
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Selesai sholat isya berjamaah Dirga duduk
bersandar di atas tempat tidur dengan
mengganjal punggungnya memakai bantal.
Dia sedang sibuk berbicara di telpon dengan Lee.
Tadi siang sepulang dari restoran, Mayra
merengek minta diantarkan ke rumah ayahnya.
Cukup lama mereka berada di sana melepas
rasa rindu Mayra terhadap Ayahnya tersebut.
Hingga akhirnya setelah sholat ashar mereka
kembali ke rumah besarnya.
Mayra muncul dari kamar mandi sudah siap
dengan piyama tidurnya dan rambutnya di
biarkan tergerai. Dirga melambaikan tangannya
memberi isyarat agar Mayra masuk kedalam
rengkuhannya. Mayra naik ke atas tempat tidur
kemudian masuk kedalam dekapan hangat
Dirga yang langsung membelai lembut rambutnya.
Mayra menyandarkan wajahnya di dada bidang
Dirga, mencari posisi ternyaman. Jari-jari nya
bermain di atas dada kokoh itu menuliskan
beberapa kata membuat Dirga tidak tahan
dengan sentuhan seringan laba-laba yang di
lancarkan oleh istrinya itu.
Puas bermain jari di dada Dirga, Mayra menatap
lekat wajah Dirga yang masih betah dengan pembicaraan nya. Dia terlihat begitu menikmati
setiap detail wajah tampan suaminya itu.
Tangannya bergerak perlahan mengelus rahang
kokoh Dirga dan membelai mesra wajahnya.
Darah Dirga mulai mendidih mendapat sentuhan
menggoda Mayra, dia segera menutup telponnya.
"Apa kau sedang berusaha menggodaku
sayang..?!"
Mencoba menindih tubuh Mayra, kemudian
mengurungnya dan menguasainya. Namun
Mayra berontak dengan mendorong dada Dirga.
"Siapa yang menggoda mu sih Mas..!"
"Itu tadi apa maksudnya..?"
"Kamu terlalu asik berbicara hingga melupakan
aku disini."
Keduanya terdiam saling pandang lekat.
Tatapan mata Mayra yang sendu sontak
membuat hati Dirga bergejolak, hasratnya
langsung saja naik.
"Apa aku sangat tampan hingga kau menatapku
tiada henti seperti itu hemm ?"
Sambil membelai mesra wajah Mayra, tatapan
mereka semakin dalam saling mengunci.
"Apa aku tidak boleh mengagumi suamiku
sendiri.? Kau memang laki-laki paling tampan
di mataku.!"
"Apa laki-laki lain yang mencintaimu dengan gila
tidak cukup tampan bagimu..?!"
"Siapa maksudmu.?"
Mayra menautkan alisnya. Wajah Dirga terlihat
sedikit mengeras, tatapannya berubah dingin.
"Apa Aaron kurang tampan di matamu..?"
Deg !
Wajah Mayra tampak berubah kecut, dia terdiam beberapa saat, bayangan wajah Aaron langsung berkelebat dalam pikirannya. Namun cepat-cepat
di tepis oleh Mayra.
"Kenapa Mas membawa-bawa orang lain saat
kita sedang berdua begini.? "
Dengan perasaan dongkol Mayra melepaskan
pelukan Dirga. Hatinya jadi resah tidak jelas.
Dirga terlihat makin menatap kuat wajah Mayra
yang kini berpaling dengan raut muka kesalnya.
Dia kembali menarik tubuh Mayra untuk masuk
kedalam pelukannya.
"Jadi menurutmu Aaron cukup tampan..?"
"Mas..kalian tidak bisa di bandingkan satu sama
lain.! Kalian berdua berbeda..!"
Jelas Mayra sambil kemudian bangkit mendorong dada Dirga dan berusaha turun dari tempat tidur.
Namun Dirga masih menahan tubuhnya.
"Hei..mau kemana.? Kau harus menjawab
dulu pertanyaanku.!"
"Pertanyaan mu tidak bermutu.! Aku haus Mas..
aku mau jus alpukat."
"Kau hanya mencari alasan saja untuk
menghindariku..!"
"Apaan sih Mas, kamu ini benar-benar gak
jelas..!"
"Selama disana, apa Alea pernah bercerita tentang
siapa Aaron padamu.?"
Mayra terdiam, dia menatap Dirga dengan sorot
mata yang menggambarkan bahwa ucapan dan
pertanyaan Dirga itu sangatlah tidak penting
baginya.
"Aku tidak tertarik mengetahui kehidupan orang
lain Mas.!"
"Dia orang yang cukup penting bagimu..! dan
tentunya untukku juga."
Keduanya terdiam sesaat, tatapan Mayra berubah
lembut dan tenang. Dia menghela napasnya pelan.
"Aku tahu dia cukup penting bagiku.! Dia sudah
sering menyelamatkan hidupku. Tapi.. bagiku
kau adalah yang terpenting Mas..!"
"Aku kira kamu akan senang karena di cintai
seorang bangsawan terhormat seperti dia..!"
