Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
77. Pulau Pribadi


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mayra keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono saja. Dia berjalan kearah lemari yang ada di kamar tersebut. Dan saat membukanya seperti biasa sudah tersedia baju-baju dengan ukuran dan model yang biasa di pakainya.


Dengan cepat dia memakai satu setelan simpel warna baby pink yang sangat cocok di tubuhnya, membuat dia terlihat sangat segar dan berseri.


Dengan perlahan dan sedikit perasaan takut karena dari tadi tidak ada siapapun yang dilihatnya, Mayra membuka pintu Villa. Dan pada saat pintu dibuka dia di kejutkan dengan kehadiran Dirga yang sudah berdiri tepat di depan pintu dengan sebuket bunga di tangannya.


Senyum manis tersungging di bibirnya. Saat ini Dirga mengenakan kaos oblong putih di padu celana pendek warna coklat susu. Terlihat sangat tampan dan menawan namun terkesan santai dan lebih fresh. Mayra tertegun sesaat menatap wajah Dirga yang terus tersenyum manis padanya.


"Selamat datang di pulau kedamaian sayang.."


Ucap Dirga dengan mengangkat kedua tangannya.


Sejenak Mayra terdiam, cemberut..namun setelah beberapa saat dia melompat kedalam pelukan Dirga.


"Kamu jahat..! kenapa tidak bilang dulu mau membawaku kesini..!"


Ucap Mayra masih berada dalam pelukan erat Dirga.


Dia menyembunyikan wajahnya dalam rengkuhan dada bidang Dirga yang kokoh, terasa begitu nyaman.


"Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu."


"Tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali saat kita berangkat ke tempat ini.."


"Tidurmu terlalu nyenyak semalam.!"


"Aku tidak percaya ! Kamu pasti sudah melakukan sesuatu padaku..!"


"Kalau kamu ingat, tidak akan jadi kejutan lagi..!"


Ucap Dirga sambil kemudian melepaskan pelukannya. Dia memberikan buket bunga pada Mayra yang langsung di terimanya dengan mata berbinar senang dan kemudian mencium aromanya.


"Ayo sekarang lebih baik kita sarapan dulu.!


Setelah itu baru kita jalan-jalan di sekitar pantai.!"


"Ayah pasti akan mencemaskan aku.."


"Lee sudah mengurus semuanya.."


Ucap Dirga sambil menarik tangan Mayra di ajak berjalan menyusuri jembatan kayu menuju ke pinggir pantai, hingga akhirnya mereka berjalan menyusuri pasir pantai menuju sebuah bangunan Vila yang ada di tengah pulau. Villa ini tidak terbuat dari kayu seperti yang ada di atas laut, tapi bangunan permanen seperti rumah biasa pada umumnya.


Saat tiba di dalam ruang tengah Villa tersebut mereka sudah di tunggu oleh Rayen dan juga..Aaron Si Pria tanpa ekspresi. Mayra tampak saling pandang sebentar dengan Aaron. Dia mengingat ucapan Jane waktu itu, bahwa orang yang sudah membantunya adalah Aaron..si Tuan Aneh ini.


Rayen tersenyum ramah pada Mayra seperti biasanya.


"Bagaimana kabarmu Nyonya Dirga..?"


Tanya Rayen yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dirga.Tapi dia terlihat tidak perduli.


"Alhamdulillah baik Dokter.. terimakasih.!"


Jawab Mayra dengan senyum lembutnya. Aaron terlihat hanya duduk santai dengan wajah datarnya.


Dirga menggandeng Mayra dan memeluk pinggangnya posesif, melangkah masuk ke ruang makan. Di sana sudah menunggu seorang gadis berwajah cantik dengan warna kulit coklat yang sangat eksotis.


Dia tersenyum ramah menyambut kedatangan Dirga dan Mayra.


"Tuan Dirga.. Nyonya.. selamat datang..!"


Ucapnya seraya membungkuk sopan.


"Dia Hanah, yang bertanggung jawab mengurus Villa ini bersama orang tuanya.!"


Ucap Dirga menjelaskan.Mayra tersenyum ramah pada gadis yang bernama Hanah itu.

__ADS_1


"Salam kenal Hanah.."


Ucap Mayra sambil kemudian duduk saat Dirga sudah memundurkan kursi untuknya. Dan Hanah kembali membungkuk dengan senyum ramah terkembang di bibir merah merekah nya.


Aaron dan Rayen datang menyusul kemudian duduk di sebrang Dirga dan Mayra. Aaron duduk tepat di hadapan Mayra.


