Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
44. Laporan Jhon


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Tidak ada manusia yang bisa luput dari masalah.


Apapun itu, masalah besar ataupun kecil, semua tidak akan terlepas dari kehidupan setiap orang di muka bumi ini. Semua hanya tinggal kembali kepada kita, bagaimana menyikapi dan menghadapi masalah tersebut.


Seusai sholat isya, Mayra berdoa dan mencoba berpasrah diri pada Tuhan atas semua hal yang terjadi pada dirinya hari ini. Semua dibawah kendalinya yang hanya manusia biasa.


Tina masuk membawakan segelas susu putih untuk Mayra. Dia tampak memandang nyonya keduanya tersebut penuh rasa prihatin.


Kalau saja pernikahannya dengan Tuan mudanya tidak di sembunyikan, mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah menimpa nyonya nya tersebut.


"Nyonya..di minum dulu susunya biar lebih tenang."


"Makasih Tina. Aku sudah tidak apa-apa kok."


Ucap Mayra sambil duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Dia mengambil gelas susu, meneguknya perlahan. Matanya tampak menerawang pada hamparan lampu-lampu malam yang bertebaran di seluruh penjuru kota.


"Saya permisi dulu nyonya."


Ucap Tina kemudian. Mayra hanya mengangguk.


Trrrrtt trrrrt trrrrtt


Ponselnya berbunyi dan Mayra segera melihatnya.


Terlihat nama sang Ayah tertera di sana. Mayra menarik napas berat, air mata tiba-tiba sudah terkumpul di pelupuk matanya.


"Assalamualaikum ayah.."


"Waalaikumsalam nak. Apa kau baik-baik saja.?


Ayah melihat semua berita itu di televisi.."


"Alhamdulillah May baik-baik saja. Ayah tidak usah mengkhawatirkan May."


"Ayah tidak mengerti kenapa kamu malah mengambil jalan seperti ini. Apakah Tuan muda tahu semuanya dan mengijinkan kamu mengambil profesi seperti ini.?"


"May juga tidak tahu kalau semuanya akan jadi begini Yah. Tidak ada rencana sama sekali. Tuan Dirga juga mengetahui semuanya "


"Bukankah tujuan dia menikahi kamu adalah untuk memperoleh keturunan segera nak? tapi kenapa malah jadi seperti ini ?"


"Mungkin ini semua adalah kehendak Allah Yah, apa yang bisa kita lakukan lagi."


"Kamu yang kuat ya nak.!"


"InsyaAllah dengan doa dari Ayah, May pasti kuat."


"Yasudah..Ayah senang kalau kamu baik-baik saja. Istirahatlah, kau perlu menenangkan dirimu.!"


"Iya Yah, terimakasih atas semua perhatiannya.


May tutup dulu ya telponnya, Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


Mayra kembali menghela napas. Air matanya kini jatuh tak tertahan lagi. Dia terisak sendiri dalam keheningan malam. Tak ada yang menemani untuk sekedar berbagi keresahan yang kini di rasakannya.


Hidupnya kini sangat hampa, kosong dan seakan tanpa arah dan tujuan. Masih adakah cinta dalam hatinya kini setelah takdir membawanya ke jalan ini.?


Dia harus menegarkan diri, dia tidak ingin lagi membebani sang Ayah dengan segala masalahnya.


Dia harus kuat, paling tidak untuk meyakinkan sang ayah bahwa hidupnya masih baik-baik saja sampai saat ini.


***** *****


Sementara Dirga saat ini masih berada di kantornya.


Dia masih duduk tenang di kursi kebesarannya.


Namun wajahnya nampak sangat dingin sedingin kutub utara. Kedua punggung tangannya di topang dibawah dagunya. Dia sedang menatap tajam ke layar laptop dan tablet serta ponsel yang tergeletak di atas meja kerjanya.


Lee muncul bersama dengan Jhon. Mereka kemudian berdiri dihadapan Dirga lalu membungkuk.


Mata Dirga beralih pada dua lelaki bawahannya itu.

__ADS_1


"Bagaimana hasil penyelidikkan mu Jhon.?"


Tanya nya pada Jhon yang kini berdiri tegak. Sekilas Jhon tampak ragu.


"Maaf tuan..saya, saya sudah membuat pimpinan komplotan itu untuk buka mulut. Dan dia mengatakan yang menyuruh mereka adalah nyo- nyonya muda.!"


Ucap Jhon dengan suara sedikit terbata.


Brakkk !


Dirga memukul keras meja kerjanya. Rahangnya tampak mengeras. Wajahnya merah padam . Jhon tidak mungkin salah interogasi.


