
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Cuaca hari ini di pusat kota xxx..cukup cerah.
Kota ini adalah salah satu kota teraman dan
paling bersih di dunia serta terkenal dengan
warganya yang menerapkan di siplin tinggi di
setiap kegiatan sehari-hari nya. Tidak ada
kepadatan kendaraan, apalagi polusi udara
yang menyesakan pernapasan.
Suasana di sebuah Penthouse besar super
mewah di tengah kota hari ini terlihat sibuk
dengan kegiatan beberapa pelayan serta
orang-orang dari staf medis. Penthouse ini
terletak di lantai teratas salah satu apartemen termahal di dunia.Tempat ini di lengkapi berbagai fasilitas penunjang yang sangat mewah dan
canggih. Ada kolam renang, perpustakaan,
pusat kebugaran serta home teather tersendiri.
Di dalam kamar utama Penthouse ini yang di
lengkapi berbagai fasilitas super mewah, terlihat seorang Dokter dan dua orang perawat sedang melakukan pemeriksaan detail terhadap pasien
yang terbaring lemah di atas ranjang khusus yang
sengaja di siapkan untuk merawatnya.
Masih ada beberapa alat medis yang masih
menempel di tubuhnya, tapi tidak selengkap sebelumnya, karena hari ini kondisi kesehatannya semakin menunjukan kemajuan yang pesat.
Ya..di sini lah sekarang Mayra berada. Di dalam Penthouse yang super mewah ini. Ini adalah hari kedua dia terbaring di tempat ini. Kamar besar
yang di sulap menjadi ruang rawat pasien
dengan fasilitas VVIV.
Aaron sengaja membawanya ke tempat ini,
karena berbagai hal dan pertimbangan.
Kota ini sangat bersih dan aman sehingga sangat cocok untuk Mayra yang saat ini memerlukan kenyamanan dan kedamaian namun tetap hangat
dan dekat dengan kehidupan sosial .
Seorang perawat yang dari tadi setia menemani
dan menjaga Mayra terlihat terkejut saat melihat Mayra mulai menggerakkan jari-jari tangan nya
dan perlahan membuka matanya. Dia segera melakukan panggilan interkom pada Dokter
yang berada di ruangan bawah.
Tidak lama muncul seorang wanita bertubuh
tinggi, berambut pirang coklat memiliki wajah
yang sangat cantik dan menarik. Dia langsung mengecek kondisi Mayra yang saat ini terlihat
masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Mayra hanya bisa terdiam memperhatikan dan membiarkan wanita tadi mengecek keadaannya.
Jahitan di dada Mayra terlihat sudah mengering
dan hanya meninggalkan bekas samar sedikit.
Wanita tadi terlihat tersenyum senang, kemudian
duduk di samping Mayra dan menatapnya lekat.
"Mayra.. bagaimana perasaan mu sekarang.?
Apa ada yang kau rasakan.?"
Tanya wanita itu yang kelihatannya seorang
Dokter. Mayra melihatnya kemudian menatap
wanita itu mengernyitkan alisnya dan berusaha
untuk bergerak dari posisi berbaring nya.
"Jangan banyak bergerak dulu, kamu masih lemah.
Kau masih harus banyak istirahat."
Ucap Dokter cantik tadi sambil kembali mencoba merebahkan Mayra. Mayra memutar pandangan
ke segala arah. Kamar ini terlihat sangat luas
dengan jendela kaca yang tinggi dan lebar hampir
mengelilingi seluruh ruangan.
Ada sofa besar dengan warna yang sangat elegan
berada di dekat jendela dan berbagai perlengkapan
serta fasilitas mewah lainnya. Dan ada sebuah
tempat tidur dengan ukuran besar berada di sisi lain dari ruangan kamar ini.
"Dimana saya..? kalian siapa.?"
Akhirnya Mayra berucap sambil terus memperhatikan keadaan sekitar ruangan.
"Kamu ada di kota xx..kenalkan namaku Alea.."
Ucap Dokter tadi yang mengenalkan namanya
sebagai Alea. Mayra menatap Alea dengan masih
terlihat bingung. Alea tersenyum mengerti
dengan kebingungan Mayra.
"Kau akan tahu nanti, sekarang lebih baik
istirahat kembali ya, aku akan menyiapkan
makanan khusus untuk kamu.."
Kembali ucap Alea mengelus lembut tangan
Mayra. Dia memberi isyarat pada perawat tadi
supaya mengawasi Mayra sementara dia berlalu keluar dari ruangan kamar itu.
..... .....
Saat ini Mayra sudah merasa lebih baik. Dia
juga sudah mengingat semuanya, segala
kejadian yang menimpanya. Tapi saat ini dia
bingung karena tidak tahu berada dimana, dan dimanakah Dirga.? Kenapa dia tidak melihatnya ?
Sebenarnya apa yang terjadi ? Sungguh semua
pertanyaan ini membuat Mayra bingung.
