
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Menjelang dini hari, setelah semua urusan selesai, Dirga pulang ke apartemen Mayra. Rasanya dia tidak akan sanggup lagi kalau harus menunggu sampai besok pagi agar bisa bertemu istri keduanya itu.
Sampai ke dalam kamar dia bergegas menuju tempat tidur. Terlihat istrinya itu sedang tertidur dengan sangat gelisah, dia terus saja bergerak dan berkeringat dingin. Di pandang nya lekat wajah istrinya itu. Kemudian Dirga membuka semua pakaian yang di kenakannya dan hanya menyisakan celana pendek saja.
Dia segera naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut, menarik tubuh Mayra kemudian memeluknya erat. Mencium keningnya lama penuh dengan perasan. Dan menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam.
Setelah itu dia mencoba memejamkan matanya.
Kelelahan sudah sangat mendera tubuhnya saat ini.
Di dalam alam bawah sadarnya, Mayra merasakan kehadiran suaminya itu. Dia seakan sedang memeluknya, memberikan kenyamanan dan ketenangan pada jiwanya.
"Kau datang sayang..? Aku sangat membutuhkan dirimu saat ini. Kenapa dunia sangat kejam padaku. Apa salahku sebenarnya.?"
Gumam Mayra masih dalam keadaan tertidur dan mata terpejam. Dirga yang baru saja akan memejamkan mata nampak tertegun mendengar gumaman istrinya itu. Dia membuka mata dan menatap intens wajah Mayra. Dia yakin bahwa Mayra sedang mengigau saja.
Dirga tersenyum tipis, kemudian bibirnya mendekat ke telinga Mayra.
"Ya..aku pulang sayang. Aku disini untukmu. Kau jangan khawatir, aku akan selalu melindungi mu.."
Bisiknya lembut sambil menjilat sedikit daun telinga istrinya itu. Walau dalam keadaan tidur, rasa sensitif Mayra masih terjaga dengan baik. Wajahnya terlihat bersemu merah, dan bibirnya tersenyum malu.
Melihat hal itu Dirga hanya bisa menatap gemas wanita yang ada begitu dekat di hadapannya ini.
"Sayang..tolong..jangan pernah tinggalkan aku. Hidupku sudah hancur saat kamu membawaku ke tempat ini.."
Kembali gumam Mayra dalam ketidaksadarannya.
Dirga terdiam, terpaku mendengar semua kata-kata yang Mayra gumamkan. Dia jadi berpikir saat ini.
Apakah benar dia sudah menghancurkan hidup dan masa depan wanita ini.??
Apa karena dia mencintai Agam saat dirinya dipaksa menikah dengannya.?
Jadi sampai sekarang wanita ini masih mencintai laki-laki itu.? Tidak..!! itu tidak boleh terjadi.! Tidak boleh ada nama laki-laki lain dalam hati istri keduanya itu. Hanya dirinya, sebab dia adalah suaminya, pemilik wanita ini seutuhnya, jiwa dan raganya.
Dirga kembali menarik tubuh Mayra, di peluknya sangat erat. Hingga membuat Mayra kesulitan bernapas, batuk-batuk dan terbangun dari tidurnya.
Saat tersadar, mata Mayra nampak terkejut sesaat.
Namun setelahnya dia terdiam, menatap lembut wajah laki-laki yang kini ada di hadapannya, sedang memeluknya erat.
"Kau disini, kapan datang.?"
Tanya Mayra, ada rona bahagia di sorot matanya yang tidak bisa di sembunyikan dari pandangan Dirga.
"Barusan, ini yang kau butuhkan bukan.? Kau ingin aku ada di dekatmu.!"
"Siapa yang bilang..?"
"Kau sendiri yang bilang barusan.!"
"Kapan.? "
"Dalam tidurmu."
"Apa.? kau jangan mengada-ada.!"
"Wajah mu mengatakan segalanya.!"
"Itu tidak benar.!"
"Hatimu tidak bisa kau bohongi.!"
Ucap Dirga dengan senyum liciknya. Wajah Mayra langsung memerah. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan mengigau yang tidak-tidak saat tertidur di kala laki-laki itu ada di dekatnya.
"Mungkin aku tidak sadar saat tertidur, hingga mengatakan yang tidak seharusnya.!"
"Tidak perlu berkilah, orang yang sedang tertidur justru akan mengatakan segala kejujuran saat berbicara."
"Tidak, itu tidak benar.!"
