
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi ini Mayra bangun dengan penuh semangat.
Hari ini merupakan awal bagi dirinya untuk mencoba keberuntungan baru dalam hidupnya.
Dia akan memasrahkan segala hasil akhirnya kepada Tuhan yang sudah mengatur segala sesuatunya.
Mayra berdiri di balkon mencoba menghirup udara pagi ibukota yang masih terasa cukup segar.
Dia masih memakai gaun tidurnya dan belum bersiap karena masih ada cukup waktu baginya.
Pemotretan rencananya akan di mulai
pukul 10 pagi. Dan sekarang masih pukul 7.
Tina mengetuk pintu kamar dengan hati-hati kemudian masuk ke dalam membawakan susu putih kesukaan majikannya.
"Ini susunya nyonya."
Ucap Tina seraya menyimpan gelas susu diatas meja yang ada di balkon.
"Terimakasih ya Tina."
Sambut Mayra langsung meminum susunya.
"Maaf nyonya..dibawah ada tamu, katanya asisten nyonya."
"Ohh ya.? suruh saja dia masuk kesini."
"Baik Nyonya."
Tina berbalik dan kembali ke lantai bawah.
Tidak lama dia sudah kembali bersama dengan Silvia yang tampak masih menganga menutup mulutnya melihat bagaimana mewahnya apartemen yang menjadi tempat tinggal sahabatnya itu.
Banyak sekali pertanyaan yang bersarang di otak Silvia saat ini. Tapi lidahnya seakan kelu tak mampu mengeluarkan kata-kata. Sungguh sahabatnya itu sudah menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini.
Dia sempat terkejut dibawah mengetahui kenyataan bahwa Mayra tinggal di apartemen yang terkenal sangat mewah dan privat itu. Dia sampai harus memberikan jaminan kartu identitas nya untuk bisa masuk ke dalam apartemen ini.
Silvia lebih bengong lagi saat ini melihat bagaimana mewahnya kamar pribadi Mayra yang di lengkapi berbagai fasilitas super canggih. Dia tampak berlari kesana kemari melihat semua yang ada di kamar itu.
Apalagi saat melihat lemari pakaian Mayra dengan segala isinya, dia menjerit histeris.
Dan Mayra hanya diam saja memperhatikan tingkah Silvia, sesakali tersenyum kecil melihat apa yang dilakukan Silvia. Dia duduk santai di atas sofa sambil membuka ponselnya.
Setelah merasa puas Silvia menghampiri Mayra kemudian duduk lemas diatas sofa sambil memegangi dadanya. Mencoba mengatur napasnya yang tadi sedikit ngos ngosan saking excited nya.
"Sudah puas Sil.?"
Tanya Mayra menatap Silvia dengan senyum kecil di bibirnya.
"Kamu tega sama aku May..punya tempat sebagus ini gak pernah mengajakku buat mampir.!"
Ketus Silvia kesal. Mayra kembali tersenyum.
"Maaf..itu semua karena keadaan Sil, orang yang menikahiku ingin pernikahan ini tidak ada yang tahu, Dan aku hanya bisa menuruti aturannya.!"
"Kok begitu sih, gak adil itu namanya.! memangnya kenapa kalau orang-orang pada tahu.?"
"Ada sebuah keadaan yang memaksa kami dalam situasi sekarang ini. Aku belum bisa memberitahu Kamu alasannya. Tapi kamu akan tahu sendiri nanti."
"Apa kamu simpanan sugar Daddy May.. uppsss.!"
Silvia menutup mulutnya sendiri . Mayra menatap horor kearah Silvia yang menciut.
__ADS_1
"Maaf..aku gak bermaksud.."
Ucap Silvia dengan wajah bersalah.
"Sembarangan kamu..! Aku kan udah bilang kami menikah secara resmi..kami pasangan sah.!"
Ucap Mayra kesal.
"Iya aku percaya..kan udah bilang maaf..!"
"Udah ahh aku mau mandi dulu, kamu siapkan segala kebutuhanku ya mulai sekarang hee.."
Ucap Mayra sambil nyengir. Silvia menyebikkan bibirnya .
"Jadi aku udah resmi nih jadi asisten kamu.!"
"Iyaa..sekarang kerja sana, semua kebutuhanku ada di lemari. Selama ini aku tidak pernah memakai apa yang sudah tersedia disana. Tapi sepertinya sekarang aku harus memanfaatkan nya..!"
Ucap Mayra sambil tertawa kecil kemudian berlalu ke kamar mandi untuk bersiap-siap memulai aktifitas barunya yang entah akan berjalan seperti apa.
********
Mayra turun ke lantai bawah diikuti oleh Silvia yang sekarang sudah resmi jadi asistennya itu.
Tina sudah menunggu dibawah tangga. Silvia kembali bengong melihat bagaimana sikap hormat Tina pada sahabatnya itu. Ini benar-benar sesuatu diluar nalar Silvia, bagaimana seorang Mayra yang selama ini di kenalnya sebagai gadis biasa, disini terlihat sekali seperti seorang nyonya muda yang sangat elegan.
"Tina..mulai sekarang, mungkin Silvia akan sering kesini, jadi tolong perlakukan dia dengan baik. Dia adalah sahabat sekaligus asisten saya sekarang.."
Ucap Mayra setelah sampai di meja makan dan duduk dengan tenang bersiap akan sarapan.
Tina mengangguk paham.
"Aku kenalkan saja kalian ya supaya tidak canggung.
Ucap Mayra kemudian. Kedua wanita itu saling tersenyum dan mengangguk kearah masing-masing.
