Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
57. Gosip Terhangat


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sejak pagi, berita tentang acara pesta tahunan Royal Entertainment semalam sudah merebak di setiap stasiun televisi dalam acara gosip infotainment.


Namun justru yang lebih di bahas adalah gosip terpanas tentang kedekatan antara Mayra dengan sang raja bisnis. Sejak kejadian Dirga menarik Mayra di atas karpet merah, sampai dengan Dirga yang mengangkat Mayra saat terjadi insiden jatuhnya Mayra dari atas panggung. Mereka berdua menjadi sorotan utama dalam semua berita.


Selain itu berita tentang insiden penyerangan terhadap Mayra yang berakhir dengan jatuhnya Mayra dari atas panggung pun menjadi topik terhangat yang menjadi bahasan di setiap infotainment.


Dunia maya sudah tidak perlu di bahas lagi, semua berita terkecil apapun tentang Mayra seakan menjadi bahan berita yang sangat menarik dan wajib untuk mereka bagikan pada khalayak ramai.


Namun diatas semua gosip hangat diatas, berita tentang penampilan Mayra diatas panggung mempersembahkan sebuah lagu indah untuk penonton dan undangan yang hadir dalam acara semalam, adalah yang paling menggemparkan jagad dunia hiburan.


Semua seakan tersihir oleh penampilan memukau Mayra yang serba dadakan tersebut. Tidak ada yang tidak memuji penampilannya tersebut.


***** *****


Siang ini Mayra kembali di periksa kondisinya, kali ini seorang Dokter wanita lah yang melakukan pemeriksaan bukan Rayen lagi.


"Syukurlah..kondisi nyonya sekarang sudah semakin membaik..Semoga bisa cepat pulih secepatnya.."


Ucap sang dokter sambil tersenyum. Mayra mengangguk dan balas tersenyum.


"Aamiin..Terimakasih Dok.."


"Sama-sama nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu. Jangan lupa istirahat, dan obatnya di minum dengan teratur.."


"Baik."


Setelah membungkuk sopan Dokter itupun keluar dari ruang perawatan Mayra.


Dirga keluar dari kamar mandi di dalam kamar perawatan Mayra. Ruangan ini memang memiliki fasilitas seperti di dalam kamar hotel mewah.


Dia terlihat sudah siap dengan setelan pakaian kerjanya, wajahnya juga terlihat lebih fresh.


Mayra memperhatikan Dirga yang tampak sedang berusaha memasang dasinya di depan cermin, tapi kelihatannya cukup kesusahan.


"Kemarilah..biar aku bantu.!"


Ucap Mayra. Dirga menoleh kemudian berjalan menghampiri Mayra.


"Kau sedang sakit. Aku bisa sendiri.!"


"Aku sudah merasa lebih baik sekarang.."


Ucap Mayra seraya menggeser posisi badannya lebih ke pinggir, kemudian menegakkan badan di bantu oleh Dirga dengan mengganjal punggungnya memakai bantal.


Dirga mendekat, Mayra mulai memasangkan dasi di leher Dirga dengan telaten.


Dirga tampak terus menatap intens wajah Mayra yang kini mulai kembali merona, sudah tidak sepucat tadi pagi saat keluar dari ruang operasi.


"Apa kau yakin sudah lebih baik sekarang.? aku akan pergi ke kantor sebentar."


Ucap Dirga saat Mayra sudah selesai memasangkan dasinya.


"Pergilah..Aku akan baik-baik saja. Hanya lemas sedikit.."


Ucap Mayra sambil tersenyum menatap Dirga meyakinkan. Mereka berpandangan lekat.


Dirga naik keatas tempat tidur, kemudian merengkuh tubuh lemah Mayra kedalam pelukannya.


"Kau membuatku takut semalam. Jangan pernah mengulangi nya lagi..!"


Bisik Dirga seraya mencium puncak kepala Mayra yang kini sudah kembali tertutup hijab instan. Dia memejamkan mata merasakan kelegaan dan tenang bisa melihat Mayra kembali sadar dan kini kondisinya semakin membaik.


Mayra hanya terdiam meresapi segala perasaan yang kini sedang memenuhi dadanya. Perasaan damai, nyaman dan bahagia bisa kembali berada dalam pelukan hangat suaminya ini.


"Maaf..aku tidak bermaksud membuatmu khawatir.."


Lirih Mayra sambil menyembunyikan wajahnya dalam rengkuhan dada bidang suaminya itu.


Mereka terdiam, hanya pelukan saja yang semakin erat.


"Kenapa kemarin kamu menghindari ku..?!"


Deg !


Jantung Mayra seakan di tabrak sesuatu. Ada perasan mengganjal dan tidak nyaman yang di rasakannya saat ini. Dia terdiam membisu.


