Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
93. Pesona Mayra


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sekitar pukul 7 lewat, Mayra di dampingi oleh Silvia terlihat meninggalkan halaman rumah Pak Bima menaiki mobil yang dibawa oleh Jane.


Selama ini Jane memang selalu setia menemani Mayra walau tidak secara 24 jam menjaganya. Diam-diam dia selalu melaporkan setiap kegiatan


atau apapun yang berhubungan dengan Mayra


setiap harinya kepada Lee.


"Aku sedikit tegang Sil..! Aku takut akan mengecewakan semua orang.."


Ucap Mayra dengan meremas jemarinya yang


tiba-tiba terasa dingin. Bayangan wajah Dirga


juga terus melintas dalam pikirannya. Hatinya


terus saja berdebar kencang mengingat dirinya kemungkinan akan bisa bertemu atau sekedar


melihat kehadirannya.


Rasa rindunya sudah tak terbendung lagi, tapi dia hanyalah seorang perempuan yang terbentur


dengan rasa malu dan harga diri.


"Tenang aja May..Aku yakin kamu bisa, aku percaya kok sama kemampuan kamu.!"


Silvia menenangkan, dia meraih jemari Mayra dan mengelusnya memberi semangat .


"Mudah-mudahan ya.."


Lirih Mayra sambil kemudian menghela napas dan melempar pandangan ke luar jendela.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit


karena jalanan yang padat, akhirnya mereka sampai juga di parkiran khusus yang sudah di sediakan oleh pihak perusahaan dengan memberikan kartu


masuk yang berbeda dari parkir biasa.


..... .....


Acara ulang tahun perusahaan CSA Group ini di adakan di sebuah hotel mewah yang tiada lain adalah milik keluarga Moolay. Acara nya tepat di laksanakan di dalam ballroom besar dengan berbagai fasilitas lengkap serta exlusive. Ballroom ini biasa di sewa oleh perusahaan atau orang-orang kalangan atas untuk mengadakan acara resmi atau konferensi.


Suasana di dalam tempat acara sudah sangat


meriah. Acara sudah di buka sejak pukul 7 tepat, hingga kini rangkaian acara terus berjalan.


Acara ulang tahun perusahaan CSA Group kali ini mengusung tema Unity and Diversity. Di mana


semua karyawan pilihan yang datang dan di undang untuk hadir di acara ini di wajibkan memakai pakaian adat yang berasal dari daerah mereka masing2.


Terlihat begitu meriah dan berbeda dari acara


serupa yang biasa terjadi.


Sang CEO CSA Group memang memiliki karakter yang sedikit nyentrik serta menarik.


Ballroom ini telah di sulap menjadi sebuah


tempat yang terlihat lebih privat dengan dekorasi mewah dan megah di setiap sudutnya. Ada


sebuah panggung besar dan megah dengan


lighting yang cukup canggih menjadi pusat dari


acara ini. Kemudian ada barisan meja bundar di lengkapi kursi-kursi putih berderet rapi di seluruh ruangan megah ini.


Tamu undangan yang hadir dalam acara ini


rata-rata adalah para petinggi perusahaan serta karyawan dari level yang cukup tinggi. Di tambah undangan khusus orang-orang dari luar perusahaan yakni para pemimpin perusahaan yang menjadi rekanan bisnis perusahaan CSA Group.


Sang empunya acara ini, terlihat sudah hadir


dan sekarang ini menjadi pusat perhatian semua orang. Crish terlihat sedang berbincang hangat dengan Agam dan beberapa pemimpin perusahaan besar. Seperti biasa Crish tampil mempesona


dengan segala daya tariknya yang menawan.


Saat sedang asik berbincang Kenzo sang asisten terlihat mendekat dan berbisik di telinganya.


"Nona Mayra sudah tiba Tuan.."


Wajah Crish terlihat berbinar, bibirnya tersenyum tipis.


"Tempatkan dia di ruang tunggu istimewa, aku akan kesana sebentar lagi..!"


Titah Crish sambil kembali meneruskan pembicaraan nya. Agam terlihat mengernyitkan alisnya.


"Permisi Tuan-tuan.. saya akan menemui


seseorang dulu.!"


Ucap Crish seraya menunduk sopan, setelah itu melangkah pergi. Tidak lama Agam juga menyusul


berpamitan dan ikut melangkah mengikuti Crish.


Sementara itu Mayra di bimbing oleh seorang


panitia menuju ke ruang tunggu yang ada di


belakang panggung utama. Ruangan ini terlihat


sangat nyaman dengan sofa besar dan sebuah


meja rias cantik.


