
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Para tamu undangan mulai berdatangan silih
berganti, semua rata-rata rekan bisnis dan
kenalan dari keluarga Moolay.
Mereka datang dengan pesona dan gaun
yang serba mewah serta elegan.
Acara demi acara terus bergulir. Sambutan dari
Tuan Leonardo Moolay sebagai tuan rumah pun
sudah di lakukan.
Dengan perasaan yang sudah tidak sabar
Dirga datang ke kamar tempat Mayra berada.
"Stop..kakak tunggu di sini.! Tunggu kakak ipar
keluar ya..!"
Manda menahan Dirga yang langsung berdiri
mematung di depan pintu. Wajahnya sudah
terlihat sangat tidak sabar campur geram karena lagi-lagi Manda mengaturnya. Malam ini Dirga memakai setelan jas dan celana warna silver
senada dengan Mayra. Memakai dasi kupu-kupu dengan selipan bunga mawar putih di sakunya.
Dia terlihat begitu gagah dan sangatlah tampan
serta aura kehadirannya yang kuat membuat
semua orang merasa silau untuk sekedar meliriknya.
Tidak lama Mayra muncul di pintu dengan
tatapan lembut serta senyum manis menawan
yang tercipta dari bibirnya mampu melelehkan
hati semua orang termasuk Dirga yang saat ini
sedang terkesima melihat bagaimana sempurna
nya kecantikan dan keindahan fisik istrinya itu.
Dirga berdiri di hadapan Mayra masih dengan
tatapan mata yang begitu mengagumi wanita
yang ada di hadapannya ini, wanita yang sudah dinikahinya secara paksa. Kini berdiri di
hadapannya bak seorang bidadari turun dari khayangan. Keduanya saling pandang lekat,
berusaha menahan gejolak perasaan yang
saat ini seakan ingin menerbangkan mereka.
Dengan sedikit gemetar Dirga berlutut, kemudian menyerahkan sebuket bunga yang sangat indah
yang langsung di terima oleh Mayra dengan binar
mata yang di penuhi dengan kebahagiaan. Mayra benar-benar terharu melihat laki-laki yang pada pertemuan pertamanya begitu angkuh dan
arogan, kini tak segan mau merendahkan diri
dengan berlutut di hadapannya.
"Kau sangat cantik malam ini sayang.."
Dirga berdiri kembali, kemudian mendekat dan
memegang kedua pipi Mayra, lalu mencium
keningnya lama. Keduanya memejamkan mata
meresapi kebahagian yang kini membuncah di
dalam dada mereka.
Acara semakin meriah dengan kehadiran
beberapa penyanyi dari Royal Entertainment
yang sengaja di undang untuk memeriahkan
suasana. Para tamu terlihat sudah tidak sabar
ingin segera melihat sepasang pengantin yang menjadi raja dan ratu malam ini.
MC kembali menguasai keadaan dan
segera mengumumkan bahwa tokoh utama
dalam acara malam ini akan segera
menampakan diri. Dia menyerukan memanggil kehadiran pasangan pengantin agar segera
turun dan menuju ke pelaminan.
Tidak lama mata semua tamu undangan
terfokus pada ujung tangga berkarpet beludru
merah. Dimana di sana terlihat Dirga yang
menggandeng mesra Mayra mulai menuruni
tangga dengan sangat hati-hati. Semua mata
nampak terkesima melihat pasangan pengantin
yang terlihat begitu sempurna. Sangat menyilaukan. Yang pria super tampan dengan mempelai wanita yang begitu menakjubkan.
Mereka berdua tiba ke lantai dasar tempat pesta
berlangsung di sambut tatapan terpesona dari
semua orang. Tidak lama tepuk tangan kekaguman
terdengar menggema menyambut sepasang
pengantin yang sedang berjalan bergandengan
mesra menuju pelaminan.
Pak Bima nampak meneteskan air mata melihat
bagaimana sekarang posisi putrinya. Posisi yang
memang pantas di dapatkannya setelah semua
cobaan telah di lewatinya.
Kini pasangan pengantin itu sudah berdiri elegan
di pelaminan megah dengan menebar senyum
dan dipenuhi aura kebahagiaan yang langsung menular pada semua tamu undangan.
Satu per satu tamu undangan naik ke pelaminan
mulai menyalami pengantin pria, karena Mayra
hanya bisa mengatupkan kedua tangan penuh kesantunan serta tersenyum ramah pada
semua tamu.
Tuan Moolay serta Nyonya Veronica berdiri di sisi
kanan pasangan pengantin, sementara Pak Bima
di sebelah kiri.
"Apa kau lelah sayang..?"
Bisik Dirga saat ada peluang sedikit karena tamu undangan mulai longgar.
"Lumayan sayang..kakiku sedikit pegal.."
Mayra balik berbisik sambil kemudian tersenyum
saat beberapa tamu kembali mendatangi mereka.
"Sabarlah.. kalau tidak kuat duduk saja.!"
