Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
106. Periksa Kandungan


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Jane melajukan mobilnya dengan kecepatan


sedang membelah jalanan ibukota yang tidak


pernah lengang.


Mayra duduk dengan tenang di jok belakang


sambil memainkan ponselnya berbalas chat


dengan Dirga yang menanyakan posisinya


saat ini. Setelah puas dia menyimpan kembali


benda pipih itu ke dalam tasnya.


Saat mobil berhenti di lampu merah, Mayra


berpaling ke arah jendela, dia melihat sebuah


mobil yang sangat di kenalnya berhenti di sisi


kanan mobil yang di tumpanginya.


Ya itu adalah mobil Agam. Pria yang pernah ada


di dalam hatinya itu terlihat duduk berdampingan dengan seorang perempuan yang di yakini Mayra


itu adalah Vanessa.


Syukurlah.. sepertinya Mas Agam sudah mulai


membuka hatinya untuk wanita lain.


Lirih Mayra dalam hati dengan raut muka senang .


Jane melajukan mobilnya setelah lampu kembali


hijau dan terus meluncur menuju ke Moolay


Hospital yang menjadi tujuan Mayra.


Tidak lama akhirnya mobil yang di bawa Jane


tiba di privat parking rumah sakit.


Mayra masuk ke dalam lift khusus yang akan


langsung terhubung ke ruangan praktek Dokter


Lani di lantai atas.


Tiba di sana dia sudah di sambut oleh dua orang perawat yang langsung membimbingnya masuk


ke ruangan Lani.


"Selamat datang Nyonya Dirga..bagaimana kabar


mu? cukup lama juga ya kita tidak bertemu."


Sambut Lani seraya merangkul Mayra.


"Alhamdulillah baik Dokter.."


Mayra tersenyum sambil kemudian duduk di


kursi setelah mereka melepaskan rangkulannya.


Lani menatap Mayra memperhatikan nya dengan


seksama kemudian tersenyum.


"Semakin cantik saja ya bumil yang satu ini.."


Puji Lani yang membuat Mayra tersipu.


"Terimakasih..kau terlalu berlebihan.."


Lani beranjak duduk di dekat Mayra dan mulai melakukan pengecekan dasar terhadap nya


untuk mengetahui kondisi fisiknya.


"Semuanya normal, sepertinya kau cukup sehat


sekarang ini."


"Alhamdulillah kalau begitu.."


"Kita tunggu Tuan Dirga datang ya.."


"Aku sudah di sini..!"


Tiba-tiba Dirga muncul ke ruangan itu langsung


duduk di samping Mayra merangkul bahunya erat. Mayra melirik, tersenyum manis kearah suaminya


itu yang juga sedang memandangnya tenang.


"Baiklah..kalau begitu kita mulai saja sekarang


pemeriksaanya.."


Ujar Lani sambil kemudian melangkah menuju


ruang pemeriksaan yang berada di sebelah di


ikuti oleh Dirga dan Mayra. Di sana sudah ada


dua orang perawat yang sudah siap membantu


Dokter Lani.


Mayra membaringkan tubuhnya dengan posisi


senyaman mungkin di bantu oleh Dirga.


Setelah itu Dirga duduk di samping Mayra dengan


tak lepas menggengam tangannya.


Hari ini Mayra akan mencoba mengecek kandungannya dengan melakukan prosedur


USG 4D untuk melihat kondisi perkembangan


bayi di dalam kandungannya yang kini sudah menginjak usia 3 bln lebih, karena di usia ini


biasanya janin sudah terbentuk dengan sempurna.


Lani mulai mengoleskan gel dingin di atas perut


Mayra yang mulai terlihat sedikit membuncit dan


berisi. Kemudian dia menempelkan alat tranduser


di atas perut Mayra dan mulai menggerakkannya memutar di atas permukaan perut Mayra yang tadi sudah di olesi gel.


Tidak lama di layar sudah mulai nampak sesosok


bayi mungil dengan bentuk yang sudah tercipta


dengan sempurna. Semua bagian tubuhnya


seperti mata, mulut dan hidung sudah terbentuk


dengan baik. Bahkan dia sudah terlihat mampu


menggeliat dan menguap serta menghisap jarinya.


Genggaman tangan Dirga semakin kuat di tangan


Mayra, mata mereka berdua nampak terfokus


pada keajaiban Tuhan yang ada di layar monitor.


Dan keduanya terlihat berkaca-kaca tak kuasa menahan luapan rasa bahagia yang membuncah


di dada.


Bayi mereka kini hidup di dalam rahim Mayra,


dia bergerak pelan, terlihat begitu kecil, mungil,


dan masih sangat rapuh bahkan nyaris terlihat


samar. Namun dengan kecanggihan teknologi


sudah terlihat jelas bagaimana bentuknya.


"Mas..itu anak kita.."


Lirih Mayra takjub luar biasa dengan apa yang


di lihatnya sekarang.


"Iya sayang..itu anak kita. Dia begitu rapuh.


Kita harus menjaganya dengan sangat baik.."


Sahut Dirga seraya mencium kuat jemari Mayra sedangkan matanya tidak lepas dari layar monitor.


