Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
58. Di Datangin Evelyin


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mayra yang baru saja terlelap dalam tidurnya tiba-tiba terbangun ketika mendengar suara ribut dan teriakan kencang di luar pintunya. Tina dan Jane yang sedang duduk di sofa tampak saling pandang.


Jane segera waspada menghampiri Mayra bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan.


SedangkanTina terlihat berjalan ke arah pintu, sementara Silvia dari tadi siang sudah pergi ke kantor Royal Entertainment karena Agam memanggilnya.


Baru saja Tina mendekat ke arah pintu, tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Di sana muncul Evelyin dengan wajah yang sudah di penuhi emosi. Mayra tampak terkejut dengan kehadiran Evelyin ke tempat ini. Evelyin berjalan cepat dengan mendorong Tina yang mencoba menyambutnya dan membungkuk.


"Ohh..di sini kamu rupanya..! Enak ya dapat fasilitas perawatan kelas satu..!"


Ucap Evelyin sambil berkacak pinggang di hadapan Mayra. Tatapannya menyiratkan kebencian yang sangat besar terhadap Mayra.


"Nyonya Evelyin..ada urusan apa anda datang kesini.?"


Tanya Mayra dengan suara sedikit bergetar.


"Ada urusan apa katamu.? enak sekali ya mulut kotormu itu bertanya seperti itu.!"


Ucap Evelyin sambil terus merangsek maju, tapi Jane dengan sigap menghalangi. Evelyin melotot ke arah Jane dan mencoba mendorongnya.


"Minggir kamu.! Apa kamu tidak tahu siapa aku hahh..?!"


Sentak Evelyin sambil terus maju, tapi Jane bersikukuh menghalanginya.


"Saya tahu siapa anda nyonya..! tapi keselamatan nyonya Mayra adalah tanggungjawab saya.!"


"Jangan banyak bicara kamu..! Aku tahu suamiku yang sudah menyuruhmu melindungi wanita murahan ini.


Tapi aku ini majikan kamu yang sebenarnya ! Apa kamu mau mati hahh..?!"


Bentak Evelyin kalap. Jane bergeming, dia terus mencoba menghalangi Evelyin yang ingin mendekat ke arah Mayra. Evelyin tampak menggertakan giginya.


Dia kembali berpaling pada Mayra yang terlihat mencoba untuk duduk tegak di kepala ranjang.


"Hehh.. kamu, wanita murahan.! Sekarang katakan padaku, apa yang sudah kamu lakukan pada suamiku hahh..?! Apa kamu sudah berhasil menggodanya dengan tubuhmu itu.!"


Ucap Evelyin dengan tatapan mengejek tapi juga di penuhi emosi. Mayra tampak terkejut dengan ucapan Evelyin, wajahnya terlihat memerah.


"Evelyin..tolong jaga ucapan mu..! Aku tidak sekotor seperti ucapan mu.."


"Lalu apa.?! bukankah sudah biasa bagimu untuk menjual dirimu pada bos-bos besar hahh?! hanya untuk membuat mu terkenal seperti sekarang ini.?"


"Evelyin..cukup.! Aku memang bukan wanita yang sempurna, tapi aku tidak serendah itu.."


"Kau pikir begitu ?! Aku adalah istri sah dari suamiku.! Dan kau hanya wanita murahan yang berusaha masuk kedalam kehidupan rumah tangga kami, kau..hanya seorang pe-la-kor..!!"


Bentak Evelyin dengan wajah yang makin sangar.


Mayra terhenyak, hatinya terasa sakit seperti tertusuk sembilu. Apakah dirinya memang seperti itu..??


"Dengar ya wanita semalam nya suamiku..! setelah kamu hamil dan memberikan kami anak, suamiku akan langsung membuang mu..! kami hanya butuh anak darimu..! tidak lebih dari itu..!!"


Kembali ucap Evelyin yang membuat jantung Mayra seakan berhenti berdetak seketika. Wajahnya langsung memucat.


"Haha..kamu kaget..?? aku bisa melakukan apapun yang aku mau..! Aku hanya akan mengingatkan satu hal sama kamu, jangan pernah berharap lebih pada suamiku, karena dia tidak akan pernah mengakui keberadaan mu pada dunia..! Kamu tidak lebih dari seorang pendamping diriku sebagai istri satu2nya yang sangat di cintainya..! ingat itu..!!"


Ucap Evelyin, kemudian menatap tajam wajah Mayra yang kini sudah berlinang air mata.


