Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
107. Persiapan Resepsi


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Selesai sholat isya berjamaah Dirga duduk


bersandar di atas tempat tidur dengan


mengganjal punggungnya memakai bantal.


Dia sedang sibuk berbicara di telpon dengan Lee.


Tadi siang sepulang dari restoran, Mayra


merengek minta diantarkan ke rumah ayahnya.


Cukup lama mereka berada di sana melepas


rasa rindu Mayra terhadap Ayahnya tersebut.


Hingga akhirnya setelah sholat ashar mereka


kembali ke rumah besarnya.


Mayra muncul dari kamar mandi sudah siap


dengan piyama tidurnya dan rambutnya di


biarkan tergerai. Dirga melambaikan tangannya


memberi isyarat agar Mayra masuk kedalam


rengkuhannya. Mayra naik ke atas tempat tidur


kemudian masuk kedalam dekapan hangat


Dirga yang langsung membelai lembut rambutnya.


Mayra menyandarkan wajahnya di dada bidang


Dirga, mencari posisi ternyaman. Jari-jari nya


bermain di atas dada kokoh itu menuliskan


beberapa kata membuat Dirga tidak tahan


dengan sentuhan seringan laba-laba yang di


lancarkan oleh istrinya itu.


Puas bermain jari di dada Dirga, Mayra menatap


lekat wajah Dirga yang masih betah dengan pembicaraan nya. Dia terlihat begitu menikmati


setiap detail wajah tampan suaminya itu.


Tangannya bergerak perlahan mengelus rahang


kokoh Dirga dan membelai mesra wajahnya.


Darah Dirga mulai mendidih mendapat sentuhan


menggoda Mayra, dia segera menutup telponnya.


"Apa kau sedang berusaha menggodaku


sayang..?!"


Mencoba menindih tubuh Mayra, kemudian


mengurungnya dan menguasainya. Namun


Mayra berontak dengan mendorong dada Dirga.


"Siapa yang menggoda mu sih Mas..!"


"Itu tadi apa maksudnya..?"


"Kamu terlalu asik berbicara hingga melupakan


aku disini."


Keduanya terdiam saling pandang lekat.


Tatapan mata Mayra yang sendu sontak


membuat hati Dirga bergejolak, hasratnya


langsung saja naik.


"Apa aku sangat tampan hingga kau menatapku


tiada henti seperti itu hemm ?"


Sambil membelai mesra wajah Mayra, tatapan


mereka semakin dalam saling mengunci.


"Apa aku tidak boleh mengagumi suamiku


sendiri.? Kau memang laki-laki paling tampan


di mataku.!"


"Apa laki-laki lain yang mencintaimu dengan gila


tidak cukup tampan bagimu..?!"


"Siapa maksudmu.?"


Mayra menautkan alisnya. Wajah Dirga terlihat


sedikit mengeras, tatapannya berubah dingin.


"Apa Aaron kurang tampan di matamu..?"


Deg !


Wajah Mayra tampak berubah kecut, dia terdiam beberapa saat, bayangan wajah Aaron langsung berkelebat dalam pikirannya. Namun cepat-cepat


di tepis oleh Mayra.


"Kenapa Mas membawa-bawa orang lain saat


kita sedang berdua begini.? "


Dengan perasaan dongkol Mayra melepaskan


pelukan Dirga. Hatinya jadi resah tidak jelas.


Dirga terlihat makin menatap kuat wajah Mayra


yang kini berpaling dengan raut muka kesalnya.


Dia kembali menarik tubuh Mayra untuk masuk


kedalam pelukannya.


"Jadi menurutmu Aaron cukup tampan..?"


"Mas..kalian tidak bisa di bandingkan satu sama


lain.! Kalian berdua berbeda..!"


Jelas Mayra sambil kemudian bangkit mendorong dada Dirga dan berusaha turun dari tempat tidur.


Namun Dirga masih menahan tubuhnya.


"Hei..mau kemana.? Kau harus menjawab


dulu pertanyaanku.!"


"Pertanyaan mu tidak bermutu.! Aku haus Mas..


aku mau jus alpukat."


"Kau hanya mencari alasan saja untuk


menghindariku..!"


"Apaan sih Mas, kamu ini benar-benar gak


jelas..!"


"Selama disana, apa Alea pernah bercerita tentang


siapa Aaron padamu.?"


Mayra terdiam, dia menatap Dirga dengan sorot


mata yang menggambarkan bahwa ucapan dan


pertanyaan Dirga itu sangatlah tidak penting


baginya.


"Aku tidak tertarik mengetahui kehidupan orang


lain Mas.!"


"Dia orang yang cukup penting bagimu..! dan


tentunya untukku juga."


Keduanya terdiam sesaat, tatapan Mayra berubah


lembut dan tenang. Dia menghela napasnya pelan.


"Aku tahu dia cukup penting bagiku.! Dia sudah


sering menyelamatkan hidupku. Tapi.. bagiku


kau adalah yang terpenting Mas..!"


"Aku kira kamu akan senang karena di cintai


seorang bangsawan terhormat seperti dia..!"