"Yasudah..ayo Sil kita sarapan dulu.!"
Ajak Mayra. Dan Silvia pun ikut duduk di kursi di depan Mayra. Tina melayani Mayra dengan telaten membuat Silvia menatapnya tidak percaya. Saat Tina akan menuangkan sarapan di piring Silvia, cepat-cepat di cegahnya sambil tersenyum canggung.
"Tidak usah Tina..aku bisa sendiri, kita ini adalah sama..!"
Ucapnya sambil nyengir, Tina hanya tersenyum sambil mengangguk kemudian pergi dari ruang makan.
Mayra memandang Silvia dengan senyum kecil tersungging di bibir nya. Gadis itu terlihat sedang menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu penuh dengan kejutan May..belum jadi artis sebenarnya aja udah kayak gini."
Gumam Silvia dengan mimik muka yang seakan tidak percaya dengan semua hal yang dilihatnya.
..... .....
Akhirnya mereka keluar dari apartemen menuju parkiran khusus yang ada di basemen.
Dan lagi-lagi Silvia hanya bisa terkejut saat melihat dua pengawal setia Mayra telah menunggunya di sana .
Mayra kembali memperkenalkan Silvia kepada Jhon dan Darwis agar mereka tidak merasa canggung. Karena mulai sekarang mereka mungkin akan sering berinteraksi satu sama lain.
"Wah wah..May.. sebenarnya siapa sih suami kamu ini.? kenapa kamu sampai harus di kawal segala.?
Dia pasti bukan orang biasa kan.?"
Cerocos Silvia karena tidak tahan lagi dengan berbagai kejutan yang terjadi . Mayra hanya tersenyum tipis.
"Dia sama saja seperti kita Sil..hanya mungkin sedikit berbeda profesi saja.!"
__ADS_1
Jawab Mayra datar setengah melamun.
Ya..saat ini dia sedang teringat pada suaminya itu.
Dari kemarin setelah telponnya sengaja tidak diangkat olehnya, sampai sekarang belum ada kabar lagi darinya. Entah kenapa ada sedikit perasaan kehilangan yang nyata yang di rasakan dalam hatinya.
"Kamu sudah dapat kabar dari Pak Agam kan Sil.?
Apa dia akan datang nanti ke studio.?"
Tanya Mayra kemudian mengalihkan pembicaraan.
Silvia mengangguk sambil memeriksa ponselnya.
"Katanya dia akan datang kalau tidak ada jadwal penting yang mendesak. Kamu nanti akan melakukan pemotretan di dua tempat May. Yang pertama di studio kemudian di outdoor juga."
"Heumm.. baiklah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar ya.!"
"Iya aamiin.."
Sahut Silvia dan merekapun sibuk dengan ponsel masing-masing.
.......
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam karena kemacetan, akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan.
Sebuah studio fhoto mewah yang dikhususkan untuk melakukan pemotretan majalah fashion ataupun bisnis. Di pintu utama studio terlihat Amanda sudah menunggu kedatangan nya.
Saat keduanya bertemu Manda langsung merangkul hangat Mayra seperti biasa.
Kemudian Manda membawa mereka naik ke lantai paling atas untuk melakukan persiapan.
Sampai di ruang make up, Manda sendiri yang langsung memoles wajah cantik Mayra . Karena dia ingin mendapat karakter tersendiri sesuai dengan keinginannya dan di sesuaikan dengan fashion yang akan di pakainya nanti.
Tidak perlu polesan berlebih untuk memperoleh sesuatu yang Manda inginkan dari tampilan wajah cantik Mayra. Dalam sekejap semua bayangannya sudah didapat dari wajah elok modelnya itu.
Perpect..!!
Manda mengacungkan dua jempolnya. Silvia dan beberapa orang bawahan Manda yang ada di situ tampak terpukau dan terpesona pada tampilan baru wajah Mayra yang sudah di makeover dengan sangat apik oleh Manda. Benar-benar memukau.!
Selesai dengan polesan wajahnya kini saatnya Mayra memakai gaun pertama yang akan dipakai dalam pemotretan sesi pertamanya.
Dan setelah siap lagi-lagi orang-orang yang ada di tempat itu hanya bisa berdecak kagum atas keindahan yang Mayra perlihatkan. Manda sendiri sampai terpaku melihat bagaimana cantiknya gadis yang telah di pilihnya tersebut. Dia tidak pernah salah pilih.!
Kini hanya tinggal melakukan pembuktian apakah feeling nya terhadap gadis itu benar atau salah.
Apakah benar gadis ini punya sesuatu yang berbeda dalam dirinya atau biasa saja.
Let's start the shot.!
Gumam Manda dalam hati penuh semangat.
Mayra di bawa masuk ke sebuah ruangan tempat pengambilan gambar.
Di sana sudah terdapat seorang fotografer profesional dengan semua peralatan lengkapnya.
Dia di dampingi oleh dua orang asisten yang bertugas menyiapkan semua properti yang di butuhkan.
Saat Mayra muncul ke ruangan itu, dua orang asisten fotografer tampak langsung terpukau dengan kehadiran Mayra. Namun sang fotografer tampak acuh saja cenderung meremehkan, seolah ingin mengatakan bahwa model yang akan menerima jasa profesi berharganya itu hanya bermodalkan wajah saja.
Ya fotografer itu adalah salah satu fotografer profesional terkenal yang sudah mendapat banyak penghargaan baik tingkat lokal maupun mancanegara.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC....
__ADS_1