut Agam saat sudah berdiri di hadapan Mayra.


Dia menatap lembut wajah Mayra, masih dengan sorot mata yang tidak berubah, hangat dan penuh cinta.


Serta masih ada harapan yang senantiasa terpelihara dengan baik dalam tatapannya.


"Alhamdulillah baik Mas. Kamu sendiri gimana Mas ?"


Ucap Mayra dengan tersenyum lembut.


"Yaa..aku masih begini aja May, tetap dengan harapan yang sama.. Entah sampai kapan harapan ini bisa menjadi kenyataan.!"


Desah Agam sambil kemudian duduk berhadapan dengan Mayra. Mereka bertatapan, Mayra kembali merasa bersalah dengan perasaan Agam.


"Mas..aku mohon.! cobalah untuk memupuk hatimu kembali untuk cinta yang baru. Aku bukanlah seseorang yang cocok untukmu, kamu terlalu baik untukku Mas.."


"Itu tidak mudah May..!"


"Tapi aku yakin kamu bisa Mas.."


Mereka kembali saling bertatapan kuat. Agam menghela napas, membuang nya kasar.


"Baiklah..kita mulai saja pembicaraan nya..!"

__ADS_1


Ucap Agam mengalihkan pembicaraan. Mayra mengangguk. Agam berdiri dan melangkah mengambil berkas dari atas meja kerjanya.


Kemudian kembali duduk, menyerahkan berkas dalam map coklat itu pada Mayra yang langsung menerima dan membukanya.


"Itu kontrak kerja kamu yang tersisa kemarin. Minggu depan CSA Group berulang tahun, kamu di undang untuk tampil di sana.."


"Tapi Mas..aku kurang yakin akan bisa melakukan ini dengan baik."


"Kamu sudah membuktikannya kemarin waktu perayaan, apalagi yang kamu ragukan May..!"


Ucap Agam menatap yakin pada Mayra.


"Baiklah..aku juga merasa tidak enak pada Crish kalau menolak undangan ini."


Ucap Mayra pasrah. Dia melihat kembali catatan kontrak kerjanya dan mencoba mempelajari nya.


"Kau sudah makan siang May..?"


Tanya Agam, Mayra melirik lalu menggeleng.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan siang bareng sekarang.!"


"Tapi Mas.."


"Kau takut pada suamimu.?"


Mayra menatap Agam bimbang.


"Apa dia memperlakukan mu dengan baik May.?"


Agam terlihat mulai resah. Mayra menunduk dan mengangguk.


"Aku cukup nyaman dengannya..! Akhir-akhir ini dia sudah lebih baik.."


"May..semua yang terjadi padamu bukanlah hal yang baik, kalau kamu tidak kuat menjalaninya lebih baik pikirkan lagi..!"


Ucap Agam. Mayra sedikit tersentak, menatap Agam tajam. Kemudian menggeleng kuat.


"Mas..semua ini mungkin di awali dengan cara yang kurang baik, tapi bagiku pernikahan bukan lah sesuatu yang bisa di permainkan..!"


Ucap Mayra yakin. Agam kembali menarik napas.


Sekarang dia yakin bahwa wanita yang di cintainya ini telah menetapkan hatinya untuk seseorang yang telah menikahinya secara paksa.


***** *****


Dirga baru kembali dari ruang meeting. Dia tengah duduk bersandar di kursi kebesarannya. Setelah berhasil menyelesaikan beberapa kasus pembobolan data rahasia, kini perusahaan berangsur mulai stabil kembali, walaupun masih banyak masalah dan urusan yang harus di bereskan.


Dirga meraih ponsel dari balik jas nya kemudian membukanya. Dia melihat fhoto Mayra yang sedang bermain air di tengah laut dengan sangat bahagia dan tertawa lepas di beranda depan layar ponselnya.


Tanpa sadar bibirnya tersenyum dan jarinya bergerak mengusap gambar Mayra di layar ponselnya.


Lee masuk ke dalam ruangan dengan membawa setumpuk berkas serta amplop coklat bersegel .


"Tuan ada kiriman buat anda.."


Ucap Lee sambil menyimpan berkas dibatas meja


dan amplop coklat yang tadi di bawanya.


Dirga melirik sekilas pada amplop coklat di atas meja kemudian kembali pada layar ponselnya, menatap intens gambar Mayra yang ada di sana.


"Apa itu Lee.?"


"Saya tidak tahu Tuan..! Tidak ada pengirimnya.!"


"Bukalah..!!"


"Baik Tuan.!"


Lee mengambil amplop coklat tadi kemudian menyobek nya. Dia mengeluarkan isinya. Sesaat kemudian tubuh Lee tampak tegang, tangannya


sedikit bergetar. Dia berusaha memasukan kembali


isi amplop itu dengan tergesa-gesa.


Dirga melihat dengan sudut matanya apa yang dilakukan oleh Lee. Alisnya mengernyit.


"Apa isinya.??"


Tanya Dirga dengan menatap tajam wajah Lee hingga membuatnya menunduk dalam. Lee tidak menjawab hanya terlihat semakin tegang.


"Lee..apa isinya..??!"


