Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
78. Kapal Pesiar


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sore harinya Dirga membawa Mayra menikmati sunset di sebuah gazebo indah di tengah laut.


Keduanya tampak duduk setengah berbaring di kursi panjang. Gazebo itu di hiasi oleh kelambu putih yang di ikat manis di setiap tiang penyangganya.


Pemandangan indah air laut yang biru dengan gradasi warna hijau terlihat memukau memanjakan setiap mata yang memandang. Di tambah semilir angin sore yang sejuk menambah keindahan dan kehangatan suasana.


Dirga tak henti memeluk erat tubuh Mayra, seakan tidak ingin melepaskannya sedetikpun. Mayra bersandar mesra di dada kokoh suaminya itu.


Mereka tampak sangat menikmati suasana dan kesyahduan sore itu.


"Apa kau senang aku membawamu kesini.?"


Tanya Dirga sambil terus mencium puncak kepala Mayra yang tertutup hijab warna krem .


"Tentu saja. Aku tidak pernah membayangkan bisa mengunjungi tempat seindah ini.."


Jawab Mayra. Dia membelai halus tangan Dirga yang melingkar erat di perut dan dadanya.


"Maldives memang tempat yang indah. Pulau ini merupakan salah satu pulau terbaik di sini. Sayang sekali saat ini aku tidak bisa memilikimu..!"


Ucap Dirga pelan sambil mempererat pelukannya.


Mayra terdiam, kemudian dia mendongakan kepala membuat mereka saling menatap intens.


"Maaf..saat ini aku masih dalam masa pemulihan.


Akan sangat berisiko kalau kita memaksa melakukannya. Lagipula aku belum siap..!"


Ucap Mayra dengan tatapan yang sedikit masih terlihat ada ketakutan. Dirga tersenyum dan menggeleng lemah.


"Aku tahu, Dan aku tidak akan membuatmu dalam bahaya lagi.!"


Sahut Dirga sambil mengecup mesra kening


Mayra. Mereka kembali menikmati keromantisan suasana.


"Apa tempat ini milikmu..?"


Tanya Mayra. Dirga tersenyum dan memejamkan mata menikmati aroma wangi yang keluar dari tubuh Mayra.


Dia berusaha mati-matian meredam hasratnya.


"Iya, aku membelinya. Aaron juga memiliki banyak aset pribadi di daerah ini. Dia punya kapal pesiar yang cukup bagus di sini..! Besok kita akan mencoba berlayar menggunakan kapal pesiarnya.!"


Ucap Dirga lagi. Mayra terdiam, selintas dia teringat dengan orang aneh itu, yang anehnya lagi akhir-akhir ini sering sekali terjadi interaksi antara dirinya dengan orang itu walaupun secara tidak sengaja.


"Apa dia temanmu.? kenapa kalian sering sekali bersama.?"


"Hemm..Aku punya semacam ikatan batin sama


dia. Bisa di bilang dia adalah orang yang selalu ada di belakangku.! Dia pernah menyelamatkan nyawaku..!"


"Apa maksudmu.?"


Tanya Mayra sedikit terkejut.


"Waktu itu nyawaku terancam, dan dia menjadikan dirinya sebagai sasaran tembak.!"


"Apa..??"


Mayra terkejut, dia membalikan badan dan menatap lekat wajah Dirga.


"Iya..Sebenarnya musuhku dimana-mana. Lawan bisnisku selalu mencari kelemahan ku. Dan Aaron adalah seseorang yang bisa membantuku dalam hal ini..!"


Ucap Dirga seraya mengelus lembut wajah Mayra yang kini berada tepat di hadapannya. Wajah yang begitu cantik dan mempesona. Tidak ada cela yang tercipta di keelokan paras istrinya ini. Alis yang terbentuk sempurna, mata indah sebening kristal di hiasi bulu mata yang lentik alami dengan tatapan sendu yang dapat meluluhkan hati siapapun yang bertemu pandang dengannya. Hidung mancung dengan ukuran yang sangat pas, dan bibir mungil dengan bentuk yang sangat menggoda, pink alami tanpa polesan.


Di tambah kulit putih bersih bak pualam, sungguh Dirga sangat beruntung bisa memiliki nya.


"Apa orang-orang yang selalu berusaha melukai ku juga termasuk musuh-musuh mu..?"

__ADS_1


Tanya Mayra. Dirga terdiam, dia melonggarkan sedikit pelukannya kemudian menegakkan badan dan mengangkat tubuh Mayra keatas pangkuannya.


"Mereka hanya cacing kecil saja.! Sudahlah tidak usah membahas masalah ini lagi. Kita nikmati saja sore ini dengan tenang..!"


