Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
71. Ragu


__ADS_3

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Semua orang kini sudah berada di ruang makan. Dirga dan kedua istrinya juga sudah berkemas dan akan langsung kembali ke rumah masing-masing setelah sarapan pagi bersama ini. Hanya Amanda yang tidak ikut sarapan karena dia sudah pergi pagi-pagi sekali ke butiknya.


Posisi duduk masih sama seperti semalam.


Semua terlihat menikmati sarapan buatan Mayra


tadi dengan nikmat. Mayra sendiri justru sarapan dengan bubur buatan sang ibu mertua.


Dan Evelyin juga lebih memilih sarapan hanya dengan roti bakar dan susu saja tanpa mau menyentuh sedikitpun makanan buatan Mayra.


"Apa tidak bisa kalian tinggal semalam lagi disini ? Terutama Mayra..Mom masih khawatir dengan keadaannya..!"


Ucap Nyonya Veronica sambil melirik dan menatap


Mayra yang sedang menyantap bubur nya sedikit


demi sedikit. Mayra dan Dirga terlihat saling


pandang. Sementara Evelyin hanya diam saja dengan wajah datar tidak peduli pada pembicaraan ini.


"Dia akan lebih baik berada di tempatnya sendiri Mom..Lain kali kami akan menginap lagi di sini.!"


Ucap Dirga sambil kemudian mengakhiri sarapannya.


Sekilas dia memperhatikan Mayra yang terlihat kesusahan untuk menelan buburnya. Wajahnya juga masih terlihat sedikit pucat.


"Baiklah kalau begitu..Mom minta jaga dia baik-baik.


Wanita yang sedang hamil muda itu cenderung lebih sensitif dan lemah.."


Ucap Nyonya Veronica kemudian sambil mengelus


punggung Mayra yang hanya menunduk dan tersenyum.


"Ayah dan Ibu..terimakasih banyak atas segala perhatiannya. Maaf sudah merepotkan.."


Ucap Mayra. Nyonya Veronica hanya tersenyum dan menggeleng, sementara Tuan Leon seperti biasa tetap tenang dan tanpa ekspresi.


"Kami tidak merasa di repotkan kok menantu,


justru pagi ini kamu sudah memberi kami kejutan besar yang membahagiakan..!"


Ucap Nyonya Veronica. Evelyin melengos sebal, memalingkan mukanya kearah lain.


"Dad ingin berpesan pada kalian bertiga.! jalani hidup dengan baik, tapi jangan pernah memaksakan satu hal seandainya itu tidak bisa kalian pertahankan..!!"


Ucap Tuan Leon kemudian membuat semua orang terdiam mencoba memahami perkataan nya.


Dirga sendiri terlihat terdiam dengan wajah datar dan dingin. Mayra menatap wajah suaminya itu sebentar, dia bisa dengan jelas melihat raut wajah suaminya itu menyiratkan sedang banyak masalah dan beban yang di pikulnya.


Akhirnya Dirga dan kedua istrinya meninggalkan kediaman keluarga Moolay. Nyonya Veronica sedikit berat melepas kepergian Mayra, mengingat kondisinya yang sedang dalam masa hamil muda.


Dirga pergi bersama dengan Evelyin, sementara Mayra di jemput oleh Jane dan seperti biasa di kawal oleh Jhon dan Darwis.


Sebelum Mayra pergi Dirga tampak mendekatinya dan memeluknya sebentar. Kedua mata mereka bertemu dengan sorot mata yang masing-masing begitu rumit.


"Pulanglah dengan Jane. Aku akan mengantar Evelyin dan langsung ke kantor. Jaga dirimu baik-baik..!"


Hanya itu kata yang keluar dari mulut Dirga, setelah itu dia pergi duluan dengan Evelyin.


Sejak tadi pagi setelah Dirga membawa Evelyin keluar dari kamar Mayra , Dirga tidak pernah kembali lagi ke kamar Mayra. Sampai akhirnya mereka bertemu saat akan turun sarapan dan berniat untuk pulang. Wajah Dirga juga terlihat dingin dan datar.


Mayra menyandarkan kepalanya ke sandaran jok, kemudian memejamkan matanya.


Entah kenapa ada rasa sakit dan kesedihan yang dia rasakan dalam hatinya saat ini.

__ADS_1


Setelah Dokter Lani mengatakan dirinya hamil, Dirga belum mengatakan apapun tentang kehamilannya ini.


Bukankah ini yang dia inginkan darinya.?!


Tapi kenapa sekarang kelihatannya dia seakan biasa saja bahkan cenderung tidak menginginkan kehamilan ini, ada apa sebenarnya.?


