
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Para pembawa acara kembali ke atas panggung utama setelah beberapa saat lalu acara di selingi dengan penampilan para penyanyi yang sedang sangat di minati saat ini.
Kemudian mereka kembali berbicara dengan sangat lihai dan tiada henti. Akhirnya mereka menyebutkan kategori penghargaan selanjutnya yaitu Talent Wanita Paling Ngetop. Dan tentu saja seperti biasa selalu Evelyin yang memenangkan kategori ini untuk beberapa tahun terakhir.
Gemuruh tepuk tangan menggema di barengi dengan teriakan penggemar mengelukan nama Evelyin.
Dengan wajah cerah dan senyum yang senantiasa terkembang, Eveliyn terlihat memeluk erat tubuh Dirga yang ada di samping nya, kemudian mengecup mesra bibirnya cukup lama. Orang-orang berteriak histeris menyaksikan pemandangan indah itu.
Sementara Dirga hanya terlihat datar saja dan sedikit risih dengan perlakuan Evelyin. Dia melihat dengan sudut matanya Mayra tampak menatap ke arah mereka dengan sorot mata tidak terbaca, dan sedetik kemudian dia tampak memalingkan mukanya mencoba mengalihkan pandangan.
Ada rasa tidak nyaman dalam hati Dirga dengan semua keaadan ini, tapi juga ada sedikit rasa puas dalam hatinya ketika melihat Mayra seperti terluka dan tidak suka melihat perlakuan Evelyin yang senantiasa menggelayuti nya dengan mesra dari tadi.
Evelyin berjalan dengan penuh percaya diri naik keatas panggung dan menerima piala dengan sukacita.
"Silahkan..mbak Evelyin memberikan sambutannya.!"
Ucap para host sambil membungkuk. Eveliyn tersenyum manis kemudian mendekat ke podium dan memberikan sedikit sambutan singkat nya.
"Terimakasih saya ucapkan pada para penggemar ku, atas dukungan kalian selama ini yang tiada henti. Terimakasih juga untuk semua tim manajemen, serta perusahaan Royal Entertainment atas semua kesempatan yang telah di berikan. Terakhir dan tentunya yang paling utama aku ingin mengucapkan terimakasih pada suamiku tercinta atas kesabarannya membiarkan aku melakukan apapun yang ku suka. Terimakasih honey..I love you so much..!"
Ucap Evelyin sambil tersenyum manis kearah Dirga.
Tepuk tangan kembali bergemuruh mengiringi langkah Evelyin yang berjalan kembali menghampiri para host.
"Terimakasih mbak Evelyin..tapi kami minta mbak jangan turun dulu, karena sekarang adalah kesempatan mbak untuk membacakan kategori terakhir yang selalu di tunggu di akhir acara perayaan tahunan ini..!"
Ucap salah satu host. Eveliyn hanya tersenyum mengangguk.
"Kami akan memanggil partner anda malam ini, pemenang aktor terbaik Royal Entertainment tahun ini, mas Rendra.. silahkan naik mas untuk membacakan kategori penghargaan terakhir...!"
Teriak host yang lain di sambut tepuk tangan meriah para tamu dan penonton.
Ke atas panggung naik seorang pria tinggi berwajah tampan dengan senyum memikatnya, dia adalah salah satu talent yang mendapatkan penghargaan.
Akhirnya keduanya berdiri di dekat podium dan membacakan kategori pamungkas yang selalu ada di akhir acara.
"Penghargaan kategori talent pendatang baru Royal Entertainment terpopuler adalah...!"
Mereka berdua membuka amplop kecil bersegel dan melihat nama pemenang di dalamnya.
Mata Evelyin tampak terbelalak tak percaya melihat nama yang tertera dalam amplop itu.
"Nona Almayra Rashyid...."
Terdengar suara teriakan Rendra seorang..Sebab Evelyin hanya terdiam masih terkejut. Mana sudi dia menyebutkan nama itu dari mulutnya sendiri.
"Mayra...Mayra... Mayra....!!"
Terdengar gema penonton mengelukan nama Mayra di sertai tepuk tangan meriah seluruh tamu undangan.
Teriakan, cuitan dan siulan terdengar riuh ramai memenuhi suasana gedung tersebut.
Mayra hanya bisa terdiam melongo tak percaya. Bagaimana bisa dia menerima penghargaan ini, dia bahkan belum genap setengah bulan menggeluti dunia hiburan ini. Tapi kenapa harus menerima penghargaan ini, apa ini tidak berlebihan..??
Mayra melirik pada Agam yang sedang tersenyum dan mengangguk meyakinkan. Kemudian sekilas dia melihat kearah Dirga yang juga sedang melihat kearahnya dengan sorot mata tak tersirat. Dirga hanya terlihat mengedip pelan memberi isyarat.
"Ayoo mbak..naik ke panggung..!"
__ADS_1
Teriak para host tidak sabar di susul teriakan para penonton yang juga menyuruhnya untuk segera naik keatas panggung.
Akhirnya dengan sedikit ragu Mayra berdiri, kemudian sedikit membungkuk kearah para tamu undangan disertai senyuman lembut, membuat banyak tamu undangan laki-laki yang bereaksi histeris melihat senyuman Mayra.
Setelah memantapkan hati, akhirnya Mayra melangkah dengan anggun menuju keatas panggung.
Para host terlihat girang dan berjingkrak menyambut kedatangan Mayra ke atas panggung.
"Akhirnya kita bisa bertemu langsung ya dengan seleb yang sudah menggemparkan dunia maya akhir-akhir ini..!"
"Ya benar..kalau bisa kita selfie bareng di panggung ya..!"
"Setuju.. setuju..!!"
Itulah celotehan para host caper tersebut dengan wajah yang terlihat sangat antusias.
Melihat hal itu wajah Evelyin tampak kelam, tangannya terkepal menahan rasa geram dan kesal.
Mayra sudah berdiri dengan senyum lembutnya terkembang pada orang-orang yang ada di atas panggung. Para host tampak menjerit histeris saat sudah berhadapan langsung dengan Mayra.
Mereka terus mengoceh tiada henti.
Kini Mayra sudah berdiri di hadapan Rendra dan Evelyin setelah sedikit membungkuk dan tersenyum pada mereka berdua.
Eveliyn hanya memasang wajah kecut dan menatap kesal pada Mayra, sementara Rendra saat ini hanya diam terpaku terpesona pada Mayra. Namun akhirnya dia segera tersadar kemudian memberikan piala pada Mayra dengan tersipu malu.
"Selamat ya nona Mayra..ternyata aslinya jauh lebih indah.."
Ucap Rendra dengan tersenyum manis.
"Terimakasih.."
Mayra memberi sambutan kecil untuk semua orang yang saat ini sedang terfokus pada dirinya. Sudah tidak ada lagi rasa gugup ataupun tegang yang Mayra rasakan saat ini. Dia seakan mendapat kekuatan saat bisa melihat dengan jelas sosok laki-laki yang sudah mengganggu hatinya akhir-akhir ini berada tepat di hadapannya, sedang menatapnya dengan intens.
"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah memberikan support nya selama ini, hingga saya masih bisa berdiri sampai saat ini. Terimakasih kepada seseorang...yang sudah memberikan saya kesempatan untuk berada di bidang ini, walau mungkin tidak akan selamanya..
Sekali lagi terimakasih banyak.."
Ucap Mayra dengan suara khas yang lembut namun intonasi yang jelas dan menenangkan. Dia menatap lembut kearah Dirga untuk beberapa saat. Setelah itu kembali membungkuk rendah kearah semua undangan dan juga para penonton.
Tepuk tangan meriah kembali terdengar setelah Mayra mengakhiri sambutan singkatnya.
Mayra berjalan kearah para host yang sudah menyambutnya dan mengajaknya ber selfie ria.
"Tunggu sebentar nona Mayra..sebagai pendatang baru terpopuler..kita tentunya ingin melihat sejauh mana anda punya bakat dalam dunia hiburan ini..!!"
Tiba-tiba ucap Evelyin menginterupsi kegiatan fhoto selfie para host.
"Setuju..!!"
Sambut Rendra sambil mengacungkan jempol.
Para host nampak saling pandang karena hal ini tidak ada dalam scrift yang sudah disusun oleh pihak panitia.
"Bagaimana penonton..apa kalian setuju kalau nona Mayra menghibur kita dengan sedikit keahliannya..mungkin berjalan di atas catwalk..atau semacam berakting..Rendra akan dengan dengan senang hati menjadi lawan mainnya, benar kan Ren..??"
Teriak Evelyin memprovokasi penonton.
"Setujuu...setujuu..."
