
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Semakin malam tamu undangan
semakin banyak yang berdatangan karena acara
akan di buka sebentar lagi.
Beberapa pengusaha juga sudah hadir dan memasuki gedung perayaan. Diantaranya Crish yang di dampingi oleh seorang wanita cantik bertubuh tinggi dengan raut wajah bule nya yang kental.
Beberapa wartawan tampak mencoba mewawancarai Crish, namun dia dengan senyum ramahnya hanya melambaikan tangan sambil terus berjalan gagah menggandeng gadis bule nya.
Suasana semakin meriah dengan kedatangan para selebritis yang sedang populer dan memiliki banyak fans sehingga menimbulkan sedikit kericuhan di tempat para penggemar karena berebut ingin bersalaman atau sekedar ingin menyentuh idolanya.
Tidak lama terdengar jeritan histeris beberapa penggemar saat melihat kemunculan Evelyin yang datang di dampingi oleh Gery manajernya. Evelyin memang berangkat langsung dari lokasi syuting hingga dia tidak bisa datang bersama dengan Dirga.
Seperti biasa Evelyin selalu tampil dengan gaun super sexy dan gaya glamornya. Dia selalu mengekspos seluruh keindahan tubuhnya yang menjadi aset berharganya dalam dunia hiburan ini. Berjalan lenggak lenggok di atas karpet merah dengan tak lupa menebarkan senyum menawannya pada semua wartawan dan para penggemarnya.
Waktu semakin beranjak malam, sebentar lagi acara akan segera dimulai. Di ujung karpet merah terlihat berhenti sebuah mobil Ferarri hitam mengkilap.
Semua lensa kamera dan juga mata para penggemar terlihat terfokus pada kedatangan mobil tersebut.
Tidak lama sang Bos besar Royal Entertainment keluar dari dalam mobil. Kemudian dia segera berjalan dan berdiri gagah menyambut seseorang yang baru keluar dari mobil dengan perlahan dan hati-hati.
Dari dalam mobil muncul Mayra dengan segala pesona keindahannya, seketika langsung membius semua mata yang saat ini sedang terfokus padanya.
Terdengar keriuhan dan juga teriakan para penggemar yang mengelu-elukan nama Mayra. Namun juga ada beberapa dari mereka yang langsung sibuk bergosip ria tentang kehadiran Mayra yang datang langsung bersama bos besar pemilik acara malam ini.
Para wartawan penggosip yang selama ini kehilangan jejak Mayra terlihat langsung menyerbu ke arahnya dan tanpa basa basi melontarkan berbagai pertanyaan padanya.
*Nona Almayra kemana saja anda beberapa hari ini.
Apa benar anda pergi berlibur dengan tuan Agam..?*
*Nona Mayra banyak sekali gosip yang beredar di media sosial mengenai anda yang bisa dengan mudah meraih posisi sampai terkenal seperti sekarang..*
*Apa benar anda adalah orang terdekat tuan Agam.
Tolong beri kami penjelasan..*
Itulah beberapa pertanyaan yang di lontarkan
oleh para wartawan tadi.
Mayra yang sudah bisa menguasai dirinya hanya tersenyum ramah dan mengangguk santun pada para wartawan. Namun para wartawan itu sepertinya tidak puas dengan respon dari Mayra. mereka terus mendesak maju lebih dekat.
Agam berusaha melindungi Mayra dari serbuan wartawan yang benar-benar nekad dan melanggar prosedur yang sudah di tentukan.
Dimana seharusnya para wartawan ataupun para penggemar tidak boleh melewati batas karpet merah hingga tidak menggangu kenyamanan para undangan saat melintas.
"Tolong jaga etika anda saudara-saudara..Akan ada saatnya kami memberi penjelasan kepada kalian..!"
Ucap Agam mencoba meminta pengertian.
"Kami ingin konfirmasi langsung dari nona Mayra tuan..Tolong nona Mayra beri kami satu suaramu saja..!"
__ADS_1
"Ya benar..kami hanya ingin nona Mayra menjawab langsung pertanyaan2 kami..!"
Teriak para wartwan semakin tidak puas.
"Tolong biarkan kami lewat. Acara akan segera di mulai..! Kalian sudah melanggar batas yang telah kami tentukan..!"