__ADS_1
Sergah Mayra ngotot. Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Dirga.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi saja."
"Jangan.!"
Cegah Mayra tanpa sadar. Keduanya kembali bertatapan dalam. Dirga tersenyum puas, sementara Mayra tersipu malu. Bagaimana bisa dirinya berbicara seperti itu, ini sangat memalukan.!
Apa yang akan dipikirkan oleh laki-laki itu nanti.?
"Baiklah.. ayo kita tidur lagi."
Ucap Dirga kemudian sambil kembali menarik tubuh Mayra kedalam rengkuhannya. Mayra menurut, dia diam saja saat Dirga lagi-lagi mengecup lembut keningnya dan mencium bibirnya sekilas.
Hening. Beberapa saat kemudian sudah terdengar dengkuran halus dari sistem pernapasan laki-laki itu menandakan bahwa dia sudah terbang kedalam dunia mimpi.
Mayra mengangkat wajahnya, memperhatikan dengan seksama setiap detail wajah suaminya itu.
Debaran halus yang memenuhi dadanya membuat dia tidak sadar, perlahan bergerak mengelus lembut wajah lelah laki-laki yang sudah menikahinya dengan paksa itu.
Entahlah..! perasaannya saat ini memang secara perlahan mulai berubah, dia tidak lagi merasakan benci ataupun kesal terhadap laki-laki ini.
Yang ada hanya perasaan membutuhkan dirinya, membutuhkan perlindungannya dan memerlukan sentuhan hangat nya itu.
Dengan ragu dan sedikit gugup, Mayra mengecup lembut bibir sexi Dirga, dan di lumatnya perlahan.
Loh..kok dia malu sendiri ya sudah bertindak agresif seperti ini. Dia menutup mukanya sendiri yang sudah semerah tomat itu.
Perlahan Mayra melepaskan pelukan Dirga, menyibak selimut, kemudian bangkit dari tidurnya. Dia kembali menyelimuti tubuh Dirga dengan hati-hati.
Setelah itu turun dari tempat tidur, melangkah masuk ke kamar mandi, selanjutnya dia menjalankan sholat malam dan mengadu serta berkeluh kesah pada
Dzat yang sudah memberinya nikmat kehidupan.
***** ******
Hari ini Mayra berencana untuk tidak beraktivitas terlebih dahulu. Dia ingin meredam pemberitaan yang sedang panas di luar. Dia juga tidak akan membuka media sosial atau semua hal yang berhubungan dengan berita itu hari ini.
Tanpa Mayra ketahui, sebenarnya semua berita dan gosip serta seluruh kehebohan yang kemarin tercipta di dunia maya, sejak tengah malam sudah tidak ada jejaknya sama sekali. Semua menghilang seperti di telan angin. Tak ada yang tersisa sedikitpun.
Fhoto2 Mayra saat melakukan pemotretan untuk produk pakaian muslim butik Amanda, ternyata sudah rilis dan tersebar di seluruh akun bisnis serta akun pribadi fotografer Thomas James.
Sontak saja fhoto2 indah Mayra itu langsung tersebar dan di share hampir di semua akun bisnis.
Ratusan ribu like dan komentar membanjiri akun bisnis Amanda dan juga Thomas.
Mereka semua rata-rata menyukai penampilan fhoto2 Mayra tersebut yang di nilainya sangat memukau dan berbeda dari foto model biasanya. Fhoto2 Mayra memiliki nilai estetika yang sangat tinggi.
Dalam sekejap nama 'Shaqueena Almayra Rashyid'
sudah kembali menjadi trending topik di dunia maya.
Terutama di kalangan pencinta dunia fashion.
Pagi-pagi Tina dan Jane sudah terlihat asik berbincang dan sibuk membuka internet untuk melihat bagaimana hebatnya nyonya muda mereka bertengger di tangga pencarian no satu di dunia maya.
Namun saat melihat kemunculan Mayra, mereka seolah tidak terjadi apapun. Mereka belum tahu kondisi mood majikannya tersebut sehingga tidak berani membicarakan kehebohan baru ini.
..... .....
Mayra kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi teh hijau yang sudah di seduh nya sendiri. Dia bergegas ke balkon untuk menyimpan teh hijau tersebut karena Dirga memang terbiasa menikmatinya di sana.
Saat mau membalikan tubuh ketika hendak membangunkan suaminya tersebut, tiba-tiba Dirga muncul di belakang dan sudah melingkarkan kedua tangannya di perut rata Mayra. Kepalanya bersandar di bahu, bibirnya langsung beraksi menciumi tengkuk lehernya, kemudian turun ke lehernya jenjangnya dan menggigitnya disana meninggalkan jejak kepemilikan.
"Sayaang.. lepas dulu, aahhh..!"
Mayra berucap walau ujungnya di akhiri dengan desahan kecil karena bibir Dirga sudah semakin liar menyerangnya ke bagian dada. Tangannya juga sudah bergerak liar masuk menyusup ke balik pakaian tidurnya dan bermain dengan kedua gunung kembarnya.
"Aahhh sayang..sudah berhenti.!"
Bisik Mayra sambil berusaha melepaskan diri dari kungkungan suaminya itu.
"Aku sudah menahannya semalam..!"
__ADS_1
Ucap Dirga dengan suara parau menahan gejolak hasrat yang sudah menguasai seluruh tubuhnya.
" Ini di luar, ini tidak pantas eumm.."
Bibir Mayra sudah di bungkam dengan bibir Dirga, dilumatnya dengan rakus, terus menekan masuk menjelajahi seluruh kenikmatan yang tercipta dari bibir manis lembut beraroma segar itu.
Dalam keadaan masih berciuman panas, Dirga mengangkat tubuh Mayra di bawanya masuk ke dalam kamar langsung menuju ke atas tempat tidur.
Keduanya kini berakhir dengan bergelut panas, berolahraga pagi diatas tempat tidur. Mereka terhanyut dalam kobaran hasrat dan gairah yang senantiasa membara saat bersentuhan satu sama lain. Keduanya seakan sudah saling melengkapi, saling memberi dan saling menerima.
Inilah yang membuat mereka seakan tidak bisa melepaskan satu sama lain. Dan akan ada kehampaan yang tercipta apabila saling berjauhan.
Meskipun kenyataan itu belum mereka sadari sama sekali.
..... ......
Saat di kamar utama sedang terjadi pergulatan panas, di lantai bawah terjadi kehebohan antara tiga wanita asisten nya sang nyonya.
Silvia datang-datang langsung heboh berteriak ingin menemui Mayra.
"May..ini berita yang luar biasa, kamu harus segera melihat berita ini..! Maayy..kamu di atas.?"
"Sssttt...mbak Silvia saya mohon jangan berteriak.!"
"Lah emang kenapa mbak Tina...Maayy..emmm.!"
Mulut Silvia langsung di bungkam oleh telapak tangan Jane yang lebar. Silvia meronta saat tubuhnya di seret oleh Jane di bawa masuk ke belakang .
Setelah di rasa aman, Jane melepaskan tangannya dari mulut Silvia.
"Sialan kamu Jane..! Gak usah pake cara gini juga kali, emang aku ini apaan..!"
Gerutu Silvia berusaha menetralkan pernapasannya.
Jane hanya tersenyum miring.
"Mbak Silvia tolong jangan buat kegaduhan sekarang ini, mohon tenang ya."
Ucap Tina dengan menempatkan telunjuknya di depan bibirnya. Silvia mengerutkan kedua alisnya.
"Memangnya kenapa.? apa ada bahaya, atau ada sesuatu yang tidak beres.?"
"Bukan..!!"
Potong Jane kesal. Silvia mendelik kearah Jane.
"Terus apaan dong.?"
"Sedang ada tuan di sini.!"
"Apa..??!! "
Teriak Silvia yang kembali di bungkam oleh Jane.
Silvia berusaha melepaskan tangan Jane dengan mengacungkan kedua jempol nya. Dia kembali berusaha mengatur pernapasannya.
"Yang benar.?? jadi suami nya May lagi ada di sini.?"
Tanya Silvia ingin meyakinkan diri. Jane dan Tina mengangguk bersamaan.
"Oh Tuhan..oh Tuhan..! jadi hari ini aku bisa melihatnya.? Ohh no.! kok aku jadi tegang ya..!"
Cerocos Silvia sambil memegang dadanya sendiri.
Dia juga berjalan mondar mandir seperti orang linglung.
"Sudah mbak, tenang..! saya mohon jangan buat kegaduhan.! Tuan tidak suka keributan..!!"
Ucap Tina lagi, kemudian berlalu meninggalkan Jane dan Silvia yang masih sibuk dengan spekulasi otaknya sendiri tentang sosok suami Mayra.
Jane juga akhirnya meninggalkan Silvia untuk kembali berjaga di dekat pintu utama apartemen itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC.....