Dirga menatap cemas Mayra yang terlihat hanya
tersenyum menggeleng meyakinkan Dirga bahwa
dia baik-baik saja.
Ke pelaminan terlihat muncul Agam dan Vanessa.
Tatapan Agam terlihat begitu sedih dan seakan
__ADS_1
belum bisa merelakan Mayra. Vanessa tersenyum
lebar ke arah kedua mempelai. Dia bersalaman
dengan Dirga dengan sedikit membungkuk.
"Selamat ya May..Semoga pernikahannya
langgeng serta bahagia selalu."
Vanessa berucap seraya merangkul Mayra
sebentar karena risih dengan Dirga yang
menatapnya tidak suka.
"Terimakasih ya Vanes..semoga Tuhan memberi
jodoh yang terbaik untukmu kelak.."
Sahut Mayra dengan senyum lembutnya yang
tiada henti tersungging dari bibir indahnya.
Agam berdiri di hadapan Dirga, keduanya saling
tatap mengadu kekuatan. Namun tidak lama
mereka berangkulan membuat Mayra menarik
napas lega karena tadi sempat was was melihat
reaksi keduanya.
"Jaga dia baik-baik..! Jangan pernah menyakiti
nya, karena aku tidak akan membiarkannya..!"
Ujar Agam seraya menepuk bahu Dirga yang
hanyamenatapnya datar.
"Selamat ya May..Aku harus rela melepasmu
untuknya, aku yakin dia akan membahagiakanmu..!"
Agam berpaling pada Mayra, keduanya
bertatapan sedikit berkaca-kaca. Mayra
tersenyum dan mengangguk pelan.
"Terimakasih Mas..Aku yakin Tuhan akan
mengirimkan pasangan sejati untukmu."
"Ehemm..!!"
Mereka berdua melirik kearah Dirga yang sedang
mengirimkan tatapan ancaman terhadap Agam.
Agam kembali menatap Mayra sebentar setelah
itu dia turun menyusul Vanessa.
Tidak lama Mayra di buat terkejut dan melongo
melihat kehadiran Rayen yang bergandengan
tangan dengan.. Alea..
"Lea..aku senang kau bisa datang.."
Mayra segera menyambut nya dengan merangkul
Alea erat. Keduanya saling berangkulan melepas
kangen padahal baru beberapa hari lalu bertemu.
"Aku sengaja datang mewakili kakak.."
Alea tampak tersenyum sedikit gusar. Mayra
menatap Alea dengan sedikit ada raut kecewa
karena Aaron tidak datang.
"Apa dia sangat sibuk..?"
Bertanya dengan pelan dan sedikit tertahan
terakhir kali Aaron datang ke Penthouse dan menyatakan segala perasaannya, dia memang
tidak pernah lagi melihatnya sekalipun.
"Hemm..dia sibuk menata hatinya.."
Alea menjawab sedikit bergumam. Dirga menoleh
memberikan tatapan intimidasi pada keduanya.
Mayra dan Alea kembali saling pandang kemudian
tersenyum tipis. Rayen segera menyela mereka
membuyarkan suasana canggung.
Setelah kehadiran Rayen dan Alea, tidak lama
muncul Silvia bersama dengan Denis. Sepertinya
telah terjadi suatu hubungan yang istimewa di
antara mereka karena keduanya terlihat canggung
saat Mayra mencoba menggoda mereka.
..... .....
Acara terus berlanjut pada sambutan dari
kedua mempelai dan pelemparan buket bunga.
Dengan penuh wibawa dan kharisma Dirga
berjalan menuju podium khusus yang di penuhi
hiasan bunga tulip berbentuk cinta dengan
memeluk pinggang ramping Mayra posesif.
Dari tempat yang sangat indah itu dia
memberikan sambutan hangat untuk semua
tamu undangan yang telah datang di acara
resepsi pernikahan mereka ini.
Dan tanpa di duga dia juga mengumumkan
bahwa dirinya telah bercerai secara resmi
dengan Evelyin. Hingga kini Mayra adalah
istrinya satu-satunya. Wajah Mayra terlihat
sudah sangat memerah karena rasa malu
sekaligus terharu. Dirga mengakhiri
sambutannya dengan mendapatkan sambutan
tepuk tangan meriah dari semua hadirin.
Setelah itu MC memberikan arahan agar
sepasang pengantin ini segera memasangkan
cincin pernikahan di jari masing-masing.
Manda maju membawakan kotak perhiasan
kemudian memberikan cincin pertama pada
Dirga.
Dengan menatap lekat wajah cantik istrinya
yang kini merona Dirga memasangkan cincin
itu di jari manis Mayra. Cincin kawin ini
merupakan hadiah dari Nyonya Veronica untuk mereka.
Setelah Dirga selesai memasang cincin nya, kini
giliran Mayra. Tepuk tangan hadirin kembali
terdengar. Dengan perlahan dan penuh perasaan
__ADS_1
cinta Dirga meraih kening Mayra, menciumnya
lama di hadapan semua tamu undangan yang
sontak saja berteriak histeris melihat hal itu.
Mayra menatap mesra wajah Dirga yang malam
ini terlihat begitu tampan berkali-kali lipat dari biasanya.
"Aku mencintaimu Mas.."
Bisiknya seraya tersenyum manis membuat Dirga
tidak tahan, dengan sekali sergap dia mencium
bibir Mayra dan ******* nya kuat tak peduli
jeritan tamu undangan yang kembali histeris.
Dengan perasaan malu setengah mati Mayra
mendorong halus dada Dirga melepaskan
ciuman memaksanya. Dirga tampak tersenyum
puas dan mengusap lembut bibir Mayra dengan
ibu jarinya.
MC kembali mengoceh memberi arahan agar
kedua mempelai bersiap untuk acara lempar
bunga. Mereka kemudian berdiri membelakangi
para tamu, lalu dalam hitungan ketiga yang
di komandoi oleh MC, mereka melempar bunga
ke belakang dan tidak disangka Silvia lah yang
berhasil menangkap bunga tersebut di bantu oleh
Denis. Mayra tersenyum lebar kearah Silvia dan
Denis yang hanya tersenyum canggung.
Pesta berlanjut dengan acara yang lebih privat.
Semua tamu tampak menikmati hidangan mewah yang telah di sediakan sambil berbincang
hangat dengan sesama rekan dan kenalan.
Mayra terlihat memberi isyarat pada MC untuk
mendekat padanya. Dengan semangat sang MC
menghampiri dan mendengarkan intruksi Mayra.
MC tadi terlihat mengangguk faham kemudian
berlalu ke ruangan lain.
"Ada apa sayang..apa kau memerlukan sesuatu.?"
Dirga bertanya sedikit heran karena tadi dia
sedang berbicara serius dengan klien nya.
"Tidak apa Mas..aku ke belakang sebentar ya.."
Mayra minta izin sambil kemudian mengecup
lembut pipi Dirga yang hanya bisa tertegun saja.
Mayra berlalu ke arah belakang.
Suasana lampu tiba-tiba sedikit meredup
bersamaan dengan MC yang mengumumkan
bahwa akan ada persembahan spesial dari
mempelai wanita.
Lampu kembali menyala bersamaan terdengar
suara instrumen piano dengan lagu romantis mengalun memenuhi seluruh ruangan pesta.
Mayra telah duduk dengan anggun di panggung
musik di belakang piano indah dengan
membawakan sebuah lagu yang sangat merdu
penuh dengan nuansa romantis yang khusus dia persembahkan untuk sang suami tercinta.
Dirga terlihat tercengang dengan apa yang di
tampilkan oleh Mayra. Matanya terfokus pada
sosok cantik istrinya yang kini sedang sangat
membuat semua orang terpukau dengan segala
penampilannya. Begitu indah dan menyatu
dengan musik yang di bawakannya.
Sampai Tuan Leonardo serta Nyonya Veronica
pun terlihat mematung di tempat terkesima
melihat apa yang di tampilkan oleh menantunya
itu. Semua orang terlihat begitu menikmati apa
yang di persembahkan oleh Mayra dengan tatapan kagum dan terpesona.
Dan..Alea yang duduk di kursi khusus tamu VVIV
terlihat begitu terpesona pada Mayra, dia tidak
pernah menyangka kalau Mayra memiliki banyak
kelebihan. Dengan segera dia mengeluarkan
ponselnya merekam penampilan Mayra secara
langsung dan mengirimnya pada seseorang di
sebrang sana.
****
Aaron yang sedang duduk di kursi tahta nya
terlihat menopang dagu dengan kedua telapak
tangan nya. Saat ini matanya sedang terfokus
pada video rekaman Mayra yang di kirimkan
Alea secara live.
Dia menatap sosok Mayra yang kini sedang di
lihatnya dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan mendalam. Dia seakan tidak bisa bisa mengalihkan pandangannya dari sosok Mayra yang terlihat begitu mempesona. Cantik bagai bidadari.
Dada Aaron terasa sesak, rasa sakit bercampur
kepedihan yang baru pertama kalinya di rasakan
membuat dirinya hampir kehilangan kendali.
Selama ini dia berusaha meredam perasaan nya
terhadap Mayra dengan mulai menjalani hidup
normal nya sebagai penerus tahta.
Namun sungguh rasa cintanya yang besar
terhadap Mayra dan tidak dapat diraihnya
membuat jiwanya seakan merana. Setiap hari
dia tersiksa menanggung rindu yang kian
mendalam. Jiwanya menderita mengingat
bahwa kini Mayra sudah tidak mungkin dapat
di milikinya. Mayra terlihat sangat bahagia
sekarang. Dan Aaron harus iklhas melepasnya sepenuh hati..
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....
__ADS_1