__ADS_1


Dirga berucap dengan wajah datar.


Mayra tertegun mendengar ucapan Dirga.


Maksudnya apaan bahwa Aaron seorang


bangsawan ? Bukankah itu sesuatu hal yang


biasa saja.! Apa ini sebuah lelucon?


Mayra benar-benar tidak mengerti.


"Maksudmu apa Mas.? Memangnya kenapa


kalau dia seorang bangsawan.?


Tidak tahan akhirnya Mayra bertanya juga.


Dirga menatap Mayra dengan wajah datar.


"Aaron adalah seorang putra mahkota dari


kerajaan xxx..Tapi dia tidak bisa hidup dalam


sebuah aturan baku dan mengikat. Selama ini


dia jarang tinggal di lingkungan keluarganya.


Dia lebih suka hidup dengan aturannya sendiri.!"


Panjang lebar Dirga menjelaskan tentang siapa


Aaron sebenarnya. Mayra hanya bisa terpaku dan


terdiam masih tidak percaya dengan semua yang


di dengarnya. Namun akhirnya dia tersadar dan


kembali berusaha menguasai dirinya.


"Semua itu tidak terlalu penting bagiku Mas.


Apalah arti sebuah harkat dan kedudukan.


Karena di mata Tuhan..semua itu tidak ada


artinya, tidak ada bedanya.."


"Aku hanya ingin kau tahu jati diri orang yang


sudah menyelamatkan nyawa mu..!"


"Iya Mas..sekarang aku sudah tahu kan.?"


Ujar Mayra sambil kemudian meraup wajah Dirga


dan membelai mesra wajahnya. Keduanya


kembali berpandangan kuat.


"Jangan bicarakan orang lain saat kita sedang


berdua seperti ini Mas..apalagi di tempat tidur,


itu tidak baik.."


Mayra berucap sambil kemudian mencium mesra


bibir Dirga yang berusaha membalasnya, namun


Mayra segera melepaskan ciumannya kemudian


beranjak turun dari tempat tidur.


"Aku ke bawah dulu ya Mas.."


"Hei tunggu..! Ayo kita turun, aku yang akan


membuatkan nya untukmu.."


Dirga ikut turun dari tempat tidur, memakai


jubahnya kemudian menggandeng Mayra


keluar dari dalam kamar.


Pak Agus yang sedang berkeliling mengecek


keadaan rumah, menghampiri mereka berdua


ketika melihat keduanya turun ke dapur.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan muda.?"


"Aku akan membuatkan jus alpukat untuknya.


Tolong siapkan bahan-bahannya.!"


"Biar saya yang buatkan Tuan.."


saya "


Mayra berucap seraya duduk manis di pantry


memperhatikan Dirga yang mulai terlihat sibuk.


Pak Agus tersenyum mengerti.


"Baiklah Nyonya..saya hanya akan membantu


Tuan menyiapkan bahan-bahan nya."


Setelah berbicara Pak Agus langsung berjalan


kearah lemari pendingin mengambil semua


bahan yang di perlukan.


Mayra duduk santai menopang dagu


menggunakan kedua tangannya saat melihat bagaimana terampilnya Dirga membuatkan


jus yang diinginkannya. Tidak Lama dia sudah


terlihat menuangkan jus tersebut ke dalam gelas.


"Silahkan Nyonya Dirga..Jus yang anda inginkan


sudah siap."


"Terimakasih ya sayang.."


Dengan perasaan senang Mayra langsung meraih gelas yang berisi jus tersebut dan mulai meminumnya.


Tapi kok enak banget ya jus alpukat ini..??


Mayra terus meminum jus itu dan terlihat sangat


menikmatinya. Hingga akhirnya tandas.


Dirga terdiam memperhatikan Mayra dengan


wajah berbinar bahagia melihat Mayra


menghabiskan jus buatannya dalam waktu singkat.


"Apa jus nya sangat enak, sampai kau


menghabiskannya secepat ini.?"


"Hemm..enak banget Mas.."


Seperti anak kecil yang kesenangan karena


keinginannya terpenuhi, Mayra mengangguk


dengan yakin dan tersenyum lebar. Dirga


tersenyum bahagia.


"Kalau begitu kau harus memberiku hadiah."


"Hadiah apa.?"


Mengerutkan dahinya tak mengerti. Dirga


tersenyum mengancam kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Mayra yang langsung mundur.


"Hadiah spesial.."


"Jangan macam-macam Mas..Aku lelah.!"


"Hanya satu macam saja.!"


Usai berbicara dia langsung mengangkat tubuh


Mayra dibawanya berjalan menuju lantai atas.


***** *****


Siang ini Mayra di jemput oleh Manda untuk


melihat semua persiapan acara resepsi


pernikahan dirinya yang akan di adakan di


hotel milik keluarga Moolay. Yakni di ballroom


yang sudah biasa di gunakan untuk berbagai


acara besar.


Persiapan sudah mencapai 90 % hanya tinggal


merampungkan beberapa bagian dekorasi saja.

