Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
86. Masih Di Hari Terakhir


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Pria berambut gondrong tadi menatap lekat wajah Mayra yang kini di paksa duduk di jok mobil nya.


"Tolong..lepaskan aku..! Kenapa kalian membawaku..!"


Ucap Mayra gemetar, wajahnya terlihat pucat dengan sorot mata penuh ketakutan.


Pria itu mendengus lalu memalingkan muka tidak kuat melihat wajah Mayra lama-lama.


"Rupanya kamulah alasan dari semua ini.! "


Geram Pria itu sambil meraih tangan Mayra ingin mengikatnya.


"Apa salahku..? Tolong biarkan aku pergi..!"


Kembali ucap Mayra dengan Isak tangis ketakutan.


"Kau adalah malapetaka bagi seorang pria..!!"


Dengus pria itu dengan mencengkram dagu Mayra dan menatap nya tajam.


Mata Mayra yang bening bak kristal menatap balik pria itu dengan derai air mata.


"Aku tidak pernah berurusan dengan kalian.! Aku juga tidak mengenal kalian..!"


Ucap Mayra dengan tatapan mata yang kini tidak kalah tajamnya. Mata pria itu mengerjap sesaat. Dia melepaskan cengkramaman tangannya, kemudian bergerak meraih tangan Mayra ingin mengikatnya.


Namun tiba-tiba..


Bukk Bukk..!


Badannya tertarik ke belakang, hantaman keras menghujam dada dan perutnya menbuat pria itu terhuyung hampir terjatuh. Dia mendongak sambil memegangi dadanya yang terkena pukulan tadi,


saat melihat siapa yang sudah menghajarnya, wajah pria itu terlihat membesi.


"Kau rupanya..!"


Desis pria itu dengan seringai iblis nya, tanpa menunggu lagi dia langsung melompat menyerang orang itu dan kemudian terjadi pertarungan seru antara dia dengan orang yang baru datang tersebut.


"Aaron.."


Bergetar bibir Mayra mengucapkan kata itu saat melihat Aaron datang menyelamatkan nya dan kini sedang bertarung seru dengan pria tadi.


Mayra keluar dari mobil dan berdiri gemetar melihat pertarungan antara Aaron dengan pria penculiknya tadi. Aaron berhasil memasukan beberapa pukulan dan tendangan ke tubuh orang itu hingga tubuhnya terjungkal dan tergeletak di tanah. Hidung dan bibirnya mengeluarkan darah segar.


Orang itu berusaha bangkit dan bibirnya menyeringai senyum kecut. Dia meludahkan darah yang mengucur di sudut bibirnya.


"Hahh..ada hubungan apa antara kamu dengan wanita itu Underground Devil..?!! Sampai kau mati-matian menyelamatkan nyawa nya..!!"


Tanya pria itu sambil bangkit dengan sempoyongan.


Aaron menatap Pria itu tanpa ekspresi, hanya terlihat matanya berkilat murka, tatapannya menusuk bak ujung pedang.


"Hahaa..Aku tidak pernah mendengar yang


namanya Aaron Marvell De Enzo jatuh cinta pada seorang wanita..!! Ini adalah kejutan besar..!!"


Kembali ucap Pria itu dengan tawanya yang menggelegar. Aaron menggertakan giginya, dia terlihat semakin mengepalkan tinjunya dan matanya semakin memerah.


Mayra terhenyak sesaat mencoba mencerna ucapan pria tadi, dia menatap tak percaya pada situasi ini.


"Jangan banyak bicara kamu.!! Hari ini juga kamu akan habis di tanganku Jayden..!!"


Bentak Aaron sambil kembali menyerang Pria tadi dan mereka kembali bertarung sengit, namun pria itu semakin terdesak dan akhirnya terkapar dengan tubuh yang semakin babak belur. Saat Aaron akan mengirimkan tendangan ke dadanya, tiba-tiba terdengar tembakan yang di arahkan kepadanya.


"Aaron..awass..!"


Jerit Mayra histeris saat melihat beberapa penyerang muncul di kejauhan .


Tubun Aaron berguling menghindar kemudian dengan cepat membalas si penyerang dengan tembakan kilatnya membuat mereka langsung terjungkal. Tapi datang serangan lain dari kejauhan, Aaron dengan cepat menarik tangan Mayra kemudian mereka berlari ke arah hutan menghindari serangan.


Sementara itu Dirga yang tadi melihat Mayra di bawa lari oleh pemimpin Black Hunter dengan cepat melompat keluar mengejar, tapi terhalang karena di hadang oleh pasukan ninja. Mau tidak mau dia harus meladeni serangan mereka. Lee muncul membantu dan bertarung seru melawan mereka.


"Aku harus menyelamatkan Mayra..kau tangani mereka..!"


Ucap Dirga sambil mundur memasang kuda-kuda.


"Baik Tuan..!"