Ucap Agam dengan suara sedikit tinggi karena sudah sangat kesal dengan kelakuan para wartawan itu.
Beberapa security dan juga pihak keamanan terlihat maju mencoba menghalau para wartawan tersebut, namun mereka seolah bergeming tidak ingin kehilangan moment penting bisa mengambil gambar Mayra dari jarak sedekat ini.
Dalam keadaan ricuh seperti itu, tiba-tiba muncul sebuah mobil Lamborghini merah di ujung karpet.
Semua perhatian langsung tertuju pada kedatangan mobil mewah itu. Dan yang datang ternyata Si Raja Bisnis Tuan Dirgantara Moolay di dampingi asisten setianya.
Dirga keluar dari dalam mobil setelah beberapa penjaga membukakan pintu dan segera membungkuk hormat. Para wartawan yang tadi bergerombol dan terus berusaha mengurung Mayra terlihat langsung mundur secara teratur di setiap sisi kanan kiri karpet merah. Semua security dan juga pihak keamanan berjajar rapih menjaga area yang akan di lewati oleh Dirga dengan tidak lupa membungkukan badan.
Tidak ada satu orangpun yang berani mengeluarkan suara saat ini.
Dirga berdiri tegak di depan pintu mobil dan merapihkan jas nya sebentar. Matanya terlihat tertuju di satu titik, wanita cantik nan mempesona yang sedang berdiri tidak jauh dari hadapannya.
Mata mereka bertemu, terkunci dan tidak bisa saling melepaskan. Dalam sorot mata mereka tergambar dengan jelas menyiratkan sebuah kerinduan yang dalam. Namun mereka berusaha menguasai diri masing-masing karena sadar ini adalah tempat umum.
Kalau tidak dalam situasi seperti ini, ingin rasanya Dirga menarik Mayra dan membawanya pergi dari tempat itu. Dia ingin melampiaskan segala emosi yang kini mengendap dalam jiwanya. Tiga hari wanita ini telah membuat hidupnya hancur dan tidak seimbang, dan sekarang dia dengan santainya berdiri di hadapannya bersama dengan laki-laki lain. Sungguh itu membuat Dirga merasa tubuhnya seperti terbakar kobaran api kecemburuan yang sangat dahsyat.
Mayra hanya bisa berdiri dengan sedikit gugup melihat kemunculan laki-laki yang selama 3 hari ini berusaha di hindari nya. Namun selama 3 hari itu pula dia merasa sangat tersiksa karena merindukan nya dan juga mengkhawatirkan kesehatan nya. Di mana saat dia meninggalkan suaminya itu jelas-jelas dia
sedang dalam keadan terluka karena berusaha
menyelamatkan dirinya.
Dirga berjalan dengan gagah dan penuh kharisma, tidak ada yang berani bergerak apalagi mengganggu kehadirannya. Aura kehadirannya sangat dingin hingga bisa membekukan semua orang yang di lewatinya.
Lee dengan setia mengikuti tuannya itu dari belakang.
Saat sampai di dekat Mayra yang sedang
menunduk, langkah Dirga terhenti, tapi tatapannya yang datar tetap lurus ke depan. Semua orang terlihat terpaku, menahan napasnya masing-masing.
Tangan Dirga dengan cepat meraih pergelangan tangan Mayra, menggenggam nya erat, kemudian menariknya memaksa Mayra tersadar dari kegugupan nya kemudian berjalan setengah terseret mengikuti langkah Dirga menyusuri karpet merah itu.
Orang-orang tampak hanya bisa melongo melihat semua kejadian itu, termasuk Agam.
Seperti seorang pecundang, Agam hanya bisa melihat Mayra di tarik paksa oleh Dirga. Tangannya terkepal dengan kuat menahan geram, setelah itu dia berjalan mengikuti langkah Dirga dan Mayra yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam gedung tanpa hambatan.
Beberapa host yang menunggu mereka di depan pintu utama pun tidak ada yang berani menegur, hanya bisa mengangguk hormat dan menebar senyum ramah ke arah Dirga yang masih menggenggam erat tangan Mayra yang terlihat sedikit meringis karena kuatnya pegangan tangan Dirga di tangannya.
Ketika sampai di dalam, Mayra berusaha melepaskan genggaman tangan Dirga .
"Silahkan anda berjalan duluan tuan.. terimakasih sudah membantu saya..!"