"Apa kamu tahu, hariku kacau gara-gara itu. kamu pergi dengan laki-laki lain..!!"


Kembali ucap Dirga membuat Mayra makin merasa bersalah dan tidak nyaman.


"Maaf..aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diriku dulu. Aku tidak punya maksud lain.."


"Kau mendengar pembicaraan ku dengan Evelyin.?!"


Mayra makin terpuruk. Dia memejamkan matanya mencoba menahan desakan air mata yang memaksanya ingin keluar.

__ADS_1


"Itu bukan apa-apa. Tidak ada yang salah dengan itu."


"Kau tidak suka mendengarnya.??"


Tanya Dirga dengan hati di penuhi harapan aneh.


Mayra terdiam, tapi hatinya berkecamuk saat ini.


"Kau punya hak untuk itu, Eveliyn juga memiliki hak atas dirimu..dan hatimu.."


Lirih Mayra dengan suara bergetar. Hati Dirga mencelos mendengar jawaban Mayra. Dia makin mempererat pelukannya.


"Maaf..! Aku tidak sengaja melakukan nya.!"


Ucap Dirga kemudian, Mayra menggeleng. Mereka kembali terdiam dalam pelukan hangat yang menenangkan.


"Pergilah..kalau bisa kau juga harus beristirahat saat di kantor. Kau sudah sangat kelelahan.."


Ucap Mayra akhirnya seraya melonggarkan pelukannya dan menarik badannya dari rengkuhan Dirga. Mereka kembali berpandangan, Dirga mendekatkan wajahnya menatap lembut bibir Mayra yang kini kembali merona.


Cup !


Dia mencium bibir Mayra, melumatnya perlahan. Dalam sesaat mereka terhanyut dalam ciuman hangat yang sangat lembut dan manis.


Namun Mayra segera melepaskan ciuman itu, wajahnya terlihat memerah. Dia benar-benar merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa dia terhanyut dalam ciuman barusan dalam keadaan tubuhnya yang masih sangat lemah seperti ini, benar-benar memalukan.!!


"Tina dan Jane akan menjagamu disini.! Aku tidak akan lama, hanya ada meeting sebentar."


Kembali ucap Dirga sambil mengelus lembut wajah Mayra, menatapnya lekat seakan berat untuk meninggalkan nya. Mayra hanya mengangguk dan tersenyum.


"Masuk kalian..!"


Teriak Dirga sedikit keras. Tidak lama di pintu muncul Tina , Jane dan Silvia.


Mereka bertiga berjalan pelan sembari menunduk menghampiri Mayra dengan wajah yang masing-masing terlihat cemas. Mayra melihat mereka sambil tersenyum manis.


"Kalian jaga dia baik-baik..Jangan izinkan siapapun masuk menemuinya.!"


Ucap Dirga menatap tajam ketiganya.


"Baik Tuan..!"


Serempak mereka sambil mengangguk cepat.


Dirga kembali berpaling pada Mayra, kemudian mengecup keningnya lembut.


"Aku pergi.!"


Sahut Mayra, dan Dirga pun mengangguk setelah itu berlalu pergi keluar dari ruangan. Di luar Lee dan beberapa pengawal sudah menunggunya.


"Tempatkan beberapa penjaga untuk mengawasi tempat ini. Jangan biarkan siapapun masuk kesini.!"


Perintah Dirga pada Lee.


"Baik Tuan, sudah saya atur semuanya !"


Ucap Lee. Setelah itu Dirga melangkah pergi di ikuti Lee dan dua pengawal menuju ke kantor Moolay Group.


..... .....


Silvia sedang menginterogasi Mayra dengan segala pertanyaan dan ocehan yang tiada henti tentang kepergian Mayra bersama Agam tempo hari.


Walau sudah di beri peringatan oleh Jane dengan memberikan kepalan tinjunya, namun yang namanya seorang Silvia sungguh sulit sekali untuk mengerem mulutnya yang bocor itu.


"Kamu benar-benar jahat May..kami hampir kehilangan nyawa gara-gara kamu..!"


"Loh..kok bisa gitu Sil..? memang apa yang terjadi ?"


Tanya Mayra heran. Dia sedang memakan buah-buahan yang sudah di kupas dan di potong oleh Tina .


"Kamu kan tahu, bagaimana amarah dan ancaman Tuan suamimu itu.! dia mengancam kami kalau sampai kamu tidak kembali..!"


Uhukk uhukk !


Mayra tersedak seketika, Tina dengan cepat memberikan air putih pada nyonya nya itu.


"Nyonya tidak apa-apa.?"


Tanya Tina khawatir, Mayra menggeleng. Dia mencoba menarik napas dan mengelus dadanya.


