Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
114. Pangeran Kecil


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Tuhan itu Maha adil dengan segala KetentuanNya.


Semula Mayra hampir merasa putus asa atas


jalan hidup yang harus di laluinya. Dia hampir menyerah pada satu titik, namun Tuhan selalu


punya rencana indah dibalik setiap kejadian.


Mayra bolehlah kehilangan calon anak


pertamanya, namun tidak disangka Tuhan


telah menggantinya dalam rentang waktu


yang telah diatur sedemikian rupa dengan


indah dan mengejutkan.


Kini putranya itu telah menjalani perawatan


super intensive dengan pengawasan ketat


pihak rumah sakit selama kurang lebih 4 minggu.


Dia sudah tumbuh dengan sangat baik dan sehat, sekarang ini baik berat badan, ukuran tubuh


maupun perkembangan pertumbuhan berbagai


organ vital dalam tubuhnya telah berada dalam


posisi normal. Malah bisa dibilang sangat


berkembang pesat.


Putranya itu seakan telah mendapat mukzijat


dari Tuhan karena bisa tumbuh dan berkembang


dengan sangat sehat dan kuat. Sejak usia satu


minggu di dalam inkubator bayi kuat itu sudah


bisa menyusu pada ibunya. Hal ini membuat


Mayra merasa sangat bahagia karena kini


dirinya bisa merasakan menjadi seorang


wanita seutuhnya.


Setiap hari dia berusaha mengurus bayinya itu


sendiri di bawah bimbingan perawat dan juga


Dokter Lani yang selalu setia mendampingi.


Hal ini merupakan suatu nikmat tersendiri bagi


Mayra bisa mengurus putranya dan melihat


perkembangannya setiap saat.


Nyonya Veronica hampir setiap hari datang ke


rumah sakit untuk melihat perkembangan cucu


pertamanya itu. Dia sangat overprotektif


terhadap semua hal yang berhubungan


dengan cucunya itu.


*Reinaldo Pranadipta Moolay*


Itulah nama yang sudah di sematkan oleh


Dirga untuk putranya itu. Mereka berharap


kelak putranya bisa menjadi seorang pemimpin


yang bijaksana serta berani dalam mengambil


keputusan dan bisa menjadi pengayom bagi orang-orang di sekitarnya.


Dirga sudah kembali beraktifitas seperti biasa,


dia hanya berdiam di rumah sakit sekitar satu


minggu saja, itu juga karena paksaan Mayra.


Pagi-pagi dia akan berangkat ke kantor dan


pulangnya kembali ke rumah sakit.


Dan hari ini adalah hari yang sangat di tunggu


oleh Mayra, karena putranya sudah bisa di bawa pulang. Mayra begitu bahagia, wajahnya terlihat


selalu menebar senyum menawan.


"Terimakasih ya Lani..kau sudah sangat


membantu. Selalu setia mendampingi dan


mengajari aku bagaimana merawat bayi.."


Mayra berucap dengan mata berkaca-kaca, dia


kini sudah menggendong putranya itu dengan


penuh haru bersiap masuk kedalam mobil.


"Sama-sama..Aku harap kamu tidak kesulitan ya


nanti di rumah dalam mengurus bayi hebat mu ini.


Dia akan semakin merepotkan mu loh..!


Lani berucap seraya mengelus pipi si bayi yang


mulai gembul karena dia sangat kuat menyusu.


Mayra hanya tersenyum saja.


"Selama sebulan ini aku sudah cukup belajar


bagaimana mengurus dan menangani bayi.."


"Kita akan sama-sama mengurusnya sayang..


lagipula banyak babysitter di rumah !"


Dirga menyela seraya mendekap bahu Mayra


yang langsung menatap suaminya itu.


"Tapi aku mau mengurus nya sendiri Mas..Aku


tidak perlu jasa babysitter.."


"Kalau kau terlalu lelah, terus kapan waktu buat


akunya..?!"


"Mas..kau ini, belum apa-apa sudah menjadikan


anakmu sebagai saingan."


Cetus Mayra sambil mengerucutkan bibirnya. Dia kembali pada Lani dan berpamitan, kemudian berangkulan diantara si bayi.


"Sudah bicaranya..! dia bisa masuk angin kalau


terlalu lama di luar !"


"Mas..! "


Mayra mendelik kesal, Lani hanya memutar bola


mata jengah dengan sikap ayah si bayi.


"Sudah cepat masuk.!"


Dirga membimbing Mayra masuk kedalam


mobil dan dia pun ikut menyusul, duduk di


samping Mayra yang kini sedang menunduk


menatap haru putranya. Tidak percaya bahwa


kini mahluk kecil itu sudah bisa di bawa pulang


ke rumah kebahagiaan mereka. Lee mulai


melajukan mobilnya dengan tenang.


Dirga kembali merengkuh bahu Mayra


mendekapnya erat sambil mencium kening nya lembut. Keduanya saling pandang lekat di


penuhi rona kebahagiaan. Dengan sekali gerakan Dirga mencium bibir Mayra dan melumatnya kuat

__ADS_1


membuat Mayra spontan mendorong dadanya kemudian menatap kesal suaminya itu.