Ucap Dirga, sambil kemudian menyergap bibir ranum Mayra dan melumatnya rakus. Mayra tidak bisa apa-apa lagi selain meladeni permainan suaminya ini.


Beberapa saat kemudian mereka sudah terhanyut dalam ciuman hangat dan memabukkan seiring suasana syahdu dan romantis yang tercipta sore itu.


***** *****


Keesokan harinya setelah selesai sarapan pagi, Dirga mengajak Mayra dan juga Hanah yang kini di percaya menjadi pelayan pribadi Mayra berangkat menuju ke sebuah pelabuhan kecil yang biasa di gunakan untuk bersandar nya kapal-kapal pesiar dengan ukuran kecil sampai sedang.


Tiba di tempat mereka menaiki sebuah kapal pesiar ukuran sedang yang terlihat sangat mewah dan cukup canggih, sebab ada sistem pertahanan yang terpusat di sistem navigasi yang terkontrol secara otomatis.


Ternyata Aaron dan Rayen sudah menunggu mereka di dalam kapal pesiar tersebut. Mereka berdua terlihat sedang berdiri diatas buritan menikmati terpaan angin laut yang cukup kencang. Aaron memakai celana pendek hitam dengan kaos senada, kacamata hitam bertengger manis di hidungnya, dan rambutnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin membuat dia terlihat sangat gagah dan super macho.


Hanah sampai melongo melihat ketampanan laki-laki itu yang di nilainya sangat berbeda dari laki-laki tampan lainnya yang pernah dia lihat. Matanya tak berkedip menatap terpukau keseluruhan diri Aaron.


Sementara orang nya hanya acuh dan cuek saja tak bereaksi apapun saat melihat kedatangan Dirga dan Mayra.


Hari ini Mayra mengenakan dress cantik warna kuning bermotif flower dengan ikat pinggang manis berpita serta sedikit melebar di bagian bawahnya, terlihat sangat cantik dan fresh. Membuat dia bagaikan bunga yang baru mekar, sedap di pandang mata. tidak lupa memakai kacamata hitam sebagai penyempurna penampilannya.


Sementara Dirga mengenakan setelan celana pendek putih dan kemeja putih transparan yang sangat pas menempel di tubuh gagahnya dengan kacamata hitam yang menambah kesan gentle dan maskulin.


Kapal perlahan mulai berlayar mengarungi lautan menuju ke sebuah destinasi wisata yang banyak di kunjungi, yakni sebuah spot menarik untuk melakukan diving dan menikmati panorama laut yang eksotis.


Selama di perjalanan Mayra tampak asik menikmati pemandangan laut yang indah tidak terbatas.


Dia berdiri di pinggir geladak mencoba mengambil gambar dari kamera yang di bawa oleh Dirga.


Setelah puas, kini dia berdiri menikmati hembusan angin kencang yang menerpa tubuhnya membuat gaunnya berkibar hingga bentuk tubuhnya yang indah terlihat jelas, dan hal itu menjadi magnet kuat yang menarik perhatian sepasang mata yang sedang melihatnya dari ketinggian.


Aaron yang ada di atas kapal sedang mencoba meneropong laut lepas, terlihat terpana melihat pemandangan indah di geladak bawah kapalnya.


Dia menelan salivanya berat, jantungnya berdetak dengan kencang. Tubuhnya langsung saja terasa panas membakar seluruh aliran darahnya.


Aaron menarik napas dalam-dalam dan memalingkan muka, dia mencoba membuang pikiran-pikiran liarnya dan jiwa lelakinya yang seketika bangkit.


Tangan Aaron terkepal kuat menahan rasa panas yang membakar dadanya. Napasnya kian terasa berat.


Rahangnya mengeras ketika melihat Dirga mencium lembut bibir Mayra yang masih terlihat menolak, tapi Dirga semakin mendesak dan memaksa membuat Mayra akhirnya membalas ciuman itu.


Aaron memukul tiang teropong dengan kuat sambil menendang barang yang ada di tempat itu. Dengan wajah yang sangat dingin dia melangkah pergi turun ke lantai bawah langsung masuk ke anjungan untuk memonitor arah pelayaran dari kapalnya.


Kapal tiba di tempat tujuan, di tengah area diving yang paling populer. Di tempat ini walaupun tidak turun untuk melakukan snorkeling atau diving kita masih bisa melihat keindahan bawah laut secara langsung dari atas kapal.


Dengan penuh semangat Rayen tampak langsung masuk melakukan diving yang memang hoby nya.


Di susul oleh Aaron. Setelah itu Dirga menyusul mereka setelah berpamitan pada Mayra dan mengecup mesra bibirnya.


"Aku tidak akan lama..! Kau bisa melihatnya di sana.!"


Ucap Dirga sambil kemudian menuruni tangga dan mulai masuk kedalam air.


Mayra berdiri di pinggir geladak melihat kegiatan menyelam ketiga pria tadi.


"Nyonya mau minum, atau makan camilan..?"


Tanya Hanah yang berdiri di sebelahnya.


"Minum saja ya Hanah..terimakasih.."


Jawab Mayra sambil tetap fokus ke dalam air.


Hanah berlalu masuk ke dalam kabin.


Setelah sekitar 1 jam , Aaron muncul di permukaan, tapi dia terlihat sedikit pucat dan tubuhnya sempoyongan. Beberapa awak kapal yang merupakan anak buahnya terlihat cepat membantunya membuka semua peralatan yang di pakainya.


Dengan tergesa-gesa Mayra turun ke geladak tempat Aaron di kerubungi para awak.Tubuh Aaron tampak sedikit membiru. Dia memuntahkan cairan kuning dari mulutnya.


"Apa yang terjadi.?"

__ADS_1


Tanya Mayra dengan wajah cemas. Tanpa sadar dia memegang tangan Aaron yang sedingin es. Aaron tampak melirik dan menatap wajah Mayra lemas.


"Sepertinya Tuan keracunan oksigen, dia selalu menyelam di kedalaman yang lebih..!"


Jawab salah seorang anak buah kapal.


"Apa ? kenapa bisa begitu.? terus apa yang harus kita lakukan.! kita harus membawanya ke rumah sakit.!"


Ucap Mayra panik, Aaron memegang tangan Mayra dan menatapnya lekat.


"Aku tidak apa-apa.!"


Ucapnya pelan bergetar. Mereka bertatapan kuat, Mayra tertegun sesaat mendengar Aaron berbicara padanya.


"Tapi nanti terjadi sesuatu padamu..!"


Ucap Mayra lagi masih menatap Aaron cemas.


Aaron menggeleng, dia melepaskan pegangan tangannya pada Mayra, kemudian duduk dan mencoba mengatur pernapasannya.


Mayra berdiri memperhatikan Aaron yang masih berusaha menetralkan pernapasannya di bantu oleh beberapa awak kabin dengan menekan beberapa saraf penting yang berhubungan dengan titik fokus aliran darahnya .


Hanah muncul membawakan handuk putih dan tanpa ragu menyelimutkan ke tubuh Aaron. Wajah Hanah juga terlihat sangat mencemaskan keadaan Aaron.


Setelah beberapa menit, Aaron terlihat mulai membaik, warna kulitnya juga berangsur normal.


"Tuan..sebaiknya anda membersihkan diri dulu. Biar tidak komplikasi..!"


Ucap Hanah sambil membantu Aaron berdiri dan memapahnya masuk ke dalam kabin. Sebelum masuk Aaron terlihat melirik pada Mayra dan menatapnya sekilas. Mayra terdiam menatap balik Aaron.


Tidak lama setelah itu muncul Dirga dan Rayen bersamaan. Mayra segera menyambut Dirga dan membantu melepas semua peralatan yang melekat di tubuhnya.


"Dimana Aaron..! sepertinya tadi dia naik duluan.!"


Tanya Dirga setelah semua alat terlepas.


"Dia sedang membersihkan diri. Tadi mengalami keracunan oksigen..!"


Jawab Mayra sambil menyelimuti tubuh Dirga dengan handuk dan mengelapnya dengan pelan.


"Ada apa dengannya ? apa ada masalah ? tidak biasanya seperti itu.!"


Rayen menyela. Dia mengelap tubuhnya sendiri.


"Sepertinya ada sesuatu yang menganggu pikirannya !"


Sahut Dirga sambil menarik tubuh Mayra kedalam dekapannya.


"Sayang..malu iihh banyak orang..!"


Bisik Mayra mencoba mendorong dada Dirga.


"Biarkan saja, mereka hanya nyamuk pengganggu yang tidak berguna.!"


Ucap Dirga sambil melirik pada Rayen. Para awak kapal yang tadi membantu mereka melepas semua peralatan tampak membungkuk lalu pergi .


Rayen mendengus kesal.


"Sialan..! Aku termasuk nyamuk itu juga kalau begitu..!"


Gerutunya sambil kemudian pergi dari hadapan Dirga dan Mayra. Dirga tersenyum puas , dia kembali mempererat pelukannya.


"Mas.. mandi dulu yuukk.."


"Tapi kau yang mandikan.!"


"Dasar mesum..!!"


Debat Mayra sambil memukul lengan Dirga, akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam kabin.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2