"Silahkan Tuan-tuan.."


Ucap Hanah sambil kemudian melayani mereka satu persatu dengan sangat telaten. Rayen terlihat sering mencuri pandang pada Hanah.


Mereka semua memulai sarapan paginya.


Dirga beberapa kali mencoba menyuapi Mayra yang terpaksa menerima nya dengan perasaan tidak enak pada dua orang yang ada di hadapannya.


***** ******


Selesai sarapan Dirga mengajak Mayra pergi ke pantai.


Mereka berdua berjalan menyusuri pinggiran pantai yang berpasir putih dan berombak tenang.


Mayra terlihat sangat bahagia dan menikmati suasana pantai yang sangat indah itu. Dia berlarian dengan bebas dan tertawa riang menyambut sapuan ombak yang datang menyapu pinggir pantai.


"Mas..ayooo sini..!"


Teriak Mayra sambil berlari menyongsong ombak yang datang menyerbu nya. Dia kembali tertawa riang dan menyipratkan air laut ke arah Dirga yang hanya berdiri santai memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Dirga hanya tersenyum melihat keceriaan Mayra. Dia seolah ingin membalut semua luka hati yang Mayra rasakan akibat kehilangan calon buah hati mereka dengan sedikit kebahagiaan seperti ini.


Dia tahu, Mayra butuh waktu untuk memulihkan kondisi nya, baik itu fisik maupun mental nya. Walaupun sekarang ini merupakan moment yang sangat tepat dan indah untuk mereka saling memadu kasih, tapi dia sadar, saat ini dirinya belum bisa memiliki Mayra. Dia harus bisa menahan diri dan hasratnya selama berada di sini. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga Mayra agar selalu dalam keadaan baik-baik saja.


"Ayoo mas..."


Kembali teriak Mayra sambil menarik tangan Dirga. Keduanya terlihat asikk bermain air dan lari berkejaran seperti anak kecil menyusuri pinggiran pantai.


Dari kejauhan Aaron dan Rayen tampak berbaring berjemur di bangku berpayung dengan bertelanjang dada. Tubuh Aaron yang sangat kekar dan gagah terlihat mengkilap di bawah sinar matahari yang


mulai terik.


"Hanah..apa kau mau menemaniku bermain air..?"


Tanya Rayen dengan senyum mautnya. Hanah terdiam dan hanya menunduk malu, dia melirik Aaron sekilas yang tampak datar saja .


"Hey..ayo temani aku, tidak usah perdulikan dia.! "


Ucap Rayen melirik sekilas pada Aaron, kemudian bangkit dan mulai berjalan menyusuri pinggir pantai


di ikuti Hanah di belakang nya.


Tidak lama Dirga muncul bersama Mayra yang sebagian bajunya sudah basah terkena air laut.


Aaron hanya menatap sekilas kedatangan mereka.


"Tunggu di sini, jangan kemana-mana, aku mau menelpon Lee dulu..!"


Ucap Dirga sambil mendudukkan Mayra di bangku yang ada di samping Aaron. Kemudian dia berjalan menjauh sibuk berbicara di telpon.


Mayra melirik risih dan canggung ke arah Aaron.


"Tuan Aneh..aku mau mengucapkan terimakasih untuk waktu itu. Anda keburu pergi, jadi aku belum sempat berterimakasih..!"


Ucap Mayra mencoba mencairkan suasana. Aaron masih terlihat acuh memejamkan mata nya.


Mayra terdiam, percuma saja rasanya berbicara dengan mahluk yang satu ini.


Akhirnya dia bangkit dan mencoba berjalan ke arah air.


Aaron melihatnya dan bergerak bangkit kemudian duduk memperhatikan Mayra yang kembali bermain air sendiri dengan riang.


Bajunya yang sudah setengah basah membuat sebagian lekuk tubuhnya mulai membayang.

__ADS_1


Wajahnya yang cantik nan elok terlihat lebih bercahaya di bawah jilatan sinar matahari yang terang.


Darah Aaron tiba-tiba berdesir merambat halus ke seluruh tubuhnya. Melihat senyum dan tawa Mayra gejolak perasaan aneh di dalam hatinya semakin menjadi. Selama ini dia diam-diam terus mengamati Mayra dari jauh. Dan perasaan aneh ini semakin timbul dalam hatinya, membuat jiwanya semakin meronta.