Dia butuh penjelasan, dia butuh seseorang yang
bisa menjawab semua pertanyaan2 ini.
Alea masuk kedalam ruangan dengan membawa
nampan sendiri berisi bubur serta beberapa
__ADS_1
makanan pelengkap lainnya yang tentunya sehat
dan bernutrisi tinggi.
"Kau..harus makan sekarang. Tubuhmu butuh
asupan makanan dan nutrisi yang cukup agar
cepat pulih.."
Ucap Alea sambil kemudian mengambil mangkuk bubur dan mulai mengambil sesendok setelah
itu mendekatkan ke mulut Mayra.
"Ayo..makan bubur ini, aku membuatnya
khusus untuk kamu.."
"Biar aku sendiri saja.."
"Kau masih lemas, biarkan aku yang menyuapi
kamu."
Sergah Alea dengan senyum manisnya. Mayra menatap Alea dalam diam. Dia masih saja terlihat
bingung. Alea menggeleng sambil terus tersenyum.
"Semua pertanyaan mu akan terjawab nanti.
Sekarang makan lah dulu..supaya kondisi
kesehatan mu cepat membaik..ayoo.!"
Ucap Alea. Mayra akhirnya mengangguk dan
mulai menerima suapan Alea.
Alea terlihat senang saat bubur yang dibuatnya
sendiri di lahap sampai habis oleh Mayra. Setelah bubur habis, Mayra menutup makannya dengan mencicipi kue dan buah-buahan yang semuanya
terasa begitu lezat. Entah karena perutnya yang
kosong atau karena makanannya memang benar-benar lezat.
Yang jelas itu karena obat yang telah di konsumsi
nya hingga napsu makan Mayra meningkat.
"Apa aku sudah bisa membuka semua alat-alat ini.?
rasanya ini tidak nyaman..?"
Tanya Mayra sambil melihat beberapa alat yang
masih menempel di tubuhnya. Alea mendekat
dan kemudian duduk di kursi di samping Mayra.
"Aku akan memeriksa kembali kondisimu. Kau
masih memerlukan perawatan lanjutan untuk memulihkan kondisimu.!"
Jawab Alea. Mayra terdiam dan mengangguk.
"Terimakasih ya Dokter Alea.."
"Panggil saja aku Alea, jangan sungkan.."
Sergah Alea. Mayra tersenyum mengangguk.
Saat mereka sedang asik berbincang, di pintu
muncul Aaron dengan setelan jas yang sangat
resmi seperti habis dari tempat kerja atau dari
acara penting.
Mayra terkejut dan bengong seketika saat
Dia seakan tidak percaya dengan penglihatan nya.
Kenapa bisa ada Aaron di tempat ini.?
"A-Aaron..?? Kau ada di sini.? Dimana Mas Dirga.?
apa dia tidak datang bersama mu.?"
Tanya Mayra saat Aaron sudah berdiri di pinggir ranjang , dia tampak melihat kearah pintu berharap Dirga akan muncul di sana. Aaron menatap Mayra dengan tatapan yang seperti biasanya, datar dan dingin.
"Bagaimana kondisi nya.?"
Aaron malah bertanya pada Alea, kembali
menatap Mayra tanpa ekspresi.
"Sejauh ini perkembangan nya cukup baik. Dia
hanya perlu banyak istirahat dan minum obat
secara teratur.."
Jawab Alea. Kemudian berdiri mendekati Aaron.
"Bicaralah..dia perlu penjelasan kakak.!"
Ucapnya kemudian sambil tersenyum dan
berlalu pergi keluar dari kamar.
Mayra menatap Aaron yang masih berdiri di
tempat yang sama, santai dan tanpa ekspresi.
"Tolong jelaskan padaku semuanya..! Dimana
suamiku.? Aku ingin bertemu dengannya.!"
Ucap Mayra dengan menatap Aaron penuh
harapan. Aaron duduk di kursi yang ada di
samping Mayra. Keduanya kini saling pandang
lekat.
"Dia tidak ada di sini..!"
Ucap Aaron acuh. Mayra terkejut, wajahnya
terlihat murung tapi juga masih tidak percaya
sepenuhnya pada ucapan Aaron.
"Apa maksudmu dia tidak di sini.? lalu
kenapa aku ada di sini, apa yang terjadi
sebenarnya.?"
"Kau ada di kota xxx..Aku membawamu kesini.
Kau akan tinggal beberapa waktu disini sampai
kesehatan mu pulih.!"
Ucap Aaron yang baru kali ini berbicara panjang
lebar di depan Mayra.
"Apa maksudmu membawaku kesini.? kau membawaku tanpa suamiku.? jadi mas Dirga
tidak ikut denganku kesini.?"
Tanya Mayra mulai bereaksi, wajahnya terlihat
mulai memerah, air mata tiba-tiba saja mulai terkumpul di pelupuk matanya.