"Ciihh..!! dasar murahan..! aku menyesal menyuruh suamiku untuk mencari pendamping, kalau yang dia dapat hanyalah wanita penggoda sepertimu..!!"


Ucapnya kemudian, setelah itu dia berbalik melangkah pergi dari ruangan itu di ikuti oleh Siska asistennya.


Setelah Evelyin pergi, Mayra hanya bisa terisak pilu. Sakit sekali rasanya, dia seakan tidak punya harga diri lagi sekarang. Mengingat semua perkataan Evelyin, Mayra merasa dirinya seperti seseorang yang sengaja masuk ke dalam kehidupan rumah tangga orang lain.


Apakah dia masih bisa menjalani

__ADS_1


hidupnya ke depan.?


Dalam keadaan itu, di luar kembali terjadi keributan antara para pengawal yang mencoba menghalangi kedatangan Agam dan Crish yang ingin menemui Mayra. Para pengawal bingung, karena bagaimanapun mereka berdua bukanlah orang biasa, mereka adalah orang-orang yang berpengaruh.


Karena tidak bisa di halangi akhirnya Agam dan Crish berhasil menerobos masuk ke dalam ruangan.


Mereka cepat menghampiri Mayra yang sedang terisak pilu.


"May..kau baik-baik saja? Apa Evelyin menyakiti mu..?"


Tanya Agam dengan tatapan penuh kecemasan.


"Apa wanita gila itu mengancam mu May..?!"


Susul Crish dengan tatapan tajam menyelidiki keadaan Mayra.


Mayra yang sejenak terkejut melihat kemunculan mereka terlihat menggeleng, dan memaksakan diri untuk tersenyum.


"Aku tidak apa-apa mas, Crish..kalian tidak usah khawatir."


"Tapi aku yakin tadi dia mencoba menyakitimu..!"


Ucap Agam masih dengan tatapan cemasnya.


"Gak mas, dia hanya mengunjungi ku.."


Kilah Mayra. Agam dan Crish terlihat saling pandang.


Agam duduk di kursi di samping ranjang. Dia terlihat menatap Mayra dengan perasaan yang campur aduk.


Ada berbagai pertanyaan yang kini bersarang di kepalanya, tentang kedekatan Dirga dan Mayra.


Namun dia berusaha menahan diri untuk tidak menanyakannya.


"Bagaimana kondisimu sekarang.?"


Tanya Crish yang berdiri di samping kanan ranjang. Dia terlihat lebih tenang, memasukan kedua tangan ke dalam saku celananya.


Jawab Mayra dengan mencoba tersenyum meyakinkan kedua laki-laki itu. Agam menghela napas, dia terlihat sangat menyesal atas kejadian semalam, dimana dirinya tidak bisa menjaga dan menjamin keselamatan wanita yang di cintainya ini.


"Aku minta maaf untuk semalam May, aku tidak bisa menjagamu."


Ucap Agam pelan. Mayra menatap Agam.


"Itu bukan salahmu mas, semuanya sudah ada yang mengatur, kita tidak bisa menghindar dari takdir yang sudah Allah tetapkan.."


Ucap Mayra berusaha menenangkan Agam. Agam menunduk.


"Aku sangat menyesal, bukan aku yang membawamu ke rumah sakit.!"


"Sudahlah..itu tidak penting mas."


Sergah Mayra. Mereka berdua bertatapan mencoba menelaah isi hati dan pikiran masing-masing.


Ini memang nyata, kini di hati Mayra sudah tidak ada lagi nama Agam yang selama ini bersemayam. Sekarang posisinya sudah di gantikan oleh orang lain.


Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Agam dan Crish pamitan untuk kembali ke kantor mereka masing-masing.


***** *****


Menjelang malam, kehebohan di dunia maya bertambah kacau dengan rilisnya berita-berita baru tentang Mayra dan Dirga.


*Ternyata benar nona model yang mendadak terkenal itu adalah wanita simpanannya bos besar.!*


*Berkedok muslimah sejati, tapi berani merebut suami orang.*


*Super model vs model dadakan.*

__ADS_1


*Tidak tahu malu, menjual tampang untuk menggaet perhatian raja bisnis !*


*Tidak di sangka tampang alim nya hanya untuk menutupi kebusukannya.!*


Itulah beberapa headline news dan juga template dari beberapa akun gosip yang bagaikan wabah penyakit menyebar dengan cepat di dunia maya.


Dari pagi hingga sore nama Mayra tiada henti menjadi pembicaraan. Dan kini menjelang malam hujatan dan komentar pedas dari warganet seakan sudah menjadi ujung pedang yang bisa menembus jantung pertahanan Mayra.


