Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
53. Kembali Ke Kota


__ADS_3

 


**********


 


Saat ini Dirga sedang berada di kantornya. Segala emosi dan kegundahannya dia lampiaskan dengan bekerja tanpa henti. Auranya semakin dingin, tak ada sedikitpun kehangatan yang terpancar dari dirinya.


Sudah dua hari tidak ada kabar dari anak buahnya maupun Aaron tentang keberadaan Mayra. Dia terlihat sangat kacau, tidak perduli dengan keadaan fisiknya yang belum sembuh dari luka di bahunya itu.


Dokter Rayen dengan setia selalu mengunjungi dirinya di kantor untuk mengecek kondisinya. Namun Dirga seakan tidak perduli, dia tidak pernah meminum obat yang diberikan oleh Dokter Rayen.


Semua anak buah Dirga sudah mengecek setiap tempat yang di miliki oleh Agam, termasuk milik keluarga besar Alan Pramudya yakni ayah nya Agam yang juga merupakan paman kandung Dirga, adik dari ibunya. Namun semua nihil, tidak ada jejak sama sekali tentang mereka.


Lee sudah memberi informasi bahwa selama dua hari ini Agam juga tidak masuk kantor. Perasaan Dirga semakin tidak karuan, dia membayangkan semua hal buruk tentang kebersamaan mereka berdua.


Sampai sebuah file rahasia masuk ke email pribadinya. Itu adalah informasi akurat yang telah di kirimkan oleh Aaron.


Dengan perasaan berdebar dan rasa tidak sabar, Dirga segera membuka file tersebut. Dan isinya adalah sebuah rekaman video tentang segala kegiatan yang di lakukan oleh Mayra selama berada di villa.


Wajah Dirga tampak mulai tenang. Tapi juga ada raut kecemburuan yang sangat besar saat melihat Agam senantiasa menemani istrinya itu meskipun mereka tidak pernah melakukan kontak fisik.


Dirga tampak meremas kepalanya, menatap lekat gambar Mayra yang terlihat begitu bahagia dan lepas.


Ada rasa lega dalam hatinya melihat Mayra ternyata baik-baik saja bahkan terlihat bahagia.


Tapi rasa panas yang membakar dadanya tidak bisa di hiraukan saat menyadari orang yang bisa membuat istrinya itu terlihat bahagia bukanlah dirinya sebagai suaminya, melainkan orang lain, orang yang sangat mencintai istrinya tersebut.


..... .....


Lee masuk ke dalam ruangan dengan membawa setumpuk berkas hasil meeting penting hari ini.


Dia meletakkan berkas-berkas tersebut diatas meja dan segera membungkuk hormat.


"Tuan sudah membuka file yang di kirim tuan Aaron?"


Tanya Lee sambil memperhatikan raut muka tuan nya yang terlihat sudah mulai tenang.


"Hemm.."


"Tuan tidak usah khawatir, besok malam akan ada pesta perayaan tahunan perusahaan Royal Entertainment. Tuan Agam dan juga nyonya pasti hadir di sana.!"


"Aku tahu..! kau bereskan saja semua kontrak jangka panjang yang berhubungan dengan Mayra..! Aku ingin dia segera berhenti dari semua kegiatannya.!"


Ucap Dirga sambil memulai membuka berkas dan menandatangani nya satu per satu.


"Baik Tuan..! sudah saya siapkan semua.!"


Ucap Lee. Tapi dia sedikit terkejut saat sudut retina matanya menangkap ada rembesan darah yang mulai membasahi kemeja putih Dirga di bahu kirinya.


Dia juga sekilas melihat Dirga nampak terhenti dari aktivitas nya dan mengernyitkan alisnya.


"Tuan.. sepertinya luka anda terbuka lagi..!"


Ucap Lee cemas seraya menghampiri Dirga dan mengecek keadaan bahunya yang terluka.


"Aku tidak pernah minum obat.!"


Ucap Dirga dengan meringis pelan. Lee tampak semakin khawatir.


"Tuan.. sebaiknya saya hubungi Dokter Rayen..!"


Ucap Lee sambil kemudian membawa Dirga untuk duduk di atas sofa, setelah itu dia segera menghubungi dokter Rayen.


"Kalau wanita itu tidak kabur, aku mungkin sudah sembuh..!"