__ADS_1
Teriak penonton bergemuruh. Rendra juga terlihat mengangguk sumringah.
Para host yang sudah di beri tanda setuju oleh pengatur acara di belakang layar tampak girang.
"Okee..kita setuju..! bagaimana nona Mayra..apakah anda bersedia untuk memberikan kami sedikit hiburan..??"
Ucap salah seorang host dengan semangat.
Mayra terlihat masih sedikit terkejut dengan semua permintaan mendadak ini.
"Ayo dong..buktikan pada kami kalau kamu memang berbakat, dan tidak hanya numpang tenar saja sama bos-bos besar..!"
Ucap Evelyin dengan penekanan di beberapa kata.
Mayra terlihat sedikit terganggu dengan ucapan Evelyin. Dia menatap Evelyin jengah.
Di bangku VVIP, Dirga terlihat sedikit tidak tenang. Dia tahu pasti Evelyin berniat mempermalukan Mayra di hadapan semua orang.
Tatapannya terlihat sedikit kesal pada Evelyin, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Baiklah..kalau kalian memaksa. Tapi saya tidak jago berjalan di catwalk.. ataupun pandai berakting. Saya akan mencoba menghibur kalian dengan hal lain.."
Akhirnya Mayra berucap dengan tenang.
"Woww...kerenn kerennn.. baiklah kita akan membantu menyiapkan segala keperluannya.."
Teriak para host sambil berjingkrak kesenangan.
..... .....
Lampu diatas panggung tiba-tiba padam, untuk beberapa saat suasana tampak menjadi temaram.
Para penonton terdengar riuh mencoba menebak apa yang akan di tampilkan oleh Mayra. Mereka terus kasak kusuk tidak sabar menanti kemunculan Mayra kembali.
Dirga yang sedari tadi sudah cemas terlihat semakin tidak tenang, dia tidak bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh istri keduanya itu.
Sementara Agam tampak tenang-tenang saja, duduk santai bertumpang kaki sambil melipat kedua tangannya di depan dada, terlihat sangat santai.
Evelyin kembali duduk di sebelah Dirga sambil kemudian mencium bibir Dirga dan melumatnya rakus mencuri kesempatan saat suasana lampu sedang temaram. Namun Dirga cepat melepaskan ciuman itu, dia tak berhasrat sama sekali, saat ini hatinya sedang tidak tenang.
Evelyin terlihat menatapnya penuh rasa kecewa dan kesal dengan perlakuan Dirga.
Dalam keadaan suasana riuh dan sedikit ribut karena penonton dan tamu undangan yang tidak sabar, lampu-lampu di atas panggung tiba-tiba menyala dengan lighting yang sangat cantik bernuansa romantis dan hangat.
Semua mata tampak terfokus pada sosok Mayra yang kini berada di tengah panggung. Duduk dengan anggun dan memukau di belakang sebuah piano besar yang sangat indah. Wajahnya yang cantik nan elok terlihat semakin bersinar dan bercahaya di bawah kilatan lampu panggung.
Semua orang tidak ada yang bersuara, seakan menahan napas menunggu detik berikutnya yang akan terjadi. Mata mereka terlihat terpukau pada satu sosok cantik di atas panggung.
Tidak lama berselang mulai terdengar alunan merdu dari piano yang mulai di mainkan dengan sangat apik oleh Mayra. Lagu River flown in you dari Yiruma terdengar mengalun syahdu dan merdu di atas panggung memenuhi setiap sudut ruangan dalam gedung megah tempat acara berlangsung tersebut.
Mayra memainkan setiap tuts pianonya dengan penuh perasaan dan penjiwaan. Dalam hatinya dia persembahkan khusus lagu ini untuk laki-laki yang berada cukup jauh di hadapannya, yang saat sini sedang terkesima dengan segala penampilannya.
Saat ini Mayra bagaikan bintang di langit yang tengah bersinar dengan terangnya hingga bisa menyilaukan setiap mata yang memandang.
Mata Dirga seolah tak bisa berkedip sedetik pun dari atas panggung. Di mana , disana..ada wanita yang selama ini tidak pernah di perhitungkan sama sekali olehnya, tengah memainkan musik yang begitu merdu dan indah, lagu yang begitu romantis dengan pembawaan yang anggun dan mempesona membuat dirinya tak bisa berpaling sesaat pun dari semua keindahan itu. Keindahan yang tak ternilai harganya di mata Dirga saat ini..
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....
__ADS_1