Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
62 . Agam Patah Hati


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sudah 5 hari Evelyin berada di rumah sakit keluarga Moolay. Mendapat perawatan dan penanganan terbaik dari staf medis di rumah sakit ini.


Evelyin mengalami kecelakaan saat mendengar pengakuan Dirga secara mengejutkan di televisi.


Saat itu dia yang berada di rumah langsung histeris dan mengamuk. Kemudian minum-minum sampai kehilangan kontrol.


Evelyin yang sudah mulai hilang kendali memutuskan untuk pergi menemui Dirga dengan mengendarai mobil sendiri. Padahal Pak Agus sudah berusaha melarangnya, namun dia tetap pergi.


Sampai di sebuah persimpangan jalan Evelyin yang semakin tidak terkendali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berusaha menghindari penyebrang jalan dengan cara membanting stir nya mengakibatkan mobilnya naik ke atas trotoar dan menabrak sebuah pohon yang ada di pinggir jalan.


Untung saja tidak terjadi sesuatu yang fatal, hanya cedera di bagian kepalanya dan luka-luka di bagian tangan nya akibat pecahan kaca depan mobilnya.


Selama 5 hari ini, Dirga selalu menemaninya saat dia sudah kembali dari kantor. Evelyin mengancam akan melukai dirinya sendiri seandainya Dirga nekad menemui Mayra dan mengabaikan dirinya.


Dengan berat hati, Dirga mencoba menuruti keinginan istri pertamanya itu. Walau bagaimana pun dia memang masih mencintai Evelyin, wanita itu adalah cinta pertamanya yang tidak mungkin di abaikan begitu saja olehnya.


Namun ternyata, 5 hari tidak bisa melihat Mayra adalah siksaan yang teramat berat baginya. Walau dia bisa mendengar suaranya, namun rasa haus ingin bertemu dan melihatnya merupakan suatu dahaga yang sangat menyiksa dirinya.


***** *****


Hari ini setelah beristirahat selama seminggu penuh Mayra kembali ke kantor Royal Entertainment untuk menemui Agam. Dia akan memberi penjelasan pada Agam tentang semua yang terjadi. Dan memang ada beberapa kontrak mendesak yang harus segera dia tuntaskan. Setelah itu, Mayra berencana untuk berhenti dari pekerjaan baru nya ini.


Saat memasuki loby Royal Entertainment, semua orang tampak menyapanya dengan ramah dan tersenyum tulus, bahkan banyak juga karyawan wanita yang meminta nya berfhoto bersama. Mayra memang bukan sosok yang jaim apalagi pelit, dengan senang hati dia berusaha melayani permintaan fhoto dan tandatangan dari para karyawan tersebut.


"Teman-teman..sudah ya kasian mbak Mayra nya, dia belum pulih benar dari trauma kecelakaan yang kemarin, jadi tidak boleh terlalu cape dulu.."


"Ya..mbak Silvia bentar lagi dong.."


Sahut para karyawan sambil menatap Silvia kecewa.


"Permisi..permisi ya, masalahnya dia sudah di tunggu oleh Pak Agam di kantornya..!"


Ucap Silvia sambil berusaha mengapit Mayra menjauhi kerumunan karyawan kemudian membawanya masuk kedalam lift di ikuti oleh Jane.


"Kamu jangan terlalu baik sama orang May..Kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran setiap orang..!"


Ucap Silvia saat sudah berada di dalam lift. Mayra yang saat ini mengenakan setelah pakaian model kekinian dengan warna peach gradasi abu terlihat melirik ke arah Silvia, kemudian tersenyum.


"Kamu ini ngomong apa Sil.? Justru kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap orang.."


Sanggah Mayra, Silvia menatap kesal pada Mayra.


Sementara Jane hanya diam saja dengan wajah datar nya, mengawal Mayra di belakangnya.


"Bisa saja mereka melukai kamu, dan hanya berniat mencelakai kamu May..!"


"Udah ahh..gak usah berpikiran aneh-aneh..!"


Debat Mayra. Silvia hanya melengos kesal.


Mayra masuk kedalam ruangan Agam. Terlihat bos tampan nya itu sedang berbicara dengan seseorang.


Dan orang itu adalah Vanessa si gadis berwajah eksotis.


"Hai..senang bisa bertemu kamu..!"


Ucap Vanessa seraya berdiri dan merangkul Mayra yang terdiam beberapa saat.


"Waktu aku kesini..kamu masih sekretaris kak Agam kan.? Wahh sekarang sudah menjelma menjadi selebritis yang sangat populer ya..!"