Gumam Dirga tanpa sadar sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mencoba memejamkan mata. Namun pikirannya memang tidak pernah lepas dari sosok wanita yang selama dua hari ini sudah memporak porandakan hidupnya hingga dia tidak bisa tidur sama sekali.


Saking lelah fisik dan pikirannya beberapa saat kemudian Dirga sudah terlelap di atas sofa tersebut.


Tubuhnya mungkin sudah tidak kuat lagi menahan beban kelelahan karena tenaganya terlalu terkuras beberapa hari terakhir ini.

__ADS_1


***** *****


Sudah tiga hari ini Mayra mengisi acara liburan dadakannya dengan melakukan segala aktifitas yang disukainya. Memasak, berkebun dan juga berjalan-jalan di sekitar Villa yang seakan tidak ada bosannya.


Agam juga memutuskan tidak pergi ke kantor dan melakukan pekerjaan nya lewat laptop. Untungnya Denis bisa menghandle semua pekerjaan bos nya itu dengan baik. Sebenarnya Mayra sudah menyuruh Agam untuk kembali ke ibukota dan meninggalkan dirinya di sana. Namun Agam ngotot tidak mau meninggalkan Mayra sendiri di villa ini.


Sore ini Agam terlihat masih sibuk di ruang kerjanya, karena dia harus memastikan semua persiapan perayaan pesta tahunan dari Royal Entertainment berjalan dengan baik.


Dia sedang memantau langsung dari jarak jauh semua persiapan itu. Pesta perayaan ini semacam ajang penghargaan untuk semua talent yang tergabung di agensi hiburan Royal Entertainment.


Pada malam nanti akan ada banyak talent yang menerima penghargaan karena telah berkontribusi banyak menghasilkan kontrak kerja serta memajukan dan menjadikan perusahaan Royal Entertainment menjadi agency hiburan nomor satu.


Mayra masuk ke dalam ruang kerja Agam sambil membawa nampan berisi teh racikan sendiri.


Kemudian dia menghampiri Agam yang terlihat masih sibuk dengan laptop nya.


Mayra menyimpan teh di atas meja kemudian melihat sebentar ke layar laptop nya Agam.


"Minum dulu mas, kamu sudah bekerja dengan sangat keras beberapa hari ini..Kalau bukan karena aku, kamu tidak akan kesulitan seperti ini.."


Ucap Mayra dengan wajah yang sangat merasa bersalah. Agam melirik kemudian menatap Mayra .


"Apa yang kau katakan May, aku melakukan semua ini dengan senang hati. Kamu tidak perlu merasa tidak enak hati.. lagipula aku juga butuh hiburan.."


Sergah Agam sambil kemudian mengambil cangkir teh dan meneguknya perlahan.


"Teh buatan mu memang tiada duanya..!"


Puji Agam sambil meresapi teh yang di seruputnya.


Mayra hanya tersenyum malu.


"Kamu bisa aja mas.."


Ucap Mayra sambil kemudian duduk di kursi yang ada di hadapan Agam.


"Nanti malam kita kembali ke kota.. Aku ingin mengucapkan banyak terimakasih sama mas.."


Agam menatap lekat wajah Mayra. Ada perasaan sedikit tidak rela harus melepaskan moment indah kebersamaannya bersama Mayra.


"Mas sudah melakukan semuanya dengan sangat tulus untukku. Aku mungkin tidak akan bisa membalasnya. Hanya bisa mengucapkan terimakasih banyak untuk semuanya.."


Ucap Mayra pelan. Agam semakin menatap Mayra dengan perasaan yang begitu berat.


Tangannya bergerak terulur menggenggam jemari Mayra, kemudian mengecupnya pelan penuh perasaan.


"Kamu adalah wanita yang sangat berharga untukku May. Semua yang kulakukan ini karena aku sangat mencintaimu, meskipun aku tahu, hatimu entah berada dimana saat ini, tapi aku tidak pernah menyesali semuanya, aku bahagia melakukannya..


Asal kamu juga bahagia..!"


Ucap Agam dengan suara yang sangat berat. Mereka berdua berpandangan dan saling terdiam, sampai akhirnya Mayra menarik tangannya kemudian berdiri.


"Sekali lagi terimakasih banyak mas.."


Ucapnya seraya mengangguk dan mengambil kembali nampan yang tadi di bawanya.


"Aku permisi keluar dulu ya mas.."


"Tunggu May..!"


Sergah Agam sambil meraih paper bag di atas meja kerjanya. Kemudian menyodorkan paper bag tersebut pada Mayra.