Sentak Dirga sambil kemudian berdiri dan merebut amplop tadi dari tangan Lee. Dia mengeluarkan semua isi dari amplop tersebut dan melihat nya.


Sesaat kemudian tubuh Dirga tampak membeku.

__ADS_1


Matanya menatap tajam dengan sorot mata yang mulai merah menahan desakan amarah yang mulai menyeruak menghantam jiwanya.


Tangan nya gemetar melihat fhoto2 yang sedang di pegang dan di lihatnya dengan tatapan nanar.


Dia ingin meyakinkan keaslian semua fhoto2 itu.


Itu adalah fhoto2 Mayra bersama dengan Aaron dengan posisi yang sangat intim. Dalam fhoto


pertama terlihat Aaron sedang mencium Mayra dalam pangkuannya. Kemudian yang kedua adalah fhoto dimana Mayra sedang berada dalam rangkulan Aaron dengan wajah saling pandang kuat di dalam kamar. Dan yang ketiga adalah fhoto dimana Mayra sedang berpelukan erat dengan Aaron di tengah hutan.


Brakk..!!!


Dirga memukul meja dengan kuat hingga menimbulkan bunyi yang sangat keras membuat


Lee terlonjak kaget.


"Aarrghh..brengsek..!!!"


Teriak Dirga dengan emosi yang langsung saja


naik ke ubun-ubun nya. Wajahnya memerah di


penuhi amarah yang sangat besar, rahangnya mengeras. Dia melempar semua fhoto yang tadi di pegang nya.Tinjunya kembali di pukulkan ke meja.


"Brengsek, sialan..!! Aaron penghianat..!!"


Teriak Dirga keras sambil melempar semua barang yang ada di atas meja. Sampai laptop nya pun ikut hancur terlempar ke lantai. Tak sampai di situ dia juga menendang kursi dan semua perabotan yang ada di dalam ruangan. Lee mundur menjauh dengan wajah semakin tegang melihat amukan Tuan nya yang tak terkontrol itu.


Dirga berdiri mencengkram sisi meja mencoba mengatur napas dan mengendalikan emosinya.


Tiba-tiba di pintu muncul Evelyin berjalan masuk dengan anggun dan percaya diri. Dia terlihat berdiri bengong di pintu melihat keadaan di dalam ruangan yang bagaikan kapal pecah.


"Ada apa ini.? apa yang terjadi.?"


Tanya Evelyin berjalan menyamping menghindari pecahan kaca dan barang-barang yang memenuhi semua ruangan. Lee tampak bingung melihat kemunculan Evelyin.


Dirga masih terdiam dengan sejuta amarah dan api cemburu yang membakar dadanya.


"Honeeyy..apa yang terjadi.? apa kau baik-baik saja.? Kau tidak terluka kan ?"


Kembali tanya Evelyin seraya menghampiri Dirga dan mau merangkul nya, tapi di tepis dengan kasar oleh Dirga. Evelyin mengerutkan alisnya, wajahnya terlihat kecewa melihat respon Dirga.


"Aku kangen sama kamu Honey, makanya aku datang kesini ingin menemuimu..tapi apa ini..?"


Ucap Evelyin sambil kemudian berjongkok mengambil lembaran fhoto Mayra yang berserakan di lantai.


Matanya tampak terbelalak melihat semua fhoto2 itu, tangannya di pakai untuk menutup mulutnya.


"Whatt..?? apa ini..?? dasar wanita murahan..!!"


Desis Evelyin terlihat terkejut.


"Keluar kamu..!!"


Ucap Dirga dengan suara tertekan.


"Kau lihat kan honeyy siapa wanita itu.! itulah


makanya aku tidak setuju kita memiliki anak dari wanita murahan itu.."


"Keluar kamu.!! Pergi dari sini.!!!"


"Tapi Honey.."


"Kubilang keluar..!!!"


Bentak Dirga menggelegar, tangannya terlihat bergetar menahan luapan amarah.


Evelyin menatap kesal kearah Dirga yang masih


berdiri membelakangi nya. Tanpa kata lagi Evelyin kemudian terpaksa pergi dengan wajah penuh kekesalan.


"Aarrghh..Aaron ********..!!"


Kembali Dirga berteriak meremas rambutnya.


"Tuan.. tenanglah.! kita bisa mengkonfirmasi hal ini pada Tuan Aaron langsung..!"


"Dia mau mengambil Mayra dariku Lee.! Dia mencoba mengambil milikku, dia mengkhianati ku..!!"


Teriak Dirga kalap. Dia meremas kepalanya kasar dan membanting tubuhnya jatuh keatas sofa. Lee terdiam, dia mencoba menghubungi nomor Aaron.


Dirga terlihat sedang mengatur emosinya dengan memejamkan mata dan menutup wajahnya.


Melihat fhoto2 tadi entah kenapa hatinya langsung terbakar, ada rasa sakit yang mencabik jiwanya dalam sekejap, dia merasakan ketakutan besar akan kehilangan Mayra, tapi juga kemarahan yang tidak bisa di kendalikan. Rasa marah di perparah dengan ingatannya kemarin waktu di hutan, dimana dia sendiri melihat Mayra sedang berpelukan dengan Aaron.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2