__ADS_1
Dirga berucap dengan wajah datar.
Mayra tertegun mendengar ucapan Dirga.
Maksudnya apaan bahwa Aaron seorang
bangsawan ? Bukankah itu sesuatu hal yang
biasa saja.! Apa ini sebuah lelucon?
Mayra benar-benar tidak mengerti.
"Maksudmu apa Mas.? Memangnya kenapa
kalau dia seorang bangsawan.?
Tidak tahan akhirnya Mayra bertanya juga.
Dirga menatap Mayra dengan wajah datar.
"Aaron adalah seorang putra mahkota dari
kerajaan xxx..Tapi dia tidak bisa hidup dalam
sebuah aturan baku dan mengikat. Selama ini
dia jarang tinggal di lingkungan keluarganya.
Dia lebih suka hidup dengan aturannya sendiri.!"
Panjang lebar Dirga menjelaskan tentang siapa
Aaron sebenarnya. Mayra hanya bisa terpaku dan
terdiam masih tidak percaya dengan semua yang
di dengarnya. Namun akhirnya dia tersadar dan
kembali berusaha menguasai dirinya.
"Semua itu tidak terlalu penting bagiku Mas.
Apalah arti sebuah harkat dan kedudukan.
Karena di mata Tuhan..semua itu tidak ada
artinya, tidak ada bedanya.."
"Aku hanya ingin kau tahu jati diri orang yang
sudah menyelamatkan nyawa mu..!"
"Iya Mas..sekarang aku sudah tahu kan.?"
Ujar Mayra sambil kemudian meraup wajah Dirga
dan membelai mesra wajahnya. Keduanya
kembali berpandangan kuat.
"Jangan bicarakan orang lain saat kita sedang
berdua seperti ini Mas..apalagi di tempat tidur,
itu tidak baik.."
Mayra berucap sambil kemudian mencium mesra
bibir Dirga yang berusaha membalasnya, namun
Mayra segera melepaskan ciumannya kemudian
beranjak turun dari tempat tidur.
"Aku ke bawah dulu ya Mas.."
"Hei tunggu..! Ayo kita turun, aku yang akan
membuatkan nya untukmu.."
Dirga ikut turun dari tempat tidur, memakai
jubahnya kemudian menggandeng Mayra
keluar dari dalam kamar.
Pak Agus yang sedang berkeliling mengecek
keadaan rumah, menghampiri mereka berdua
ketika melihat keduanya turun ke dapur.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan muda.?"
"Aku akan membuatkan jus alpukat untuknya.
Tolong siapkan bahan-bahannya.!"
"Biar saya yang buatkan Tuan.."
saya "
Mayra berucap seraya duduk manis di pantry
memperhatikan Dirga yang mulai terlihat sibuk.
Pak Agus tersenyum mengerti.
"Baiklah Nyonya..saya hanya akan membantu
Tuan menyiapkan bahan-bahan nya."
Setelah berbicara Pak Agus langsung berjalan
kearah lemari pendingin mengambil semua
bahan yang di perlukan.
Mayra duduk santai menopang dagu
menggunakan kedua tangannya saat melihat bagaimana terampilnya Dirga membuatkan
jus yang diinginkannya. Tidak Lama dia sudah
terlihat menuangkan jus tersebut ke dalam gelas.
"Silahkan Nyonya Dirga..Jus yang anda inginkan
sudah siap."
"Terimakasih ya sayang.."
Dengan perasaan senang Mayra langsung meraih gelas yang berisi jus tersebut dan mulai meminumnya.
Tapi kok enak banget ya jus alpukat ini..??
Mayra terus meminum jus itu dan terlihat sangat
menikmatinya. Hingga akhirnya tandas.
Dirga terdiam memperhatikan Mayra dengan
wajah berbinar bahagia melihat Mayra
menghabiskan jus buatannya dalam waktu singkat.
"Apa jus nya sangat enak, sampai kau
menghabiskannya secepat ini.?"
"Hemm..enak banget Mas.."
Seperti anak kecil yang kesenangan karena
keinginannya terpenuhi, Mayra mengangguk
dengan yakin dan tersenyum lebar. Dirga
tersenyum bahagia.
"Kalau begitu kau harus memberiku hadiah."
"Hadiah apa.?"
Mengerutkan dahinya tak mengerti. Dirga
tersenyum mengancam kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Mayra yang langsung mundur.
"Hadiah spesial.."
"Jangan macam-macam Mas..Aku lelah.!"
"Hanya satu macam saja.!"
Usai berbicara dia langsung mengangkat tubuh
Mayra dibawanya berjalan menuju lantai atas.
***** *****
Siang ini Mayra di jemput oleh Manda untuk
melihat semua persiapan acara resepsi
pernikahan dirinya yang akan di adakan di
hotel milik keluarga Moolay. Yakni di ballroom
yang sudah biasa di gunakan untuk berbagai
acara besar.
Persiapan sudah mencapai 90 % hanya tinggal
merampungkan beberapa bagian dekorasi saja.