"Silahkan Nyonya..Tuan Crish sebentar lagi


akan datang.."

__ADS_1


Ucap orang yang tadi membawa nya, Mayra mengangguk sembari tersenyum.


"Apa kau mau minum atau apa dulu gtu May..?"


Tawar Silvia. Mayra menggeleng dia duduk di kursi meja rias melihat kembali tampilannya.


Tidak lama ke dalam ruangan muncul Crish


bersama dengan Seorang laki-laki tinggi berkulit


putih dengan wajah klimis dan tampang bule


yang kental.


Sejenak kedua laki-laki itu tampak mematung di tempat saat berhadapan dengan Mayra yang


terlihat langsung berdiri menyambut mereka


dengan sedikit membungkuk dan tersenyum


lembut pada keduanya. Mereka berdua terlihat terkesima dengan tampilan Mayra yang sangat menyilaukan mata itu.


"Tuan Crish..Tuan Alehandro..!


senang bertemu dengan kalian.."


Sapa Mayra dengan suara lembutnya. Kedua


orang tersebut tersadar, wajah mereka


masing-masing terlihat memerah karena


tersipu malu.


"Ohh nona Mayra..selamat datang, senang


bertemu denganmu lagi.."


Ucap Crish sedikit gugup. Laki-laki yang dipanggil Alehandro tadi ternyata Violinist yang nanti akan berkolaborasi dengan Mayra, dia terlihat tersenyum dan merapatkan kedua tangan di dada sebagai tanda perkenalan dengan Mayra.


"Nona Mayra..senang berkenalan dengan anda.! "


Ucapnya dengan senyum yang merekah sempurna.


"Sama-sama Tuan.. Suatu kehormatan bagi saya


bisa menemani anda..! Mohon bimbingannya.."


Sambut Mayra sambil kembali membungkuk dan mengatupkan tangan.


"Mayra.. terimakasih karena kamu sudah bersedia menerima permintaan kami untuk tampil di acara ini."


Ucap Crish kemudian dengan menatap lembut


wajah Mayra yang sudah cukup lama tidak di lihatnya.


Sebenarnya Crish sangat merindukan wanita ini, tapi dia sempat patah hati saat mengetahui bahwa Mayra adalah istri kedua saingan bisnisnya.


Ucap Mayra. Alehandro tampak menatap terpukau tiada henti kearah Mayra yang baginya baru pertama kali melihat ada perempuan secantik, seanggun dan selembut Mayra. Semuanya begitu sempurna di matanya.


"Baiklah kalau begitu sebaiknya kalian berbicara


dulu tentang bagaimana kolaborasi nanti. Kebetulan Alehandro juga baru tiba tadi sore..!"


Ucap Crish kemudian, Mayra mengangguk.


Di pintu muncul Agam, dia juga sama saja seperti


yang lainnya, terdiam sesaat dengan mata yang terlihat begitu terpesona pada penampilan Mayra.


"Mas.. bagaimana kabarmu..?"


Sapa Mayra saat Agam sudah berdiri di hadapannya dan masih tak henti menatapnya.


"Aku baik May..kau..terlihat sempurna malam ini..!"


"Ini semua berkat kamu Mas.. Terimakasih ya.."


Ucap Mayra dengan senyum manisnya.


Suami kamu yang sudah menyiapkan semua ini


khusus untukmu May..bukan aku..!!


Lirih Agam dalam hatinya.


"Kamu berhak mendapatkan semuanya..!"


Ucap Agam dengan wajah yang kemudian sedikit


lesu ketika menyadari bahwa bidadari di hadapannya ini adalah milik sepupunya.


Selanjutnya Mayra dan Alehandro tampak berbicara serius mengenai apa yang akan mereka tampilkan nanti. Agam dan Crish setia menemani sambil menikmati pemandangan indah di depan


matanya itu yang tidak bisa di lihatnya setiap hari.


Ini adalah kesempatan emas bagi mereka


..... .....


Acara terus berlangsung dengan sangat meriah


menampilkan beberapa penyanyi yang cukup


berkelas. Mereka silih berganti menghibur para


tamu yang terlihat begitu menikmati pesta ini.


Di tengah kemeriahan yang sedang berlangsung,

__ADS_1


di pintu utama terjadi sedikit kegaduhan saat


melihat kemunculan Sang Raja Bisnis . Mereka tampak membungkuk hormat dan menyapanya dengan sopan.


Dirga berjalan dengan gagah dan mempesona serta kharisma dan aura kehadiran yang sangat kuat. Dia terlihat mengenakkan setelan jas hitam yang sangat elegan dengan ukuran yang sangat pas menempel di tubuh sempurna nya. Tidak ada yang meragukan ketampanan dan kharisma dari pria satu ini.


