
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Mayra keluar dari kamar ganti dengan sudah berpakaian rapih. Kali ini dia dibuat tertegun
saat membuka lemari sudah tersedia baju ganti
dengan berbagai model dan warna. Ada baju
tidur dan peralatan sholat juga.
Dia melihat Dirga sedang sibuk dengan
pembicaraan nya di telpon. Pintu di ketuk dari
luar dan tidak lama Lee masuk bersama dengan
seorang petugas hotel yang membawakan troli
makanan yang berisi berbagai macam hidangan
sarapan pagi yang mewah.
"Selamat pagi Nyonya, bagaimana kabar anda.?"
Sapa Lee sambil menunduk di hadapan Mayra
yang baru selesai memasang hijabnya.
"Selamat pagi sekretaris Lee, Alhamdulillah hari
ini kabarku sangat baik.."
Sambut Mayra dengan senyum cerahnya. Pelayan
tadi menghidangkan dan menata makanan di atas meja makan yang terdapat di sudut ruangan hotel.
Dirga datang menghampiri Mayra dan tanpa risih
langsung memeluknya dari belakang membuat
Mayra terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Dirga karena tidak enak dengan dua orang yang
ada di ruangan itu.
"Mas..tolong lepasin, tidak enak dilihat mereka.!"
"Biarin aja, anggap mereka tidak ada di sini.!"
"Kok gitu sih Mas, udah dong lepasin.! Aku
benar-benar lapar sekarang ini..!"
Kilah Mayra sambil terus berusaha membuka
belitan tangan Dirga di perutnya.
"Apa kau sangat kelaparan karena olahraga kita ?"
"Mas..sudah iih..! Aku malu tahu..!"
Debat Mayra dengan wajah yang sudah sangat memerah. Lee dan pelayan yang ada di tempat itu hanya bisa menundukan muka sedalam dalamnya.
"Kau bisa keluar sekarang.!"
Titah Dirga pada pelayan, dan pelayan itu langsung membungkuk kemudian berlalu.
Mayra yang terlepas dari Dirga langsung menuju
meja makan kemudian duduk di kursinya. Dia
mulai menuangkan makanan ke piring Dirga,
kemudian mengambil untuk dirinya sendiri.
Sementara Dirga masih terlihat sedang berbicara
dengan Lee. Setelah itu dia datang menghampiri Mayra kemudian mengecup bibirnya singkat lalu
duduk di kursinya.
"Apa sekretaris Lee tidak ikut sarapan.?"
"Tidak usah pedulikan dia..!"
Potong Dirga ketus, Mayra cemberut tapi
kemudian memulai sarapannya. Mereka
berdua sarapan dengan tenang. Seperti
biasanya Dirga sarapan dengan terus
memandang wajah Mayra tiada henti.
"Mas..apa kau bisa sarapan dengan baik ?"
Tanya Mayra karena risih dengan tatapan Dirga
yang terlihat masih saja berhasrat pada dirinya,
padahal ini lagi sarapan gitu loh..!
Benar-benar konyol.!!
"Memangnya kenapa ? apa kau tidak suka.?"
"Aku risih Mas.."
"Kamu adalah milikku, aku bebas melakukan
apapun terhadap dirimu..! jangan komplen.!"
"Tapi Mas.."
"Sudah..habiskan sarapan mu..! Atau mau
aku suapi.?"
Potong Dirga, Mayra menggeleng. Dia kembali meneruskan sarapan nya dengan membiarkan
suaminya itu melakukan apapun sesukanya.
Sementara Lee terlihat sedang sibuk dengan
laptopnya. Dia mengakses beberapa hal penting
dan sedang memasukan data serta file yang tadi
di minta oleh Dirga.
Tidak lama Dirga mengakhiri sarapannya. Dia
kembali menghampiri Lee yang masih terlihat
sibuk dengan tugasnya.
"Sudah masuk belum.?"
"Sudah Tuan.. sebentar saya save dulu..!"
Ucap Lee. Dirga duduk di depannya dengan wajah
yang terlihat sudah tidak sabar. Akhirnya Lee
selesai, dia menyerah kan laptop nya ke hadapan
__ADS_1
Dirga yang tampak antusias melihatnya.
Kemudian Dirga membuka file yang barusan
di save oleh Lee, lalu membuka dan memutarnya.
Ternyata itu adalah video yang berisi penampilan
Mayra semalam di atas panggung dengan segala
keahlian bermusik nya dan juga segala
keindahannya. Dirga terlihat terpukau melihat
rekaman video tersebut, matanya tertuju ke layar laptop tanpa berkedip, menikmati semua keindahan yang tersaji di dalam rekaman tersebut.
Sebenarnya Lee penasaran sekali ingin melihatnya
juga namun dia tidak berani melangkahi Tuannya.
Mayra yang baru muncul setelah tadi
membereskan bekas sarapannya terlihat heran melihat Dirga yang terfokus pada laptop. Dia menghampiri Dirga dan melihat apa yang sedang
di lihat Dirga. Semburat merah muncul di wajahnya. Dia hanya berdiri saja di samping Dirga tanpa berucap.