Aaron memalingkan mukanya saat melihat mata Mayra mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Untuk saat ini, kau akan lebih aman tinggal
disini..!"
"Siapa kau, kenapa seenaknya saja membawaku
pergi tanpa seizinku ? kau menculikku..!!"
"Dirga tahu semuanya..!"
"Apa.??! tidak mungkin..! tidak mungkin Mas
Dirga membiarkan aku pergi dengan orang lain.
Aku adalah istrinya..! dia tidak akan membiarkan
aku dibawa pergi oleh laki-laki yang bukan
muhrimku..!!"
Seru Mayra mulai histeris. Dia bergerak ingin
turun dari tempat tidur dengan menarik selang
infus yang terpasang di tangannya. Aaron kaget melihat apa yang di lakukan Mayra dengan cepat
dia menahan tangan Mayra yang terus berusaha menarik paksa selangnya.
"Hei..Mayra hentikan.! Apa yang kau lakukan.!"
"Aku ingin pulang, aku ingin bertemu suamiku.!
lepass..aku harus pulang..!"
Teriak Mayra sambil terus berontak saat Aaron
terpaksa mendekap tubuhnya. Namun sesaat kemudian gerakan Mayra melemah dan tidak
lama dia terkulai lemas dalam dekapan Aaron.
Mayra kembali tidak sadarkan diri.
"Aleaaa...!"
Aaron berteriak kencang sehingga menggegerkan seisi Penthouse megah itu.
..... .....
Aaron duduk di pinggir ranjang menatap lekat
wajah Mayra yang masih terlihat pucat. Namun
pesona kecantikan nya tidak pernah pudar
sedikitpun. Kecantikan yang sudah mampu mencairkan hati Aaron yang beku. Saat ini hati
Aaron begitu bahagia, bisa melihat dengan dekat wanita yang sudah menggangu hatinya ini.
Tapi dia sadar sepenuhnya bahwa wanita ini
bukanlah wanita biasa, dia adalah wanita dengan segala kehormatan dan harga dirinya yang tinggi.
Dia juga wanita yang menjunjung tinggi nilai
agama dan keyakinan yang di anutnya.
Dan Aaron sangat menghormati hal itu.
Dan satu hal yang terpenting adalah.. kenyataan
bahwa wanita ini telah menjadi milik orang lain, berstatus istri orang lain, yang tidak mungkin
dapat di raihnya. Saat ini dia hanya ingin
memastikan keselamatan dan keamanan serta memberikan yang terbaik untuk wanita ini.
"Tidak perlu khawatir..dia hanya shock saja.
Dia butuh waktu sedikit lagi untuk kembali
pada keadaan semula..!"
Ucap Alea seraya menepuk bahu Aaron yang
masih terduduk diam menatap Mayra.
"Kau harus memastikan dia pulih secepatnya.
Aku tidak akan bisa menemui nya sesuka ku..!"
"Aku mengerti.. serahkan saja semuanya padaku.!
Kakak tenang saja..!"
"Aku hanya ingin memberikan yang terbaik
untuknya..!"
"Kau banyak berkorban untuk semua ini kak..!
Sayang sekali dia sudah menjadi milik temanmu.!"
"Aku tidak menyesal.! Tidak ada yang salah
dengan semua ini.! Aku hanya kurang beruntung.!"
Ucap Aaron dengan suara yang berat.Tatapannya
semakin lekat ke wajah Mayra. Alea menarik
napas dan kembali menepuk bahu Aaron.
"Pengorbanan mu akan terbalas suatu saat nanti
kak, aku yakin.."
"Cintaku tak bersyarat untuknya.."
Lirih Aaron sambil kemudian meraih jemari Mayra,
di genggamnya kuat, kemudian mengecupnya perlahan dengan desakan perasaan yang saat ini sangat kompleks. Aaron menghela napas berat, menghilangkan segala ganjalan yang ada dalam hatinya saat ini. Rasa sakit dan perih karena tidak
bisa memiliki wanita yang di cintainya ini.
"Kabari aku tentang perkembangan nya..!"
Ucapnya kemudian sambil berdiri, menatap
Mayra sebentar, setelah itu berjalan keluar di
ikuti oleh Alea .
"Apa kakak tidak ingin membawanya ke mansion?
Bukankah kau ingin selalu bersamanya.?"
"Alea..dia adalah istri orang lain.! Dia wanita
terhormat.! aku membawanya kesini hanya ingin
mengamankan dia sebentar..!"
"Baiklah kak..aku mengerti.! aku akan selalu
menemaninya di sini..! kau tenang saja.!"
Ucap Alea sambil mengangkat bahu nya.
Aaron turun ke lantai bawah. Dia
memberikan beberapa instruksi pada para
pelayan yang ada di Penthouse itu untuk lebih
memperhatikan makanan serta segala keperluan
yang nanti di butuhkan oleh Mayra.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....
__ADS_1