"Pakai ini nanti malam, aku sengaja memesannya dari Amanda, dan dia bilang ini adalah hadiah khusus darinya untukmu.!"


Ucap Agam sambil tersenyum manis. Mayra tampak terdiam sambil pelan-pelan mengambil paper bag tersebut dari tangan Agam. pikirannya langsung melayang pada sosok adik iparnya itu.


"Apa ini mas..?"


"Gaun untuk nanti malam.!"


Ucap Agam seraya tersenyum. Mayra tampak terkejut kemudian membuka sedikit papar bag itu dan melihat isinya.

__ADS_1


"Aku rasa ini tidak perlu mas."


Ucapnya seraya menyodorkan kembali paper bag itu pada Agam.


"Itu pemberian Amanda May.. kamu tidak boleh menolaknya..!"


Sergah Agam. Mayra tampak terdiam, kemudian mengambil kembali paper bag nya.


"Kalau begitu tolong bilangin terimakasih ku padanya ya mas..!"


"Kamu pantas untuk menerimanya May.."


"Baiklah..aku permisi."


Ucap Mayra sambil kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Agam.


..... .....


Malamnya setelah sholat magrib, Mayra dan Agam akhirnya pergi meninggalkan villa dengan sedikit berat hati. Para pelayan tampak tidak rela melepaskan kepergian Mayra yang selama 3 hari ini sudah mewarnai hari mereka penuh keceriaan dan kebahagiaan.


Malam ini walau dengan polesan tipis, seperti biasa Mayra tampak bagaikan seorang bidadari yang baru keluar dari peraduannya. Begitu cantik nan elok, di tambah dengan gaun yang melekat indah di tubuhnya dengan model dan warna yang sangat cocok, membuat aura kecantikannya semakin terpancar dengan sempurna.


Agam sampai gugup beberapa saat dan menjalankan mobilnya dengan pelan ketika Mayra sudah duduk dengan anggun di sampingnya.


Waktu terus beranjak malam, mobil yang di kendarai Agam sudah menyusuri jalanan ibukota yang masih cukup padat merayap.


Mayra merasa sedikit gugup karena ini kali pertama dia menghadiri acara perayaan tahunan ini.


Dia menggosok telapak tangannya sambil melihat ke luar jendela.


"May..apa kau kedinginan.?"


Tanya Agam karena Mayra terlihat sedikit menggigil.


"Sedikit mas.."


Jawab Mayra dengan melirik Agam sekilas. Agam menepikan mobilnya kemudian berhenti.


"Kenapa berhenti mas..?"


Tanya Mayra heran. Agam melepas jas yang di pakainya kemudian menempatkan nya di tubuh bagian depan Mayra yang hanya bisa terdiam sesaat.


"Terimakasih.."


Ucap Mayra sambil tersenyum manis. Agam hanya membalasnya dengan mengangguk kecil, kemudian dia kembali menjalankan mobilnya meluncur ke lokasi perayaan di selenggarakan.


Acara perayaan tahunan kali ini di selenggarakan di sebuah gedung Hall Center yang sangat megah.


Semua hal yang berhubungan dengan acara ini sudah di persiapkan dengan sangat maksimal oleh pihak panitia.


Ada panggung besar yang menjadi pusat acara.


Kemudian kursi-kursi untuk tamu telah tersusun rapi dan bertingkat sesuai dengan posisi


masing-masing dari tamu undangan yang nanti akan hadir.


Acara ini juga di liput langsung oleh beberapa stasiun televisi swasta karna ini merupakan salah satu acara tahunan yang akan di hadiri oleh semua artis yang bernaung di bawah Royal Entertainment. Selain itu juga sudah biasa mengundang orang-orang penting dari dunia bisnis.


Dan pada saat ini tamu undangan terlihat sudah mulai berdatangan satu persatu. Mobil yang membawa mereka berhenti tepat di ujung karpet merah. Setelah itu mereka mulai berjalan dengan penuh percaya diri menyusuri karpet merah di iringi tepuk tangan para penggemar serta sorot kamera tiada henti mengawasi setiap gerak gerik mereka.


Teriakan dan tepuk tangan para penggemar menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan bagi para tamu selebritis yang melintas di karpet merah.


Di dekat pintu masuk utama gedung, mereka juga di wawancarai langsung oleh beberapa host televisi yang bertugas membawakan acara malam ini.


 


**********


 


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2