Ucap Lee sambil kemudian kembali bertarung dengan para ninja itu. Tapi tembakan datang ke arah mereka.


"Kenapa mereka banyak sekali..!"

__ADS_1


Geram Dirga yang lagi-lagi harus meladeni serangan lawan. Dia bersembunyi di balik pohon besar dan kembali mengisi peluru.


"Tuan Aaron sudah pergi menyusul Nyonya Mayra Tuan.! Saya yakin Nyonya akan baik-baik saja.!"


Ucap Lee. Dirga terdiam sesaat. Tembakan kembali datang membuat mereka sibuk.


Namun beberapa saat kemudian akhirnya para penyerang itu terkapar satu persatu setelah anak buah Aaron datang ke tempat itu dan membantai semua penyerang yang tersisa. Para ninja yang tadi terlihat brutal juga terlihat kewalahan menghadapi anggota pilihan dari anak buah Aaron yang baru datang.


" Kalian bereskan mereka.! Aku akan menyusul Aaron..!


Titah Dirga sambil kemudian naik ke atas motor yang ada di tempat itu dan melaju cepat.


..... .....


Aaron terus berlari dengan Mayra yang tidak terlepas dari pegangan tangannya. Sesekali dia melancarkan tembakan kearah lawan yang mengejar membuat mereka meregang nyawa seketika.


Rok yang dipakai Mayra sudah tak berbentuk lagi, robek dimana-mana. Hingga kini kaki bagian bawahnya sudah terlihat.


"Aaaww..."


Mayra memekik saat kakinya tersandung akar pohon dan hampir jatuh terjerembab kalau saja Aaron tidak sigap menarik pinggangnya. Mereka bersitatap sebentar.


Aaron membawa Mayra bersembunyi di balik pohon dan melihat keadaan kakinya yang sedikit berdarah di bagian atasnya.Tanpa kata Aaron menyobek lengan kemejanya di pakai untuk membalut kaki Mayra supaya tidak terus mengeluarkan darah. Dia menekan sebentar membuat Mayra meringis dan memegang lengan Aaron kuat.


Beberapa penyerang datang lagi membuat Aaron kembali melawan dengan melancarkan tembakan mautnya kearah lawan yang membuat mereka langsung terkapar.


Aaron berlari sambil mengisi peluru membuat tangan Mayra terlepas dan dia terus berlari hingga tidak sadar tergelincir ke pinggir tebing curam yang di bawahnya terdapat lautan lepas yang sangat dalam.


Mayra menjerit histeris saat menyadari dia akan jatuh ke bawah tebing, tubuhnya melayang di udara.


Aaron terkesiap, napasnya berhenti sesaat ketika melihat Mayra terpelanting di pinggir tebing curam yang sangat tinggi itu.


"Mayra..."


Teriak Aaron, Secepat kilat dia berlari mengejar


dan menyambar tubuh Mayra kemudian menangkap dan membalikan badannya, tanpa sadar dan reflek


kini keduanya saling berpelukan erat karena ketakutan yang mereka rasakan.


"Aaron..aku akan jatuh..!"


Isak Mayra sambil menyusupkan wajahnya di dalam rengkuhan dada bidang Aaron yang mendekapnya erat.


Ucap Aaron sambil mempererat pelukannya. Untuk sesaat mereka masih belum tersadar. Mayra mendongakan wajahnya, kini mereka begitu dekat dan saling bertatapan kuat. Perlahan Aaron menghapus air mata yang membanjiri wajah cantik Mayra.


"Mayra..dimana kamu..!"


Mereka tersentak dan kembali pada kesadaran saat mendengar teriakan Dirga yang muncul ke tempat itu.


Dirga tampak berdiri membeku di tempat saat melihat interaksi yang terjadi antara Mayra dan Aaron. Wajahnya terlihat memerah sesaat. Mayra dan Aaron dengan cepat melepaskan pelukan mereka dan membalikan badan melihat kearah kedatangan Dirga.


Dengan derai air mata Mayra berlari menyongsong Dirga kemudian melompat kedalam pelukannya.


Dirga memeluk erat tubuh Mayra dan mencium puncak kepalanya berkali-kali bersyukur wanita


yang di cemaskannya selamat.


"Aku mau pulang mas..Aku takuut..."


Ucap Mayra sambil mempererat pelukannya. Dirga melonggarkan dekapannya, kemudian mengangkat wajah Mayra dan menatapnya lekat penuh rasa yang tak bisa di jabarkan, yang jelas dia sangat merasa bersalah membiarkan wanita ini selalu berada dalam bahaya selama ini. Sejak mereka menikah, hidup istrinya ini tidak pernah damai lagi, selalu dalam ketakutan dan kecemasan.


"Iya..kita akan segera pulang. Maafkan aku selalu menempatkan mu dalam bahaya..!"


Ucap Dirga pelan, sambil kemudian mengusap air mata Mayra dan mencium keningnya lama. Keduanya kembali saling berpelukan erat dan memejamkan mata.


