
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi hari ini di kamar utama rumah besar tempat tinggal Dirga dan Mayra sudah di warnai dengan keributan kecil, pasalnya Mayra kembali mengalami muntah-muntah yang cukup menguras tenaganya.
Apalagi dari kemarin pola makannya sudah kacau.
Jadinya dia terlihat sangat tersiksa mengeluarkan isi perutnya yang hanya berupa cairan kuning saja.
Dirga terlihat begitu cemas dan emosi sendiri melihat Mayra yang tersiksa dan menangis kelelahan.
Ujung-ujung nya Dirga jadi menggerutu sendiri menyalahkan Lani yang di nilainya tidak bisa memberi obat yang bagus untuk istrinya itu.
Dirga membopong tubuh Mayra yang terkulai lemas dari kamar mandi di baringkan di atas tempat tidur.
Tangan Mayra menggenggam erat tangan Dirga ketika melihat suaminya itu akan melangkah.
"Jangan pergi sayang..tetaplah disini, di dekatku.."
Ucap Mayra pelan sambil menatap lembut wajah suaminya itu yang semalam telah menyatakan perasaannya. Pernyataan yang tidak pernah di bayangkan nya sama sekali, bagai sebuah mimpi.
Dirga tersenyum lalu naik keatas tempat tidur, merengkuh tubuh lemah Mayra dan memeluknya erat, berusaha menyalurkan kekuatan padanya.
"Aku tidak akan kemana-mana sayang..aku akan selalu ada di dekatmu."
Bisik Dirga seraya mencium puncak kepala Mayra.
Keduanya memejamkan mata, meresapi cinta yang kini memenuhi hati dan jiwa mereka.
"Kau harus mengisi perutmu. Ingat sekarang kau membawa satu nyawa dalam perutmu, jadi kau
harus memaksakan diri..!"
Ucap Dirga sambil mengusap lembut rambut Mayra yang tergerai. Mayra masih menyembunyikan wajahnya dalam rengkuhan dada bidang suaminya itu.
"Aku mau makan, tapi harus kau yang buatkan.."
Ucap Mayra pelan. Dirga tertegun sebentar, kemudian bibirnya tersenyum tipis.
"Baiklah..kau mau makan apa.? Ayo kita kedapur..
Akan aku buatkan untukmu..!"
"Benarkah..??"
Tanya Mayra mengangkat wajahnya, matanya terlihat berbinar senang. Dirga menatap lekat wajah Mayra dan mengangguk pelan.
"Tentu saja.! Apa yang kau inginkan.?!"
"Apapun asal kau yang buat akan aku makan.."
Ucap Mayra sambil kemudian mengecup mesra bibir Dirga, keduanya saling pandang sebentar dengan sorot mata yang sama-sama dipenuhi rasa cinta dan kebahagiaan.
Tidak lama Dirga sudah menyambar bibir Mayra dan melumatnya rakus. Untuk beberapa lama mereka terhanyut dalam ciuman hangat, lembut dan teramat manis karena di penuhi dengan bunga-bunga cinta yang kini sedang membuncah memenuhi dada mereka.
Dirga mengangkat tubuh Mayra ala bridal style membawanya turun ke lantai bawah dan langsung menuju ke dapur. Semua pelayan yang melihatnya tampak menatapnya dengan perasaan senang dan ikut bahagia melihat kemesraan kedua
majikannya itu.
Setelah sampai di dapur Mayra turun dan duduk di pantry. Tina tampak bingung dan heran karena tidak biasanya Tuan muda nya turun langsung ke dapur.
Pelayan di bagian dapur juga sama gugupnya.
"Tina..siapkan bahan-bahan untuk membuat omlet sayur sama roti panggang..!"
Titah Dirga. Tina tampak bengong, dua pelayan juga sama bengong nya.
"Tuan..eum..biar kami saja yang menyiapkan.."
"Aku akan membuatnya sendiri..! kau siapkan saja bahannya..!"
Potong Dirga yang membuat Tina makin bengong.
"Cepat..!!"
Sentak Dirga yang sontak membuat Tina serta dua pelayan tadi melompat kaget langsung bergerak sesuai perintah. Mayra tampak hanya tersenyum
saja melihat kesibukan yang di ciptakan suaminya ini.
Kemudian dia berjalan mengambil apron putih dari lemari. Setelah itu menghampiri Dirga yang terlihat mulai meracik bahan masakannya.
Tangan Mayra bergerak melingkarkan apron di tubuh bagian depan suaminya itu membuat Dirga terkejut sesaat dan melihat apa yang di lakukan istrinya itu.
"Apa ini sayang..? kenapa aku harus memakainya.?'
__ADS_1
Protes Dirga sambil mengangkat kedua tangannya , wajahnya juga terlihat tidak suka.
"Kau harus memakainya, aku tidak mau tahu..! jangan di lepas sampai kita beres sarapan.!"
"What..? tapi ini..!"
"Jangan protes..! atau aku tidak akan sarapan..!"
Ancam Mayra sambil berdiri menyilangkan tangan di dadanya. Dirga merenggut kalah.
"Baiklah..sekarang kamu tunggu aku buat
sarapannya dulu..duduk disini baik-baik..!
Tidak akan lama..!"
Ucap Dirga sambil kemudian memangku tubuh Mayra didudukan kembali di pantry.
Tina dan semua pelayan yang melihat semua kejadian barusan tampak hanya melongo saja.
Tina jadi berpikir, apakah telah terjadi sesuatu pada Mayra hingga Dirga mau melakukan apapun demi Nyonya keduanya itu.
"Tina.. nanti kamu harus belanja susu hamil yang banyak, semua sayuran, buah-buahan serta segala makanan yang bagus buat ibu hamil kamu borong semuanya..!"
Titah Dirga sambil sibuk mencacah sayuran dan bumbu yang akan di buatnya menjadi sebuah omlet sayur. Tina terbelalak kaget, dia melihat kearah Mayra yang hanya tersenyum saja mendengar semua perintah berlebihan suaminya itu.
"Nyonya hamil.?!"
Tanya Tina meyakinkan. Mayra hanya mengangguk dan tersenyum manis .
"Waahh.. selamat ya Nyonya, saya ikut senang mendengar nya.."
Ucap Tina senang.
"Terimakasih ya Tina.. Allah sudah mengatur semuanya dengan baik.."
Ucap Mayra sambil meneguk perlahan susu yang tadi di berikan Tina. Karena belum ada susu hamil, dia terpaksa meminum susu putih biasa yang selalu di konsumsi nya selama ini.
Mayra memperhatikan Dirga yang masih berkutat dengan kegiatan dapurnya. Dengan apron yang melekat di tubuh nya dia tampak lebih gentle di mata Mayra, terlihat gagah dan sangat menarik. . Mayra tersenyum sendiri karena sudah berhasil membuat suaminya itu sibuk menuruti keinginannya.
Entah kenapa, dia sangat ingin memakan sesuatu yang di buat sendiri oleh suaminya itu.
Setelah hampir setengah jam, akhirnya Dirga berhasil menyelesaikan dua macam hidangan, omlet sayur dan juga roti panggang. Wajahnya terlihat berkeringat, namun ada binar kepuasaan yang terlihat dari sorot matanya. Dia menata sendiri makanan buatannya di atas meja makan.
Dengan penuh perhatian Dirga mendudukkan Mayra di kursi, dan menyimpan piring hidangan di hadapannya.
"Makanlah..kau harus menghabiskan semuanya..!
Aku sudah susah payah membuatnya..!"
Ucap Dirga sambil mulai memotong omlet di piring Mayra dan mulai menyuapinya. Mayra menatap haru wajah Dirga yang penuh keringat.
Dengan lembut dia menyeka keringat di dahi dan wajah suaminya itu.
"Terimakasih sayang..maaf sudah membuatmu repot.."
Ucapnya pelan. Keduanya saling berpandangan
lekat. Dirga mengelus pipi mulus Mayra dan menciumnya perlahan.
"Akan kulakukan apapun demi kamu Dan anak
kita. Kamu hanya harus menjaga dan menyayangi nya..!"
Ucap Dirga. Mereka kembali saling pandang.
Setelah itu keduanya mulai menikmati sarapannya.
Dan benar saja Mayra mampu menghabiskan makanan nya sampai tak tersisa tanpa merasakan kesulitan ataupun rasa mual di perutnya.
Dirga terlihat menatap Mayra yang memakan semua makanan yang dibuatnya dengan lahap.
Apa sekarang dia harus merangkap profesinya menjadi koki khusus buat istrinya ini.??
..... .....
Mayra seperti biasa membantu Dirga memakaikan dasi dan jas nya.
"Sayang apa kau yakin aku harus ikut ke kantor.?
Aku ingin di rumah saja. Aku sudah menyelesaikan semua kontrak kerja terakhir..!"
Ucap Mayra sambil menepuk halus bagian depan jas yang di pakai oleh Dirga.
"Justru karena kamu sudah tidak bekerja, aku ingin kamu ikut aku ke kantor, kalau bisa setiap hari.!"
__ADS_1
"Buat apa.? Itu terdengar tidak masuk akal.!"
"Agar aku bisa menjagamu setiap waktu.!"
"Kau berlebihan.! Istrimu bukan hanya aku saja. Ini akan menimbulkan masalah yang tidak sepele.!"