Ucap Mayra sambil mengelus pergelangan tangannya yang memerah. Dirga hanya melirik dan menatapnya sekilas. Agam sudah ada di belakang mereka.
"Mari tuan Dirga, lewat sebelah sini..!"
Tiba-tiba ucap salah seorang pemandu acara sambil membungkuk membimbing Dirga untuk melangkah menuju tempat yang sudah tersedia untuknya.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa May..?"
Tanya Agam sambil melirik tangan Mayra.
"Gak kok mas, ayoo.."
Ucap Mayra sambil berusaha tersenyum setenang mungkin. Dan merekapun berjalan menuruni tangga menuju ke tempat duduk yang sudah di tentukan.
Melihat kehadiran Dirga, semua tamu undangan tampak terdiam sesaat dari keriuhan yang ada. Dan memastikan bahwa tuan terhormat itu bisa melangkah dengan nyaman mencapai tempat duduknya.
Evelyin yang sudah duduk menunggu di kursi sebelah Dirga tampak sumringah kemudian melempar senyum termanisnya menyambut kehadiran suaminya itu.
Setelah mendekat dia langsung merangkul mesra Tubun Dirga dan memberikan kecupan lembut di bibirnya. Dirga hanya diam tanpa ekspresi, kemudian duduk di sebelah Evelyin dengan gaya elegannya.
Sementara tidak lama menyusul Agam dan Mayra yang posisi duduk nya ada di barisan sebelah kanan di dekat panggung utama, bersebrangan dengan posisi tempat duduk Dirga yang ada di barisan terdepan khusus untuk tamu VVIP.
Mata Dirga langsung saja tertuju pada Mayra yang dapat dengan mudah di jangkau dengan pandangan nya.
Crish juga yang ada di barisan tempat duduk VVIP sejajar dengan Dirga terlihat menatap dengan intens ke arah Mayra dan melempar senyum manisnya.
Sementara Evelyin terlihat menatap Mayra dengan penuh kebencian dan kekesalan, karena hampir semua tamu undangan sedang memperhatikan
keberadaan Mayra dan Agam. Para selebritis yang bernaung di bawah Royal Entertainment memang sudah banyak yang tahu kalau bos mereka sedang dekat dan menjalin hubungan dengan mantan sekretaris nya itu yang kini menjelma menjadi artis terpopuler saat ini.
..... .....
Acara pun akhirnya di buka dengan sangat meriah. Dimulai dengan penampilan beberapa tarian selamat datang dan juga atraksi api yang cukup menegangkan. Setelah itu di susul oleh penampilan beberapa penyanyi dan band yang sedang hits.
Pembawa acara kembali melanjutkan berbicara bla bla bla dengan di selingi candaan yang cukup mencairkan suasana. Kemudian mereka memanggil Agam untuk memberikan sambutannya sebagai bos besar dan pihak penyelenggara acara megah ini.
Dengan gagah dan penuh percaya diri, Agam naik ke panggung memberikan sambutannya.
Tepuk tangan meriah menyambut kehadirannya di atas panggung.
Dan setelah berbicara yang cukup padat dan singkat Agam mengakhiri sambutannya.
"Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih atas kehadiran tamu undangan sekalian..Dan untuk para talent yang tergabung dalam keluarga besar Royal Entertainment
saya ucapkan terimakasih atas kerja kerasnya selama satu tahun terakhir ini.. Terimakasih banyak..!!"
Ucap Agam di akhir sambutannya. Kembali tepuk tangan meriah dan cuitan para tamu undangan menggema memenuhi seluruh isi gedung tersebut.
Agam turun dari atas panggung dan kembali duduk di tempatnya di sambut senyuman lembut dari Mayra.
Sementara wajah Dirga terlihat semakin dingin saat melihat Mayra tersenyum menyambut Agam.
Suasana semakin meriah, karena acara pokoknya segera di mulai, yaitu pemberian penghargaan untuk beberapa kategori bagi para talent yang sudah memberikan kontribusi penuh pada perusahaan.
Dan 4 orang host di panggung pun terlihat semakin semangat.
Akhirnya satu demi satu kategori penghargaan pun di sebutkan. Dan selebriti yang mendapat kan penghargaan tersebut naik ke atas panggung.
Menerima piala serta memberikan prakata singkat untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC....