Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
108. Resepsi


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Para tamu undangan mulai berdatangan silih


berganti, semua rata-rata rekan bisnis dan


kenalan dari keluarga Moolay.


Mereka datang dengan pesona dan gaun


yang serba mewah serta elegan.


Acara demi acara terus bergulir. Sambutan dari


Tuan Leonardo Moolay sebagai tuan rumah pun


sudah di lakukan.


Dengan perasaan yang sudah tidak sabar


Dirga datang ke kamar tempat Mayra berada.


"Stop..kakak tunggu di sini.! Tunggu kakak ipar


keluar ya..!"


Manda menahan Dirga yang langsung berdiri


mematung di depan pintu. Wajahnya sudah


terlihat sangat tidak sabar campur geram karena lagi-lagi Manda mengaturnya. Malam ini Dirga memakai setelan jas dan celana warna silver


senada dengan Mayra. Memakai dasi kupu-kupu dengan selipan bunga mawar putih di sakunya.


Dia terlihat begitu gagah dan sangatlah tampan


serta aura kehadirannya yang kuat membuat


semua orang merasa silau untuk sekedar meliriknya.


Tidak lama Mayra muncul di pintu dengan


tatapan lembut serta senyum manis menawan


yang tercipta dari bibirnya mampu melelehkan


hati semua orang termasuk Dirga yang saat ini


sedang terkesima melihat bagaimana sempurna


nya kecantikan dan keindahan fisik istrinya itu.


Dirga berdiri di hadapan Mayra masih dengan


tatapan mata yang begitu mengagumi wanita


yang ada di hadapannya ini, wanita yang sudah dinikahinya secara paksa. Kini berdiri di


hadapannya bak seorang bidadari turun dari khayangan. Keduanya saling pandang lekat,


berusaha menahan gejolak perasaan yang


saat ini seakan ingin menerbangkan mereka.


Dengan sedikit gemetar Dirga berlutut, kemudian menyerahkan sebuket bunga yang sangat indah


yang langsung di terima oleh Mayra dengan binar


mata yang di penuhi dengan kebahagiaan. Mayra benar-benar terharu melihat laki-laki yang pada pertemuan pertamanya begitu angkuh dan


arogan, kini tak segan mau merendahkan diri


dengan berlutut di hadapannya.


"Kau sangat cantik malam ini sayang.."


Dirga berdiri kembali, kemudian mendekat dan


memegang kedua pipi Mayra, lalu mencium


keningnya lama. Keduanya memejamkan mata


meresapi kebahagian yang kini membuncah di


dalam dada mereka.


Acara semakin meriah dengan kehadiran


beberapa penyanyi dari Royal Entertainment


yang sengaja di undang untuk memeriahkan


suasana. Para tamu terlihat sudah tidak sabar


ingin segera melihat sepasang pengantin yang menjadi raja dan ratu malam ini.


MC kembali menguasai keadaan dan


segera mengumumkan bahwa tokoh utama


dalam acara malam ini akan segera


menampakan diri. Dia menyerukan memanggil kehadiran pasangan pengantin agar segera


turun dan menuju ke pelaminan.


Tidak lama mata semua tamu undangan


terfokus pada ujung tangga berkarpet beludru


merah. Dimana di sana terlihat Dirga yang


menggandeng mesra Mayra mulai menuruni


tangga dengan sangat hati-hati. Semua mata


nampak terkesima melihat pasangan pengantin


yang terlihat begitu sempurna. Sangat menyilaukan. Yang pria super tampan dengan mempelai wanita yang begitu menakjubkan.


Mereka berdua tiba ke lantai dasar tempat pesta


berlangsung di sambut tatapan terpesona dari


semua orang. Tidak lama tepuk tangan kekaguman


terdengar menggema menyambut sepasang


pengantin yang sedang berjalan bergandengan


mesra menuju pelaminan.


Pak Bima nampak meneteskan air mata melihat


bagaimana sekarang posisi putrinya. Posisi yang


memang pantas di dapatkannya setelah semua


cobaan telah di lewatinya.


Kini pasangan pengantin itu sudah berdiri elegan


di pelaminan megah dengan menebar senyum


dan dipenuhi aura kebahagiaan yang langsung menular pada semua tamu undangan.


Satu per satu tamu undangan naik ke pelaminan


mulai menyalami pengantin pria, karena Mayra


hanya bisa mengatupkan kedua tangan penuh kesantunan serta tersenyum ramah pada


semua tamu.


Tuan Moolay serta Nyonya Veronica berdiri di sisi


kanan pasangan pengantin, sementara Pak Bima


di sebelah kiri.


"Apa kau lelah sayang..?"


Bisik Dirga saat ada peluang sedikit karena tamu undangan mulai longgar.


"Lumayan sayang..kakiku sedikit pegal.."


Mayra balik berbisik sambil kemudian tersenyum


saat beberapa tamu kembali mendatangi mereka.


"Sabarlah.. kalau tidak kuat duduk saja.!"


Dirga menatap cemas Mayra yang terlihat hanya


tersenyum menggeleng meyakinkan Dirga bahwa


dia baik-baik saja.


Ke pelaminan terlihat muncul Agam dan Vanessa.


Tatapan Agam terlihat begitu sedih dan seakan

__ADS_1


belum bisa merelakan Mayra. Vanessa tersenyum


lebar ke arah kedua mempelai. Dia bersalaman


dengan Dirga dengan sedikit membungkuk.


"Selamat ya May..Semoga pernikahannya


langgeng serta bahagia selalu."


Vanessa berucap seraya merangkul Mayra


sebentar karena risih dengan Dirga yang


menatapnya tidak suka.


"Terimakasih ya Vanes..semoga Tuhan memberi


jodoh yang terbaik untukmu kelak.."


Sahut Mayra dengan senyum lembutnya yang


tiada henti tersungging dari bibir indahnya.


Agam berdiri di hadapan Dirga, keduanya saling


tatap mengadu kekuatan. Namun tidak lama


mereka berangkulan membuat Mayra menarik


napas lega karena tadi sempat was was melihat


reaksi keduanya.


"Jaga dia baik-baik..! Jangan pernah menyakiti


nya, karena aku tidak akan membiarkannya..!"


Ujar Agam seraya menepuk bahu Dirga yang


hanyamenatapnya datar.


"Selamat ya May..Aku harus rela melepasmu


untuknya, aku yakin dia akan membahagiakanmu..!"


Agam berpaling pada Mayra, keduanya


bertatapan sedikit berkaca-kaca. Mayra


tersenyum dan mengangguk pelan.


"Terimakasih Mas..Aku yakin Tuhan akan


mengirimkan pasangan sejati untukmu."


"Ehemm..!!"


Mereka berdua melirik kearah Dirga yang sedang


mengirimkan tatapan ancaman terhadap Agam.


Agam kembali menatap Mayra sebentar setelah


itu dia turun menyusul Vanessa.


Tidak lama Mayra di buat terkejut dan melongo


melihat kehadiran Rayen yang bergandengan


tangan dengan.. Alea..


"Lea..aku senang kau bisa datang.."


Mayra segera menyambut nya dengan merangkul


Alea erat. Keduanya saling berangkulan melepas


kangen padahal baru beberapa hari lalu bertemu.


"Aku sengaja datang mewakili kakak.."


Alea tampak tersenyum sedikit gusar. Mayra


menatap Alea dengan sedikit ada raut kecewa


karena Aaron tidak datang.


"Apa dia sangat sibuk..?"


Bertanya dengan pelan dan sedikit tertahan


terakhir kali Aaron datang ke Penthouse dan menyatakan segala perasaannya, dia memang


tidak pernah lagi melihatnya sekalipun.


"Hemm..dia sibuk menata hatinya.."


Alea menjawab sedikit bergumam. Dirga menoleh


memberikan tatapan intimidasi pada keduanya.


Mayra dan Alea kembali saling pandang kemudian


tersenyum tipis. Rayen segera menyela mereka


membuyarkan suasana canggung.


Setelah kehadiran Rayen dan Alea, tidak lama


muncul Silvia bersama dengan Denis. Sepertinya


telah terjadi suatu hubungan yang istimewa di


antara mereka karena keduanya terlihat canggung


saat Mayra mencoba menggoda mereka.


..... .....


Acara terus berlanjut pada sambutan dari


kedua mempelai dan pelemparan buket bunga.


Dengan penuh wibawa dan kharisma Dirga


berjalan menuju podium khusus yang di penuhi


hiasan bunga tulip berbentuk cinta dengan


memeluk pinggang ramping Mayra posesif.


Dari tempat yang sangat indah itu dia


memberikan sambutan hangat untuk semua


tamu undangan yang telah datang di acara


resepsi pernikahan mereka ini.


Dan tanpa di duga dia juga mengumumkan


bahwa dirinya telah bercerai secara resmi


dengan Evelyin. Hingga kini Mayra adalah


istrinya satu-satunya. Wajah Mayra terlihat


sudah sangat memerah karena rasa malu


sekaligus terharu. Dirga mengakhiri


sambutannya dengan mendapatkan sambutan


tepuk tangan meriah dari semua hadirin.


Setelah itu MC memberikan arahan agar


sepasang pengantin ini segera memasangkan


cincin pernikahan di jari masing-masing.


Manda maju membawakan kotak perhiasan


kemudian memberikan cincin pertama pada


Dirga.


Dengan menatap lekat wajah cantik istrinya


yang kini merona Dirga memasangkan cincin


itu di jari manis Mayra. Cincin kawin ini


merupakan hadiah dari Nyonya Veronica untuk mereka.


Setelah Dirga selesai memasang cincin nya, kini


giliran Mayra. Tepuk tangan hadirin kembali


terdengar. Dengan perlahan dan penuh perasaan

__ADS_1


cinta Dirga meraih kening Mayra, menciumnya


lama di hadapan semua tamu undangan yang


sontak saja berteriak histeris melihat hal itu.


Mayra menatap mesra wajah Dirga yang malam


ini terlihat begitu tampan berkali-kali lipat dari biasanya.


"Aku mencintaimu Mas.."


Bisiknya seraya tersenyum manis membuat Dirga


tidak tahan, dengan sekali sergap dia mencium


bibir Mayra dan ******* nya kuat tak peduli


jeritan tamu undangan yang kembali histeris.


Dengan perasaan malu setengah mati Mayra


mendorong halus dada Dirga melepaskan


ciuman memaksanya. Dirga tampak tersenyum


puas dan mengusap lembut bibir Mayra dengan


ibu jarinya.


MC kembali mengoceh memberi arahan agar


kedua mempelai bersiap untuk acara lempar


bunga. Mereka kemudian berdiri membelakangi


para tamu, lalu dalam hitungan ketiga yang


di komandoi oleh MC, mereka melempar bunga


ke belakang dan tidak disangka Silvia lah yang


berhasil menangkap bunga tersebut di bantu oleh


Denis. Mayra tersenyum lebar kearah Silvia dan


Denis yang hanya tersenyum canggung.


Pesta berlanjut dengan acara yang lebih privat.


Semua tamu tampak menikmati hidangan mewah yang telah di sediakan sambil berbincang


hangat dengan sesama rekan dan kenalan.


Mayra terlihat memberi isyarat pada MC untuk


mendekat padanya. Dengan semangat sang MC


menghampiri dan mendengarkan intruksi Mayra.


MC tadi terlihat mengangguk faham kemudian


berlalu ke ruangan lain.


"Ada apa sayang..apa kau memerlukan sesuatu.?"


Dirga bertanya sedikit heran karena tadi dia


sedang berbicara serius dengan klien nya.


"Tidak apa Mas..aku ke belakang sebentar ya.."


Mayra minta izin sambil kemudian mengecup


lembut pipi Dirga yang hanya bisa tertegun saja.


Mayra berlalu ke arah belakang.


Suasana lampu tiba-tiba sedikit meredup


bersamaan dengan MC yang mengumumkan


bahwa akan ada persembahan spesial dari


mempelai wanita.


Lampu kembali menyala bersamaan terdengar


suara instrumen piano dengan lagu romantis mengalun memenuhi seluruh ruangan pesta.


Mayra telah duduk dengan anggun di panggung


musik di belakang piano indah dengan


membawakan sebuah lagu yang sangat merdu


penuh dengan nuansa romantis yang khusus dia persembahkan untuk sang suami tercinta.


Dirga terlihat tercengang dengan apa yang di


tampilkan oleh Mayra. Matanya terfokus pada


sosok cantik istrinya yang kini sedang sangat


membuat semua orang terpukau dengan segala


penampilannya. Begitu indah dan menyatu


dengan musik yang di bawakannya.


Sampai Tuan Leonardo serta Nyonya Veronica


pun terlihat mematung di tempat terkesima


melihat apa yang di tampilkan oleh menantunya


itu. Semua orang terlihat begitu menikmati apa


yang di persembahkan oleh Mayra dengan tatapan kagum dan terpesona.


Dan..Alea yang duduk di kursi khusus tamu VVIV


terlihat begitu terpesona pada Mayra, dia tidak


pernah menyangka kalau Mayra memiliki banyak


kelebihan. Dengan segera dia mengeluarkan


ponselnya merekam penampilan Mayra secara


langsung dan mengirimnya pada seseorang di


sebrang sana.


****


Aaron yang sedang duduk di kursi tahta nya


terlihat menopang dagu dengan kedua telapak


tangan nya. Saat ini matanya sedang terfokus


pada video rekaman Mayra yang di kirimkan


Alea secara live.


Dia menatap sosok Mayra yang kini sedang di


lihatnya dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan mendalam. Dia seakan tidak bisa bisa mengalihkan pandangannya dari sosok Mayra yang terlihat begitu mempesona. Cantik bagai bidadari.


Dada Aaron terasa sesak, rasa sakit bercampur


kepedihan yang baru pertama kalinya di rasakan


membuat dirinya hampir kehilangan kendali.


Selama ini dia berusaha meredam perasaan nya


terhadap Mayra dengan mulai menjalani hidup


normal nya sebagai penerus tahta.


Namun sungguh rasa cintanya yang besar


terhadap Mayra dan tidak dapat diraihnya


membuat jiwanya seakan merana. Setiap hari


dia tersiksa menanggung rindu yang kian


mendalam. Jiwanya menderita mengingat


bahwa kini Mayra sudah tidak mungkin dapat


di milikinya. Mayra terlihat sangat bahagia


sekarang. Dan Aaron harus iklhas melepasnya sepenuh hati..


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2