
Dirga menatap Evelyin dingin. Dan Evelyin semakin terbakar amarahnya melihat tatapan dingin dari suaminya tersebut.
"Kau berani membentak ku..! Hanya karena wanita murahan itu, ada apa dengan mu honey.?"
Ucap Evelyin sambil meraup wajah Dirga dan mengguncang bahunya.
"Dia sedang ada urusan pekerjaan denganku.! kami baru saja membicarakan nya sambil makan siang.!"
Kilah Dirga . Evelyin menggeleng tak percaya. Dia kembali menatap Mayra dengan sorot mata yang penuh kemarahan.
"Kamu lihat, gara-gara kamu, suamiku berani membentak ku.! Kau puas sekarang.!"
Kembali bentak Evelyin. Mayra hanya menunduk, dia tidak menyangka akan bertemu Evelyin di situasi seperti sekarang ini.
"Maaf nona Evelyin..! saya tidak bermaksud membuat kalian berdua ada dalam situasi seperti ini."
"Hahh..kamu pasti puas kan, liat saja nanti apa yang bisa aku lakukan pada wanita ****** seperti kamu.!"
"Cukup nona Evelyin..! selama ini saya diam saja anda menghina saya, tapi saya tidak seperti yang anda tuduhkan.!"
"Ciihh..!! kamu merasa punya harga diri hahh.?? sudah jelas-jelas kamu menggunakan wajah sok suci kamu itu untuk merayu para pria seperti suamiku.!"
"Ev sudah cukup.! kamu sudah keterlaluan..!!"
Sentak Dirga sambil kemudian menarik Evelyin diseretnya pergi dari tempat itu di ikuti oleh Siska dan juga Gery. mereka berdua dari tadi hanya bisa menonton saja perdebatan yang terjadi karena takut melihat keberadaan Dirga.
Mayra menghela napas panjang, kemudian memegang dadanya sambil memejamkan mata.
Sekretaris Lee datang tergopoh-gopoh ke tempat Mayra berada. Dia tadi terlambat datang karena harus mengambil mobil di parkir basemen.
"Nyonya..anda tidak apa-apa.?"
Tanya Lee pelan. Mayra melirik ke arah Lee dan hanya tersenyum tipis. Dia menggeleng.
"Kalau begitu mari saya antar kembali ke kantor anda nyonya."
"Tidak usah sekretaris Lee, saya mau naik taxi saja !"
"Jangan nyonya, tuan tidak akan mengijinkan, keselamatan nyonya akan terancam.!"
Sergah Lee. Mayra mengerutkan alisnya,
Keselamatan..?? Yaa akhir-akhir ini dia merasa sedikit tidak nyaman setelah kejadian penculikan kemarin.
Akhirnya Mayra mendesah pelan.
"Baiklah..mari.." Ucapnya.
Sekretaris Lee mengangguk dan mereka pun keluar dari ruangan itu yang kebetulan terlindungi oleh
kaca- kaca tebal kedap suara, sehingga pertengkaran mereka tadi tidak bisa di dengar oleh pengunjung lain selain hanya bisa melihat adegannya.
******
Mayra baru saja kembali berada di kantor nya.
Namun sesampainya di sana, sekretaris baru Agam yang bernama Susan sudah menyuruh nya masuk keruangan direktur.
Akhirnya diapun dengan sedikit malas melangkah masuk ke ruangan Agam.
Dia terkejut ketika sampai di dalam ternyata sudah ada Amanda dengan senyum manisnya menyambut kedatangan dirinya.
"Hai May..apa kabar.?"
Sambut Manda sambil merangkul Mayra hangat.
"Alhamdulillah saya baik."
Dengan canggung Mayra membalas rangkulan gadis cantik itu. Agam hanya melihat mereka sambil tersenyum datar.
Mereka berdua duduk di sofa dan Manda tampak terus memperhatikan Mayra.
"Aku tahu kamu luar biasa May, kamu punya bakat alami.!"
Ucap Manda kemudian. Mayra menatap Manda tidak mengerti. Dia melirik Agam yang hanya mengangkat bahunya.
"Maksud anda apa ya Miss Manda..?"
"Hahaa..canggung banget ya, panggil aku Manda saja oke..?! Gak usah pake embel-embel..!"
Sanggah Manda sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
Mayra hanya tersenyum tersipu.
"Baik." Sahutnya kemudian.
"Baiklah aku gak akan basa-basi lagi, aku kesini sebenarnya ingin meminta bantuanmu May..!"
Ucap Manda serius, menatap lekat wajah cantik alami Mayra yang saat ini begitu polos.
"Bantuan.? bantuan apa ya? saya tidak mengerti.?"
Tanya Mayra heran. Manda tersenyum manis.
"Aku ingin kamu menjadi model di majalah mingguan untuk produk pakaian terbaruku.!"
Mayra terkejut dengan ucapan Manda. Bagaimana bisa gadis itu meminta bantuan seperti itu padanya.
"Tapi Manda, kenapa harus saya? kamu kan tahu saya ini bukan fhoto model atau semacam itu.!"
"Aku tahu kamu hanya baru akan memulainya May..!"
Agam nimbrung, dia berjalan melangkah dari kursi kerjanya kemudian duduk bergabung dengan mereka.
Dia membawa serta laptop nya.
Mayra menatap Agam semakin tidak mengerti.
"Kamu lihat ini baik-baik May, sudah ratusan permintaan untuk memakai jasa kamu.!"
Ucap Agam sambil menunjuk laptop nya.
Mayra hanya menatapnya datar seakan tak tertarik.
"Aku kan sudah bilang aku tidak tertarik mas, itu bukan bidang ku..!"
"Kenapa tidak kamu coba May.? semua akan terbukti kalau kamu membuktikannya sendiri.!"
