Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
60. Pengakuan


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


 


Hari ini suasana di kantor perusahaan Moolay Group tampak lebih sibuk dari biasanya. Para karyawan terlihat datang lebih awal dari jam kerja biasanya.


Ada sesuatu yang janggal terjadi hari ini. Di gerbang depan perusahaan terlihat telah berjaga beberapa pengawal dan juga aparat dari kepolisian.


Kerumunan wartawan dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik sejak pagi sudah berdatangan memenuhi area sekitar gedung megah berlantai 40 itu. Namun mereka belum bisa masuk ke dalam kawasan kantor ataupun halaman depan. Karena di jaga ketat oleh pihak keamanan. Dan akan di izin kan masuk apabila sudah ada instruksi dari dalam.


Rencananya hari ini sekitar pukul 2 siang, Dirga akan mengadakan konferensi pers menyangkut berita besar yang kemarin begitu menghebohkan di masyarakat. Sampai saat ini berita itu masih menjadi topik hangat pembicaraan di mana-mana, bahkan sudah sangat melebar, hingga nama baik Dirga maupun Mayra semakin tercemar.


..... .....


Di dalam ruangan kantor CEO, Sang raja bisnis yang gagah dan berkharisma, terlihat sedang berkutat dengan segala kesibukannya. Menandatangani dan memeriksa setumpuk berkas di atas meja kerjanya. Dia membuka jas dan melonggarkan dasinya agar sedikit lebih bebas dalam melakukan pekerjaannya.


Tiba-tiba Evelyin masuk ke dalam ruangan di ikuti Lee yang tadi berusaha mencegahnya, namun Evelyin malah mencaci dan memarahinya.


Raut wajah Evelyin terlihat di penuhi emosi dan kekesalan yang sudah memuncak.


"Honeeyy...apa yang sudah di lakukan asisten sialanmu ini, dia sudah berani melarangku masuk ke sini.! "


Teriak Evelyin sambil menghampiri Dirga dan tanpa basa-basi langsung duduk di pangkuan Dirga.


Dirga menatap Evelyin dengan raut wajah datar dan dingin. Dia melambaikan tangan ke arah Lee menyuruhnya keluar.


"Ada perlu apa kau kesini..? aku sedang sangat sibuk.!"


Ucap Dirga sambil menegakkan badannya sedikit mundur. Evelyin mengernyitkan alisnya, menatap heran pada Dirga yang terlihat begitu dingin sikapnya.


"Honeyy.. asisten mu sudah bersikap kurang ajar padaku tadi, kenapa kau membiarkan nya begitu saja..?"


"Aku yang sudah menyuruhnya ! melarang siapapun untuk masuk kesini. Aku sedang tidak mau di ganggu.!"


"What.? Tapi ini aku honey..istrimu..!"


Sentak Evelyin sambil meraup wajah Dirga. Keduanya saling pandang. Dirga melepaskan tangan Evelyin dari wajahnya.


"Ada perlu apa.?!"


Kembali tanya Dirga. Evelyin semakin kesal, dia menatap tajam wajah Dirga.


"Honey..apa yang terjadi padamu ? kenapa sikapmu berubah seperti ini padaku ! Kau bersikap dingin padaku..!"


Tanya Evelyin. Dirga mengangkat tubuh Eveliyn dari pangkuannya. Kemudian dia berjalan ke arah jendela besar yang bisa melihat langsung ke halaman depan kantor perusahaan nya. Dimana di sana terlihat samar-samar kerumunan wartawan sedang beradu argumen dengan para aparat keamanan.


"Apa karena wanita semalam mu itu..?!"


Tanya Evelyin lagi sambil menghampiri Dirga dan berdiri di samping nya. Dirga meliriknya sebentar.


"Kau sudah bertindak di luar batas Ev, aku tidak bisa mentolerir hal itu.!"


"Dia hanya wanita semalam mu honey.! dia bukanlah siapa-siapa mu..!"


"Dia juga istriku Ev, tanggungjawab ku.!"


"Tidak..!! dia hanya wanita yang kita butuhkan agar rencana kita berjalan baik honey..Kamu menikahi wanita itu demi kita, demi pernikahan kita.!!"


Teriak Evelyin histeris. Dirga melirik Evelyin dan menatapnya tajam.


"Bukan berarti kamu bebas melukainya..! Dia adalah wanita yang aku harapkan bisa memberikan ku keturunan, lalu kau berusaha mencelakainya..! Apa yang ada di pikiran mu sebenarnya hahh..?!"


Bentak Dirga sambil terus menatap Evelyin geram.


Evelyin menggeleng kan kepala, matanya tampak memerah, menahan kemarahan dan juga rasa kecewa karena sikap Dirga.