__ADS_1


"Bagaimana..apa ada yang kurang.? yang menurut


kakak ipar kurang pas.?"


Manda bertanya seraya melipat tangannya di dada


melirik Mayra yang terlihat sedang terpesona oleh


keindahan dekorasi dan kemegahan keseluruhan


tempat resepsi ini. Mayra menggeleng masih


dengan rasa tak percaya nya.


"Ini sudah sangat indah Manda..bahkan


menurutku terlalu megah."


"Suamimu yang bawel itu tidak akan mengampuni


ku kalau sampai mengecewakan.!"


Mayra tersenyum membenarkan ucapan Manda.


Mereka berdua kembali berkeliling melihat keseluruhan persiapan. Setelah merasa cukup


berkeliling akhirnya Mayra kembali ke rumah


karena dia tidak ingin terlalu cape untuk menjaga


stamina dan kondisi tubuhnya agar pada saat


acara besok malam dirinya bisa fresh.


.... .....


Hari ini adalah hari yang cukup penting bagi Dirga


maupun Mayra. Mereka berdua akan bersanding


di pelaminan walaupun pernikahannya sudah


berlangsung beberapa bulan yang lalu. Namun


hal itu tidak mengurangi antusiasme semua pihak yang terlibat dalam acara penting ini.


Sejak semalam Mayra sudah berada di hotel


untuk melakukan berbagai persiapan. Dari


mulai perawatan tubuh secara keseluruhan


sampai dengan sedikit olahraga kecil agar


stamina nya tetap terjaga.


Dirga sudah marah-marah saja sejak malam


karena dia tidak di perbolehkan untuk melihat


apalagi bertemu dengan Mayra. Alasannya


adalah Mayra harus melakukan proses pingitan.


Pingitan apaan, memangnya mereka akan


melakukan akad nikah.? Pikir Dirga.


Namun ibu dan adiknya itu sungguh menyebalkan,


mereka menjaga Mayra dengan sangat ketat.


"Apa kakak tidak bisa bersabar sebentar saja?!


Hanya semalam ini kok.!"


Manda mengejek kakaknya yang terlihat begitu


kesal dengan kelakuan adik semata wayangnya


itu. Dirga menatap marah Manda namun akhirnya


dia mengalah, pergi menuju ke kamarnya yang ada


di lantai bawah karena saat ini Mayra menempati


kamar pribadinya di lantai teratas.


Sejak siang rombongan MUA telah tiba di kamar


Mayra yang di pimpin oleh seorang pria kemayu.


"Hai Nyonya Moolay..kenalkan namaku Angela..


Senang banget deh dapat kesempatan untuk


memoles bidadari sepertimu..Jadi aku tidak


perlu terlalu repot nantinya..hahaa.."


Cerocos Sang MUA yang memperkenalkan diri


sebagai Angela, entah siapa nama aslinya.


"Hai..senang berjumpa dengan mu.."


Mayra tersenyum manis menyambut semua


rombongan MUA itu yang tentunya akan


mengutak atik dirinya hingga menjadi sosok


lain nantinya.


"Sudah..? kau harus mulai sekarang..! Waktu


semakin beranjak sore nih.!"


"Siap Miss Manda yang cantik.."


Sambut Angela seraya menjawil dagu Manda


yang di balas dengan tatapan horor dari gadis itu.


"Hahaa..sorry..habis gemess dh.."


Angela hanya nyengir kuda saja sambil kemudian


mulai ritual nya menyapukan berbagai kuas


ajaibnya ke wajah Mayra.


Akhirnya proses make over selesai. Manda


bersama dengan beberapa asisten Angela


membantu Mayra mengenakan gaun pengantinnya.


Kemudian seorang MUA yang biasa menangani


bagian hijab dan segala pernak perniknya


memasang dan merangkai indah hiasan


kerudungnya yang di padukan dengan sebuah


mahkota cantik nan elegan.


Yaps..semua selesai dan perpect..!!


Mayra membalikan tubuhnya agar Manda bisa


menilai penampilannya kini. Seketika semua


mata tampak terkesima dengan penampakan


Mayra sekarang setelah di make over habis oleh


Angela yang memiliki predikat MUA terbaik saat ini.


"Woww.. amazing..! Kau benar-benar seorang


bidadari kakak ipar..!"


Manda menatap takjub kakak iparnya itu.


Dia begitu cantik, begitu anggun dan mempesona.


Sangat bercahaya dan menyilaukan mata. Mayra


hanya tersipu saja mendapat pujian dari Manda.


Saat ini Mayra tampak begitu menakjubkan, kecantikannya benar-benar keluar seluruhnya.


Di lengkapi dengan balutan gaun pengantin


dengan desain futuristik warna silver gradasi


biru laut tampak begitu elegan dan mewah.


Orang-orang yang ada di tempat itu seakan tak


mampu berkedip melihat kecantikan Mayra yang


sangat memukau tersebut.


Acara resepsi megah malam ini pun di mulai


dengan pembukaan dari MC terbaik yang sengaja


di undang untuk memimpin acara malam ini.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2