Jadi semua ucapannya pasti benar.


Dia benar-benar tidak menduga kalau Evelyin bisa nekad melakukan hal itu.


"Ev..dia tidak bisa berubah. Sikap kejamnya tidak pernah hilang dari dirinya.!"


Bisik Dirga sambil mengepalkan tangan.


Dia memang tahu kalau Evelyin punya tingkah arogan dan kadang seenaknya menindas orang lain. Namun karena selama ini dia sangat mencintai wanita itu, dia tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


Tapi kini yang menjadi korban sikap arogan istrinya itu adalah wanita yang akhir-akhir ini membuat hidupnya seakan berubah arah, wanita yang telah membuat hidupnya tidak tenang dan wanita yang selalu ingin di lihatnya setiap saat.


"Kau boleh keluar, ingat jangan sampai lengah menjaganya.!"


Ucap Dirga kemudian.


"Siapp Tuan.!"


Jhon membungkuk kemudian melangkah pergi keluar dari ruangan itu.


"Lee, kau bereskan semua kekacauan di media sosial, beri somasi semua akun tersebut. Kalau mereka membangkang, hapus semua jejak mereka sampai tak tersisa.!"


"Baik Tuan, sudah saya siapkan semua bersama dengan team khusus.!"


"Bagaimana keadaan Mayra sekarang.?"


"Sepertinya nyonya masih mengurung diri di kamarnya tuan. Ada beberapa wartawan yang sudah mengetahui apartemen tempat tinggal nyonya.!"


Sentak Dirga sedikit terkejut.


"Apa sebaiknya nyonya kita pindahkan ke tempat lain tuan.?"


"Tempat itu belum beres. Aku juga ingin membuat dan menambahkan beberapa hal di dalamnya.!"


"Kalau begitu saya akan peringatkan pengelola untuk memperketat penjagaan di sana.!"


"Heumm.."


"Saya permisi, tengah malam semua rencana akan di jalankan.!"


Dirga hanya mengibaskan tangan dan Lee segera pergi dari hadapannya.


Dirga meremas kepalanya, bayangan wajah Mayra terus-menerus melintas dalam ingatannya. Ingin sekali dia pergi sekarang juga untuk menemui dan melihat keadaanya, tapi ada banyak hal yang harus dia bereskan saat ini.


*****. *****


Evelyin sedang berada di dalam kamar besarnya .Dia sedang duduk berselonjor menikmati pijatan lembut dari dua pelayan pribadinya di kaki mulusnya.


"Hallo Siska..ada apa.??"


Ucapnya saat mengangkat telpon dari Siska asisten pribadinya.


"Mbak.. orang-orang suruhan kita buka mulut.! mereka sudah bilang semuanya pada polisi.!"


"Heumm..biarkan saja, itu urusan gampang, orang2 di kepolisian itu semuanya ada dalam genggamanku.


Kamu pastikan saja gosip2 itu terus menyebar seperti api dalam sekam...hahaa ..!!"


"Hee oke oke mbak siapp..!"


"Kamu harus pastikan wanita murahan itu hancur, sehancur-hancurnya, sampai tak tersisa..!!"


Ucap Evelyin lagi di akhiri tawa yang cukup mengerikan. Kedua pelayan yang sedang memijatnya sampai merasakan bulu kuduk mereka merinding.

__ADS_1


Dia mengakhiri telponnya dan kembali mengecek semua berita panas yang hari ini menggemparkan dunia maya itu. Namun kemudian dia terkejut melihat berita konferensi pers dari divisi humas Royal Entertainment.


Kepala divisi Humas memberikan klarifikasi tentang kebersamaan Mayra dan Dirga dalam fhoto yang tersebar tersebut. Bahwa mereka ada di restoran tersebut dalam urusan pekerjaan yang menyangkut tentang iklan properti yang sudah Mayra mainkan.


Dan sebenarnya Direktur utama Royal Entertainment juga sempat hadir dalam acara makan siang tersebut namun memilih pergi duluan karena kesibukan.


Setelah melihat tayangan konferensi pers tersebut, Evelyin membanting ponselnya sampai hancur berkeping-keping. Kedua pelayannya sampai terlonjak kaget.


"Sialan..!! Agam.! masih saja mencoba menutupi kebusukan wanita murahan itu.! brengsek..!! Apa sih bagus nya dia sampai semua laki2 bersikap gila di depannya.! aaarrgghhh...!!!"


