
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Tuhan itu Maha adil dengan segala KetentuanNya.
Semula Mayra hampir merasa putus asa atas
jalan hidup yang harus di laluinya. Dia hampir menyerah pada satu titik, namun Tuhan selalu
punya rencana indah dibalik setiap kejadian.
Mayra bolehlah kehilangan calon anak
pertamanya, namun tidak disangka Tuhan
telah menggantinya dalam rentang waktu
yang telah diatur sedemikian rupa dengan
indah dan mengejutkan.
Kini putranya itu telah menjalani perawatan
super intensive dengan pengawasan ketat
pihak rumah sakit selama kurang lebih 4 minggu.
Dia sudah tumbuh dengan sangat baik dan sehat, sekarang ini baik berat badan, ukuran tubuh
maupun perkembangan pertumbuhan berbagai
organ vital dalam tubuhnya telah berada dalam
posisi normal. Malah bisa dibilang sangat
berkembang pesat.
Putranya itu seakan telah mendapat mukzijat
dari Tuhan karena bisa tumbuh dan berkembang
dengan sangat sehat dan kuat. Sejak usia satu
minggu di dalam inkubator bayi kuat itu sudah
bisa menyusu pada ibunya. Hal ini membuat
Mayra merasa sangat bahagia karena kini
dirinya bisa merasakan menjadi seorang
wanita seutuhnya.
Setiap hari dia berusaha mengurus bayinya itu
sendiri di bawah bimbingan perawat dan juga
Dokter Lani yang selalu setia mendampingi.
Hal ini merupakan suatu nikmat tersendiri bagi
Mayra bisa mengurus putranya dan melihat
perkembangannya setiap saat.
Nyonya Veronica hampir setiap hari datang ke
rumah sakit untuk melihat perkembangan cucu
pertamanya itu. Dia sangat overprotektif
terhadap semua hal yang berhubungan
dengan cucunya itu.
*Reinaldo Pranadipta Moolay*
Itulah nama yang sudah di sematkan oleh
Dirga untuk putranya itu. Mereka berharap
kelak putranya bisa menjadi seorang pemimpin
yang bijaksana serta berani dalam mengambil
keputusan dan bisa menjadi pengayom bagi orang-orang di sekitarnya.
Dirga sudah kembali beraktifitas seperti biasa,
dia hanya berdiam di rumah sakit sekitar satu
minggu saja, itu juga karena paksaan Mayra.
Pagi-pagi dia akan berangkat ke kantor dan
pulangnya kembali ke rumah sakit.
Dan hari ini adalah hari yang sangat di tunggu
oleh Mayra, karena putranya sudah bisa di bawa pulang. Mayra begitu bahagia, wajahnya terlihat
selalu menebar senyum menawan.
"Terimakasih ya Lani..kau sudah sangat
membantu. Selalu setia mendampingi dan
mengajari aku bagaimana merawat bayi.."
Mayra berucap dengan mata berkaca-kaca, dia
kini sudah menggendong putranya itu dengan
penuh haru bersiap masuk kedalam mobil.
"Sama-sama..Aku harap kamu tidak kesulitan ya
nanti di rumah dalam mengurus bayi hebat mu ini.
Dia akan semakin merepotkan mu loh..!
Lani berucap seraya mengelus pipi si bayi yang
mulai gembul karena dia sangat kuat menyusu.
Mayra hanya tersenyum saja.
"Selama sebulan ini aku sudah cukup belajar
bagaimana mengurus dan menangani bayi.."
"Kita akan sama-sama mengurusnya sayang..
lagipula banyak babysitter di rumah !"
Dirga menyela seraya mendekap bahu Mayra
yang langsung menatap suaminya itu.
"Tapi aku mau mengurus nya sendiri Mas..Aku
tidak perlu jasa babysitter.."
"Kalau kau terlalu lelah, terus kapan waktu buat
akunya..?!"
"Mas..kau ini, belum apa-apa sudah menjadikan
anakmu sebagai saingan."
Cetus Mayra sambil mengerucutkan bibirnya. Dia kembali pada Lani dan berpamitan, kemudian berangkulan diantara si bayi.
"Sudah bicaranya..! dia bisa masuk angin kalau
terlalu lama di luar !"
"Mas..! "
Mayra mendelik kesal, Lani hanya memutar bola
mata jengah dengan sikap ayah si bayi.
"Sudah cepat masuk.!"
Dirga membimbing Mayra masuk kedalam
mobil dan dia pun ikut menyusul, duduk di
samping Mayra yang kini sedang menunduk
menatap haru putranya. Tidak percaya bahwa
kini mahluk kecil itu sudah bisa di bawa pulang
ke rumah kebahagiaan mereka. Lee mulai
melajukan mobilnya dengan tenang.
Dirga kembali merengkuh bahu Mayra
mendekapnya erat sambil mencium kening nya lembut. Keduanya saling pandang lekat di
penuhi rona kebahagiaan. Dengan sekali gerakan Dirga mencium bibir Mayra dan melumatnya kuat
__ADS_1
membuat Mayra spontan mendorong dadanya kemudian menatap kesal suaminya itu.
