Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
46. Tersingkap


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mayra keluar dari kamar ganti setelah membersihkan diri terlebih dahulu. Dia hanya memakai gamis santai yang biasa di pake di rumah dengan hijab instan yang menutupi kepalanya, namun tetap terlihat anggun.


Dia melihat Dirga masih tertidur lelap diatas tempat tidur dengan tubuh polosnya. Padahal waktu sudah cukup siang tapi kelihatannya Dirga masih enggan untuk bangun.


Karena merasa tidak tega untuk membangunkan


nya, dia akhirnya memutuskan turun ke lantai bawah berniat membuatkan sarapan untuk suaminya tersebut dengan tangannya sendiri mumpung libur.


Sampai ke lantai bawah dia sudah di serbu oleh Silvia yang dengan sangat antusias menanyakan tentang keberadaan suaminya, namun tentu dengan suara yang sedikit tertahan setengah berbisik.


"Apa semalam dia disini May..? Apa kalian sering menghabiskan malam bersama..? Ohh Tuhan..jangan bilang kalau kamu sudah..!"


Ucapan Silvia terhenti, dia menutup mulutnya sendiri dengan wajah sok kagetnya.


"Maksud kamu apa.?"


Tanya Mayra menatap kesal wajah bodoh Silvia.


"Jangan bilang kalau kamu sudah bukan perawan lagi May..!"


"Silvia..! tidak usah membahas itu bisa gk sih.!"


Debat Mayra dengan wajah yang sudah merah padam. Silvia melongo, dia akhirnya tersenyum nakal.


"Jadi benar, kamu sudah melakukannya..? Mayra.! kok kamu tega sih mengkhianati pak Agam.!"


Mayra langsung menutup mulut Silvia yang bocor itu. Dia tampak was-was menoleh kearah lantai atas.


Kemudian melotot ke arah Silvia.


"Aku mohon..jangan pernah bahas masalah ini di depan orang lain..! Aku tidak ingin ada masalah baru.!"


Ancam Mayra dengan tatapan kesal pada Silvia.


"Oke, oke..Baiklah aku janji..!"


Ucap Silvia akhirnya. Mayra bergegas pergi ke dapur dan mendapati Tina di sana.


"Tina, aku akan membuat sarapan sendiri hari ini. Tolong bantu siapkan bahan-bahannya ya."


"Baik nyonya.."


Sahut Tina. Dan akhirnya mereka sibuk dengan urusan membuat sarapan. Silvia memilih duduk di kursi meja makan mencoba mengecek ponselnya. Dia tampak mengerutkan alisnya melihat sesuatu yang aneh telah terjadi di dunia maya.


"May..ini sepertinya ada yang aneh, coba kamu lihat ini deh.!"


Ucap Silvia mencoba meyakinkan sesuatu.


"Apalagi Sil..? jangan ganggu aku ya please.!"


"Terjadi sesuatu di dunia maya. Hari ini selain kamu yang kembali jadi trending dengan foto-foto kamu dari desainer Amanda, semua berita murahan tentang kamu yang kemarin tersebar sudah tidak ada lagi jejaknya loh, ini kan aneh..?!"


Ucap Silvia sambil terus menjelajah semua isi medsos hari ini. Mayra tampak berhenti dari aktifitasnya dan melirik tajam kearah Silvia.


"Benarkah..? kok bisa sih.?"


"Ini bener May, aku sudah menelusuri semuanya tapi tidak tersisa sedikitpun..!"


Ucap Silvia seraya beranjak menghampiri Mayra dan memperlihatkan semua jejak pencariannya.


Setelah mengecek sendiri dan semua yang di katakan Silvia benar, Mayra tampak bernapas lega. Wajahnya juga terlihat tersenyum cerah.


Tapi sesaat kemudian dia tampak berpikir.


Apakah dia yang sudah melakukan semua ini.?


Bisik Mayra dalam hati.


Dia melirik ke arah Tina dan Silvia.


"Tina tolong selesaikan semuanya, saya harus keatas sekarang.!"


Ucapnya sambil kemudian berlalu. Tina dan Silvia hanya bengong saja melihat tingkah Mayra.


Mayra masuk ke dalam kamar, dia melihat Dirga sudah tidak nampak diatas tempat tidur. Dia bergegas masuk ke dalam ruang ganti pakaian. Tidak lama muncul suaminya itu dari dalam kamar mandi dengan tubuh setengah polos dan masih sedikit basah.


Dengan senyum smirk di sudut bibirnya, Dirga langsung menghampiri Mayra dan berdiri di hadapannya dengan merentangkan kedua tangan dan memasang wajah datar.


