
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Hari demi hari terus berlalu tanpa terasa.
Manusia yang tidak pernah mengingat
tentang akhirat, merasa seolah-olah akan
hidup selamanya. Mereka lupa bahwa semua
yang ada di dunia ini akan selalu berpasangan.
Ada kehidupan, adapula kematian, ada
kebahagiaan adapula kesedihan, begitupula
ada pertemuan maka akan ada perpisahan
yang sejatinya tidak pernah di inginkan oleh
siapapun. Tapi begitulah kehidupan, tiada
yang kekal dalam dunia ini.
Mayra kini menjalani kehidupan rumah
tangganya di penuhi dengan kebahagiaan dan kedamaian bersama dengan suami yang sangat mencintainya di lengkapi dengan kehadiran
seorang putra yang sangat tampan serta menggemaskan. Siapapun yang melihat
putranya itu tidak ada yang tidak terpesona.
Amanda sudah melangsungkan pernikahannya
dengan Crish beberapa bulan yang lalu dengan
sangat meriah hingga menjadi trending topik di beberapa media sosial.
Tapi akhir-akhir ini Dirga memaksa Amanda
untuk ikut terjun ke dunia bisnis. Dia menjadikan Amanda sebagai Presdir di salah satu anak perusahaan nya. Dirga beralasan, dia tidak ingin
terlalu sibuk hingga bisa lebih banyak waktu
untuk anak dan istrinya di rumah. Dan Crish
cukup mendukung kalau istrinya ikut terjun
ke dunia bisnis.
Setelah selesai membersihkan dirinya Mayra
keluar dari kamar ganti. Dia menghampiri tempat
tidur, menatap lembut kedua pangeran tampannya yang sedang tertidur dengan saling memeluk. Sekarang ini putranya itu sedang dalam masa lucu-lucunya. Perkembangan putranya selalu membuat Mayra takjub setiap harinya, dia tumbuh dengan cepat, sehat dan kuat. Tidak pernah
menderita sakit yang serius, dia juga terlihat
semakin gemuk dan semakin menggemaskan
bagi siapa saja yang melihatnya.
Dengan perlahan dan hati-hati, Mayra naik
keatas tempat tidur, kemudian memberikan
ciuman selamat pagi pada kedua orang yang
sangat di sayanginya itu, setelah itu dia beranjak hendak turun dari tempat tidur ketika kemudian pinggangnya di tarik oleh Dirga. Tubuhnya
langsung berguling dan terjatuh dibawah tindihan
Dirga. Keduanya saling berpandangan lekat,
bibir Dirga mendekat ingin mencicipi bibir ranum Mayra yang saat ini sangat menggodanya itu.
"Jangan macam-macam Mas..nanti Rein..
bangun loh..! kamu tahu kan bagaimana dia
kalau menangis..!"
"Dia akan menggemparkan seisi rumah..!"
"Hemm..makanya itu jangan buat dia bangun
dan kesal..!"
"Aku akan memindahkannya ke box.!"
"Jangan Mas.! nanti dia malah terganggu.!"
"Tapi kalau dia disini, kita yang akan terganggu.!"
Dirga beranjak, dengan hati-hati dia memangku
tubuh gempal putranya itu dipindahkan ke dalam
box bayi. Putranya itu tampak sedikit menggeliat
dan kemudian memiringkan badannya, Dirga
menatapnya dengan was was..takut putranya itu
terbangun, tapi kemudian dia terlihat kembali
tertidur pulas membuat Dirga menarik napas lega.
Mayra hanya duduk di pinggir tempat tidur
dengan senyum simpul di bibirnya melihat
kecemasan suaminya itu.
Dirga kembali keatas tempat tidur, langsung
menindih tubuh Mayra dan mulai melucuti
pakaian yang baru saja di kenakan oleh Mayra.
"Ehh Mas..mau apa lagi sih..?!"
"Kita lanjutkan yang semalam..!"
"Tapi aku baru saja mandi Mas..!"
"Kamu akan berdosa kalau menolak
permintaan suami.!"
