
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Lee menghentikan mobil yang membawa Mayra di depan pintu utama mansion. Mayra tampak tertegun melihat kemegahan rumah keluarga Moolay tersebut.
"Mari Nyonya..Tuan muda sudah menunggu di dalam."
Ucap Lee sambil membukakan pintu untuk Mayra.
Dengan perlahan dan perasan sedikit gugup Mayra keluar dari mobil kemudian melangkah mengikuti Lee menaiki tangga menuju pintu utama.
Di depan teras menuju pintu utama terlihat Bu Sandra telah berdiri menyambut kedatangannya bersama beberapa pelayan yang berbaris rapi.
Bu Sandra sejenak menatap wajah Nyonya muda keduanya itu dengan sorot mata terkesima.
Namun kemudian dia berusaha kembali tenang.
"Selamat datang Nyonya muda.."
Sambut Bu Sandra sambil membungkuk sopan.
Mayra berhenti kemudian mengangguk ramah.
"Terimakasih.."
Ucapnya sambil tersenyum manis. Setelah itu dia kembali melangkah masuk mengikuti sekretaris Lee.
..... .....
Dirga benar-benar tidak sabar menunggu kedatangan Mayra, dia tampak berjalan mondar mandir. Hal ini tidak luput dari perhatian semua orang. Terutama Evelyin yang langsung memasang wajah kesal dan geram. Dari tadi dia berusaha memasang tampang setenang mungkin walau hatinya saat ini di penuhi rasa marah dan tidak terima semua ini.
Namun kali ini dia akan mencoba bersikap manis dan seolah menerima semua keadaan karena ini adalah rencana mereka sendiri.
Tidak lama di pintu muncul Mayra bersama dengan Lee. Orang-orang terlihat berdiri dengan gerakan slow motion, menatap kagum kearah Mayra yang terlihat begitu cantik dan memukau. Padahal Mayra berjalan dengan sedikit menunduk.
Tuan dan Nyonya besar Moolay nampak terpaku di tempat melihat kedatangan menantu barunya itu.
Namun wajah mereka masih terlihat datar.
Sementara Agam hanya terdiam sambil menatap Mayra dipenuhi rasa tidak rela.
Dirga dengan cepat mendatangi Mayra dan seolah tidak peduli lagi dengan keadaan, dia cepat meraih tubuh Mayra kedalam pelukannya. Mendekapnya erat dan mencium aroma harum yang menguar dari tubuh Mayra yang langsung memberinya ketenangan.
Evelyin terlihat langsung memerah wajahnya melihat apa yang di lakukan oleh Dirga. Tangannya terkepal kuat, ini benar-benar tidak bisa di biarkan lebih lama lagi. Kali ini dia melihat sendiri bagaimana Dirga memperlakukan wanita pendamping nya itu di depan matanya sendiri.
"Ehemm..!!"
Deheman keras dari Tuan Leon menyadarkan Dirga membuat dia dengan cepat melepaskan pelukannya.
Kemudian menarik tangan Mayra menghampiri kedua orang tuanya.
"Dad..Mom..kenalkan..ini Almayra Rasyid.."
Ucap Dirga berdiri di samping Mayra yang tampak langsung membungkuk sopan dan tersenyum lembut kearah kedua orang yang sedang menatapnya intens itu, namun mereka tidak bereaksi berlebihan.
"Assalamualaikum..Ayah..Ibu..! Senang bisa bertemu dengan kalian.."
Ucap Mayra lembut, kemudian meraih kedua punggung tangan mertuanya itu dan menciumnya bergantian.
Kedua orang yang berstatus mertuanya itu hanya bisa tertegun dan terpaku melihat segala tindakan dan perlakuan yang di perlihatkan oleh menantu keduanya itu. Begitu santun dan lembut. Dalam sesaat mereka berdua seolah tersihir dengan apa yang di lakukan oleh Mayra. Namun mereka berusaha bersikap sedatar mungkin untuk menjaga image.
"Hai kakak ipar..kita bertemu lagi. Aku senang akhirnya kita bisa berkumpul di sini.!"
Tiba-tiba ucap Manda menyela dan merangkul Mayra mencoba menghilangkan kecanggungan suasana.
Mayra tersenyum dan membalas rangkulan Manda.
Kemudian Manda membawa Mayra berkenalan dengan orang tua Agam.
__ADS_1
Nyonya Chyntia tampak tersenyum ramah dan memeluk erat tubuh Mayra. Andai saja dia tahu bahwa wanita cantik istri kedua ponakannya ini adalah wanita yang di idamkan putranya, entah bagaimana reaksinya saat ini.
Mayra tersenyum canggung dan mengangguk pelan kearah Agam yang berdiri di samping Tuan Alan.