__ADS_1
"Bagaimana..apa ada yang kurang.? yang menurut
kakak ipar kurang pas.?"
Manda bertanya seraya melipat tangannya di dada
melirik Mayra yang terlihat sedang terpesona oleh
keindahan dekorasi dan kemegahan keseluruhan
tempat resepsi ini. Mayra menggeleng masih
dengan rasa tak percaya nya.
"Ini sudah sangat indah Manda..bahkan
menurutku terlalu megah."
"Suamimu yang bawel itu tidak akan mengampuni
ku kalau sampai mengecewakan.!"
Mayra tersenyum membenarkan ucapan Manda.
Mereka berdua kembali berkeliling melihat keseluruhan persiapan. Setelah merasa cukup
berkeliling akhirnya Mayra kembali ke rumah
karena dia tidak ingin terlalu cape untuk menjaga
stamina dan kondisi tubuhnya agar pada saat
acara besok malam dirinya bisa fresh.
.... .....
Hari ini adalah hari yang cukup penting bagi Dirga
maupun Mayra. Mereka berdua akan bersanding
di pelaminan walaupun pernikahannya sudah
berlangsung beberapa bulan yang lalu. Namun
hal itu tidak mengurangi antusiasme semua pihak yang terlibat dalam acara penting ini.
Sejak semalam Mayra sudah berada di hotel
untuk melakukan berbagai persiapan. Dari
mulai perawatan tubuh secara keseluruhan
sampai dengan sedikit olahraga kecil agar
stamina nya tetap terjaga.
Dirga sudah marah-marah saja sejak malam
karena dia tidak di perbolehkan untuk melihat
apalagi bertemu dengan Mayra. Alasannya
adalah Mayra harus melakukan proses pingitan.
Pingitan apaan, memangnya mereka akan
melakukan akad nikah.? Pikir Dirga.
Namun ibu dan adiknya itu sungguh menyebalkan,
mereka menjaga Mayra dengan sangat ketat.
"Apa kakak tidak bisa bersabar sebentar saja?!
Hanya semalam ini kok.!"
Manda mengejek kakaknya yang terlihat begitu
kesal dengan kelakuan adik semata wayangnya
itu. Dirga menatap marah Manda namun akhirnya
dia mengalah, pergi menuju ke kamarnya yang ada
di lantai bawah karena saat ini Mayra menempati
kamar pribadinya di lantai teratas.
Sejak siang rombongan MUA telah tiba di kamar
Mayra yang di pimpin oleh seorang pria kemayu.
"Hai Nyonya Moolay..kenalkan namaku Angela..
Senang banget deh dapat kesempatan untuk
memoles bidadari sepertimu..Jadi aku tidak
perlu terlalu repot nantinya..hahaa.."
Cerocos Sang MUA yang memperkenalkan diri
sebagai Angela, entah siapa nama aslinya.
"Hai..senang berjumpa dengan mu.."
Mayra tersenyum manis menyambut semua
rombongan MUA itu yang tentunya akan
mengutak atik dirinya hingga menjadi sosok
lain nantinya.
"Sudah..? kau harus mulai sekarang..! Waktu
semakin beranjak sore nih.!"
"Siap Miss Manda yang cantik.."
Sambut Angela seraya menjawil dagu Manda
yang di balas dengan tatapan horor dari gadis itu.
"Hahaa..sorry..habis gemess dh.."
Angela hanya nyengir kuda saja sambil kemudian
mulai ritual nya menyapukan berbagai kuas
ajaibnya ke wajah Mayra.
Akhirnya proses make over selesai. Manda
bersama dengan beberapa asisten Angela
membantu Mayra mengenakan gaun pengantinnya.
Kemudian seorang MUA yang biasa menangani
bagian hijab dan segala pernak perniknya
memasang dan merangkai indah hiasan
kerudungnya yang di padukan dengan sebuah
mahkota cantik nan elegan.
Yaps..semua selesai dan perpect..!!
Mayra membalikan tubuhnya agar Manda bisa
menilai penampilannya kini. Seketika semua
mata tampak terkesima dengan penampakan
Mayra sekarang setelah di make over habis oleh
Angela yang memiliki predikat MUA terbaik saat ini.
"Woww.. amazing..! Kau benar-benar seorang
bidadari kakak ipar..!"
Manda menatap takjub kakak iparnya itu.
Dia begitu cantik, begitu anggun dan mempesona.
Sangat bercahaya dan menyilaukan mata. Mayra
hanya tersipu saja mendapat pujian dari Manda.
Saat ini Mayra tampak begitu menakjubkan, kecantikannya benar-benar keluar seluruhnya.
Di lengkapi dengan balutan gaun pengantin
dengan desain futuristik warna silver gradasi
biru laut tampak begitu elegan dan mewah.
Orang-orang yang ada di tempat itu seakan tak
mampu berkedip melihat kecantikan Mayra yang
sangat memukau tersebut.
Acara resepsi megah malam ini pun di mulai
dengan pembukaan dari MC terbaik yang sengaja
di undang untuk memimpin acara malam ini.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....
__ADS_1