Teriak Evelyin sambil melempar semua bantal dan selimut yang ada di tempat tidurnya. Kedua pelayannya buru-buru ngacir takut terkena imbas amukan majikannya itu.


Sudah jadi kebiasaan Evelyin kalau moodnya sedang buruk dia akan mengamuk membanting dan merusak semua benda yang ada di kamarnya.


Dalam keadaan Evelyin yang seperti sedang kerasukan itu, Dirga muncul di pintu.


"Ev.. hentikan.! apa yang kamu lakukan.!"


Teriak Dirga sambil berjalan cepat menghampiri wanita yang sedang mengamuk itu. Melihat kemunculan Dirga Evelyin langsung berhenti kemudian berlari memeluk Dirga.


"Ada apa denganmu..! kenapa kau selalu begini.,! kau tidak bisa mengontrol emosimu.!"


Ucap Dirga sambil terdiam di tempat. Tak merespon sedikitpun pelukan istrinya itu.


"Aku takut kehilanganmu honey..! wanita itu sudah mengacaukan hari ku..! Kenapa waktu itu kamu ada bersama dia, makanya aku jadi begini.!"


"Aku sudah bilang, aku ada urusan pekerjaan waktu itu, kenapa kamu tidak percaya ?"


Ucap Dirga sambil perlahan melepaskan rangkulan Evelyin dari tubuhnya, namun Evelyin malah makin mempererat pelukannya sambil menggeleng.


"Aku tidak percaya pada wanita itu honey..dia wanita yang licik, dia sudah biasa membius laki-laki dengan muka sok polosnya itu, aku takut kamu tergoda olehnya honey..!"


"Ev..aku mencintaimu.! Kau adalah istriku.! kenapa kau meragukan ku.?!"


Ucap Dirga sambil benar2 melepaskan pelukan Eveliyn, keduanya kini saling menatap. Wajah Evelyin yang tadi sempat terlihat menyeramkan, kini mulai terlihat tenang kembali, cantik dan sangat menggoda.


"Aku tahu kamu mencintaiku honey..! dan akan selalu jadi milikku.! Tidak boleh ada orang lain yang memiliki mu, termasuk wanita semalam mu itu.!"


Ucap Evelyin manja. Wajah Dirga tampak berubah datar. Hatinya seketika kacau, pikirannya tak menentu.


"Sekarang istirahatlah..! biarkan pelayan membereskan semua ini. Aku harus kembali ke kantor, ada yang harus aku bereskan.!"


"Tidak honey..! Kau jangan tinggalkan aku.! Aku mau kita tidur bareng malam ini. Sudah lama kamu tidak pernah tidur di rumah !"


Rengek Eveliyn sambil kembali memeluk Dirga dan di ciumnya bibir Dirga dengan paksa. Namun Dirga berusaha untuk melepaskan ciuman Evelyin. Sungguh saat ini dia sedang tidak dalam mode untuk melayani hasrat istrinya itu.


Pikirannya saat ini sangat kacau, tujuannya pulang adalah untuk menginterogasi Evelyin atas segala yang telah di perbuatnya, tapi datang- datang malah disuguhkan oleh pemandangan singa betina yang sedang mengamuk duluan.


"Honeeyy..kenapa sekarang kamu berubah.! kamu dingin padaku.!"


Ucap Evelyin dengan tatapan tidak percaya Dirga bisa menolak ciumannya. Dirga yang begitu tergila-gila padanya, terobsesi dengan segala yang ada pada tubuhnya bisa bersikap dingin seperti sekarang.


"Aku sedang banyak pikiran sekarang.!"


"Itu hanya alasan mu saja kan.?"


"Aku benar-benar sedang banyak urusan.!"


"Kau tega padaku honeyy.. hik hik ..,"


Evelyin menangis terduduk diatas tempat tidur. Dirga menatapnya terdiam. Dia tidak tega melihat wanita itu menangis, kemudian perlahan mendekat dan mengangkat tubuh Eveliyn di bawa ke tengah tempat tidur. Dia ikut berbaring, kemudian di peluknya erat tubuh wanita itu, mencium puncak kepalanya beberapa kali.


"Tidurlah..aku akan menemanimu sampai kau tertidur."


Ucapnya lembut.


Eveliyn balik memeluk erat tubuh suaminya itu.


Suami yang selalu di rindukan sentuhannya, karena tidak ada sentuhan yang lebih memabukkan selain sentuhan hangat laki2 yang telah jadi suaminya ini.


Dulu dia pernah bertualang dengan berbagai tipe pria, dan hanya pria sejati inilah yang mampu membuatnya tidak bisa berpaling lagi.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2