Ucap Vanessa kemudian sambil mengajak Mayra duduk di sofa. Mayra hanya tersenyum sambil menunduk malu. Dia berpaling pada Agam yang saat ini sedang menatapnya dengan sorot mata yang sangat kompleks.


Yang paling kentara adalah sorot mata kekecewaan dan kesedihan akibat patah hati.

__ADS_1


Saat mendengar pernyataan Dirga, Agam seakan seperti tercabut nyawa nya. Dia tidak pernah membayangkan kalau wanita yang sangat di


cintainya itu sudah menjadi milik kakak sepupunya.


Ini adalah suatu hal yang menurut nya mustahil, mengingat Dirga sudah menikah dengan Evelyin.


Tapi semuanya memang benar-benar terjadi, pengakuan Dirga adalah sesuatu yang mutlak.


"Baiklah..aku rasa sudah harus pergi sekarang. Oya..Mayra aku juga punya undangan khusus nih buat kamu.."


Ucap Vanessa sambil mengeluarkan sebuah kartu khusus dari dalam tas nya, kemudian memberikan pada Mayra yang menerima nya dengan terheran-heran.


"Apa ini mbak..?"


"Seminggu lagi aku akan mengadakan pameran di kota ini, jangan lupa datang ya..!"


Sambut Vanessa dengan senyum manis nya. Mayra mengangguk sembari melihat kartu yang di berikan Vanessa.


"Terimakasih mbak.."


"Oke, aku permisi dulu ya..!"


Sambung Vanessa sambil kemudian berdiri di susul Agam dan Mayra. Setelah itu Vanessa merangkul Agam serta mencium pipinya lembut. Kemudian dia pergi dengan melambaikan tangan pada Mayra.


Agam dan Mayra kembali duduk di sofa berhadapan.


Keduanya membisu, susah untuk memulai pembicaraan. Tapi setelah lama akhirnya Mayra memutuskan untuk buka suara.


"Maass..."


"Bagaimana keadaanmu sekarang..?"


Potong Agam dengan pandangan berpaling pada tempat lain dan wajah sedatar mungkin. Mayra mendongakkan kepala, menatap Agam yang sepertinya enggan untuk melihatnya.


"Alhamdulillah aku sudah baikan..Aku benar-benar minta maaf untuk semuanya mas.."


"Jadi ini alasannya kamu tidak bisa menerima niat baik ku May..? Kenapa kamu tidak berterus terang sedari awal..?? Apa yang terjadi sebenar nya.?"


Tanya Agam yang kini menatap Mayra dengan raut muka yang di penuhi rasa kecewa.


"Maaf mas, dari awal aku tidak di beri kesempatan untuk mengatakan semuanya. Ayah sudah mengatur pernikahan ini..!"


"Jadi benar, kamu terpaksa menikah dengan nya..??"


Tanya Agam dengan tatapan yang semakin tajam.


Mayra terdiam dan hanya bisa menunduk.


"Aku tahu siapa sepupuku itu.! Dia akan melakukan segalanya hanya demi kepentingannya..!"


Keluh Agam sambil kemudian berdiri dan berjalan mondar mandir, tangannya terkepal.


"Aku tahu dia menikahi mu hanya ingin mendapatkan keturunan darimu..! Itu pasti kesepakatan dia dengan istrinya itu.! Kenapa kamu mau May..?!"


"Aku tidak di beritahu sejak awal mas, Ayah menyembunyikan identitas suamiku sebelum kami menikah.!"


Ucap Mayra. Agam terdiam. Dia menatap lekat wajah Mayra, kemudian kembali duduk di hadapan nya.


"Apa sekarang kamu sudah bisa menerima nya ?"


Tanya Agam membuat Mayra mendongak seketika, dan kini mereka saling pandang, mencoba menebak isi hati masing-masing.


Agam mengepalkan tinjunya kuat menahan rasa sakit dan cemburu di hatinya saat melihat sudah ada cinta di mata Mayra untuk laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya itu.


"Bukan hanya kau sudah bisa menerimanya May..Tapi aku lihat kamu sudah mulai mencintainya..!"

__ADS_1


Lirih Agam merasa kalah dan patah arang.


Ada cairan bening yang turun deras membasahi pipi mulus Mayra. Sebenarnya dia tidak tega melihat reaksi Agam, namun urusan hati memang tidak bisa di paksakan.


"Maafkan aku mas..Aku harap Allah sudah memilihkan seseorang yang lebih baik segalanya..!"


