
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Hari demi hari di jalani Mayra dengan terus berharap bahwa Dirga akan segera kembali menjemputnya.
Namun sampai hari ke 5 ini penantiannya tidak kunjung berakhir. Dia juga tetap tidak bisa menghubungi nomor Dirga ataupun Lee.
Saat ini Mayra sedang duduk di pinggir pantai sambil selonjoran membiarkan kakinya terbenam di pasir.
Jane dan Hanah setia menemani di belakangnya.
Mayra iseng mencoba menghubungi kembali nomor Dirga, namun tetap tidak aktif. Kemudian dia mendial nomor Lee dan ternyata tersambung. Matanya langsung berbinar .
"Sekretaris Lee..bagaimana kabar kalian.?"
Ucap Mayra sumringah.
"Kami baik-baik saja Nyonya."
"Apa aku bisa bicara dengannya.?"
"Tuan sedang meeting Nyonya, tidak bisa di ganggu.!"
"Sebentar saja sekretaris Lee.."
"Mohon maaf Nyonya. Nanti akan saya sampaikan kalau anda menelpon..!"
Ucap Lee sambil kemudian sambungan telpon terputus membuat Mayra menggantung mulutnya yang ingin kembali berbicara.
Mayra terdiam. Ada apa sebenarnya, kenapa Dirga tidak bisa di hubungi, atau menghubungi nya ?
Sekali saja !! Itu sudah cukup mengobati rasa rindunya yang sudah sangat berat saat ini.
Mayra berdiri, dia sudah cape rasanya dengan penantian yang tidak pasti ini. Dia berpaling pada kedua pelayan setianya.
"Jane..Hanah..aku ingin jalan-jalan keluar dari pulau ini. Tolong antarkan aku ke kota terdekat..!"
Ucapnya membuat Jane dan Hanah terkejut seketika.
Mereka berdiri dan menghampiri Mayra yang mulai berjalan untuk kembali ke Villa.
"Tapi Nyonya..Tuan melarang anda keluar dari pulau ini.! Akan sangat berisiko..!"
Ucap Jane sambil mengikuti langkah Mayra.
"Resiko apa Jane ? disini aku bahkan tidak mengenal siapapun..!"
"Nyonya keselamatan anda adalah prioritas kami saat ini.! berdiam disini adalah pilihan terbaik.."
"Kalian terlalu berlebihan..!"
Potong Mayra tidak peduli. Jane dan Hanah saling pandang, kemudian Hanah mengangguk dan berjalan kearah Villa utama.
"Aku mau membersihkan diri dulu, setelah itu kita akan langsung berangkat.!"
Titah Mayra saat sudah sampai di depan pintu, kemudian dia masuk meninggalkan Jane yang hanya bisa terdiam berdiri dan bingung.
..... ......
Akhirnya tidak ada pilihan lagi, Jane dan Hanah menuruti keinginan Mayra untuk keluar dari pulau pribadi berangkat menuju kota terdekat. Tujuan utamanya adalah pasar wisata. Mayra ingin menghilangkan penat dengan sedikit berbelanja dan cuci mata. Jane membawa mobil Range Rover yang cukup tangguh mengingat perjalanan yang sedikit memakan waktu. Di belakangnya anak buah Tomy yang terdiri dari 2 mobil mengawal dengan jarak yang aman karena Mayra memintanya untuk tidak terlalu menarik perhatian.
Jalanan yang di telusuri cukup sepi karena memang ini adalah kawasan pulau-pulau pribadi yang hanya di lewati oleh para pemilik pulau saja. Jane melajukan mobilnya dengan lancar tanpa hambatan. Mayra duduk di jok belakang, sedang Hanah duduk menemani Jane di jok depan.
Mayra mencoba menikmati pemandangan indah yang tersaji sepanjang perjalanan untuk mengalihkan pikirannya dari ingatan terhadap sang suami.
Setelah menempuh perjalan sekitar 45 menit akhirnya mereka tiba di kota tujuan. Jane memarkir mobilnya di tempat yang cukup aman.
"Sebaiknya Nyonya memakai penutup wajah dulu sebelum keluar "
__ADS_1
Ucap Jane sambil mengamankan rem mobilnya.
"Memangnya kenapa Jane. Bukankah di sini
tidak ada yang mengenaliku.?"
"Untuk jaga-jaga saja Nyonya.."
"Sudahlah Jane..kau selalu berlebihan..!"
Sanggah Mayra sambil kemudian keluar dari mobil. Hanah dan Jane dengan cepat keluar dari mobil dan mengikuti Mayra yang sudah mulai berjalan.
Tempat yang mereka datangi ini merupakan sebuah pasar wisata yang cukup ramai. Orang-orang penduduk asli tempat ini mayoritas adalah muslim, tidak heran kalau di sini semua wisatawan di haruskan berpakaian sopan dan harus bersikap santun.