"Perkembangan nya sejauh ini sangat bagus.


Bayi kalian dalam keadaan sehat, hanya saja


untuk jenis kelamin sebaiknya menunggu usia


4 bulan supaya lebih jelas.."


Ujar Lani sambil kembali menggerakkan alatnya


memutari perut Mayra.


"Alhamdulillah.. apapun jenis kelaminnya nanti


bagiku sama saja, yang penting bayinya sehat

__ADS_1


dan kuat.."


Ucap Mayra masih dengan mata yang berair


karena tidak kuasa menahan rasa harunya.


Dirga terlihat mengangguk setuju.


Mayra kembali duduk di kursi setelah selesai


pemeriksaan.


"Aku akan memberikan beberapa obat dan


vitamin untuk menjaga kesehatan dan


kestabilan sistem kekebalan tubuh.. Jangan


lupa di minum susu hamilnya ya.."


Ucap Lani seraya kemudian menyodorkan


plastik berisi obat dan vitamin untuk Mayra.


"Baiklah.. terimakasih banyak Dokter.."


Mayra berdiri dan berjabat tangan dengan


Dokter Lani di ikuti oleh Dirga.


"Bagaimana dengan hubungan setiap hari.?


itu tidak masalah kan..?"


"Maaass.. apaan sih..?"


Mayra mendelik kesal kearah Dirga yang cuek


saja. Lani hanya tersenyum simpul.


"Tidak masalah karena kandungan istrimu kuat.


Hanya saja harus lebih lembut melakukannya."


"Tentu saja..Aku akan lebih lembut.."


"Udah Mas..bikin malu saja."


Mayra menarik tangan Dirga keluar dari ruangan


Dokter Lani dengan wajah yang sudah semerah


tomat menahan malu. Dirga tersenyum puas


seraya mengikuti tarikan tangan Mayra.


Ketika tiba di depan pintu lift, tiba-tiba Dirga


mengangkat tubuh Mayra kedalam pangkuannya


membuat Mayra memekik dan meronta namun


tangannya tetap melilit di leher kokoh Dirga.


"Mas..turunin.! ada Jane dan Sekretaris Lee


di sini.! Cepat turunkan aku..!"


"Memangnya kenapa.?!"


"Malu Mas.."


"Anggap saja mereka tidak ada di sini..!"


"Tidak bisa begitu.."


"Bicara lagi aku cium kamu sekarang juga..!"


Mayra langsung mengatupkan mulutnya.


Akhirnya dia terpaksa diam, menurut dan


hanya bisa menatap kesal Dirga dengan mengkerucutkan bibirnya.


"Dengan posisi bibirmu yang seperti itu,


justru malah menantang ku..!"


Cup !


"Mas..!!"


Mayra kesal memukul dada bidang Dirga karena


dia benar-benar malu dengan dua orang yang


berdiri di belakang mereka . Lee dan Jane


menundukkan muka mereka sedalam dalamnya


tidak sanggup melihat kemesraan yang di pertontonkan oleh Tuan muda mereka yang kini


Sementara Dirga hanya tersenyum senang


melihat kekesalan Mayra, dia malah sengaja


kembali mencium mesra bibir Mayra.


***** *****


Dirga membawa Mayra untuk makan siang di


sebuah restoran yang cukup privat karena


biasanya hanya di kunjungi oleh orang-orang


kalangan atas saja.


"Kau mau makan apa sayang..?"


Tawar Dirga seraya merangkul pinggang Mayra


yang spontan menjauh, di depan mereka ada


manajer restoran dan dua orang pelayan.


"Aku hanya ingin makan salad saja sayang..


sama jus alpukat."


"Itu tidak akan cukup..!"


"Tapi aku tidak ingin yang lain. Hanya itu saja."


Tegas Mayra sambil duduk tenang menyandarkan


tubuhnya ke sandaran sofa. Dirga menatap


Mayra sebentar kemudian berpaling pada


manajer restoran.


"Bawakan semua makanan yang paling enak di


sini..! Biar nanti dia pilih sendiri.!"


Titahnya sambil mengibaskan tangannya.


"Baik Tuan..kami akan segera menyiapkannya."


"Cepatlah..!!"


Sang manajer langsung membungkuk setelah


itu berlalu di ikuti oleh dua pelayan nya.


Dirga ikut menyandarkan tubuhnya sambil


menarik tubuh Mayra agar bersandar di dadanya.


Tapi Mayra mengelak menjauh, Dirga menautkan


kedua alisnya. Lalu dia kembali menarik Mayra


agar mendekat, namun Mayra kembali menepis


tangan Dirga. Dirga menegakkan badannya


menatap heran kearah Mayra yang tengah asik


dengan ponselnya.


"Mas..buka jas nya..!"


Pinta Mayra sambil melirik sekilas. Alis Dirga


semakin terangkat.


"Kenapa memang nya.?"


"Aku tidak suka bau nya.!"


Dirga mencoba mencium jas nya, masih seperti


saat pagi dia memakainya, wangi dengan aroma


yang sangat membuai dan parfum ini adalah


parfum kesukaan Mayra.