"Sikapmu berubah hanya karena wanita murahan itu.?


Aku tidak ingin melanjutkan semua rencana kita. Aku akan memberimu anak, dan aku akan berhenti dari semua pekerjaan ku..! Jadi wanita itu sudah tidak di perlukan lagi, Ceraikan dia !! kembalikan dia ke tempatnya semula, wanita kelas rendah.!"


"Evelyin..!!"


Dirga mengangkat tangannya ingin menampar Evelyin, tapi hanya tertahan di udara. Evelyin terkejut setengah mati melihat sikap Dirga. Air matanya mulai menetes membasahi pipinya.


"Kau membela wanita itu honey..!! Kau sudah jatuh ke dalam perangkap nya..!! Aku mencintaimu honey..dan kau sangat mencintaiku.!! wanita itu hanya


pengganggu untuk kita, jadi..Aku minta singkirkan dia dari hidup kita..!"

__ADS_1


Teriak Evelyin sambil menangis histeris. Dia berhambur memeluk erat tubuh Dirga yang masih bergetar menahan luapan emosi.


"Aku tidak mau kau berubah seperti ini. Buang wanita itu honey..please..!! Aku mau kau menyingkirkan dia secepatnya..!!"


Ucap Evelyin di sela isak tangisnya. Dirga bergeming, dia terdiam tanpa bereaksi. Kedua tangannya terkepal dengan kuat. Evelyin terus menangis sesegukan.


"Aku tidak bisa melepaskannya."


Ucap Dirga pelan. Evelyin menggeleng kuat.


"No honey..!! kamu tidak bisa melakukan ini padaku.! Aku tidak mau memiliki madu seperti dia, aku sangat membencinya, dia bukan wanita baik-baik..!!"


Teriak Evelyin lagi, tangisnya makin kencang.


"Aku sudah terlanjur menghancurkan hidupnya.. Dan aku harus bertanggung jawab karena hal itu..!"


"No ! honey no..!!"


Pekik Evelyin. Tangisnya tertahan, dia menatap tajam wajah Dirga yang sudah melepaskan pelukannya.


"Aku tidak mau tahu.! Kamu hanya milikku.! kamu ingin anak, akan aku berikan.! tapi ceraikan wanita itu.!"


Ucap Evelyin dengan sorot mata penuh kemarahan.


Dirga memalingkan mukanya kembali ke arah jendela.


"Aku tidak bisa..!"


Evelyin semakin murka. Wajahnya terlihat kelam.


"Kamu pasti tidak ingin keluargamu malu karena hal ini kan.? akhiri semua drama konyol ini. Katakan pada dunia bahwa wanita itu sudah berusaha menggoda mu.! Biar dia merasakan kehancuran yang sebenarnya.!!"


Ucap Evelyin lagi, sambil kemudian menghentakkan kakinya, berbalik dan pergi dari ruangan itu dengan luapan kemarahan yang membakar jiwanya.


***** *****


Lee masuk ke ruangan Dirga, terlihat tuannya itu masih duduk di kursi kebesarannya dengan menyandarkan kepala ke sandaran kursi. Matanya terpejam. Lee tahu sudah terjadi pertengkaran hebat antara tuannya itu dengan nyonya pertamanya.


"Tuan..sebentar lagi di mulai. Apa anda ingin saya memundurkan sedikit jadwalnya.?"


Ucap Lee. Dirga membuka mata dan meraih ponsel dari dalam saku jas nya.


"Baik Tuan."


Lee mengangguk lalu pergi.


Dirga menghubungi nomor Mayra, dia ingin sekali mendengar suaranya agar emosinya kembali stabil.


"Assalamualaikum.."


"Hemm..Apa Rayen sudah memeriksa mu.?"


"Sudah, dia sudah kembali. Apa kau sudah makan siang.?"


"Aku tidak berselera.!"


"Loh kenapa.? kamu harus menjaga kesehatanmu. Luka di bahumu juga belum pulih.!"


"Itu bukanlah masalah besar. Kamu sedang apa.?"


"Aku sedang membaca.."


"Nyalakan televisi sebentar lagi !"


"Emmhh ? buat apa.?"


"Lihat saja nanti.!"


"Ohh..baiklah nanti aku lihat. Ohh ya..jangan lupa makan siang ya.."


"Sudah ku bilang tidak berselera. Aku hanya ingin makan satu lah.."


"Apa itu.?"


"Aku ingin memakanmu..!


"Dasar mesumm..!!

__ADS_1


Tut Tut Tut ...