"Udah pinter bikin alasan sekarang kamu ya
Mas.!"
"Putramu itu selalu memonopoli dirimu, hingga
waktu buatku sekarang ini semakin sedikit !"
"Kamu ini Mas..dia itu kan putramu juga.!"
"Aku takut dia akan semakin menyita waktumu.!"
"Apa maksudmu Mas..eemmhh..!"
Mulut Mayra sudah di bungkam oleh bibir Dirga
yang kini sedang melumatnya dengan rakus. Dan
akhirnya mau tidak mau Mayra kembali meladeni
keinginan suaminya itu. Semalam memang selalu
saja ada gangguan yang di lancarkan oleh putra
nya itu setiap kali mereka ingin memulai waktu
berdua dalam keintiman, hingga membuat Dirga
kesal sendiri dan memilih tidur duluan.
..... .....
Dirga keluar dari kamar ganti sudah siap dengan
setelan kerjanya. Mayra mengambil dasi kemudian
memakaikannya. Seperti biasa Dirga akan terus
memandangi wajah cantik istrinya itu selama dia
memakaikan dasi padanya. Dia seolah tidak ingin
melewatkan satu detik pun menikmati keindahan
yang tersuguh di depan matanya ini.
"Aku dengar Aaron sudah menikah beberapa
bulan yang lalu.!"
Seketika Mayra menghentikan kegiatannya. Dia
tampak terdiam beberapa saat, Dirga menatap
lekat wajah Mayra seakan sedang melihat reaksi sekecil apapun dari raut wajah istrinya itu.
"Ohh..bagus kalau begitu."
Mayra kembali melanjutkan kegiatannya.
"Tapi pernikahannya tidak di publish.!"
"Kenapa.?"
"Wanita itu bukan pilihan keluarganya.!"
"Dia punya kebebasan memilih bukan.?"
__ADS_1
"Keadaan yang membuatnya tidak memiliki
kebebasan.!"
"Kita hidup di jaman yang sudah modern.."
"Mereka memiliki aturan sendiri dalam
keluarganya."
"Oohh.."
Kembali Mayra hanya menanggapi datar. Dia
menepuk lembut bahu suaminya dan mencoba merapihkan kembali jasnya. Dirga menarik tubuh
Mayra, melingkari pinggang rampingnya dengan
erat. Kemudian memeluk erat tubuhnya.
Setelah melahirkan putra pertamanya, keadaan
fisik Mayra seolah tidak pernah mengalami
perubahan apapun dari waktu sebelum hamil,
bahkan sekarang ini terkesan jauh lebih sexy
dengan beberapa bagian yang lebih berisi
membuat Dirga tidak pernah ingin
melepaskannya saat sedang berduaan.
"Aku sangat mencintaimu sayang.."
Bisik Dirga sambil memejamkan matanya,
kemudian mencium puncak kepala Mayra.
"Aku juga Mas.."
Sahut Mayra yang balik memeluk erat tubuh
gagah suaminya itu.
"Apa aku akan sanggup meninggalkan mu.?"
"Memangnya Mas mau kemana.?"
"Aku sekarang ini banyak urusan di luar negeri.
Makanya Amanda aku tarik untuk berbisnis agar
bisa menggantikan posisiku saat aku pergi.!"
"Kau tidak akan membawa kami ?"
"Aku tidak ingin membuat kalian lelah.."
Keduanya terdiam. Mayra mendongak, menatap
mesra wajah suaminya yang saat ini sedang
memandangnya lekat.
"Bagaimana kalau kita mengulang yang tadi.?"
"Apa.?"
Mayra menautkan alisnya bingung. Dirga berbisik
mesra di telinganya membuat Mayra spontan
memukul pelan dada suaminya itu.
"Sudah ahh Mas, dasar mesum..! Ayo sekarang
mending kita sarapan.."
Mayra melepaskan pelukannya kemudian
mengambilkan tas kerja dan mulai melangkah
keluar dari kamar di ikuti oleh Dirga yang
langsung memeluk pinggangnya posesif.