"Aku tidak perduli ! Aku hanya ingin memastikan kamu dan calon anak kita baik-baik saja.!"
Keduanya saling pandang lekat. Ada keseriusan di mata Dirga. Tapi Mayra menganggap sikap Dirga sangat berlebihan.
"Kalau begitu aku jadi sekretaris mu saja sekalian..!"
Kilah Mayra kesal dengan sikap Dirga.
"Itu lebih baik..!"
"Apa..?? kau bercanda kan..??"
"Aku serius..!!"
Mayra menatap Dirga jengah.
"Lalu untuk apa aku berhenti bekerja kalau sekarang harus jadi sekretaris kamu..!"
"Aku ingin merasakan bagaimana memiliki seorang sekretaris yang adalah istriku sendiri..!"
Debat Dirga. Mayra bengong, apa dia serius dengan ucapannya.?? Dirga tersenyum tipis dan menarik tubuh Mayra kedalam dekapannya.
"Aku akan menyuruh Lee menyiapkan semuanya.
Kau hanya tinggal duduk menemaniku di kantor. Lalu menemaniku makan siang. Dan ikut kemanapun aku pergi..!!"
Ucapnya pelan setengah berbisik. Mayra makin melototkan matanya tidak percaya dengan ucapan dan keinginan konyol suaminya ini.
..... ......
Lee memarkir mobil yang membawa Tuan dan Nyonya keduanya itu di loby kantor atas permintaan Dirga.
Mayra sempat protes saat Dirga mengatakan hal ini pada Lee, tapi dia tidak menggubris nya.
Setelah penjaga di loby membukakan pintu mobil, Dirga keluar duluan, tidak lama dia mengulurkan tangannya menarik Mayra perlahan keluar dari mobil.
Semua karyawan dan juga resepsionis yang ada di loby kantor tampak mematung di tempat. Terkesima dengan kedatangan CEO mereka yang tidak biasanya berhenti di loby, apalagi sekarang datang dengan menggandeng istri keduanya.
Semua serempak langsung membungkuk hormat menyambut kedatangan Bos besar mereka tanpa berani mengangkat muka apalagi mencoba mencuri pandang pada istri kedua bos nya itu.
Dengan gagah dan penuh kharisma Dirga berjalan menggandeng Mayra masuk ke dalam loby kantor, langsung menuju ke dalam lift khusus. Sementara Lee setelah menurunkan Tuan dan Nyonya nya langsung membawa mobilnya ke parkiran khusus seperti biasanya.
Selama di dalam lift Dirga terus saja memeluk pinggang Mayra posesif. Dan hal ini membuat Mayra protes karena merasa tidak enak mereka sedang berada di lingkungan kantor. Namun Dirga seakan tidak perduli dia terus saja menggerayangi tubuh Mayra, tangannya bergerak liar ke tempat yang paling disukainya.
Mereka keluar dari lift kemudian berjalan menyusuri lorong menuju ke ruangan utama CEO .
Tiba-tiba Mayra mengingat saat pertama kali dia datang ke tempat ini, hatinya sedikit bergetar kala mengingat waktu itu melihat sendiri Dirga sedang bermesraan dengan Evelyin. Langkahnya langsung terhenti membuat Dirga otomatis ikut terhenti dan mengernyitkan alisnya.
"Ada apa.? kau mual, atau pusing.?"
Tanya Dirga dengan wajah mulai cemas. Mayra menggeleng kemudian kembali berjalan.
Akhirnya mereka sampai ke dalam ruangan utama.
"Kau istirahat di sini. Lakukan apapun yang kau suka. Aku akan membereskan pekerjaanku secepat mungkin.!"
Ucap Dirga sambil mendudukkan Mayra di atas sofa layaknya pada anak kecil. Mayra hanya menatap datar suaminya itu, duduk beristirahat di sofa, sementara Dirga langsung menempati kursi kebesarannya dan segera memulai aktifitasnya.
"Kalau kau lelah bilang padaku..!"
Kembali ucap Dirga sambil mulai memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya yang sudah menunggu untuk di periksa nya.
Dan Mayra hanya menggeleng lelah melihat kesibukan dan perlakuan Dirga yang berlebihan.
Mayra hanya duduk-duduk saja sembari mengecek ponselnya membalas beberapa pesan dari Silvia dan Agam yang menanyakan keberadaan nya.
Dirga masih sibuk dengan pekerjaan, dalam keadaan itu tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan keras,dan sosok Evelyin muncul di sana, dengan cepat dia menghampiri Mayra yang spontan berdiri kaget.
Plak !
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Mayra membuatnya otomatis terjatuh ke atas sofa.
***********
TBC.....
__ADS_1