Telpon di tutup sepihak. Dirga hanya tersenyum puas sambil terus menatap layar ponselnya yang masih tertera nama ' Wanita Kedua'.


Bibirnya menyeringai, dia harus mengganti nama itu dengan sebutan lain.


Waktu sudah menunjukan pukul 14 kurang 5 menit.


Para wartawan yang sudah mendapat izin untuk memasuki halaman dan area kantor perusahaan kini sudah mengambil posisi masing-masing di depan loby kantor megah itu.


Di tengah loby kantor sudah di persiapkan sebuah stand mic dan beberapa alat pengeras suara. Para resepsionis berjajar rapi mencoba melayani kebutuhan para pencari berita itu dengan seramah mungkin.


Semua kamera baik itu televisi atau kamera wartwan media cetak sudah menempati posisi masing-masing.


Dan para reporter telah siap dengan micropon nya.


Mereka hanya tinggal menunggu kehadiran Sang raja bisnis yang kabarnya hari ini akan memberikan klarifikasi langsung kepada seluruh media.


Ini adalah suatu hal yang besar, sebab jarang-jarang pengusaha terpopuler itu mau melayani dan memberi konfirmasi terkait isu atau gosip yang menerpa nya.


Selama ini dia tidak pernah bisa disentuh oleh wartawan kalau bukan urusan bisnis dan pekerjaan.


***** *****


Sementara itu, Mayra yang ada di rumah besarnya, ternyata tidak mendengarkan ucapan Dirga untuk tetap berada di kamarnya. Setelah Dirga pergi, dia nekad memaksa turun ke lantai bawah di bantu oleh Jane dan Tina. Dengan menaiki kursi roda, di dorong oleh Jane Mayra mengelilingi rumah besar nya itu ingin menghirup udara segar. Dia terlihat tak percaya dan dipenuhi rasa takjub atas kemegahan dan keindahan rumahnya itu.


Apa dia sedang bermimpi.?


Kenapa Dirga membawanya ke rumah semegah ini?


Setelah puas berkeliling, dia kembali ke ruang keluarga. Tina memperkenalkan semua pelayan yang ada di rumah itu beserta tugas mereka masing-masing. Para pelayan tampak sangat terpesona pada nyonya rumah nya itu. Yang selain sangat cantik tapi juga sangat lembut dan ramah.


Kini Mayra, Tina dan Jane terlihat sedang duduk di ruang keluarga, memutar televisi berlayar besar. Mereka terlihat sedang terfokus saat ini, dimana di layar Dirga terlihat sudah berdiri gagah penuh kharisma di depan standmic di loby kantornya. Mayra mengernyitkan alisnya, apakah ini yang di katakan oleh Dirga barusan.


Dirga bersiap dan melakukan chek sound.


"Terimakasih pada para wartawan yang sudah menyempatkan diri hadir di sini. Saya tidak akan berbicara panjang lebar. Saya hanya ingin memberi klarifikasi tentang semua berita yang beredar saat ini.


Tentang hubungan saya dengan model bernama Shaqueena Almayra Rasyid..Kami memang punya hubungan khusus.."


Dirga menjeda ucapannya. Semua wartawan tampak saling pandang dengan sorot mata di penuhi keterkejutan luar biasa sekaligus rasa penasaran.


"Hubungan kami adalah..hubungan suami istri !


Sah di mata Agama maupun Negara. Shaqueena Almayra Rasyid adalah istri kedua saya..!"


Heboh.! gempar..! para wartawan tampak riuh berbicara dengan sesama kawannya. Ini adalah kejutan yang sangat di luar ekspektasi. Jadi sang raja bisnis memiliki dua istri.?? dan yang selama ini heboh di isukan sebagai wanita penggoda adalah istri keduanya yang sah !!


Wooww..ini benar-benar Boom..!!


"Kami memiliki bukti yang legal dan akurat, tentang kapan dan dimana pernikahan kami terjadi. Silahkan kalian lihat, buktinya ada di asisten saya.


Terimakasih..!!"


Dirga mengakhiri konferensi pers nya, kemudian berbalik dan berjalan menuju ke dalam lift.


Bukan hanya wartawan yang ada di tempat itu, seluruh karyawan perusahaan yang mendengar pengumuman bos nya barusan juga terlihat shock dan menganga mengetahui kebenaran ini.


Mayra menutup mulutnya, wajahnya


terlihat pucat tak percaya yang di lihatnya.


Apakah benar yang di dengar nya barusan.??


Dirga mengumumkan pada dunia bahwa dirinya adalah istrinya, walau istri keduanya..!


Tuhan..inikah rencanaMu..??


Lirih Mayra sambil mengusap dada


dan memejamkan matanya..


 


**********


 

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2