Mereka berdua berjalan bergandengan
menuju ke lantai bawah.
Sementara putranya saat ini sudah ada di dalam
kamarnya bersama para babysitter melakukan
rutinitas paginya.
***** *****
Hari ini cuaca sangat cerah cenderung panas.
sampai-sampai peringatan Lee untuk segera
makan siang tidak di gubrisnya padahal hari
sudah beranjak menuju sore.
Lee masuk ke dalam ruangan Dirga dengan
membawa setumpuk berkas di tangannya. Tapi
saat dia masuk kedalam ruangan semua berkas
di tangannya di lempar begitu saja ketika melihat
tubuh Dirga tergeletak di dekat sofa.
"Tuan..!"
Lee berteriak dan berlari menghampiri tubuh
Dirga kemudian segera menopangnya sekuat
tenaga di bawanya kedalam kamar pribadi. Dia membaringkan tubuh Dirga diatas tempat tidur, ditatapnya sebentar wajah majikannya itu yang
terlihat sangat pucat. Dengan segera Lee menghubungi Mayra.
"Ada apa sekretaris Lee ?"
Suara Mayra terdengar di sebrang sana.
"Tu-Tuan..pingsan Nyonya.."
"Apa..??"
Tut Tut Tut...!!
Telpon terputus, dan Lee hanya menatap
nanar layar ponselnya. Tidak lama dia segera
menghubungi nomer Rayen.
Setengah jam kemudian Mayra muncul di
dalam ruangan dengan wajah yang sudah
sangat khawatir. Dia segera menghampiri
Dirga yang saat ini sudah siuman dan terduduk bersandar di kepala ranjang sedang di periksa
oleh Rayen.
Dirga menatap lemah kedatangan Mayra dan
tangannya segera memberi isyarat agar Mayra
mendekat. Dengan wajah cemas Mayra duduk
di samping Dirga yang langsung mendekapnya
dengan satu tangan.
"Jangan khawatir begitu, aku tidak apa-apa sayang..Lee terlalu berlebihan.!"
Dirga berucap seraya mempererat dekapannya.
"Bagaimana aku tidak khawatir Mas, wajahmu
pucat begini..!"
Mayra berucap seraya mengelus wajah Dirga
dan menatapnya lekat.
Rayen tampak masih terdiam mengecek kondisi
Dirga. Ada keseriusan yang kini tergambar dari
raut wajahnya.
"Kau jangan terlalu serius begitu.! membuat
istriku cemas saja.!"
Ketus Dirga tidak suka melihat ekspresi wajah
Rayen yang terlalu serius. Rayen tampak
tersenyum tipis dan masih terus melakukan
pemeriksaan.
"Apa yang terjadi padanya Dokter.?"
Mayra menatap Rayen dengan wajah diliputi
__ADS_1
perasaan tidak karuan. Ada ketidaknyamanan
yang kini di rasakan dalam hatinya.
"Tidak apa-apa..dia hanya kelelahan.!"
Rayen menjawab dengan wajah datar. Mayra
menautkan kedua alisnya.
" Tidak ada yang serius kan ?"
Masih belum yakin dengan jawaban Rayen.
"Tidak ada ! dia hanya kurang istirahat.."
Rayen menggeleng pelan sambil kemudian mengeluarkan obat dari dalam tas nya.
"Kau harus minum obat ini secara teratur."
Mayra menerima obat itu. Lee datang
membawakan makanan untuk Dirga yang
langsung di ambil oleh Mayra. Kemudian
dengan cekatan dia segera menyiapkan
makanan itu.
"Ayo makan dulu sayang.. habis itu nanti
minum obat ! aku kan udah sering bilang..
jangan terlalu memaksakan dirimu."
"Aku tidak apa-apa sayang..Ini mungkin karena
kelelahan saja !"
"Kamu kurang istirahat Mas, tidak di kantor tidak
di rumah, kamu tidak pernah lepas dari urusan
pekerjaanmu.!"