Hari ini pasar tampak sangat padat di penuhi oleh pengunjung yang rata-rata adalah wisatawan mancanegara.
Mayra berjalan dengan anggun menghampiri setiap toko atau stan cinderamata dan penjual makanan lokal yang beranekaragam. Dia tidak menyadari kehadiran dirinya dengan segala kelebihan fisiknya menimbulkan kehebohan bagi orang-orang yang melihatnya.
Setiap orang yang melihatnya terlihat terpesona dan tidak bisa melepaskan pandangan serta perhatian mereka dari sosoknya yang terus saja berjalan dengan tenang tidak menyadari semuanya. Inilah yang dari tadi di khawatirkan oleh Jane. Kecantikan dan keindahan rupa majikannya bisa saja menimbulkan masalah apalagi di tempat asing seperti ini.
Mayra berhenti di depan sebuah stan yang menjual pernak pernik hasil kerajinan tangan penduduk asli tempat ini. Dia mencoba bernegosiasi dengan sang penjual yang terlihat hanya melongo saja saat Mayra mengajaknya berbicara dengan bahasa Inggris.
Suara Mayra yang lembut dan wajahnya yang begitu memukau membuat sang penjual hanya bisa terpaku tidak mampu mengeluarkan suara.
Hanah yang greget melihat hal itu kemudian maju dan berbicara dengan si penjual. Mayra hanya tersenyum saja melihat reaksi si penjual yang terlihat kikuk.
Dengan senang hati si penjual tersebut memberikan barang yang di sukai Mayra secara cuma-cuma. Dia mengatakan dalam bahasan setempat, itu adalah hadiah untuk bidadari secantik Mayra.
Dan Mayra mengangguk serta tersenyum saat menerima barang tersebut.
Mereka kembali berjalan menjelajah seluruh tempat, berhenti di setiap stan yang di inginkan Mayra, dan Hanah lah yang kebagian tugas membawa barang belanjaannya.
Untuk sementara Mayra bisa sedikit melupakan segala kegalauan hatinya dengan acara jalan-jalan ini.
Setelah cukup lama Mayra memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah bangku dan Hanah dengan sigap memberikan minuman segar pada Mayra. Ada beberapa pengunjung yang terlihat mendekat kearah Mayra. Mata mereka terlihat begitu terpesona pada keberadaan Mayra yang di kawal oleh dua orang wanita cantik dengan ciri khas masing-masing.
Beberapa pria tadi mencoba merangsek maju namun di hadang oleh Jane. Orang-orang itu terlihat sedikit tersinggung dan mencoba menyingkirkan nya.
Anak buah Tomy tidak tinggal diam, tanpa basa basi mereka langsung menyeret para pria tadi dan akhirnya terjadi keributan yang berujung perkelahian.
Mayra baru menyadari kalau para pengawalnya sedang ribut dengan beberapa pengunjung.
"Ada apa ini Jane.?"
Tanya Mayra sambil kemudian melangkah saat Jane membimbing nya untuk berjalan menjauh dari tempat itu. Beberapa pengunjung terlihat mengikuti langkah mereka. Sudut mata Jane yang tajam menangkap adanya sesuatu yang tidak beres. Dia terlihat lebih waspada dan menelpon salah seorang anak buah Tomy untuk segera mengikutinya.
Mayra kembali berhenti di sebuah stan makanan dan meminta Hanah untuk membelinya. Hanah mencoba mencicipi dulu makanan yang di inginkan oleh Mayra untuk memastikan rasa dan kebersihan nya . Setelah yakin semua aman Hanah membelinya dan memberikan pada Mayra yang terlihat senang.
Dia kembali berjalan santai sambil mencicipi makanan yang tadi di belinya. Jane dan Hanah mengikuti nya sambil terus waspada.
"Nyonya..apa anda sudah selesai.?"
Tanya Jane sambil terus waspada karena ada beberapa sudut pandang yang terlihat mencurigakan.
"Aku baru keluar hari ini Jane. Aku ingin puas dulu menikmati hari ini..Kalian tidak perlu terus mengikuti ku..Belilah apa yang kalian inginkan.!"
Ucap Mayra sambil terus berjalan menuju ke sebuah toko bunga . Dia berpapasan dengan segerombol pengunjung pria, Mayra mencoba menghindari dengan mencari jalan yang kosong. Namun sebagian dari gerombolan itu terlihat mencoba mengikuti dan mengurungnya.
Menyadari keadaan semakin tidak terkendali dengan cepat Jane menarik tangan Mayra di bawanya berlari.
Dan Hanah berlari kearah anak buah Tomy yang masih berada di belakangnya.