"Sayang..ini didalam mobil.!"
"Aku tak perduli. Aku sudah sangat merindukan dirimu..! Apa malam ini aku bisa memiliki mu.?"
Dirga berbisik di telinga Mayra yang langsung
saja memerah wajahnya. Dia menoleh dan
menatap tajam wajah Dirga.
"Sayang..aku belum siap.! masa ku belum habis.."
"Bukankah sudah sebulan sayang..?"
"Tapi aku belum bersih sayang.."
"Tapi aku sudah tidak kuat lagi sayang.."
Dirga menatap dengan wajah memelas yang
membuat Mayra seakan tak tahan ingin tertawa
melihat ekspresi lucu suaminya itu.
"Sudah ahh Mas, apa tidak ada hal lain yang
bisa di bahas selain ini.."
"Tidak ada. ! Aku sudah sangat tersiksa selama
ini. Dekat denganmu tapi tidak bisa memiliki
dirimu seutuhnya.!"
"Astagfirullah Mas..!"
Mayra menatap jengah wajah Dirga, tapi dia jadi
tidak tega ketika melihat Dirga kembali merajuk.
"Kita lihat nanti ya Mas.."
Cup !
Satu kecupan mesra mendarat mulus di bibirnya
membuat Mayra kembali menghela napas.
Sementara Lee yang ada di depan tampak
santai saja, padahal dia mendengar jelas
apa yang sudah di perbincangkan oleh
majikannya itu.Tiba-tiba saja dia jadi kepikiran sesuatu. Seindah inikah pernikahan.?
Aah..tapi selama ini kehidupan rumah tangga majikannya itu tidaklah berjalan mulus. Dan
entah sampai kebahagiaan ini bisa bertahan.
***** *****
Mobil yang di bawa Lee berhenti tepat di depan
pintu utama rumah besar mereka. Di sana terlihat
Tuan Leonardo dan Nyonya Veronica sudah berdiri menyambut kedatangan pangeran kecil keluarga Moolay itu. Para pelayan berbaris dengan rapi
dengan senyum senang karena Tuan kecil
mereka kini sudah datang dan mereka akan
dapat melihatnya setiap hari.
Mayra keluar dari mobil dengan senyum secerah
mentari, menggendong putra kesayangannya
dengan mata yang berbinar penuh kebahagiaan.
"Selamat datang cucuku sayang di istana mu
yang sesungguhnya.."
Nyonya Veronica menyambut dengan gembira,
dia mencium pipi bayi tampan itu dan mengelus sayang kepalanya. Tuan Leon juga sama, dia
tampak mengelus rambut cucu nya itu beberapa
kali dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
dalam rumah dengan perasan haru di sambut
seluruh pelayan yang membungkuk hormat.
"Selamat datang Tuan muda Rein.."
Sambut mereka dengan serempak dan melihat
kearah bayi kecil dalam gendongan Nyonya
mereka yang saat ini tampak tenang, tidak
merasa terganggu dengan suasana yang ada.
Mayra tersenyum manis merasa terharu dengan antusiasme para asisten rumah tangganya itu.
"Terimakasih ya semuanya."
Sambut Mayra, Dirga segera memeluk pinggang
Mayra diajak masuk dan mulai menapakkan kaki
di dalam rumah. Mayra berhenti sesaat ketika tiba
di ruang keluarga, dia melihat kearah piano yang ada di sisi utama ruangan itu. Bibirnya tersenyum simpul..
"Selamat datang di rumah kita kesayangan Mama.."
Lirih Mayra sambil menatap wajah putranya
yang saat ini sedang tertidur nyaman dalam gendongannya.
"Ayo sayang..kita langsung saja bawa dia ke kamar."
Dirga membimbing Mayra menuju ke lantai atas.
Keduanya kemudian melangkah menuju
kamarnya di ikuti oleh Nyonya Veronica.
Mayra tampak bengong melihat sebuah kamar
yang sudah dipersiapkan khusus untuk bayi
mereka. Dirga mendesain kamar itu dengan
sangat indah bernuansa futuristik modern.
"Wahh..ini indah sekali sayang.. terimakasih ya."
Mayra berucap seraya mencium mesra pipi
Dirga yang hanya tersenyum senang mendapat sambutan positif dari istrinya itu.
"Apapun untuk pangeran kita, aku pasti akan
melakukan yang terbaik.."
Sahut Dirga seraya merangkul Mayra yang baru
saja selesai menidurkan puteranya diatas tempat
tidur bayi.
"Aku sudah menyiapkan satu boxs lagi di kamar
kita biar dia bisa tidur bareng kita.."
"Kamu memang yang terbaik Mas.."
Mayra balik merangkul Dirga dan mengaitkan
kedua lengannya di leher Dirga. Keduanya saling
berpandangan lekat penuh kebahagiaan. Saat
bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba..
"Ehemm..apa Mom mengganggu.?"