Dia belum pernah merasakan hal ini pada wanita manapun selama ini. Aaron adalah sosok pria super dingin yang tidak tertarik dengan yang namanya perasaan. Yang dia tahu, wanita hanyalah sosok pemuas nafsu dan hasrat nya saja. Selama ini tidak ada satu orang wanita pun yang akan menolak pesonanya. Mereka semua berlomba agar bisa menjadi penghangat malamnya dan merasakan keperkasaan nya dalam semalam.


Tapi di hadapan wanita yang sudah jelas-jelas milik rekannya ini, dia bahkan tidak mampu mengeluarkan suaranya sama sekali.


Mayra masih asik bermain air hingga baju dan kerudungnya sudah basah semua, dan kini lekuk tubuhnya sudah benar-benar terlihat nyata. Melihat


hal itu jiwa lelaki Aaron semakin meronta, dia berusaha mengendalikan dirinya, kemudian berbalik dan melangkah menjauh. Namun tiba-tiba Mayra memekik dan terduduk diatas pasir memegangi telapak kakinya yang berdarah.


Aaron tersentak, dengan cepat dia berlari menghampiri Mayra dan berjongkok di hadapannya melihat apa yang terjadi. Mayra meringis menahan sakit dan pedih di telapak kakinya yang terkena goresan bangkai kerang yang cukup tajam.


Tanpa pikir panjang Aaron mengangkat tubuh Mayra yang langsung kaget dan berontak, namun Aaron cuek saja terus berjalan membawa Mayra ke bangku tempat berjemur. Setelah sampai dia mendudukan Mayra dan mencoba memegang kakinya. Mayra menegang sesaat dan menahan tangan Aaron, keduanya saling bertatapan kuat.


"Jangan..! Biar mas Dirga saja..!"


Ucap Mayra sambil menepis tangan Aaron yang semakin menatapnya tajam membuat Mayra bergidik seram. Seolah tidak perduli, Aaron kembali memegang telapak kaki Mayra dan menekannya kuat hingga Mayra memekik menahan rasa sakit. Dia melotot kearah Aaron yang masih fokus pada kakinya.


Tangan Mayra reflek memukul keras bahu Aaron karena tekanan rasa sakit di kakinya.


Dirga datang dengan berlari kencang setelah mendengar suara pekikan Mayra. Dia terlihat


memerah melihat Aaron mencoba memegang kaki Mayra .


"Apa yang kau lakukan.!"


Sentak nya sambil menepis tangan Aaron dan mendorong tubuhnya agar menjauh. Kemudian dia cepat memeriksa luka di kaki Mayra yang sudah berhenti mengeluarkan darah.


Aaron hanya berdiri tanpa kata. Wajahnya terlihat dingin cenderung kelam.


"Kenapa kau ceroboh sekali sampai luka begini..!"


Ucap Dirga sambil mencoba membersihkan sisa darah di telapak kaki Mayra. Rayen dan Hanah muncul.


"Hanah bawakan obat-obatan ke kamarku. Dan


jangan lupa suruh anak buah Tomy untuk membersihkan semua sisi pantai dari barang-barang yang bisa membahayakan..! "


Titah Dirga sambil kemudian mengangkat tubuh Mayra kedalam pelukannya. Setelah itu dia melangkah pergi menuju ke Villa tempat tinggalnya.


Aaron hanya menatap kepergian mereka dengan wajah yang benar-benar dingin. Sementara Rayen kembali merebahkan tubuhnya diatas bangku .


Dia melihat sekilas ada reaksi aneh yang terlihat dari raut muka Aaron. Rayen mengernyitkan alisnya, kemudian tertegun sendiri.


"Hei..Pak Presdir..ada apa denganmu..?? Jangan sampai kau sama gilanya dengan temanku yang satu itu..!! "


Teriak Rayen menyadarkan Aaron yang dari tadi masih berdiri di tempat. Aaron melirik sengit pada Rayen kemudian kembali membaringkan tubuhnya di sebelah Rayen yang tersenyum sinis.


"Wanita itu memang memiliki racun yang sangat dahsyat. Hingga siapapun yang melihatnya bisa terkena bisa nya dalam sekejap.!"


Ucap Rayen sambil menopang tangan dibelakang kepalanya untuk di jadikan bantal.


"Dia milik Dirga.!!"


Ucap Aaron buka suara. Matanya terpejam mengingat kilasan ingatan nya tadi saat melihat Mayra bermain air sendiri dengan riang.


"Aku tahu.! Kita hanya bisa melihatnya saja dari kejauhan..! Dirga beruntung bisa memilikinya.!"


Gumam Rayen sambil mencoba memejamkan


mata. Tanpa sadar tangan Aaron terkepal kuat..


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2