"Ada apa Jane ? kenapa kita harus berlari.?"
Tanya Mayra yang terkejut namun tak urung mengikuti langkah Jane dan terus berlari.
"Ada sesuatu yang tidak beres Nyonya..!"
__ADS_1
Jawab Jane membawa Mayra ke tempat yang cukup sepi. Mayra terlihat mengendurkan larinya. Wajahnya terlihat memerah karena kelelahan, ada butiran keringat di keningnya. Dia mencoba mengatur napasnya dan memegang dadanya.
"Sudah cukup Jane..Aku tidak sanggup berlari lagi.
Ada apa sebenarnya.?"
Tanya Mayra terbata bata karena napasnya yang tersengal. Jane nampak semakin waspada, dan tiba-tiba saja mereka sudah di kurung oleh beberapa pria berpakaian hitam dengan memakai ikat kepala.
Mayra terlihat memucat wajahnya melihat kemunculan orang-orang yang entah darimana datang nya dan memiliki maksud apa padanya.
"Black Hunter.."
Gumam Jane dengan wajah sedikit meringis melihat banyaknya penyerang itu.
"Serahkan wanita itu pada kami..!"
Ucap salah seorang sambil mencoba merangsek maju, Jane membentangkan tangan sambil kemudian memasang kuda-kuda.
"Tidak..! Kalian harus menyingkirkan aku dulu kalau ingin menyentuh Nyonya kami..!"
Tegas Jane sambil terus waspada . Dalam keadaan itu anak buah Tomy datang dan langsung menyerang para pria berpakaian hitam-hitam tadi. Dan terjadi lah perkelahian sengit diantara mereka yang sedikit tidak seimbang mengingat para pria berpakaian hitam tadi berjumlah lebih banyak.
Mayra hanya berdiri di dekat dinding sebuah bangunan dengan tubuh gemetar melihat perkelahian yang terjadi. Dia seakan mengingat kembali beberapa kejadian yang lalu saat dirinya berada dalam bahaya.
Salah seorang pria yang merupakan pemimpin mereka berhasil memukul jatuh Jane hingga terjungkal ke aspal dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Jane..kau tidak apa-apa.?!"
Jerit Mayra berusaha mau membantu Jane berdiri tapi pria pemimpin tadi dengan gerakan cepat langsung menyambar tangan Mayra kemudian di seret nya meninggalkan tempat itu. Jane berusaha mengejar sekuat tenaga namun beberapa pria tadi yang memang memiliki kemampuan ilmu beladiri cukup mumpuni berhasil melumpuhkan nya hingga dia tak mampu lagi berdiri.
Hanya pandangan matanya yang masih bisa melihat Mayra di seret masuk kedalam sebuah mobil sedan hitam. Anak buah Tomy juga sudah banyak yang berjatuhan karena kalah jumlah dan semakin terdesak.
"Nyonya di bawa pergi.! Cepat cari bantuan..!"
Teriak Jane pada salah seorang anak buah Tomy yang merupakan kepercayaan nya. Satu pukulan telak mengenai ulu hati Jane membuat dia terkapar dan darah segar muncrat dari mulutnya. Pandangannya semakin kabur.
"Nyonya..maafkan saya..!"
Desis Jane sambil akhirnya tergeletak pingsan.
Mobil hitam yang membawa Mayra meluncur deras meninggalkan tempat perkelahian tadi. Mayra mencoba terus berontak dan memukul orang-orang yang membawanya. Yang ada di dalam mobil ini sekitar 4 orang.
"Kita ke pelabuhan..!!"
Perintah si pria pemimpin masih dalam keadaan memegang tangan Mayra yang terus berontak.
"Lepaskan aku..siapa kalian sebenarnya..! Kenapa menculik ku..??"
Teriak Mayra yang mulai kehabisan tenaga. Tapi
orang-orang itu tak ada yang menggubrisnya. Si pemimpin akhirnya menyumpal mulut Mayra karena terus berteriak. Mayra mulai kelelahan, gerakannya semakin mengendur.
Saat sudah dekat ke kawasan pelabuhan kecil,
mobil hitam yang membawa Mayra tiba-tiba
di hadang oleh sebuah motor besar yang sudah berhenti di tengah jalan dengan posisi menyilang dengan deru mesinnya yang menyalak terdengar menggema mengeluarkan asap pekat yang
mengepul mengaburkan pandangan.
Seorang pria bertubuh tinggi duduk tegak diatas motor, dia menatap lurus kearah kedatangan mobil hitam, kedua kakinya menapak dengan posisi siaga satu, kedua tangan di atas stang motor bersiap untuk menerjang dalam sekali hentakan..
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC....
Jangan lupa like, koment & vote nya ya gaiss..
__ADS_1
Thank you so much..👍🙏🤗