Mereka spontan menoleh dan melepaskan rangkulannya dengan wajah memerah ketika
melihat Nyonya Veronica masuk kedalam kamar.
"Gak kok Bu.."
Mayra tersenyum tersipu, sementara Dirga
hanya acuh saja duduk santai di pinggir tempat
__ADS_1
tidur ukuran sedang yang ada di kamar putranya itu.
"Nanti malam kita akan mengadakan acara
syukuran putra kalian. Sebaiknya sekarang kalian istirahat yang cukup supaya nanti malam fresh.."
"Iya Bu.. terimakasih atas semua yang sudah ibu
persiapkan dengan sangat baik ini.."
"Tentu saja, dia adalah cucu pertama keluarga
Moolay..semuanya harus yang terbaik.."
Sambut Nyonya Veronica seraya mengelus
tangan Mayra dan menatap sayang menantunya
itu, kemudian beralih menatap cucunya yang
sedang tertidur lelap dan nyaman. Kedua
tangannya di simpan disisi kanan kiri kepalanya
seolah sekarang dia sudah merasakan kebebasan
dan kenyamanan yang sesungguhnya.
..... .....
Malamnya suasana di dalam rumah terlihat
begitu sibuk, semua persiapan sudah hampir rampung. Para pelayan terlihat sibuk dengan
bagian masing-masing. Suasana semakin hangat
ketika para tamu undangan yang terbatas
untuk kalangan tertentu saja mulai berdatangan.
Agam kembali datang bersama dengan Vanessa
dan tak lupa tentunya kedua orang tuanya. Tidak
lama terlihat muncul Pak Bima dan Silvia.
Para tamu lainnya yang merupakan orang-orang
terdekat keluarga Moolay pun mulai berdatangan.
"Mana baby nya kakak..aku sudah tidak sabar
ingin melihat bagaimana tampannya cucu
pertama keluarga Moolay.."
Nyonya Chyntia berkata dengan tidak sabar
disambut senyum cerah Nyonya Veronica.
"Sabar.. bentar lagi mereka turun..? Tuh..mereka
datang.."
Nyonya Veronica berucap sambil akhirnya
menunjuk kearah tangga dimana disana
terlihat kemunculan Dirga dan Mayra yang menggendong putranya. Malam ini Mayra
terlihat sangat bercahaya, rona wajah yang
penuh dengan kelembutan dan kasih sayang
terpancar dari tatapannya yang teduh.
Semua orang tampak memusatkan fokus
perhatian pada kedatangan pasangan orang
tua baru itu. Agam terlihat menatap Mayra
dengan sorot mata yang begitu terpesona
oleh aura keibuan yang kini keluar dari raut
wajah bahagianya wanita itu.
Aku ikut bahagia May..karena kini kau telah bahagia.
Lirih Agam dalam hatinya seraya menarik napas
mencoba menepis segala ketidakrelaan yang
masih saja tertinggal di lubuk hatinya yang
paling dalam.
Semua orang tampak mulai mendatangi Dirga
dan Mayra serta mengucapkan selamat atas
kelahiran putra mereka dan melihat pangeran
tampan itu yang sedang tertidur dengan damai.
Mereka kembali berbincang sambil menikmati
hidangan yang sudah tersedia. Kehebohan
tercipta ketika tidak lama muncul Amanda
yang datang bersama dengan.. Crish..
bagaimana bisa..??
Semua orang menatap penasaran, termasuk
Mayra dan Dirga yang spontan menjatuhkan
tatapan interogasi nya terhadap mereka.
Sementara Tuan Leon beserta Nyonya Veronica tampak biasa saja.
"Hai ponakanku sayang..bagaimana kabarmu
hari ini.?"
Manda langsung heboh menciumi dan mencubit
gemes kedua pipi mungil ponakannya .
"Hai May..selamat ya atas kelahiran putra kalian.."
Crish tersenyum manis sambil menatap gemas
kearah bayi dalam gendongan Mayra.
"Terimakasih ya Crish..sudah mau datang kesini.."
Mayra berucap dengan masih menatap penasaran
pada pasangan ini.
"Apa kalian tidak ingin menjelaskan sesuatu ?"
Dirga bertanya seraya menatap tajam kearah
Crish dan Manda yang tampak tersipu .
"Aku memang sengaja menunggu moment ini
untuk memberitahukan hal ini pada kakak.."
"Apa maksudmu..?"
"Bulan depan aku akan menikah dengan Crish..!"
"What...??!"
Semua orang serempak berucap dengan tatapan
tidak percaya. Sementara Crish tampak tenang
dan menghadap kearah semua orang, menunduk
sedikit seraya tersenyum manis.
"Itu benar,..saya mencintai Raihana Amanda
Moolay, dan kami akan segera menikah
bulan depan..!"
Semua orang terdiam di tempat dengan wajah
yang masih tidak percaya, ternyata pria tampan rupawan itu bisa juga berkomitmen serius, dan Amanda lah yang sudah berhasil merubah
seorang Crish.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....
__ADS_1