Lirih Mayra seraya mengusap air matanya. Agam merebahkan kepalanya dan memejamkan mata.


Hancur sudah harapan dan impiannya sekarang.


Selama ini dia masih menyimpan asa bahwa suatu saat Mayra bisa menjadi miliknya.


Tapi kenyataan pahit sekarang harus ditelannya.


***** *****


Mayra di antar Agam pergi ke sebuah stasiun televisi untuk melakukan talk show seputar kariernya yang dalam waktu sekejap langsung melejit. Namun Agam sudah melakukan kesepakatan bahwa pihak stasiun tv tidak akan bertanya tentang masalah pribadi.


Sebenarnya sekarang banyak sekali tawaran pada Mayra untuk mengisi acara di berbagai televisi ataupun Chanel. Dan semenjak melihat penampilan Mayra di atas panggung kemarin, Agam kebanjiran tawaran terhadap Mayra untuk tampil di berbagai acara panggung musik maupun acara-acara resmi untuk menjadi bintang tamu.


Namun sekarang Agam sudah tidak bisa mengatur Mayra seperti dulu lagi. Ada telpon resmi dari pemilik sesungguhnya perusahaan Royal Entertainment untuk menutup semua orderan yang datang pada Mayra. Dan dia hanya di izinkan untuk menyelesaikan beberapa kontrak terakhir yang sudah terlanjur di tandatangani nya.


Ya pemilik Royal Entertainment yang sesungguhnya adalah Dirga, dan Agam hanya di percaya untuk menjalankannya.


Acara talk show dimana Mayra menjadi bintang tamu nya kini sudah di mulai. Mayra sedang duduk dengan anggun di depan dua host acara ini. Kedua host itu nampak sangat excited sekali saat melihat Mayra benar-benar datang memenuhi undangan mereka.


"Apa kabar mbak Mayra..?"


"Alhamdulillah baik.."


"Woww.. sebenarnya kita sangat berterimakasih sekali ya mbak bisa datang kesini, karena dengar-dengar mbak baru saja pulih dari cedera akibat insiden kemarin..?"


"Iya sama-sama mas, saya sudah baik-baik saja sekarang..tidak ada masalah.."


"Baiklah..kalau begitu kita lanjutkan saja pembicaraan kita ya mbak, seputar karier mbak yang tiba-tiba bisa meroket gitu..hahaa..kita pengen tahu gimana awal mula mbak bisa sampai terkenal seperti sekarang ini.!"


"Ya..kalian tahu sendiri kan semuanya berawal dari ketidaksengajaan. Tuhan lah yang sudah menuntun saya sampai berada di jalan ini.."


"Hahaa..iya mbak kami tahu, tapi bakat mbak memang bukan sebuah kebetulan belaka. Mbak mempunyai talent yang sangat mumpuni..sayang juga kalau tidak di salurkan kan mbak..?!"


"Ya..Tuhan menciptakan setiap mahluk Nya pasti dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Mungkin saya ada sedikit keistimewaan


di bidang ini. Tapi sekarang saja saya sudah mulai merasa lelah.."


"Hahaa..lelah karena terlalu terkenal ya mbak.."


Dan tawa penonton serta para host pun menghiasi acara talk show ini.


Pembicaraan pun terus berlangsung, mengalir dengan semestinya. Gaya bicara dan pembawaan Mayra yang lembut serta santun, benar-benar membius semua host dan penonton yang ada di studio itu. Seakan mereka tiada bosannya mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Mayra.


Acara talk show terus berlangsung menuju ke akhir segmen.


Di dalam ruang tunggu para artis dan official yang terlibat dalam acara ini terjadi keributan kecil saat tiba2 kedatangan orang yang tidak pernah disangka-sangka sama sekali akan muncul di tempat ini. Semua terlihat membungkuk dan menunduk hormat menyambut kedatangannya.


Termasuk Agam yang tampak terkejut sesaat.


"Tuan Moolay..suatu kehormatan bagi kami anda mau datang kesini..!"


Ucap sang produser sambil menjabat tangan orang itu yang tiada lain dan tiada bukan adalah Dirga.


"Hemm..aku hanya mampir untuk menjemputnya.!"


Ucap Dirga sambil berdiri gagah menatap kearah panggung acara, dimana di sana ada wanita yang selama 5 hari ini sudah sangat di rindukannya. Bayangannya sejak pagi sudah memenuhi otaknya hingga dia tidak bisa konsentrasi sedetikpun.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....


__ADS_2