Beberapa saat kemudian muncul Evelyin dengan penampilan seperti biasanya selalu Wahh..dan


super sexy. Dia mengenakan gaun malam warna


hitam gradasi gold yang sangat mewah dan elegan.


Semua mata kini tertuju pada kehadiran suami


istri tersebut yang anehnya tidak datang


bersamaan apalagi bergandengan tangan.


Suasana kembali pada kemeriahan pesta.


Crish terlihat mendatangi Dirga dan menyambut kedatangannya dengan saling berjabat tangan.


Mereka terlihat berbincang hangat tentang masalah bisnis dan pekerjaan.


Tidak lama Pembawa acara kembali naik ke


panggung dan menyatakan acara utama akan


segera di mulai. Kemudian acara selanjutnya di


isi dengan sambutan dari Crish, sebagai pemilik sekaligus si empunya acara.


Crish naik ke atas panggung dengan gagah dan


berdiri di podium memberikan sambutan hangat


untuk semua hadirin dan tamu undangan.


Evelyin yang berdiri tidak jauh dari panggung


utama terlihat menatap Crish dengan sorot


mata yang sedikit terpesona oleh pengusaha


muda itu.


Crish menutup sambutannya sambil membungkuk sopan dan tersenyum pada semua tamu undangan.


Setelah itu dia turun dan kembali ke barisan meja paling depan di mana di sana juga ada Dirga yang hanya terdiam dengan tatapan mata yang terlihat sudah tidak sabar menunggu.


Saat ini hatinya begitu gelisah, dadanya berdebar kencang seakan tidak terkendali. Dia sudah tidak


bisa lagi menahan kerinduannya pada wanita yang selama satu minggu ini sengaja tidak di ganggunya.


Saat ini semua rasa rindu itu sudah sangat memuncak sampai menyiksa jiwanya dan membuat hatinya tidak tenang ingin segera melihatnya.


Suasana tiba-tiba hening, saat lampu di atas


panggung berubah remang-remang. Semua orang terlihat memfokuskan pandangan ke arah


panggung. Mereka semua seakan menahan napas.


Tidak lama lampu kembali menyala dengan lighting yang sangat memukau, indah dan fantastis.


Sapuan warna dominan ungu dan soft pink serta warna Burgundy berkilauan dan bermain cantik di sekitar panggung dengan special effects yang bagus di layar LED belakang panggung membuat semua mata terlihat bengong terpukau dengan apa yang tersaji di depan mata mereka.


Belum habis rasa terpesona mereka pada sajian lighting panggung yang terlihat fantastis tersebut, lampu sorot utama kini mengambil fokus pada


dua sosok di atas panggung yang duduk berdampingan dengan alat musik masing-masing


di depan mereka. Bersamaan dengan musik instrumental yang mulai terdengar menggema


dari atas panggung.


Lagu Titanium/ Pavane by David Guetta terdengar menggema di seluruh ruangan menggetarkan hati semua orang yang ada di tempat itu.


Mata mereka seperti tersihir oleh penampilan dua orang yang ada di panggung yang sedang


memainkan alat musik Instrumen masing-masing dengan penuh penjiwaan dan totalitas bermusik


yang berkualitas tinggi.


Mata Dirga terlihat terkesima dengan sosok


peri cantik yang sedang duduk anggun di atas panggung. Memainkan alat musiknya dengan penghayatan yang maksimal hingga dia terlihat menjadi sosok yang berbeda saat ini.


Mayra terlihat begitu masuk ke dalam musik


yang sedang di mainkan nya.


Semua orang terpukau melihat Mayra yang begitu berkilau dalam balutan busana indah yang menyatu dengan panggung dan musiknya serta beradu chemistry dengan Alehandro. Sungguh suatu keindahan yang tidak akan bisa di jabarkan hanya dengan kata-kata. Sangat indah dan menakjubkan.


Tidak ada yang bergerak dari posisi mereka saat ini, sangat sulit untuk melepaskan dan melewatkan keindahan yang tersaji di atas panggung saat ini.


Lagu pertama selesai. Orang-orang masih


berusaha menarik napas mereka. Lampu padam beberapa waktu, kemudian kembali menyala


dengan lighting yang lebih soft dan romantis. Alehandro sudah tidak nampak di panggung,


kini hanya tinggal Mayra seorang.


Dan lagu Endless Love by An Coong mulai


terdengar menggema di seluruh ruangan,


membuat orang-orang kembali terpukau dan terpesona, terdiam membeku di tempat.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


TBC....


__ADS_2