"Sayang..ini didalam mobil.!"


"Aku tak perduli. Aku sudah sangat merindukan dirimu..! Apa malam ini aku bisa memiliki mu.?"


Dirga berbisik di telinga Mayra yang langsung


saja memerah wajahnya. Dia menoleh dan


menatap tajam wajah Dirga.


"Sayang..aku belum siap.! masa ku belum habis.."


"Bukankah sudah sebulan sayang..?"


"Tapi aku belum bersih sayang.."


"Tapi aku sudah tidak kuat lagi sayang.."


Dirga menatap dengan wajah memelas yang


membuat Mayra seakan tak tahan ingin tertawa


melihat ekspresi lucu suaminya itu.


"Sudah ahh Mas, apa tidak ada hal lain yang


bisa di bahas selain ini.."


"Tidak ada. ! Aku sudah sangat tersiksa selama


ini. Dekat denganmu tapi tidak bisa memiliki


dirimu seutuhnya.!"


"Astagfirullah Mas..!"


Mayra menatap jengah wajah Dirga, tapi dia jadi


tidak tega ketika melihat Dirga kembali merajuk.


"Kita lihat nanti ya Mas.."


Cup !


Satu kecupan mesra mendarat mulus di bibirnya


membuat Mayra kembali menghela napas.


Sementara Lee yang ada di depan tampak


santai saja, padahal dia mendengar jelas


apa yang sudah di perbincangkan oleh


majikannya itu.Tiba-tiba saja dia jadi kepikiran sesuatu. Seindah inikah pernikahan.?


Aah..tapi selama ini kehidupan rumah tangga majikannya itu tidaklah berjalan mulus. Dan


entah sampai kebahagiaan ini bisa bertahan.


***** *****


Mobil yang di bawa Lee berhenti tepat di depan


pintu utama rumah besar mereka. Di sana terlihat


Tuan Leonardo dan Nyonya Veronica sudah berdiri menyambut kedatangan pangeran kecil keluarga Moolay itu. Para pelayan berbaris dengan rapi


dengan senyum senang karena Tuan kecil


mereka kini sudah datang dan mereka akan


dapat melihatnya setiap hari.


Mayra keluar dari mobil dengan senyum secerah


mentari, menggendong putra kesayangannya


dengan mata yang berbinar penuh kebahagiaan.


"Selamat datang cucuku sayang di istana mu


yang sesungguhnya.."


Nyonya Veronica menyambut dengan gembira,


dia mencium pipi bayi tampan itu dan mengelus sayang kepalanya. Tuan Leon juga sama, dia


tampak mengelus rambut cucu nya itu beberapa


kali dengan mata yang tampak berkaca-kaca.


dalam rumah dengan perasan haru di sambut


seluruh pelayan yang membungkuk hormat.


"Selamat datang Tuan muda Rein.."


Sambut mereka dengan serempak dan melihat


kearah bayi kecil dalam gendongan Nyonya


mereka yang saat ini tampak tenang, tidak


merasa terganggu dengan suasana yang ada.


Mayra tersenyum manis merasa terharu dengan antusiasme para asisten rumah tangganya itu.


"Terimakasih ya semuanya."


Sambut Mayra, Dirga segera memeluk pinggang


Mayra diajak masuk dan mulai menapakkan kaki


di dalam rumah. Mayra berhenti sesaat ketika tiba


di ruang keluarga, dia melihat kearah piano yang ada di sisi utama ruangan itu. Bibirnya tersenyum simpul..


"Selamat datang di rumah kita kesayangan Mama.."


Lirih Mayra sambil menatap wajah putranya


yang saat ini sedang tertidur nyaman dalam gendongannya.


"Ayo sayang..kita langsung saja bawa dia ke kamar."


Dirga membimbing Mayra menuju ke lantai atas.


Keduanya kemudian melangkah menuju


kamarnya di ikuti oleh Nyonya Veronica.


Mayra tampak bengong melihat sebuah kamar


yang sudah dipersiapkan khusus untuk bayi


mereka. Dirga mendesain kamar itu dengan


sangat indah bernuansa futuristik modern.


"Wahh..ini indah sekali sayang.. terimakasih ya."


Mayra berucap seraya mencium mesra pipi


Dirga yang hanya tersenyum senang mendapat sambutan positif dari istrinya itu.


"Apapun untuk pangeran kita, aku pasti akan


melakukan yang terbaik.."


Sahut Dirga seraya merangkul Mayra yang baru


saja selesai menidurkan puteranya diatas tempat


tidur bayi.


"Aku sudah menyiapkan satu boxs lagi di kamar


kita biar dia bisa tidur bareng kita.."


"Kamu memang yang terbaik Mas.."


Mayra balik merangkul Dirga dan mengaitkan


kedua lengannya di leher Dirga. Keduanya saling


berpandangan lekat penuh kebahagiaan. Saat


bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba..


"Ehemm..apa Mom mengganggu.?"


Mereka spontan menoleh dan melepaskan rangkulannya dengan wajah memerah ketika


melihat Nyonya Veronica masuk kedalam kamar.


"Gak kok Bu.."


Mayra tersenyum tersipu, sementara Dirga


hanya acuh saja duduk santai di pinggir tempat

__ADS_1


tidur ukuran sedang yang ada di kamar putranya itu.


"Nanti malam kita akan mengadakan acara


syukuran putra kalian. Sebaiknya sekarang kalian istirahat yang cukup supaya nanti malam fresh.."


"Iya Bu.. terimakasih atas semua yang sudah ibu


persiapkan dengan sangat baik ini.."


"Tentu saja, dia adalah cucu pertama keluarga


Moolay..semuanya harus yang terbaik.."


Sambut Nyonya Veronica seraya mengelus


tangan Mayra dan menatap sayang menantunya


itu, kemudian beralih menatap cucunya yang


sedang tertidur lelap dan nyaman. Kedua


tangannya di simpan disisi kanan kiri kepalanya


seolah sekarang dia sudah merasakan kebebasan


dan kenyamanan yang sesungguhnya.


..... .....


Malamnya suasana di dalam rumah terlihat


begitu sibuk, semua persiapan sudah hampir rampung. Para pelayan terlihat sibuk dengan


bagian masing-masing. Suasana semakin hangat


ketika para tamu undangan yang terbatas


untuk kalangan tertentu saja mulai berdatangan.


Agam kembali datang bersama dengan Vanessa


dan tak lupa tentunya kedua orang tuanya. Tidak


lama terlihat muncul Pak Bima dan Silvia.


Para tamu lainnya yang merupakan orang-orang


terdekat keluarga Moolay pun mulai berdatangan.


"Mana baby nya kakak..aku sudah tidak sabar


ingin melihat bagaimana tampannya cucu


pertama keluarga Moolay.."


Nyonya Chyntia berkata dengan tidak sabar


disambut senyum cerah Nyonya Veronica.


"Sabar.. bentar lagi mereka turun..? Tuh..mereka


datang.."


Nyonya Veronica berucap sambil akhirnya


menunjuk kearah tangga dimana disana


terlihat kemunculan Dirga dan Mayra yang menggendong putranya. Malam ini Mayra


terlihat sangat bercahaya, rona wajah yang


penuh dengan kelembutan dan kasih sayang


terpancar dari tatapannya yang teduh.


Semua orang tampak memusatkan fokus


perhatian pada kedatangan pasangan orang


tua baru itu. Agam terlihat menatap Mayra


dengan sorot mata yang begitu terpesona


oleh aura keibuan yang kini keluar dari raut


wajah bahagianya wanita itu.


Aku ikut bahagia May..karena kini kau telah bahagia.


Lirih Agam dalam hatinya seraya menarik napas


mencoba menepis segala ketidakrelaan yang


masih saja tertinggal di lubuk hatinya yang


paling dalam.


Semua orang tampak mulai mendatangi Dirga


dan Mayra serta mengucapkan selamat atas


kelahiran putra mereka dan melihat pangeran


tampan itu yang sedang tertidur dengan damai.


Mereka kembali berbincang sambil menikmati


hidangan yang sudah tersedia. Kehebohan


tercipta ketika tidak lama muncul Amanda


yang datang bersama dengan.. Crish..


bagaimana bisa..??


Semua orang menatap penasaran, termasuk


Mayra dan Dirga yang spontan menjatuhkan


tatapan interogasi nya terhadap mereka.


Sementara Tuan Leon beserta Nyonya Veronica tampak biasa saja.


"Hai ponakanku sayang..bagaimana kabarmu


hari ini.?"


Manda langsung heboh menciumi dan mencubit


gemes kedua pipi mungil ponakannya .


"Hai May..selamat ya atas kelahiran putra kalian.."


Crish tersenyum manis sambil menatap gemas


kearah bayi dalam gendongan Mayra.


"Terimakasih ya Crish..sudah mau datang kesini.."


Mayra berucap dengan masih menatap penasaran


pada pasangan ini.


"Apa kalian tidak ingin menjelaskan sesuatu ?"


Dirga bertanya seraya menatap tajam kearah


Crish dan Manda yang tampak tersipu .


"Aku memang sengaja menunggu moment ini


untuk memberitahukan hal ini pada kakak.."


"Apa maksudmu..?"


"Bulan depan aku akan menikah dengan Crish..!"


"What...??!"


Semua orang serempak berucap dengan tatapan


tidak percaya. Sementara Crish tampak tenang


dan menghadap kearah semua orang, menunduk


sedikit seraya tersenyum manis.


"Itu benar,..saya mencintai Raihana Amanda


Moolay, dan kami akan segera menikah


bulan depan..!"


Semua orang terdiam di tempat dengan wajah


yang masih tidak percaya, ternyata pria tampan rupawan itu bisa juga berkomitmen serius, dan Amanda lah yang sudah berhasil merubah


seorang Crish.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2