Setelah itu dia menyapa Dokter Rayen dan juga berpelukan hangat dengan Dokter Lani yang kali ini tampak lebih lama menatap wajah Mayra yang sedikit pucat itu. Dokter Lani tersenyum penuh arti pada Mayra dan membisikan sesuatu.
"Jaga kondisimu..Jangan terlalu cape dulu.!"
Mayra hanya mengangguk dan tersenyum walau tidak mengerti makna dari ucapan Dokter Obgyn nya itu.
Kemudian dia berpaling pada Evelyin dan menghampirinya.
"Bagaimana kabarmu..?"
Tanya Mayra berusaha setenang mungkin. Evelyin menatap tajam wajah Mayra dengan sorot mata tak terbaca. Kemudian dia merangkul Mayra seolah terlihat sangat akrab.
"Tidak perlu basa-basi kamu..! Kalau masih punya malu cepat pergi dari kehidupan kami..! Aku telah mengubah keputusanku, aku akan segera memberikan anak pada suamiku..!!"
Bisik Evelyin sambil menggertakan gigi. Raut wajah Mayra berubah sedikit memucat, namun dia berusaha senormal mungkin, melepaskan rangkulan Evelyin dan tersenyum lembut.
Orang-orang melihat interaksi mereka berdua dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"Baiklah..cukup perkenalannya.! Sebaiknya kita sekarang langsung menuju meja makan saja karena sudah semakin malam..!"
Ucap Nyonya Veronica dengan tatapan mata kompleks melihat interaksi kedua menantunya itu. Tuan Leon mengangguk dan mempersilahkan yang lain untuk mengikutinya. Kemudian mereka semua berjalan menuju meja makan. Saat Dirga akan melangkah Evelyin langsung menggandeng tangannya dan berjalan manja di samping nya. Melihat hal itu Manda dengan cepat menggandeng Mayra dan berjalan bersamanya. Sementara Agam dan yang lain hanya menghela napas kemudian melangkah masuk ke ruang makan.
..... .....
Tuan Leon sudah duduk di kursi utama, di ikuti Nyonya Veronica di samping kiri nya. Kemudian Dirga duduk di samping kanannya. Evelyin langsung duduk di sebelahnya. Sejenak Dirga menatap bingung pada Mayra yang muncul bersama Manda. Tapi Mayra tampak tersenyum lembut dan mengedipkan mata.
"Mayra..duduk di samping ibumu..!"
Titah Tuan Leon tiba-tiba mengejutkan semua orang.
Semua terlihat bengong sesaat, namun akhirnya Mayra mengangguk lembut sambil tersenyum, kemudian berjalan menghampiri Nyonya Veronica duduk di sebelahnya di ikuti oleh Manda.
Agam duduk di sebelah Manda sementara Tuan dan Nyonya Pramudya mengambil tempat duduk di sebelah Evelyin. Sementara kedua Dokter sahabat Dirga di ujung meja.
"Baiklah kita mulai makan malam ini dengan niat dan tujuan yang baik, dalam rangka menyambut kedatangan menantu kedua kami..!"
Ucap Tuan Leon tegas dan berwibawa. Wajah Mayra langsung bersemu merah, dia tidak menyangka kalau kedua mertuanya itu bisa menerima kehadirannya dan langsung mengumumkan secara resmi seperti ini.
Nyonya Veronica melirik kearah Mayra yang duduk di sebelahnya, menatap wajah menantunya itu yang terlihat begitu cantik nan elok dari jarak sedekat ini.
"Ada yang ingin kamu sampaikan menantu.?"
Tanya nya dengan tetap menatapnya. Mayra menoleh ragu dan kemudian tersenyum lembut.
"Tidak ada kata lain yang patut saya sampaikan
selain ucapan terimakasih dan rasa bahagia atas sambutan yang baik dari Ayah dan Ibu
kepada saya. Terimakasih banyak..!"
Ucap Mayra seraya membungkuk sopan.
Kedua mata Tuan dan Nyonya Moolay terlihat berbinar senang. Evelyin mendengus pelan benci dengan gaya Mayra yang menurutnya sok baik dan sok santun itu. Sementara Dirga saat ini sedang menatap intens wajah istri keduanya itu penuh gejolak rasa yang sangat sulit untuk dia terjemahkan.
Sebenarnya apa yang dia rasakan saat ini pada wanita yang telah menjadi istri keduanya ini.?
Perasaan yang begitu kuat, begitu dalam, perasan ingin selalu bersamanya, melindunginya, menjaganya dan memilikinya selamanya. Bahkan perasan ini tidak pernah dia rasakan sebelumnya pada Evelyin istri pertamanya. Namun dia bukanlah tipe pria yang bisa dengan mudah menggambarkan isi hati dengan cara mengungkapkan atau mengatakannya langsung.
"Baiklah..ayo kita nikmati hidangannya. Dokter Rayen, Dokter Lani silahkan mulai nikmati hidangannya..!"
Ucap Nyonya Veronica mempersilahkan. Mereka semua tersenyum dan mengangguk. Kemudian mulai menikmati makan malamnya dengan tenang .
Semua hidangan terlihat lezat dan menggoda, maklum di masak khusus oleh sang koki handal.
__ADS_1
Beberapa kali Nyonya Veronica terlihat mengambilkan makanan untuk di coba oleh Mayra, dan Mayra hanya tersenyum haru saja. Entah kenapa dia merasa Sang Ibu yang telah lama meninggal kan nya hadir kembali di sini dengan adanya sosok sang ibu mertua.
Selesai makan malam mereka kembali duduk bercengkrama di ruang keluarga. Pembicaraan antara Dirga dan Tuan Leon serta Tuan Alan terlihat serius di seputar permasalahan bisnis yang akhir-akhir ini makin ketat penuh dengan persaingan.
Agam menghampiri Mayra yang sedang duduk berbincang dengan ibunya, terlihat sangat akrab.
"Agam..kapan kamu memperkenalkan calon menantu pada Mama.? Mama akan senang banget kalau calonnya seperti nak Mayra ini..!"
Ucap Nyonya Chyntia. Agam dan Mayra saling pandang terkejut, tapi kemudian mereka berusaha bersikap tenang.
"Mama doakan saja semoga secepatnya Agam bisa mengambilnya kembali..!"
"Loh maksud kamu apa toh Gam.?"
Tanya Nyonya Chintya heran, Mayra menatap tajam Agam yang hanya tersenyum tipis.
"Maksudnya doakan Agam bisa menemukannya secepatnya.!"
Sanggah Agam. Mayra menunduk meremas jemarinya.
Dirga yang sedang berbincang dengan dua seniornya tampak melirik ke arah Mayra dan Agam. Hatinya kini tidak tenang dan rasa panas di dadanya tiba-tiba muncul membakar aliran darahnya.
"Apa Tante tidak tahu, kalau Agam pernah dekat dengan seseorang.? Kemarin isu nya sangat santer loh, beritanya ada di mana-mana..!"
Tiba-tiba Evelyin nimbrung dan ikut duduk di samping Nyonya Chyntia. Agam dan Mayra menatap Evelyin dengan perasaan tidak nyaman. Raut wajah Nyonya Chyntia terlihat berubah, menatap ragu pada Agam dan Mayra.
"Itu tidak benar Ma, Mayra adalah artis Agam, dan Agam manajernya. Jadi wajar kalau kami dekat, lagipula May adalah mantan sekretaris Agam.!"
Ucap Agam menjelaskan. Nyonya Chyntia menatap Mayra yang sedang menunduk.
"Sebelum isu itu merebak, kami sudah menikah. Tante jangan berpikiran aneh-aneh..!"
Tiba-tiba Dirga sudah berdiri dihadapan mereka, memasukan kedua tangan kedalam saku celananya, membuat pembicaraan tadi berakhir begitu saja.
Evelyin menatap Dirga geram.
Namun rasa penasaran di hati Nyonya Chyntia masih tergambar jelas dalam sorot matanya.
Setelah merasa cukup malam akhirnya tamu mulai berpamitan pulang, termasuk Agam dan kedua orang tuanya.
"Kalian tidur di sini malam ini.! "
Perintah Nyonya Veronica. Mereka bertiga terkejut.
Manda hanya tersenyum tipis melihat kebingungan ketiga orang itu.
"Baiklah Mom, sudah lama juga Ev tidak tidur di rumah ini.! Ayo honey kita tidur..aku sudah mengantuk.!"
Ucap Evelyin sambil berdiri menarik tubuh Dirga yang masih terdiam, melirik sebentar pada Mayra .
"Honeeyy..ayoo..! apa kamu mau biarin aku tidur sendiri..! "
Rengek Eveliyn sambil kembali menarik tangan Dirga yang kini nurut mulai berdiri. Dirga kembali melihat kearah Mayra yang masih terdiam duduk tak bereaksi.
"Mom boleh aku tidur dengan kakak ipar.?"
Pinta Manda sambil merangkul Mayra menatap memohon pada Nyonya Veronica.
"Manda..! dia terbiasa tidur sendiri.!"
Ucap Dirga dengan sorot mata tidak suka pada adiknya itu.
"Baiklah Manda..Ayoo kita tidur bareng malam ini..!"
Tiba-tiba sahut Mayra membuat Dirga menatapnya tajam.Tapi Mayra bergeming.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC.....