Sela Manda sambil menatap Mayra yakin.
Mayra kembali menggeleng. Apakah benar dia harus mencoba membuktikan nya.?
Tapi bisakah dia nantinya ? Karena dia tidak punya basic sama sekali di bidang ini.
"Percaya padaku May."
"Untuk ajang pembuktian..kau terima tawaranku ya..?
Please.! aku sangat membutuhkan bantuanmu.!"
Ucap Manda dengan wajah memelas. Mayra tersenyum geli sekaligus bingung melihat bagaimana Manda memohon padanya.
"Tapi aku tidak punya pengalaman sama sekali Manda dalam hal fhoto model seperti ini."
"Kita akan lihat nanti. Aku sedang di kejar deadline sekarang, sementara tidak ada yang cocok untuk jadi model sesuai seleraku, eehh saat melihatmu di iklan kemarin aku langsung merasa kau adalah orang yang tepat.!"
Mayra terdiam tak bisa berkata-kata lagi.
"Aku akan membuat brand pakaian muslim sendiri, dan ini adalah launching pertamaku.!"
"Bukankah dari kemarin-kemarin kamu sudah membuatnya ya ? Itu yang aku pakai kemarin.?"
"Kau benar May, tapi itu hanya koleksi pribadiku. Sekarang aku ingin memasarkan nya.!"
"Oohh..begitu ya. "
"Jadi kita deal ya..?!"
Ucap Manda girang.
Karena merasa tidak enak hati akhirnya Mayra mengangguk.
"Makasih ya May..Besok kita akan langsung bertemu di studio fhoto nya..!"
Ucap Manda sambil kembali merangkul Mayra kemudian berdiri.
"Kenapa secepat itu.?"
Tanya Mayra sedikit terkejut.
" Pokoknya aku tunggu besok ya May..jangan telat.! manajermu yang akan memberitahu detail tempat
dan waktunya..bye..!"
__ADS_1
Ucap Amanda kembali sambil melambaikan tangan kemudian melenggang pergi dari ruangan itu.
"Manajer..?!"
Gumam Mayra. Agam tampak tersenyum.
"Iya May..aku yang akan jadi manajermu langsung.!"
"Mas.?! Apa-apaan ini !!"
Mayra semakin pusing saja di buatnya.
Dia menatap Agam minta penjelasan. Agam kembali tersenyum tenang.
"Aku sudah putuskan memberhentikan mu sebagai sekretaris pribadiku May.!"
"Apa.?? tapi kenapa mas.? apa aku membuat kesalahan.?!"
"Kau akan mencoba menerima beberapa tawaran. Tenang saja aku akan benar-benar memilih yang sesuai dengan karaktermu dan yang sekiranya kamu mampu..!"
"Mas, kenapa kamu mengambil keputusan tanpa meminta persetujuanku dulu.!"
Sergah Mayra dengan wajah benar-benar shock.
Agam menggenggam tangan Mayra lembut.
"Maafkan aku May. Tapi aku rasa kamu perlu mencobanya, kalau kamu merasa tidak sanggup, kamu bisa kembali bekerja sebagai apapun disini.!"
Bahkan aku lebih berharap kamu di rumah saja May..mengurusku dan anak-anak kita nanti.
Bisik Agam dalam hatinya dengan tatapan mata yang begitu lembut. Mereka terdiam saling menatap.
Namun aneh..sekarang ada yang telah berubah dalam hati Mayra, dia sudah tidak merasakan getaran apapun lagi kala bertemu pandang dengan mata ini.
Mayra hanya menghela napas panjang. Dia harus menjernihkan pikirannya terlebih dahulu.
"Aku yang akan menjadi manajer mu May, dan Siska akan aku suruh jadi asisten mu agar kamu tidak kesulitan menyiapkan segala keperluanmu nanti.!"
"Jangan gila kamu mas.! kamu itu orang yang sangat sibuk, mana bisa menghandle semua urusan yang berhubungan dengan pekerjaanku nanti.!"
"Aku bisa May, demi kamu apapun itu.!"
Deg
Jantung Mayra berdetak kencang. Kenapa pria ini masih saja melakukan semuanya untuk dirinya yang sudah jelas-jelas menolak perasaannya.!
Mayra merasa sangat bersalah sekarang.
"Aku butuh menenangkan pikiranku dulu mas, aku masih bingung dengan semua ini.!"
Ucap Mayra kemudian. Agam mengangguk paham.
"Baiklah, kau pulanglah sekarang. Istirahat dulu, pikirkan semuanya baik-baik. Aku yakin kamu akan tahu apa yang terbaik untuk dirimu sendiri.!"
"Baiklah mas, kalau begitu aku permisi ya..
Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam."
Akhirnya Mayra memilih pulang duluan. Lagipula dia kan sudah berhenti jadi sekretaris Agam.
Lebih tepatnya di berhentikan. Di luar gedung 'Royal Entertainment' kedua pengawalnya yakni Jhon dan Darwis seperti biasa sudah menunggu.
Mereka merasa heran melihat nyonya nya sudah pulang dengan wajah sedikit tak bersemangat.
Tapi mana berani mereka bertanya.
Selama perjalanan pulang, Mayra terus berpikir tentang semua hal yang terjadi hari ini.
Semua terasa bagai mimpi, bagaimana bisa dalam waktu sehari dia sudah berubah jadi pengangguran.
Dan apa ini, apakah dia harus mencoba menerima tawaran Agam untuk menjadi bagian dari dunia entertainment yang di bawahinya.
Hahh. semua yang terjadi ini seakan semacam lelucon saja baginya.!!
**********
TBC....
jangan lupa ya gaiiss..!
__ADS_1
Like, koment & kasih vote juga.
thank you..😘👍🙏