Mayra mengerti maksud dan keinginan suaminya itu, dengan hati-hati dan sedikit menahan rasa tegang dia memakaikan pakaian ke tubuh gagah laki-laki itu.


Mata Dirga tak lepas dari setiap gerak gerik Mayra, bibirnya kembali menyeringai.

__ADS_1


Terakhir Mayra memakaikan dasi di leher Dirga dengan menatapnya sebentar.


"Apa kau yang sudah menghapus semua berita yang kemarin.?"


Tanya Mayra dengan suara pelan. Dirga hanya terdiam tanpa ekspresi. Tetap tenang dan datar.


"Terimakasih ya.."


"Sayang.!"


"Iyaa terimakasih sayang.."


"Kalau begitu kau harus memberiku hadiah.!"


Mayra membeku, kemudian mengangkat wajahnya menatap wajah Dirga yang sedari tadi sedang memperhatikan raut mukanya.


"Aku tidak punya apa-apa, apa yang bisa aku berikan padamu.!"


"Berikan aku anak segera.!"


Mayra terkejut, wajahnya tampak memucat. Dia kembali menundukan wajahnya.


"Kalau Tuhan sudah menghendaki, semua keinginan mu pasti akan segera terkabul.."


"Kenapa kau tidak pergi memeriksakan dirimu. Jangan sampai ada masalah dalam rahim mu.!"


"Apa itu perlu.? Kita bahkan belum lama


berhubungan, semuanya butuh waktu.!"


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di harapkan.!"


"Kau terlalu berlebihan."


"Aku tidak mau tahu.!"


Sergah Dirga. Mayra kembali mengangkat wajahnya, bertemu pandang dengan Dirga, wajah laki-laki itu tampak serius. Mereka saling menatap dengan sorot mata yang sama-sama tak terbaca.


"Nanti siang pergilah dengan Jane. Aku akan langsung menyusul kesana.!"


Kembali ucap Dirga dengan suara yang melembut.


Mayra hanya bisa mengangguk pelan dan ragu.


Dirga menahan dagu Mayra dan semakin menatap nya lekat.


Bisiknya parau. Mayra bertanya dengan isyarat mata.


Dirga meletakan telunjuk di bibirnya. Mayra menggeleng, tapi Dirga mengancamnya dengan tatapan yang semakin tajam.


Akhirnya Mayra mengalah, dia berjinjit mendekatkan bibirnya ke bibir Dirga dan mengecupnya pelan.


Tapi Dirga masih menggeleng tidak puas.


Mayra memejamkan mata menahan sedikit rasa kesal, kemudian dia ******* lembut bibir Dirga.


Tak lama ciuman hangat dan lembut pun tercipta diantara mereka hingga Dirga hampir melupakan segala kesibukan yang sudah menantinya.


Dirga cepat bersiap diri setelah waktu hampir menunjukan pukul 9.


"Aku akan turun duluan, akan ku siapkan sarapan untukmu.!"


Ucap Mayra saat melihat Dirga masih sibuk menelpon Lee untuk segera menyiapkan file penting yang bisa dia periksa ketika di perjalanan menuju kantor.


Dirga hanya melirik dan mengangguk kecil.


..... .....


Mayra sibuk menata semua hidangan di atas meja di bantu Silvia dan juga Tina.


"Kenapa suamimu belum turun juga May.? apa dia tidak punya kesibukan.?"


"Sebentar lagi juga turun."


Sahut Mayra sambil menuangkan jus ke dalam gelas.


Di saat bersamaan terlihat Dirga sedang berjalan tenang menuruni tangga dengan wajah tampan dan gagahnya, penuh dengan kharisma. Pandangan nya hanya tertuju ke satu wanita yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.


Melihat kemunculan Dirga, mulut Silvia tampak menganga, shock luar biasa. Ponselnya yang sedang di pegang hampir saja terjatuh kalau Tina tidak sigap menangkapnya. Dia tidak bisa mengeluarkan suara, pandangannya terus mengikuti kemana langkah Dirga berjalan.


Dirga sudah sampai ke dekat Mayra dan langsung duduk di kursi yang sudah Tina siapkan. Duduk tenang dengan gaya yang sangat elegan.


Dirga melihat heran ke arah Silvia yang masih saja berdiri mematung dengan wajah shock nya.

__ADS_1


"Siapa dia ? kenapa bengong begitu.?"


Tanya Dirga sambil meneguk air putih . Mayra menghampiri Silvia dan menepuk pelan bahu nya untuk mengembalikan kesadarannya.


"Sayang.. kenalkan..dia adalah Silvia, sahabat sekaligus asisten ku sekarang."