Silvia mendekat dan mencoba mengelus punggung Mayra.


"Kau ini kenapa sih May.? bikin khawatir aja.!"


"Gak apa, aku cuma kaget aja tadi.!"


Sahut Mayra. Silvia hanya menatapnya merasa bersalah.

__ADS_1


"Hei..nona Silvia..! saya kan tadi sudah memberi peringatan.! Jangan banyak bicara..!"


Ucap Jane kesal.


"Maaf maaf, yaudah aku gak bakalan ngebahas itu lagi deh..! Sekarang ada yang lebih penting.. Uppsss..!!"


Silvia menutup mulutnya sendiri merasa salah bicara lagi. Dan itu tentu saja membuat Mayra curiga.


"Apa ada yang lain..? apa itu..?"


Tanya Mayra. Jane dan Tina sudah kesal setengah mati pada mulut Silvia yang tidak bisa di saring itu.


"Gak kok May..bukan apa-apa, hanya tentang foto-foto dan iklan kosmetik kamu itu. Sudah rilis dan mendapat sambutan baik dari customer..!"


"Ohh.. benarkah, cuma itu..?!"


"Iya iya.. cuma itu. Foto-foto kamu untuk produk yang lain juga sudah rilis semua. Hasilnya oke semua..!"


"Baiklah..kalau begitu biar aku melihatnya sendiri. Tolong ambilkan ponselku.!"


"Ohh..gak usah May..kamu kan masih sakit, sebaiknya jangan megang hape dulu..!"


"Siill...kalau kamu bersikap seperti ini, aku makin tidak percaya deh sama kamu.!"


Silvia akhirnya tidak bisa berkutik lagi. Dia mengambil ponsel Mayra dan memberikan padanya.


Mayra membuka ponsel dan mencoba mengecek media sosial hari ini.


Matanya tampak terbelalak melihat berita tentang dirinya dan Dirga yang bertebaran memenuhi hampir semua beranda media sosial.


Tubuhnya lemas seketika. Lagi-lagi gosip tidak sedap menerpa dirinya dan juga suaminya itu.


Mayra hanya bisa memejamkan mata menerima semua kenyataan pahit ini.


***** *****


Sementara Dirga saat ini sedang di sibukkan dengan meeting bersama kliennya. Namun pikirannya tidak bisa terfokus sepenuhnya pada pembicaraan yang sedang berlangsung. Banyak hal yang sedang dia pikirkan saat ini. Tadi pagi Lee sudah mengkonfirmasi tentang semua berita yang beredar. Sesungguhnya dia tidak perduli pada dirinya, tapi dia mengkhawatirkan kondisi Mayra saat tahu tentang semua berita ini.


Lee yang faham kondisi tuan nya segera mengambil alih pembicaraan. Dan para kliennya hanya tersenyum penuh arti, mereka juga mengetahui gosip yang sekarang ini sedang hangat di bicarakan.


trrrrtt trrrrt trrrrt


Ponsel Dirga dari tadi terus berdering. Dengan sedikit tidak enak hati, Dirga meminta izin keluar kepada kliennya untuk mengangkat telpon.


Dia berjalan keluar ruangan. Terlihat nama


'Daddy ' yang ada di layar handphone nya.


"Hy Dad..apa kabar.?"


"Kami baik-baik saja disini.! Justru sepertinya kamu sedang kurang stabil sekarang ini, hanya karena seorang foto model..!"


"Itu bukan masalah besar Dad..!"


"Lantas kenapa beritanya bisa sampai sebesar ini.


Apa tanggapan Evelyin tentang ini.!"


"Dia akan tahu sendiri nanti kebenarannya.!"


"Kau berselingkuh di belakang nya nak..!"


"Dia menantumu juga Dad..!"


"What..??"


"Yess Dad..!"


"Jadi dia yang kamu pilih.?"


"Iya.."


"Lalu kenapa kamu biarkan semua gosip panas terus berkembang di luar.?!"


Dirga terdiam beberapa saat.


"Bereskan semua..!"


Titah sang Ayah.


"Aku sudah siapkan semuanya, tinggal menunggu waktu yang tepat.!


"I don't care..!! cepat urus semuanya.!"


Dirga kembali terdiam. Dan sambungan telpon dengan sang Ayah sudah terputus. Dirga kembali masuk ke dalam ruang meeting. Dia melanjutkan meeting nya sedikit lebih dipercepat.


Dia ingin segera menyelesaikan semua urusannya hari ini dan cepat kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Mayra. Tidak ada yang lebih terfokus dalam pikirannya sekarang ini selain sosok Mayra yang tadi malam hampir saja membuat hidupnya seakan tidak ada gunanya lagi.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....


__ADS_2