"Tapi ini masih wangi sayang..Lagipula tubuhku


ini selalu wangi walau tidak mandi sekalipun.!"


"Kalau tidak mau buka jangan dekat-dekat, aku


mual mencium aromanya.!"

__ADS_1


Sergah Mayra cemberut. Dirga menghela napas


kemudian membuka jas nya.


"Lee...!!"


"Iya Tuan.."


Lee langsung menerobos masuk dari arah pintu.


Dia berdiri menatap heran pada kedua majikannya


yang kini duduk berjauhan, biasanya kan selalu


menempel dimanapun berada..


"Buang jas ini. Ganti semua parfum yang biasa


aku pakai..!"


"Baik Tuan.."


Walau tidak mengerti Lee menerima jas yang


di sodorkan oleh Tuan nya.


"Sudah..! Ayo sini jangan jauh-jauh..!"


Mayra melirik kemudian menatap Dirga lalu


tersenyum manis. Dia bergeser mendekat dan


kemudian Dirga merangkul nya .


"Bagaimana sekarang.? lebih baik..?"


"Hemm..kau jangan memakai apapun..! Aku


lebih suka Mas tanpa memakai wewangian.."


"Apa kau takut perempuan lain akan melirikku.?


Bukankan itu sudah biasa..?!"


"Mas..Aku tidak suka ya kamu ngomongin


wanita lain di depanku..!"


Rengek Mayra dengan wajah yang benar-benar


kesal. Dia kembali menjauhi Dirga membuat


Dirga tergelak dan kembali meraih tubuh Mayra


di bawa ke dalam rangkulannya.


"Aku senang kamu cemburu..!"


"Aku tidak cemburu ya.."


"Terus apa kalau bukan cemburu.?"


"Aku hanya tidak suka..! Sekarang kau itu hanya milikku Mas..!"


"Baiklah.. aku memang hanya milikmu..!


sama seperti mu yang hanya milikku..!!"


Dirga mencium puncak kepala Mayra, bibirnya


tak henti menyunggingkan senyum manis.


Manajer restoran datang dengan beberapa


pelayan membawakan banyak hidangan


spesial yang menjadi menu andalan di restoran


tersebut. Para pelayan kemudian menata semua


hidangan tersebut dengan sangat apik.


"Silahkan Tuan.. Nyonya..selamat menikmati."


Sang manajer membungkuk kemudian undur


diri di ikuti oleh para pelayan nya.


Dirga dan Mayra tampak terdiam melihat


hidangan begitu banyaknya telah tersedia


diatas meja.


Tiba-tiba saja perut Mayra terasa penuh,


kepalanya juga jadi pening. Dia memegangi


perutnya yang semakin tidak nyaman.


Sampai akhirnya..


"Aku ke toilet dulu Mas.."


Kemudian berdiri dan setengah berlari menuju


ke toilet. Dirga tampak terkesiap ketika melihat


Mayra berlari, dengan cepat dia ikut berlari


menyusul Mayra. Saat sudah dekat dia langsung mengangkat tubuh Mayra di bawanya masuk


ke toilet wanita.


Sampai di dalam toilet Mayra langsung


mengeluarkan semua isi perutnya dengan


durasi yang cukup lama hingga membuatnya


terlihat kelelahan dan sedikit pucat. Dirga


dengan sabar membantu memijat dan mengelus lembut pundak nya.


..... .....


Mayra bersandar lemas di dada Dirga yang kini


sedang menatap tajam para pelayan dengan


tatapan yang sangat dingin. Saat ini mereka


sedang membereskan kembali semua hidangan


yang tadi di sajikan. Benar-benar aneh pikir


mereka..


"Kalian bagikan semua makanan itu pada


orang-orang yang ada di pinggir jalan..!"


Titah Dirga dengan wajah yang terlihat semakin


dingin sedikit emosi.


"Baik Tuan..akan segera kami laksanakan."


Sahut sang manajer ketakutan. Dia melirik


takut kearah Mayra merasa sangat bersalah.


Saat ini Mayra terlihat sedikit pucat, dia sedang


memejamkan matanya merasakan perutnya


yang masih sedikit tidak nyaman.


"Maafkan saya Tuan.. Nyonya jadi seperti ini.."


"Apa yang kamu lihat.! sudah sana pergi..!"


"Baik Tuan."


Sang manajer langsung membungkuk kemudian


berlalu keluar ruangan.


"Sepertinya sekarang ini Nyonya tidak cocok


makan makanan di luar rumah Tuan.."


Ujar Lee yang berdiri tidak jauh dari Tuannya.


Dirga mengangguk menatap Mayra yang kini


sudah membuka matanya.


"Bagaimana.? masih mual.?"


Mayra menggeleng seraya menatap Dirga.


"Kita pulang saja ya Mas.."


"Hemm..kita pulang sekarang.! kau sudah urus


pembayarannya Lee..?"


"Sudah Tuan.!"


"Ayo kita pulang..!"


Mereka akhirnya memilih pulang. Dan acara


makan siang pun berakhir gagal.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


TBC....


__ADS_2