Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
42. Nginep Di Hotel


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


 


Setelah perdebatan panjang yang tidak berguna dan hanya membuang tenaga percuma, Mayra akhirnya dengan menggerutu melangkah menuju ke kamar mandi yang ada di hotel tersebut. Belum jauh dia melangkah tiba-tiba Dirga mengangkat tubuh Mayra ala bridal style, membawanya ke kamar mandi yang ada di sebelah kanan kamar hotelnya yang menyatu dengan kamar ganti.


Mayra sempat berontak ingin turun dari pangkuan Dirga, namun dia langsung terdiam terpaku saat tiba di dalam kamar mandi tersebut.


Di dalam kamar mandi itu terdapat fasilitas modern berupa Jacuzzi whirpool yang sangat mewah.


Fasilitas spa mewah ini selain bisa memberikan efek relaksasi, juga bisa membuat peredaran darah menjadi lancar dan dapat meregangkan otot-otot yang tegang.


Sangat cocok untuk kondisi tubuh Mayra saat ini.


Sempat terbersit dalam pikiran Mayra apakah Dirga sengaja membawanya ke tempat ini karena tahu apa yang di butuhkan tubuhnya saat ini.


Tapi tidak, tidak.!! rasanya itu terlalu berlebihan.


Tidak mungkin dia sampai tahu hal sekecil itu.


Dirga menyalakan mesin jet Whirpool tersebut kemudian mengatur suhu air di dalamnya. Dia juga menekan tombol hijau yang bisa mengeluarkan cairan aromatherapy ke dalam bak bulat tersebut.


Setelah semua siap, Dirga kembali berjalan menghampiri Mayra yang masih tertegun melihat semua yang dilakukan Dirga.


"Masuklah..! atau kau mau aku temenin.?"


Ucap Dirga sambil tersenyum usil kearah Mayra yang baru tersadar dari kekagumannya.


"Bagaimana kalau kita berendam bersama.? Aku bisa membuatmu lebih rileks.!"


"Tidak ! Aku ingin sendiri saja.!"


Sergah Mayra seraya mundur menjauh. Dirga menatapnya kecewa, tapi dia masih tersenyum kecil.


Kemudian kembali melangkah seraya menarik tubuh Mayra ke dalam dekapannya. Di hirupnya dalam-dalam aroma tubuh Mayra.


"Baiklah, Jangan terlalu lama. Aku menunggumu.!"


Ucapnya sambil kemudian mengecup keningnya lembut. Mayra terdiam tak bergerak.


Akhirnya Dirga keluar meninggalkan Mayra yang masih terdiam memejamkan mata.


Hatinya semakin lemah sekarang, dia harus mengakui kalau sentuhan Dirga memberikan kenyamanan yang tak terkira bagi dirinya. Semakin lama dia bersama dengan laki-laki itu, hatinya semakin merasa terikat.


Apalagi laki2 itu adalah pemilik kehormatannya.


Mayra mulai merendam tubuhnya dan menikmati sensasi hangat dari dalam bak tersebut yang menerpa lembut seluruh permukaan kulitnya.


Selain itu wangi aromatherapy yang tercipta dalam bak bulat tersebut membuatnya semakin rileks.


Bak ini memiliki lubang-lubang kecil yang dapat mengalirkan air dengan tekanan yang terus menerus dan konstan. Sungguh membuat tubuh Mayra serasa di pijat secara alami dan perlahan merasakan otot-ototnya mulai lemas, tubuhnya rileks dan segar kembali.


Di kamar ini hotel ini terdapat dua buah kamar mandi dengan fasilitas berbeda.


Setelah keluar dari kamar mandi yang digunakan Mayra, Dirga pun membersikan tubuhnya di kamar mandi yang satu lagi dengan fasilitas standar.


..... .....


Dirga sudah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur menunggu Mayra yang tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Padahal sudah satu setengah jam dia berada di sana. Apa dia tertidur di sana ?


Gumam Dirga dalam hati.


Tidak tahan menunggu, akhirnya dia bergerak turun dari ranjang. Kemudian berjalan ke arah kamar mandi yang di pakai Mayra. Berdiri di depan pintu dan mengetuknya beberapa kali.


"Mayra.. kenapa lama sekali.?"


Teriaknya karena benar-benar tidak tahan lagi, pikirannya sudah kemana-mana.


Dia kembali mengetuk pintu lebih keras.


Namun saat akan mengetuk lagi pintu perlahan terbuka.


Mayra dengan ragu-ragu dan wajah yang sudah memerah, muncul di pintu dengan keadaan yang membuat Dirga diam terkesima melihat pemandangan menggiurkan yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Mayra hanya memakai kemeja putih salju diatas lutut dengan bahan yang sedikit menerawang. Rambutnya baru setengah kering, terlihat masih ada rintik air yang menetes menuruni leher putihnya. Seluruh lekuk tubuhnya yang indah tergambar jelas dibalik kemeja tipis itu. Bahkan gunung kembar yang seperti buah persik itu terlihat jelas segar menantang hingga


mengeringkan tenggorokan Dirga.


Perlahan Mayra keluar sambil menutupi bagian bawah tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Apa kau sengaja membawaku kesini untuk melakukan hal ini.? Kenapa tidak ada baju tidur atau baju apapun yang layak aku pakai.?"


Ucap Mayra sambil menatap tajam kearah Dirga dengan tatapan kekesalan yang menggunung.


Sebenarnya dia sudah selesai setengah jam yang lalu, tetapi ketika mencari baju ganti di lemari, ternyata lemari itu kosong tidak ada isinya.


Hanya ada tumpukan handuk dan selimut serta beberapa kemeja putih milik Dirga seperti yang di pakainya sekarang.


Dia juga tidak mungkin memakai kembali pakaian yang tadi siang di kenakannya karena sudah kotor.


Makanya dia tidak berani keluar dan hanya bisa berharap Dirga cepat tertidur.


Eehh tidak tahu nya malah begini jadinya.


Dirga tersenyum tipis dengan terus menatap intens seluruh tubuh Mayra.


"Aku jarang datang kesini. Makanya tidak pernah menyimpan pakaian ganti apalagi pakaian wanita.!"


Ucap Dirga dengan suara berat menahan desakan hasrat yang langsung naik membakar seluruh aliran darahnya dan tubuh bagian bawahnya kini sudah menegang sempurna.


"Kau memang keterlaluan.! Membuatku seperti ini.!


Kalau tahu begini tadi aku pulang saja ke apartemen biar gak..aaa.....!"


Gerutuan Mayra terhenti saat tubuhnya tiba-tiba melayang ke udara, dan ternyata Dirga sudah membopongnya berjalan menuju tempat tidur.


"Lepaskan iihh.. lepas..!"


Teriak Mayra sambil memukul dada bidang Dirga.


Namun kini tubuhnya sudah di letakan dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur. Tubuh bagian bawah Mayra yang tidak tertutup kemeja terlihat begitu menggoda membuat Dirga tak mampu lagi mengendalikan hasratnya yang sudah membakar seluruh aliran darahnya.


Dengan buas Dirga langsung menyergap bibir merah alami Mayra dan melancarkan ciuman panasnya. Melumatnya dengan rakus, menjelajahi seluruh isi mulut Mayra, mengabsen setiap deretan giginya.


Tanpa basa-basi lagi Dirga langsung menarik kemeja putih yang dipakai Mayra, hingga membuat nya memekik kaget dan berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kau tidak memerlukan selimut ini sayaang..!"


Ucap Dirga sambil menarik selimut itu membuangnya ke sembarang arah. Tubuh Mayra kini sudah benar-benar polos menggiurkan, membuat napas Dirga semakin memburu. Dia pun segera membuka celana putih yang di pakainya.


Dan akhirnya pergumulan panas pun terjadi dengan gairah yang sama-sama membara. Keduanya seakan ingin menyalurkan semua rasa yang ada dalam hasrat bercinta yang begitu menggelora.


Tak ada sosok lain dalam pandangan Dirga saat ini. Dia lupa dengan Evelyin yang ada di luar sana.


Dalam ruangan kamar hotel yang super mewah itu, kini yang tercipta hanyalah desahan dan erangan kenikmatan yang syahdu. Mereka seakan menemukan pelengkap hidup masing-masing.


Dirga harus mengakui kalau istri keduanya ini mampu memberikan dia kenikmatan bercinta yang luar biasa, hingga dia merasa tidak cukup melakukannya hanya dengan sekali atau dua kali. Dia ingin terus melakukan nya hingga mendapatkan satu titik kepuasan seutuhnya. Wanita ini benar-benar mampu memberinya satu tingkat kepuasan diatas kepuasan yang selama ini dia dapatkan dari Evelyin istri pertamanya.


Tenaga Dirga seakan tak ada habisnya, membuat Mayra merasakan tubuhnya lunglai kehabisan tenaga.


Pergumulan mereka baru berakhir ketika menjelang dini hari. Mereka terkulai lemas kelelahan. Dan akhirnya tertidur pulas dengan saling berpelukan erat seakan tidak ingin terpisahkan.


**********


Mayra terbangun saat matahari mulai bersinar terang. Dia terperanjat kaget karena bangun kesiangan hingga lupa melaksanakan kewajibannya.


"Astaghfirullah..Ya Allah..ampuni hamba.."


Gumam Mayra sambil berusaha bangkit, namun tubuhnya terhalang karena tindihan setengah badan Dirga yang menimpanya.


Mayra dengan hati-hati berusaha mendorong tubuh Dirga dari atas tubuhnya.


"Kamu mau kemana sih..Ini masih pagi !"


Ucap Dirga dengan mata yang masih terpejam.


"Aku mau ke kamar mandi, ini sudah sangat kesiangan."

__ADS_1


"Kamu kan sudah tidak kerja lagi, buat apa terburu buru, memangnya mau kemana.?"


"Sayaang..hari ini aku ada janji, ada pemotretan untuk produk hijab jam 10 pagi."


"Apa..? kau bilang apa barusan ?


Tanya Dirga yang sontak membuka matanya . Mereka berdua bertatapan dengan senyum manis tersungging di bibir keduanya.


"Sayang.."


Cup !


Dirga langsung mengecup lembut bibir Mayra, yang seketika memerah wajahnya.


"Kamu terlihat lebih manis kalau seperti ini.!"


Bisik Dirga ditelinga Mayra.


Dan tanpa aba-aba dia langsung bangkit memangku tubuh Mayra di bawa masuk ke kamar mandi untuk melakukan bersih-bersih bareng.


Sudah bisa di bayangkan apa yang terjadi selanjutnya untuk sebuah kegiatan mandi bersama yang menghabiskan waktu satu jam lebih.


Setelah selesai dengan kegiatan bersama yang menguras tenaga itu, Mayra keluar dari kamar mandi . Di atas tempat tidur sudah tersedia satu set lengkap baju ganti dengan ukuran dan selera yang biasa dia pake serta segala pernak perniknya.


Mayra hanya bisa mengerutkan alisnya.


Dia melirik kearah Dirga yang sudah siap dengan setelan kerjanya, tampak sedang menikmati teh hijau nya dengan tenang sambil memegang ponsel serius.


"Lee yang bawakan semua itu. Cepatlah bersiap , katanya kesiangan.!"


Ucap Dirga santai. Dia masih fokus dengan ponselnya.


Mayra melangkah masuk ke dalam kamar ganti dengan membawa pakaiannya.


Setelah selesai bersiap, Dirga mengajak Mayra untuk sarapan di balkon kamar hotelnya sambil menikmati udara segar di pagi hari.


Keduanya kini sudah duduk tenang menikmati sarapannya .


"Maaf kalau kemarin aku tidak meminta izin mu terlebih dahulu. "


Ucap Mayra lembut sambil menunduk.


Namun tidak ada respon dari suaminya itu, dia mengangkat wajahnya, tatapannya tertuju di wajah tampan dan gagah laki-laki itu. Dirga membalas tatapan Mayra, saling terpaut dan saling menikmati setiap detail yang ada di wajah mereka.


"Lakukan apapun yang kamu suka..Asal jangan satu hal.."


Ucap Dirga tertahan, mata mereka makin terpaut.


"Apa itu ?"


"Jangan mendekati laki-laki lain.!"


Mayra melengos. Mereka kembali menikmati sarapannya.


Setelah semua selesai keduanya keluar dari kamar hotel dan langsung turun ke parkiran. Ternyata di sana Jane sudah menunggu, tapi tidak dengan Silvia.


"Aku pergi dulu.."


"Kau lupa sesuatu..!"


"Aku pergi sayaang..!"


Ucap Mayra pelan sambil kemudian mencium punggung tangan Dirga, tapi sebelum melangkah Dirga memberikan kecupan lembut di kening nya dan ciuman hangat setengah bernapsu di bibir nya.


Mayra masuk ke mobil dengan semburat merah di wajahnya karena malu dengan Lee dan Jane yang menyaksikan langsung adegan tadi.


Dasar suami mesum..!! Gumamnya kesal.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC....


jangan lupa kasih like, koment & vote ya..

__ADS_1


Biar bisa lanjut terus..Thank you..😘👍🙏


__ADS_2