Apa benar mereka sudah tidak mengharapkan ini semua terjadi.? Dirga tidak menginginkan anak lagi dari dirinya karena Evelyin akan segera memberikannya.?? Lalu untuk apa drama hidup yang selama ini telah dia mainkan..?!


Apa yang harus dia lakukan sekarang..?!


"Nyonya kita kemana sekarang..?"


Tanya Jane membuyarkan lamunan Mayra.


Mayra menghapus air mata yang tadi sempat turun membasahi pipinya.


"Kita langsung ke lokasi syuting Jane, hari ini aku harus membereskan sisa pekerjaanku.!"


Ucap Mayra. Jane mengangguk.


***** *****


Dirga baru saja selesai meeting tertutup dengan beberpa direksi terbatas. Dia terlihat memasuki ruangannya dengan membuka jas dan langsung di lemparkan ke sofa ketika sampai di dalam.


Setelah itu duduk bersandar di kursi kerjanya.


Memejamkan matanya dan menyimpan kedua telapak tangan di kepalanya.


Pikirannya melayang pada Mayra, yang tadi pagi telah memberinya kebahagian, namun dia belum sempat mengatakan apapun padanya. Dia juga mengingat dengan jelas wajah sendu wanita keduanya itu saat dirinya pergi bersama Evelyin, hati Dirga saat itu sebenarnya tidak tega, ada rasa sakit dalam hatinya melihat sorot mata Mayra yang terlihat terluka. Tapi semua harus berjalan seperti ini. Akan ada saatnya bagi dia untuk bisa mengurai benang kusut yang kini sedang menjeratnya.


Beberapa hari ini dia sedang menghadapi masalah yang cukup besar di perusahaan. Ada kebocoran data rahasia perusahaan yang mengakibatkan hilangnya sebagian aset penting sumber dana perusahaan.


Dan hal ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar.


Saat ini Dirga bersama team khususnya sedang menyelidiki siapa otak dibalik semua kejadian ini.


Karena orang dalam yang sudah menjual informasi rahasia tersebut sudah ditemukan dalam keadaan mati keracunan.


Lee masuk kedalam ruangan dan langsung menghampiri Tuannya yang masih bersandar dengan memejamkan matanya.


"Tuan..kita sudah mendapatkan informasi akuratnya.


Tuan Aaron akan mengirim file nya langsung pada anda.!"


Ucap Lee sambil menyimpan setumpuk berkas hasil meeting tadi. Dirga menegakkan badannya kemudian membuka laptopnya dan membuka file penting yang telah di kirimkan oleh Aaron. Memeriksanya dengan seksama. Dan matanya terlihat berkilat marah.


"Jadi Evelyin tahu masalahku dengan tua bangka itu.? Mereka ada hubungan dengan Black Hunter.?"


Tanya Dirga sambil menggertakan giginya.


"Benar Tuan, saat ini orang itu dalam perlindungan Black Hunter..!"


Jawab Lee.


"Brengsek..!! mereka sudah mulai berani menggoyang perusahaan.!"


Geram Dirga sambil mengepalkan tinjunya.


"Keselamatan Nyonya Mayra di pertaruhkan disini Tuan..! Anda harus mengambil langkah untuk mengamankannya..!!


Ucap Lee sambil membungkuk dalam.


Wajah Dirga semakin kelam. Dia bersumpah tidak akan main-main dalam membereskan masalah ini.


Dia akan mempertaruhkan apapun yang di milikinya untuk menyelesaikannya, mengingat semua ini menyangkut keselamatan Mayra. Apalagi sekarang istrinya itu sedang mengandung keturunannya. Keturunan yang selama ini sangat di harapkan nya.


"Semua terpusat pada Black Hunter.! Aaron harus segera membereskan semua ini.! "

__ADS_1


"Tuan Aaron sudah menyusun rencana Tuan..!"


"Kau siapkan saja semua berkas yang berhubungan dengan Evelyin. Kalau dia tidak bisa berhenti sekarang, aku tidak akan mempertimbangkan nya lagi..! Dia sudah mengabaikan peringatan ku..!"


"Apa anda yakin Tuan ??"


"Evelyin adalah istriku.! wanita yang cukup penting bagiku.! Tapi keturunanku lebih penting..!!"


Tegas Dirga dengan wajah yang sangat dingin.


Lee mengangguk kemudian berlalu pergi dari hadapan Dirga yang kembali dengan laptopnya karena ada file penting baru dari Aaron yang telah masuk.