"Iya baiklah..mulai sekarang aku akan mengatur
ulang semua jadwalku.! Lee kau atur semuanya
dengan baik.! Biarkan Manda mengambil alih
beberapa urusanku.!"
"Baik Tuan..!"
Lee mengangguk faham.
Mayra mulai menyuapi Dirga yang menerimanya
dengan senang hati. Dia menerima suapan demi
suapan dari tangan Mayra dengan terus menatap
tenang wajah cantik istrinya itu .
"Hentikan tatapan mu itu Mas.!"
"Ini bisa membantuku cepat pulih sayang.."
"Iisshh..kau ini sangat berlebihan.!"
"Itu adalah kenyataan..!"
"Sudah hentikan bualanmu itu Mas.."
Mayra menatap kesal wajah Dirga yang
tersenyum usil dan kembali membuka mulutnya
menunggu suapan berikutnya.
Rayen dan Lee keluar dari kamar tidak ingin
menjadi nyamuk diantara kemesraan mereka.
Akhirnya Mayra memaksa Dirga untuk ikut pulang
dan melarangnya meneruskan pekerjaannya.
"Kau terlalu berlebihan sayang..Aku ini laki-laki
yang kuat. "
Dirga berucap sambil melajukan mobilnya
dengan tenang meluncur membelah jalanan
ibukota yang padat.
"Kita mau kemana sayang..? Aku mengajakmu
pulang agar kau bisa istirahat dengan cukup ?"
Mayra bertanya karena heran Dirga malah
membelokan mobilnya ke tempat lain.
"Kita akan menghabiskan waktu bersama,
tanpa Rein..!"
"Tapi Mas, Rein akan mencariku nanti."
"Ada banyak orang di rumah, aku ingin menikmati
waktu berdua saja denganmu..!"
"Kau jangan aneh-aneh Mas..ini sudah sore,
aku sudah terlalu lama meninggalkan Rein.."
"Tidak akan lama sayang.."
Dirga berucap santai sambil memasukkan
mobilnya kedalam kawasan hotel miliknya.
Mayra hanya melongo saja saat Dirga
membuka pintu mobil dan dengan gerakan
cepat mengangkat tubuhnya di bawa masuk
ke dalam lift khusus.
Tiba di dalam kamar, Mayra terperangah
melihat suasana remang disana. Tidak lama
Dirga menyalakan lampu dan Mayra semakin
melongo saat melihat hamparan bunga mawar
di atas tempat tidur dengan dekorasi yang sangat indah bertuliskan selamat ulang tahun pernikahan
yang ke 2.
"Selamat ulang tahun pernikahan sayang.."
Dirga tiba-tiba memeluknya erat dari belakang.
Mayra menutup mulutnya tidak percaya dengan
kejutan yang sudah di siapkan oleh Dirga. Dia
tiba-tiba melingkarkan sebuah kalung indah di
leher Mayra dengan membuka sedikit hijab
yang di kenakkan nya membuat Mayra semakin
terkejut. Dengan segera dia membalikan
tubuhnya berhadapan dengan Dirga.
Tangisnya tidak dapat di tahan lagi.
"Terimakasih sayang..aku tidak menyangka
kamu sudah menyiapkan semua ini. Aku kira
kamu tidak mengingatnya."
"Semalam aku memang lupa, gara-gara anak
kita selalu menganggu..!"
Keduanya saling berpandangan lekat , Mayra
berjinjit , dia melingkarkan tangannya di leher
Dirga, kemudian menarik tengkuknya perlahan,
setelah itu mulai melancarkan ciuman hangat
dan lembut yang membuat Dirga seakan terbang melayang ke awan. Dia sangat menggila saat
mendapat perlakuan agresif dari istrinya itu.
Masih dalam keadaan berciuman panas dia mengangkat tubuh Mayra keatas tempat tidur
bertaburkan kelopak bunga mawar, Keduanya terhanyut dalam kemesraan dan kehangatan
tanpa gangguan dari si kecil .
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC....