
**********
Lee menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meluncur menuju rumah besar. Dirga terduduk di kursi belakang dengan keadaan yang sudah sangat kacau.
Barusan Lee mendapat kabar dari Jane bahwa Mayra sudah berada di rumah Ayahnya. Dan hal itu membuat Dirga semakin frustasi, sejak siang saat Mayra pergi dari kantor kondisi Dirga sudah kacau.
"Dia pergi meninggalkan ku Lee.! Dia tidak sungguh-sungguh mencintaiku..!"
Gumam Dirga sambil menyandarkan kepalanya.
Lee melihat Tuannya dari kaca spion tengah.
"Nyonya hanya butuh waktu untuk menenangkan diri dulu Tuan."
"Dia tidak harus keluar dari rumah.!"
"Hal itu yang terbaik menurut Nyonya. Tuan juga harus tenang. Saya yakin hati Nyonya Mayra saat ini hanya tertuju untuk Tuan..!"
"Apa kau yakin tentang itu.?"
"Tuan yang harus yakin tentang itu.!"
Dirga menatap keluar jendela, mencoba menelaah ucapan Lee barusan.
"Kau sudah menyelidiki siapa pengirim fhoto2 itu ?"
"Sedang dalam proses Tuan.! saya yakin ini hanya sebagai jebakan saja.!"
"Tapi Aaron benar-benar jatuh cinta pada Mayra..!"
"Semua orang akan jatuh cinta pada Nyonya saat melihatnya Tuan, bukan hanya Tuan Aaron..!"
"Apa kamu juga termasuk hahh..?!"
Sentak Dirga kesal pada Lee.
"Saya tidak berani Tuan.!"
Kilah Lee sedikit gugup. Dirga mendengus geram.
"Tapi Aaron itu berbeda..!!"
Gerutu Dirga kembali kesal saat mengingat fhoto Mayra yang sedang di cium oleh Aaron.
"Tuan Aaron melakukan itu dalam keadaan
darurat. Siapapun pasti akan melakukan hal
yang sama.!"
Jelas Lee seakan tahu apa yang ada dalam pikiran Dirga saat ini.
"Dia sudah berani menyentuh milikku.! Itulah yang tidak bisa aku terima..!!"
"Semua pria boleh jatuh cinta pada Nyonya, yang terpenting adalah cinta Nyonya hanya untuk Tuan..!"
Ucap Lee membuat Dirga terdiam. Merenung dan memejamkan matanya. Semua yang di ucapkan Lee ada benarnya juga.
..... .....
Dirga masuk kedalam rumah dan langsung
menuju ke lantai atas, di ruang tengah dia
bertemu dengan Tina yang terlihat sedang
berjalan mondar-mandir.
"Tina..!"
Dirga memanggil, Tina terlihat terkejut
kemudian segera menghampiri Dirga
membungkuk di hadapannya.
"Tuan..anda pulang..!"
"Kenapa kamu biarkan Mayra keluar
dari rumah ini.!"
"Ampun Tuan, saya tidak bisa melarang Nyonya..!"
Ucap Tina gemetar sambil membungkuk dalam.
"Dasar kalian semua tidak bisa di andalkan.!"
Geram Dirga dengan wajah yang terlihat
memerah. Dia melangkah menaiki tangga.
"Tuan maafkan saya.! Di kamar utama ada
Nyonya Evelyin!"
Ucap Tina gemetar ketakutan. Langkah Dirga
seketika terhenti. Tangannya mencengkram
kuat relling tangga yang di pegang nya.
"Sejak kapan dia disini.?!"
"Sejak Nyonya Mayra pergi Tuan..!"
Sahut Tina. Wajah Dirga langsung berubah kelam.
Dengan cepat dia berjalan menaiki tangga.
Dirga membuka pintu kamar dengan keras setengah membantingnya. Dia melangkah masuk kedalam kamar. Sampai di dalam terlihat Evelyin sedang berbaring santai di atas tempat tidur yang sudah berganti warna seprai nya.
"Apa yang kau lakukan disini..!!"
Bentak Dirga dengan tatapan menghunus kearah Evelyin yang terlihat bangkit dan tersenyum menggoda menghampiri Dirga. Kemudian menggerayangi tubuh Dirga dan mengelus lembut dadanya.
"Aku ingin tinggal di rumah ini honey..!
Rumah ini lebih bagus dari rumah yang kemarin."
"Siapa yang mengijinkan kamu menginjakkan
kaki di rumah ini..!!"
Kembali bentak Dirga sambil menarik lengan Evelyin, mencengkram nya kuat hingga membuat Evelyin meringis kesakitan.
"Kau sudah sangat keterlaluan..! Kau sudah membuatku muak..!! "
Geram Dirga dengan tatapan mata yang di penuhi kemarahan. Evelyin menarik tangannya namun cengkraman Dirga terlalu kuat.
__ADS_1
"Aku juga punya hak untuk tinggal di rumah ini.
Aku istri pertama mu, aku bahkan lebih berhak
atas semua yang kamu miliki..!"
Ucap Evelyin. Dirga semakin marah, dia
mendorong tubuh Evelyin hingga terjatuh
keatas tempat tidur.
Dirga naik menindih tubuh Evelyin kemudian mencengkram dagunya kuat.
"Kau sudah mendapatkan hak mu, aku berikan segala yang kamu inginkan selama ini.! Jadi jangan coba2 melangkahi wewenang ku..!"
Ucap Dirga menekan tubuh Evelyin yang tampak meringis namun juga terlihat berhasrat ketika melihat kemeja Dirga terbuka hingga dada bidang nya terlihat begitu menggoda mata Evelyin yang sangat merindukan sentuhan suaminya ini.
"Honey..aku mohon lupakan lah wanita itu. Dia
sudah pergi meninggalkanmu, dia tidak pernah
serius mencintaimu.! aku akan kembali menjadi wanita yang selama ini kamu cintai..!"
Ucap Evelyin sambil kemudian bangkit dan merangkul tubuh Dirga, dengan cepat dia menyergap bibir Dirga melumatnya rakus. Dirga berusaha melepaskan ciuman Evelyin tapi Evelyin semakin buas, dia memperdalam ciumannya membuat Dirga terpaksa mendorong keras tubuh Evelyin hingga akhirnya ciumannya terlepas.
"Pergi, atau aku akan menyeretmu keluar..!!"
Sentak Dirga sambil menunjuk ke pintu. Evelyin menatap Dirga sedih dan kecewa. Air mata mulai
jatuh membasahi pipinya.
"Kamu jahat..!! Aku masih istrimu..! Aku berhak mendapatkan kepuasan bathin darimu..! Tapi kamu terus saja mengabaikan ku..!!"
Teriak Evelyin sambil kemudian bangkit dan turun
dari tempat tidur. Mengambil tas nya setelah itu berlalu pergi dengan tangis yang sudah tidak bisa
di tahannya.
Dirga mengatur napasnya. Dia meremas kepalanya.
Dia tahu sudah sedikit keterlaluan terhadap Evelyin, tapi suasana hatinya sedang sangat buruk saat ini.
Lagipula dia sudah tidak memiliki hasrat sedikit pun terhadap Evelyin. Sangat sulit kalau harus di paksakan.
***** *****
Dan kini Mayra kembali pada kesendirian
serta kesepiannya. Dia menjalani hari-harinya
yang dipenuhi dengan ratapan kerinduan
terhadap Dirga.
Tuhan..kenapa lagi-lagi hal ini harus terjadi..??
Sampai kapan semua kejadian seperti ini akan
terus berulang. Kenapa nasib cintanya harus
berada pada titik klimaks seperti ini.?
Namun dibalik sebuah musibah, akan selalu ada
hikmah yang terkandung di dalamnya. Setidaknya sekarang Mayra bisa kembali merasakan kebersamaan dengan Ayahnya. Mendapat dukungan dan nasihat berharga setiap saat dari ayahnya.
tanpa di rundung kesedihan. Walaupun rasa
rindunya sudah memuncak terhadap Dirga, namun sekarang dia sudah lebih bisa mengontrol nya.
Seminggu sudah Mayra berada di rumah ayahnya.
Ada ketenangan dan kedamaian yang dia rasakan
di sini. Jauh dari konflik dan serbuan masalah.
Namun rasa rindunya terhadap Dirga semakin
terasa menyiksa. Setiap malam dia hanya bisa menatap rindu gambar Dirga di layar dan galeri ponselnya.
Selama seminggu ini, mereka tak sekalipun
memberi kabar satu sama lain. Dirga bukanlah
tipe suami kebanyakan, dia orang yang memiliki prinsip dan cara hidup sendiri yang berbeda
dengan kebanyakan orang. Kasta dan derajat
yang tinggi dari level kehidupannya, membuat
Mayra dan Ayahnya tidak berani berharap
bahwa Dirga akan datang untuk sekedar
melihatnya apalagi menjemputnya.
Mayra kini hanya bisa pasrah pada nasib nya kelak.
Mungkin sekarang Dirga sudah benar-benar mulai melupakan keberadaan nya. Dia sudah kembali bersama dengan Evelyin seutuhnya. Inilah nasib
yang harus di jalaninya sekarang.
..... .....
Malam ini Mayra harus menghadiri undangan dari perusahan CSA Group yang akan merayakan
ulang tahunnya. Kali ini Mayra bukan hanya hadir sebagai tamu undangan biasa saja, tapi dia hadir sebagai pengisi acara di malam perayaan ini.
Dia akan tampil menghibur dengan membawakan sajian musik instrumental piano berkolaborasi
dengan seorang Violinist terkenal.
Sebenarnya Mayra sedikit ragu dan tegang
mengingat ini adalah kali pertama dia akan
tampil di panggung secara resmi apalagi ini
acara ulang tahun sebuah perusahaan besar.
Namun dia akan berusaha setenang dan sebaik mungkin untuk tampil malam ini.
Selesai sholat ashar Mayra membersihkan diri
dan memulai persiapan untuk nanti malam.
Dia di kejutkan dengan kedatangan Silvia yang
membawa sebuah gaun indah yang di datangkan langsung dari butik Amandavis.
Selain itu, Silvia juga datang bersama dengan
__ADS_1
seorang MUA dan asistennya. Mayra hanya
bengong saja melihat semua ini.
"Apa Mas Agam yang sudah menyiapkan semua
ini Sil..?"
Tanya Mayra sambil melihat gaun yang baru saja di bawa oleh Silvia.
"Pak Agam hanya mengatakan bahwa semua ini sudah di siapkan oleh Bos Royal Entertainment.
Ya dialah orang nya siapa lagi coba haha..!"
Jawab Silvia seraya mengeluarkan gaun dari dalam plastik dan membuka hanger nya.
"Woww.. amazing banget nih gaun May..indah banget..! bagaimana kalau udah kamu pakai ya..?
Mau seperti apa indahnya..ckk ckk ckk..!"
Seru Silvia heboh setelah melihat penampakan keseluruhan gaun yang di bawanya. Matanya
tampak melongo kagum dengan keindahan
gaun itu. Sementara Mayra hanya melihat gaun
itu dengan tatapan ragu dan tidak yakin untuk memakainya.
"Aku rasa ini terlalu bagus untukku Sil..! Ini pasti
salah, aku tidak akan cocok memakainya.."
"May..tidak ada yang lebih indah dari kecantikan parasmu..! Kamu adalah sejatinya keindahan..!"
Sergah Silvia sambil menatap Mayra penuh sayang dan rasa prihatin. Dia baru tahu hari ini kalau Mayra tinggal kembali di rumah ayahnya. Mayra menatap haru Silvia dan merangkulnya .
"Makasih ya Sil..kamu yang terbaik deh..!"
Ucap Mayra, keduanya saling berpelukan hangat.
Sang MUA yang tadi datang bersama Silvia tampak hanya bengong saja melihat mereka malah saling curhat dan kangen kangenan.
"Maaf mbak, kapan kita mulai make up nya.?"
Tanya Sang MUA menatap Mayra yang terlihat melepaskan rangkulannya kemudian tersenyum
pada Sang MUA itu.
"Maaf ya mbak, nanti kita mulai..saya mau ambil wudhu dulu, sebentar ya.."
Ucap Mayra sambil kemudian masuk ke dalam
kamar mandi dan mengambil wudhu.
Akhirnya proses make up pun di mulai setelah
Mayra siap, dan dia meminta agar riasannya
tidak terlalu berlebihan.
"Sebenarnya tidak memakai make up pun mbak
Mayra sudah sangat cantik. Saya jadi minder
nih mau make over nya..!"
Ucap si MUA dengan terus berdecak kagum
melihat secara langsung bagaimana cantiknya
artis fenomenal ini.
Pantas saja sang raja bisnis kepincut.!
Pikir si MUA dalam hatinya.
"Ya tapi ini acara resmi juga mbak, saya tetap
harus sopan dan mengikuti tuntutan..!"
Ucap Mayra, sang MUA mengangguk kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Akhirnya setelah sholat Maghrib Mayra selesai
dengan make up nya hanya tinggal memakai
gaun panggung nya.
Mayra keluar dari kamar setelah mengenakan
gaun yang tadi sudah di persiapkan untuk
melengkapi penampilan nya nanti. Saat sudah
sampai di luar, Silvia dan semua orang yang
ada di tempat itu tampak terkesima dengan penampilan Mayra yang..
terlihat.. woww..begitu menakjubkan.
Gaun malam warna Burgundy dengan model sedikit klasik di hiasi mutiara indah tersemat di tengah dadanya, dan ada layer indah di kedua sisi pinggangnya yang ramping terlihat begitu cocok
dan pas di tubuhnya seakan sudah di jahit dan
di siapkan khusus untuknya.
Nampak sangatlah cocok di padukan dengan kesempurnaan wajah Mayra, begitu berkilau dan memukau setiap mata yang memandang hingga mereka seakan tak mampu untuk berkedip.
"Ohh Tuhan oh Tuhan..May..kamu benar-benar menakjubkan..! sebuah paduan keindahan yang sangat sempurna..! Perpecto..!!"
Cerocos Silvia setelah sadar dari keterpesonaan
nya. Mayra hanya tersenyum risih kemudian
duduk di depan cermin merapihkan hijabnya
dengan gaya dan style ala dirinya yang simpel
tapi elegan dan exlusive.
Semua sudah ready. ! Orang-orang kembali
hanya bisa terpaku di tempat setelah Mayra
selesai dengan segala persiapan nya..
**********
TBC...
__ADS_1