Tiba-tiba Dirga menarik tubuh nya hingga terjatuh
di atas pangkuan nya, sontak Mayra bergerak ingin
bangkit dari pangkuan Dirga.
"Mas..tolong lepasin..!"
"Lihatlah..kamu terlihat manis di sini.!"
Tunjuk Dirga ke layar laptop sambil mengunci
gerakan Mayra agar tidak lagi berontak.
Wajah Mayra sudah semerah tomat saat melihat sekilas kearah Lee yang tampak sedikit bereaksi dengan wajahnya yang memerah.
"Iya sayang..tapi sekarang tolong lepasin aku."
Ucap Mayra yang tiada henti berusaha keluar dari dekapan erat Dirga. Tapi aksi Dirga malah semakin menjadi dia mencium pipi Mayra.
"Kau boleh keluar..!"
Usir Dirga pada Lee yang langsung berdiri kemudian membungkuk sesaat setelah itu berlalu keluar.
Setelah Lee keluar Dirga melanjutkan aksinya
dengan menyergap bibir Mayra dan melumatnya rakus. Dan.. seperti biasa ciuman itu terus
berlanjut, panas dan menggebu hingga Mayra merasakan kini bibirnya sudah membengkak
karena durasi ciuman yang panjang serta liar
yang dilancarkan Dirga.
***** *****
Kali ini Dirga dan Mayra sedang di perjalanan
menuju ke kantor Moolay Group.
"Kenapa tidak mengantarkan aku dulu ke rumah
Ayah Mas.? kok aku harus ikut kamu ke kantor ?"
"Apa kamu masih ingin tinggal di rumah Ayahmu.?
Kamu harus pulang ke rumahmu sendiri..!"
Ucap Dirga yang terlihat sibuk dengan tabletnya.
"Baiklah..tapi setidaknya aku harus pamit dulu
pada Ayah."
"Di telpon saja, Jane dan Tina sudah membawa
semua barangmu dari sana..!"
Mayra terdiam, dia tidak bisa lagi membantah.
Mobil yang dibawa Lee berhenti di area parkir
khusus.
"Apa kau mau jalan-jalan.?"
Tanya Dirga saat mereka sudah berada di dalam
lift, Dia melingkarkan tangannya di pinggang
Mayra posesif.
"Mau, tapi jalan kemana Mas..?"
"Kemana saja yang kamu mau. Aku akan meeting
sebentar, setelah itu kita pergi.!"
Ucap Dirga sambil mencium kening Mayra.
Dan pintu lift pun terbuka di lantai teratas.
Sampai di dalam ruangan Dirga langsung duduk
di kursi kerjanya, sementara Mayra duduk santai
di sofa melihat majalah bisnis untuk menghilangkan
rasa bosan.
"Ada yang ingin kamu makan.? Aku akan
menyuruh Lee untuk menyiapkannya untukmu.!"
Tanya Dirga masih dengan kesibukannya.
"Tidak usah Mas, aku hanya ingin istirahat saja.
Badanku sakit semua nih.."
Jawab Mayra sambil menyandarkan kepalanya
ke sandaran sofa masih dengan aktifitasnya
membuka majalah bisnis.
Di sana juga ada majalah2 yang memuat fhoto-fhoto dirinya dalam berbagai iklan yang di bintangi nya. Ternyata diam-diam Dirga mengoleksi semua
majalah bisnis yang di bintangi oleh dirinya. Bibir Mayra tersenyum simpul saat menyadari kenyataan ini. Suaminya ini ternyata memperhatikan dirinya sampai sedetail ini.
Dirga bersiap untuk melakukan meeting. Dia
beranjak dari kursinya kerjanya, merapihkan
jas serta dasinya.
Saat menghampiri Mayra di sofa, Dirga tertegun
ketika melihat istrinya itu sudah tertidur kelelahan
__ADS_1
di sandaran sofa. Bibir Dirga tersenyum tipis, kemudian duduk di samping Mayra, membelai wajahnya penuh cinta, ditatapnya lekat wajah
cantik istrinya itu yang sudah berhasil membuat dirinya begitu tergila-gila padanya.
"Kau hanya milikku, selamanya..!"
Bisik Dirga seraya mencium lembut bibir Mayra.
Setelah itu dia mengangkat tubuh Mayra di bawa masuk ke dalam kamar pribadinya, membaringkan
nya perlahan diatas tempat tidur, menyelimutinya dengan hati-hati. Kemudian menatapnya kembali
dan mencium keningnya lama.
Lee masuk kedalam ruangan untuk memberitahu bahwa meeting sudah akan di mulai.
"Telpon Jane untuk menjaga Mayra disini sementara kita meeting..!"
Titah Dirga saat keluar dari kamar dan menutup pintunya perlahan.
"Baik Tuan..!"
Ucap Lee sambil kemudian merogoh ponselnya di saku jas, langsung menghubungi Jane.
Setelah memastikan Jane naik ke ruangan mereka berdua pun pergi ke ruang meeting yang ada di
lantai bawah.
..... .....
Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah hampir
dua jam Dirga meninggalkan ruangan untuk pergi
meeting dengan beberapa orang bawahannya.
Jane terlihat masih setia menjaga Mayra yang
masih tertidur lelap di kamar pribadi Dirga.
Mata Jane tampak waspada ketika tiba-tiba saja
melihat Evelyin muncul ke ruangan itu.
Wajah Evelyin terlihat langsung memerah emosi
saat melihat keberadaan Jane.
"Mana wanita murahan itu.?"
Bentaknya sambil berkacak pinggang di hadapan
Jane yang berdiri siaga.
"Maaf Nyonya Evelyin, Nyonya Mayra sedang
beristirahat..!"
"Awass kamu..!! Aku perlu bicara dengannya.!"
Bentak Evelyin sambil mendorong tubuh Jane.
Tapi Jane bergeming dia bertahan menghalangi
pintu masuk yang ingin di terobos Evelyin.
Mata Evelyin terlihat melotot kesal.
"Kamu ini hanyalah suruhan suamiku, aku ini
adalah istri majikanmu..! apa kamu mau kehilangan pekerjaan mu hahh.?!"
"Maaf Nyonya Evelyin..kenyamanan Nyonya Mayra adalah prioritas saya..!"
"Kurang ajar kamu, kubilang minggir..!!"
Teriak Evelyin habis kesabaran. Kegaduhan di luar ruangan membuat Mayra terbangun dari tidurnya.
Dia segera bangkit turun dari tempat tidur
kemudian keluar dari kamar.
Evelyin yang melihat kemunculan Mayra dari
dalam kamar terlihat berang, dia dengan keras menendang kaki Jane hingga badannya terhuyung
ke samping. Kemudian masuk menerobos langsung menyerang Mayra dengan menamparnya keras.
"Dasar wanita tidak tahu diri kamu.!! aku sudah
sering memberimu peringatan, tapi kamu masih
saja kembali menganggu kehidupan rumah
tanggaku..!!"
Bentak Evelyin kalap. Mayra terjatuh ke lantai karena kerasnya tamparan Evelyin. Dia terduduk memegang wajahnya yang terasa panas seperti terbakar.
Evelyin kembali ingin menyerang Mayra, tapi Jane bergerak cepat menangkap lengan Evelyin dan menguncinya hingga Evelyin berontak kasar dan mengamuk ingin lepas dari pegangan Jane.
"Lepaskan aku..! dasar bodyguard kurang ajar.!
Lancang kamu ya, lepass..!!"
Teriak Evelyin terus berontak. Dalam keadaan kacau seperti itu Dirga terlihat muncul dari dalam lift, dia langsung berlari saat mendengar keributan dan teriakan Evelyin.
Tiba di dalam ruangan wajahnya langsung membesi ketika melihat Mayra mencoba berdiri dengan memegang wajahnya yang terlihat memerah.
"Evelyin..!!"
Bentak Dirga melihat Evelyin berhasil lepas dari pegangan Jane dan merangsek maju ingin kembali menyerang Mayra. Dengan cepat dia menangkap
tubuh Evelyin menguncinya hingga dia tidak bisa lagi bergerak. Tubuh Evelyin bergetar menahan marah dan menatap Dirga dengan penuh emosi.
"Lepaskan aku..! Aku sudah habis kesabaran pada wanita murahan itu..! Dia sudah berhasil memisahkan aku denganmu..! Aku benci padanya.!"
Teriak Evelyin dengan wajah yang benar-benar di penuhi oleh amarah.
"Cukup..!! Kau tidak bisa terus menerus menyalahkan nya, dirimu sendiri yang telah membuat aku menjauh darimu.!! Kelakuanmu yang membuatku muak..!!"
Bentak Dirga dengan amarah yang sama.
Keduanya saling menatap tajam. Evelyin
mendorong dada Dirga dan kembali berpaling
pada Mayra.
"Aku tidak bisa terima semua ini..! Kamu sudah menghinaku..! Lihat saja apa yang bisa aku lakukan !"
"Ev..!! pergi kamu ! keluar dari sini..!!"
Sentak Dirga sambil menunjuk ke pintu. Lee maju
membimbing Evelyin agar keluar dari ruangan .
"Mari Nyonya, saya akan mengantar anda kebawah.."
"Minggir kamu ! Aku bisa sendiri..!!"
Bentak Evelyin menatap tajam Lee. Setelah itu dia mendengus pada Mayra kemudian beranjak pergi dengan menghentakkan kakinya keras.
Dirga dengan cepat meraih tubuh Mayra kedalam dekapannya, memeluknya erat dan mencium puncak kepalanya. Dia memejamkan matanya, kemelut ini harus segera diakhiri nya agar Mayra bisa hidup dengan tenang.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC.....