Mayra hanya bisa terdiam dan mencoba menguatkan diri melihat berbagai hujatan tersebut. Dia hanya bisa menangis dalam hati serta memohon pertolongan Tuhan agar iman dan akal sehatnya di kuatkan.


Menjelang tengah malam, dokter Rayen datang memeriksa kondisi Mayra bersama seorang perawat.


Rayen tampak menatap lekat wajah lelah Mayra yang terlihat sangat tertekan.


"Saya yakin anda wanita yang kuat nyonya Mayra.


Semuanya akan baik-baik saja setelah ini."


Ucap Rayen dengan tersenyum manis.


"Insya Allah dokter.."


Sahut Mayra.


Dokter Rayen tampak menyuruh sang perawat untuk menyuntikkan sesuatu ke lengan Mayra.


Dan Mayra hanya diam saja tidak bertanya, pasrah saat perawat itu menyuntiknya.


Tidak lama berselang Mayra sudah terkulai lemas, tertidur dengan nyenyak nya.


Beberapa saat kemudian Dirga masuk ke dalam ruangan. Dia berdiri di samping ranjang menatap lekat wajah Mayra yang tertidur dengan tenang.


"Apa semuanya akan aman kalau aku membawanya sekarang.?"


Tanya Dirga pada Rayen.


"Tidak masalah.! Aku akan melihatnya kesana tiap hari !"


"Baiklah ! Semua sudah siap.?"


"Sudah..kau bisa membawanya sekarang juga."


Ucap Rayen. Dirga mengangguk.


Dengan perlahan Dirga mengangkat tubuh Mayra ke dalam pangkuannya. Lee menyelimutkan mantel tebal ke tubuh Mayra. Setelah itu mereka pergi dari ruang inap tersebut. Langsung masuk melalui lift khusus yang akan membawa mereka ke parkiran bawah tanah.


Dirga memeluk erat tubuh Mayra di bawa masuk ke dalam mobil dengan hati-hati. menempatkan tubuh rapuh itu di dalam pangkuan dan dekapan hangatnya.


Akhirnya mobil yang di bawa Lee pun meluncur keluar dari basemen menyusuri jalanan ibukota yang lengang.


Selama di perjalanan, Dirga tak henti menatap wajah cantik Mayra yang tertidur dengan nyaman dalam pangkuannya. Ada berbagai emosi dan perasaan yang saat ini sedang Dirga rasakan. Hari ini begitu banyak berita miring yang menerpa kehidupan pribadi mereka berdua. Dirga tidak bisa lagi membiarkan semua masalah ini terus menyebar di luar sana, dan membuat nama baik serta kehormatan wanita yang ada dalam pelukannya tercemar.


Mobil yang membawa mereka kini menyusuri jalanan sepi menuju ke pinggiran kota. Terus menelusuri jalanan licin yang tertata rapih dan asri, hingga akhirnya memasuki sebuah gerbang


perumahan yang sangat megah.


Ini adalah kawasan perumahan elite yang di bangun perusahaan Moolay Group yang bekerjasama dengan CSA Group . Dimana iklan promosinya sendiri kemarin di mainkan oleh Mayra hingga penjualannya kini sudah final ,sudah sold out semua.


Mobil terus meluncur menuju ke sebuah kawasan khusus, di mana wilayah ini merupakan satu kawasan terpadu dan sangat pribadi. Dirga sengaja membangun sebuah rumah pribadi di kawasan ini untuknya. Dan sengaja menyiapkan rumah ini khusus untuk Mayra sebagai hadiah pernikahannya.


Mobil yang membawa mereka akhirnya berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar, jauh lebih besar dari rumah utama yang ditempati oleh Evelyin. Di halaman depannya terdapat air mancur megah dan juga sepasang patung harimau putih yang gagah.


Dirga keluar dari mobil dengan mengangkat dan mendekap erat tubuh Mayra yang masih dalam keadaan tertidur nyenyak, tidak menyadari sedari tadi tubuhnya sudah berpindah dari ruangan rawat inapnya menuju ke tempat baru. Kemudian dia berjalan menaiki tangga menuju pintu utama.


Sampai di pintu utama, terlihat Tina sudah bersiap menyambut kedatangan mereka bersama Jane dan juga sederet pelayan wanita yang berbaris rapi di kanan kiri ruangan.


Mereka semua menunduk hormat menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya rumah besar ini..

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....


__ADS_2