***** *****


Hari ini Mayra menjalani pekerjaannya dengan susah payah. Kondisinya yang sedikit lemah serta kehilangan nafsu makan membuat dia kadang tidak bisa fokus.


Dia juga harus memakai makeup yang sedikit lebih tebal dari yang biasa dia pakai untuk menutupi warna pucat di kulit nya.


"Oke..tinggal beberapa scene lagi ya mbak Mayra..!"


Teriak astrada pada Mayra yang sudah selesai dengan satu adegan nya. Mayra mengangguk, kemudian dia kembali ke tempat istirahat.


"May..sebaiknya kamu makan dulu. Kulitmu pucat banget, tuh liat udah kayak mayat aja..!"


Ucap Silvia sambil mengangkat telapak tangan Mayra yang hanya mendelik kesal pada Silvia.


"Tolong ambilkan aku buah-buahan saja. Aku tidak punya selera sama makanan berat.."


Ucap Mayra sambil mengipas wajahnya dengan


kertas scrift yang di pegang nya.


Silvia segera pergi untuk mengambilkan apa yang di minta oleh Mayra.


Silvia memang belum tahu tentang kehamilan Mayra, karena Mayra belum berniat bercerita kepada siapapun termasuk Ayah nya sendiri. Sekarang ini dia bahkan tidak yakin pada dirinya sendiri. Namun satu hal yang pasti dia bahagia dengan kehamilan ini, karena ini adalah buah cintanya kepada suaminya, walaupun itu hanya cinta bertepuk sebelah tangan. Sampai saat ini dia tidak bisa menebak bagaimana perasaan suaminya itu terhadap dirinya.


Yang dia tahu, laki-laki itu hanya menginginkan keturunan saja darinya, bahkan sekarang itupun kini diragukan kebenarannya.


Silvia muncul membawakan buah-buahan yang tadi di minta Mayra. Namun ternyata Mayra sudah kembali ke lokasi syuting, dimana saat ini akan di lakukan pengambilan beberapa adegan terakhir untuk iklan ini.


Hari ini Mayra sedang melakukan syuting untuk sebuah produk otomotif terkenal dari daerah Eropa, yakni sebuah mobil sport keluaran terbaru.


Dia juga bermain bareng dengan seorang bintang iklan terkenal yang juga merupakan pembalap handal dan orang yang ahli di bidang otomotif.


"Oke mbak.. sebentar lagi kita take ya..?!"


Ucap sutradara sambil mengacungkan jempolnya.


Mayra yang sudah siap terlihat mengangguk.


Adegan ini berlatar susunan tangga tinggi dari sebuah gedung mewah di belakangnya, Mayra akan berlari menuruni tangga tersebut dengan slow motion special effects yang mumpuni. Saat dia menuruni tangga akan datang pemeran pria, dengan gagah mengendarai mobil sport yang jadi objek iklannya.


Semuanya sudah ready, para kru dan beberapa orang dari perusahaan otomotif yang mengontraknya berdiri menonton di belakang sutradara.


Saat Mayra mulai konsentrasi pada kamera, sudut matanya menangkap sosok lain di antara penonton. Dan orang-orang dari perusahaan otomotif tampak membungkuk hormat pada kedatangan orang tersebut. Mata Mayra mengerjap tak percaya,


kenapa orang itu bisa ada di sini..??


Saat sutradara meneriakkan kata action Mayra mulai menuruni tangga sedikit berlari hingga gaun indahnya terlihat berkibar tertiup serbuan blower yang sudah di siapkan oleh kru, senyumnya terkembang dengan sempurna membuat semua mata terkesima dengan penampilan dan aktingnya. Sang pembalap muncul dari arah kanan dengan gaya raidernya yang berkelas, mobilnya berhenti tepat di hadapan Mayra yang tiba di ujung tangga. Keduanya terlihat saling melempar senyum manis membuat adegan ini tampak sempurna


"Cut.."


Teriak sang sutradara di sambut tepuk tangan meriah dari para kru dan penonton.


Mayra tersenyum manis pada semua orang dan mulai melangkah turun dari tangga buatan, namun tiba-tiba gaunnya tersangkut ke pinggiran tangga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan, melayang ke arah samping yang lumayan tinggi sampai ke lantai.


"Aaaww..."

__ADS_1


Mayra menjerit histeris mengingat dia akan jatuh dalam keadaan rahimnya yang kini berisi. Namun satu bayangan dari arah depan berlari cepat ke arah Mayra, dengan gerakan secepat kilat dia langsung menangkap tubuh Mayra yang hampir terjatuh, dan kini sudah ada dalam pangkuannya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2