Aaron yang berdiri cukup jauh hanya bisa menatap mereka dengan perasaan yang penuh kehampaan.


Wajahnya terlihat begitu dingin, tak ada rona


harapan atau semangat. Sorot matanya datar dan kosong.


Tapi dia meremas tangannya sendiri dengan kuat, tangan yang tadi sempat memeluk dan menyentuh tubuh wanita yang selama ini selalu ada dalam hati dan pikirannya. Wanita yang mampu mengobrak abrik jiwa dan raganya, membuat hidupnya tidak tenang kalau tidak melihatnya walau hanya dari kejauhan.


Dan Aaron sadar betul wanita itu tidak akan pernah bisa digapai nya, cinta pertama nya yang berharga namun tidak bisa di milikinya. Miris sekali.!!


Lee dan Rayen tiba di tempat itu. Mereka menarik napas lega saat melihat semuanya selamat. Dirga mengangkat tubuh Mayra ala bridal style.Kemudian mulai berjalan keluar dari hutan di ikuti oleh yang lainnya.


..... ......


Dirga membaringkan tubuh Mayra di tempat tidur dalam kamar Villa utama.


"Mas.."

__ADS_1


Ucap Mayra sambil memegang tangan Dirga yang menatapnya lekat.


"Aku akan berbicara sebentar dengan Lee untuk mengatur kepulangan kita.!"


"Aku ingin kita cepat pulang mas.."


"Baiklah aku akan mengatur semuanya. Istirahatlah.! Kau harus memulihkan kondisimu..!"


"Mas..!"


Potong Mayra menatap lembut wajah Dirga.


"Jangan pernah meninggalkan aku..! Hidupku akan semakin rumit tanpa dirimu..!"


Ucap Mayra dengan tatapan yang kompleks, Dirga mendekat dan merengkuh tubuh Mayra kedalam dekapannya. Dia membelai kepala belakang Mayra.


"Hanya takdir yang akan memisahkan kita.!"


Ucap Dirga pelan sambil kemudian mengecup lembut kening Mayra. Setelah itu beranjak dan berdiri di samping tempat tidur.


"Istirahatlah..aku akan segera kembali.! Kita akan pulang secepatnya !"


Ucap Dirga, Mayra mengangguk pelan kemudian mencoba memejamkan mata. Dirga termenung sebentar, setelah itu dia keluar kamar.


..... .....


Dirga menghampiri Aaron dan yang lainnya yang sedang berkumpul di ruang tengah.


"Lee atur kepulangan kita secepatnya. Mayra


kelihatan trauma berat. Aku harus segera membawanya pergi dari tempat ini.!"


Ucap Dirga. Aaron tampak melirik sekilas.


"Baik Tuan..!"


Ucap Lee sambil kemudian mengambil laptopnya.


"Bagaimana ketua Black Hunter ? apa kamu menghabisinya ?"


Dirga beralih pada Aaron yang terlihat sedang menikmati minuman di tangannya.


"Dia berhasil lolos.!"


Ucap Aaron dengan wajah datar. Dia kembali menyesap minumannya.


"Apa ada luka serius dengan istrimu.? aku akan memeriksa keadaan nya.!"


"Tidak perlu.!!"


Potong Dirga menatap tajam Rayen yang langsung mengangkat tangannya.


"Santai..Tuan..! Aku hanya khawatir padanya..!"


Ucap Rayen dengan raut muka gerah melihat reaksi berlebihan Dirga. Aaron hanya terdiam dan kembali menuangkan minuman ke gelas kecilnya.


"Setelah ini kau mau kemana pak Presdir.?"


Tanya Rayen yang kini ikut mencicipi minuman Aaron.


Dirga juga terlihat mulai menuangkan minuman limited edition itu kedalam gelas dan menyesapnya perlahan.


" Aku akan menemui nenek.! Dia memanggilku.!"


"Kau itu seorang pangeran dan bangsawan terhormat.! kenapa memilih jalan terjal seperti ini.!"


Sela Rayen sambil menatap Aaron yang hanya terdiam menatap gelas yang ada di hadapannya.


"Mungkin sekarang aku harus pulang dan memulai takdirku sendiri.!"


"Yes..takdir sebagai seorang pangeran terhormat dan harus patuh pada nenek mu ! lalu menerima dengan senang setiap calon tunangan yang di siapkan oleh keluargamu hahaa..!"


Brak.!!


Rayen menghentikan tawa nya dan menatap kecut pada Aaron barusan memukul meja dan kini sudah kembali duduk tenang dengan wajah datar nya.


"Kau harus mengubah ekspresi wajahmu itu.!


Mana ada seorang Lord punya tampang beku begitu.!"


Keluh Rayen tiada henti mengomel. Dirga hanya terdiam memperhatikan Rayen dan Aaron..


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2