Ucap Mayra lembut. Silvia yang sudah tersadar dari keterkejutannya nampak menunduk sedikit gemetar melihat tatapan tajam Dirga yang seakan tengah menginterogasi seorang pesakitan saja.


"Apa dia bisa di percaya.? kau membiarkan dia dekat denganmu..!!"


Tanya Dirga dengan suara yang jelas kentara sedang mengintimidasi. Silvia semakin gemetar.


"Tenang saja, dia adalah sahabat terdekat yang ku miliki, dia yang tahu seluruh jejak kehidupan ku selama ini."


Jawab Mayra, kemudian duduk tenang di hadapan Dirga dan mulai menuangkan makanan untuknya.


"Silvia..dia adalah suamiku. Maaf kalau selama ini aku belum bisa memberitahu mu."


Ucap Mayra kemudian. Dirga menatap sekilas pada Silvia yang tampak membungkuk.


"Salam kenal Tuan Moolay.."


Ucap Silvia gemetar.


"Hemm.! pastikan hanya kamu yang tahu soal ini.!"


Ucap Dirga setengah memperingatkan.


"Tentu tuan.."


Sahut Silvia.Dirga mengibaskan tangan menyuruh Silvia keluar dari tempat itu. Sebab saat ini dia hanya ingin berdua saja dengan istrinya, memandangi wajah cantiknya sepuas nya, tanpa ada pengganggu.


Dan Silvia dengan segera kembali membungkuk lalu pergi dari ruang makan.


Dia bergabung dengan Jane yang ada di ruang depan. Di sana ternyata sudah ada sekretaris Lee yang sedang duduk di sofa, sibuk dengan laptopnya.


Silvia terduduk lemas di atas sofa, masih merasa shock dengan apa yang di ketahui nya saat ini.


Suami temannya adalah Tuan Raymon Dirgantara Moolay ? seorang raja bisnis yang sangat disegani dan di puja-puja oleh semua kaum hawa.


Bagaimana bisa..?? bukankah Tuan kaya raya itu sudah menikah dengan model cantik Evelyin.??


Tapi kenapa Mayra bisa menikah dengannya.?


Ada apa ini.? Apakah Mayra benar-benar sudah menjadi seseorang yang telah merebut suami orang.?


Tidak, tidak..!! dia tahu pasti siapa sahabatnya itu.!


Dia tidak mungkin melakukan perbuatan tercela seperti itu, tapi..apa ini, sebenarnya apa yang terjadi.?


"Nona Silvia..?"


Suara Lee membuyarkan semua perdebatan seru dalam pikiran Silvia.


"Ohh..eumm iya tuan..?"


Tergagap Silvia menjawab ucapan Lee yang tampak sedang menatap nya tajam. Sangat tajam hingga rasanya jantung Silvia seakan mengeluarkan darah.


"Anda harus pastikan tidak boleh ada orang lain yang tahu tentang ini. Saya akan menjawab semua pertanyaan yang ada di otak kecil anda itu.!"


What.?? Otak kecil.. Sialan nih cowok.!!


Mulutnya bener-bener gak pernah di ajarin sopan santun rupanya.! Gerutu Silvia dalam hati, geram dengan ucapan Lee.


"Baik Tuan..!"


Sahut Silvia sembari menunduk.


"Tuan muda sengaja menikahi nyonya Mayra karena ingin segera memiliki keturunan. Sementara nyonya Evelyin belum bisa memberikannya. Dan nyonya Mayra tidak tahu sama sekali tentang hal itu sampai pernikahan terjadi.!"


Ucap Lee berbicara panjang lebar. Silvia kembali bengong mendengar penjelasan dari Lee.


"Jadi anda jangan berpikir kalau nyonya Mayra adalah seorang yang sengaja masuk ke dalam kehidupan Tuan muda dan nyonya Evelyin..!"


Kembali ucap Lee menegaskan. Dia menatap datar wajah manis gadis yang ada di hadapannya itu.


Silvia tampak mengangkat wajahnya saling bertatapan dengan mata elang Lee. Namun tidak lama kemudian kembali menunduk dan mengangguk.


"Tentu saja, saya juga tahu siapa sahabat saya !"


Sahut Silvia pelan. Terjawab sudah sekarang segala teka teki yang melingkupi kehidupan sahabat nya itu.


Ternyata sahabatnya itu dipaksa menikah dengan seseorang pilihan ayahnya yang tiada lain adalah sang raja bisnis, dengan menjadikannya sebagai istri kedua Tuan kaya raya yang sangat terkenal itu.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC......


__ADS_2