Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
Epilog


__ADS_3

 


**********


 


 Pagi yang sibuk di rumah besar, saat ini tangis


membahana sang pangeran kecil membuat


seisi rumah menjadi gempar. Mayra yang masih berada di kamar mandi segera mengakhiri


rutinitas paginya dengan tergesa-gesa. Dia


memakai bajunya dengan cepat karena ingin


segera mendatangi kamar sang putra yang saat


ini sedang memerlukan kehadirannya.


Dirga yang saat ini sudah berada duluan di kamar


putranya terlihat tengah mencoba menggendong


si kecil yang terus saja meronta dan menangis kencang. Entah apa yang di inginkan oleh


putranya itu karena botol susu pun tidak bisa menenangkan nya .


"Diamlah sayang..apa kau tidak bisa sebentar


saja membiarkan Mama mu itu menikmati waktu luang nya.."


Gumam Dirga sambil terus menimang sayang si


kecil yang tampak memasukan kedua tangan


mungilnya kedalam mulut nya sambil terus


menangis.


Tidak lama Mayra muncul dengan wajah yang


sudah sangat khawatir.


"Sini sini..sayang cup cup cup..Mama disini


sayang, berhentilah menangis.."


Tangis si kecil langsung terhenti saat sentuhan


lembut sang ibu sudah dirasakannya. Bayi lucu


itu langsung menatap tenang wajah ibunya


yang kini sedang menggendong nya dan


tersenyum lembut kearahnya, menimangnya


penuh rasa sayang. Para babysitter tampak


menarik napas lega saat melihat si kecil kembali


tenang, mereka akan selalu merasa kalangkabut


saat bayi tampan itu menangis.


Dirga sampai menggeleng takjub saat istrinya


itu bisa dengan mudah menenangkan tangis


putranya yang tadi sempat membuat kepalanya hampir pecah.


Mayra langsung duduk tenang di sebuah kursi


empuk yang biasa dia gunakan saat menyusui


putranya itu.


"Kalian boleh keluar..!"


Perintah Dirga pada 2 orang babysitter yang


langsung membungkuk kemudian berlalu


keluar dari kamar. Dirga menghampiri Mayra


yang saat ini sedang menikmati perannya


sebagai seorang ibu.


"Sayang..apa tidak sebaiknya kau berikan susu


formula saja untuknya, jangan yang itu terus..!"


Dia berjongkok di hadapan Mayra yang langsung


menatap horor kearah Dirga.


"Dari semua makanan dan minuman yang bisa


di konsumsi oleh bayi, ASI adalah yang terbaik


Mas.."


"Aku tahu sayang..tapi sekarang ini usianya sudah


lewat dari masa ekslusif, jadi kau tidak perlu lagi


terus menerus memberikan ASI padanya..!"


"Apa kau iri pada putramu Mas..?"


Mayra menatap tajam ke arah Dirga yang


termangu dengan wajah setengah menahan


tawa. Dirga tampak menggaruk kepalanya


yang tak gatal dengan senyum yang tertahan.


"Bukan begitu sayang, tapi kapan jatah buat


aku nya..!"


"Dasar kau ini Mas..! Aku akan memberikan


ASI sampai dia berusia 1 tahun.."


"Tapi sayang..itu kelamaan..!"


"Mas..sudah ahh, hal seperti ini saja kau permasalahkan..! padahal demi kepentingan


anakmu juga.."


"Baiklah..aku mengalah.."


Dirga berdiri kemudian memasukan kedua


tangannya kedalam saku celana. Dia kembali


menatap tenang kearah istri dan anaknya itu.


"Aku akan bersiap..! Kalau dia sudah tenang cepat


kembali ke kamar.! Aku juga membutuhkan mu.."


Ucapnya sambil kemudian mencium kening Mayra


dan berlalu keluar kamar di ikuti tatapan Mayra


yang hanya bisa tersenyum melihat suaminya itu


merajuk.


Setelah putranya tenang dan merasa kenyang,


Mayra kembali menidurkan nya di box bayi. Dia


menatap sebentar putranya itu seraya mengelus


lembut pipi gembilnya yang bikin gemas.


"Bobo ya sayang..Mama mau mengurus Papamu


dulu.."


Mayra berpaling pada dua babysitter yang sudah


berada kembali di dalam kamar, mereka terlihat sedang membersihkan kamar dan segala barang


milik putranya. Sekarang ini putranya itu sudah


mulai bisa merangkak dan bermain dengan


beberapa mainan yang ada di sekitarnya. Dia


sangat aktif dan agresif terhadap apapun yang


ada di dekatnya. Hingga kadang membuat kedua pengasuhnya harus exstra melakukan pengawasan.


"Tolong perhatiin popoknya ya mbak, kelihatannya


sudah mulai penuh tuh.."


"Baik Nyonya.."


Sahut mereka seraya menunduk. Mayra kembali


menatap putranya sebentar setelah itu berlalu


keluar dari kamar.


...... ......


Mayra mulai menyiapkan segala keperluan


pakaian yang akan di kenakkan Dirga hari ini.


Ini adalah rutinitas tiap pagi yang biasa di


lakukannya selama ini.


Tidak lama Dirga keluar dari kamar mandi

__ADS_1


dengan hanya memakai handuk tipis seperti


biasa dan begitu melihat keberadaan Mayra


dia langsung melempar handuk itu kedalam


keranjang pakaian kotor membuat Mayra


memekik pelan melihat tubuh polos


suaminya itu.


"Mas..! Gak perlu seperti itu juga kali..!"


"Kenapa ? setiap malam juga aku begini..!"


"Iya Mas aku tahu, tapi jangan mendadak begini,


aku kan jadi kaget.."


Cetus Mayra dengan wajah memerah. Dirga tersenyum kemudian mendekat membuat Mayra


sedikit tegang. Dia mundur beberapa langkah.


"Kenapa kau masih saja tegang sayang..?


bukankah segala yang ada padaku adalah


milikmu seutuhnya hemm.?"


Dirga menggodanya dengan mengambil tangan


Mayra di letakkan di dadanya. Tubuh Mayra


semakin menegang dan hal itu tak luput dari


pengamatan Dirga yang langsung tersenyum.


"Emmhh..Mas.. a-aku pakaikan bajunya sekarang


ya.."


Mayra mencoba mengelak ingin mengambil


pakaian dalam untuk Dirga. Tapi Dirga menahan


pinggangnya dan melingkari nya erat.


"Hei sayang.. wajahmu semakin merah tuh.."


"Mas.! sudah dong jangan menggodaku terus.."


Dirga semakin gemas melihat Mayra salah


tingkah dan semakin memerah. Dia mengangkat wajah Mayra dan langsung menyergap bibirnya,


mencium lembut kemudian ********** rakus.


Namun Mayra mencoba melepaskan ciuman


yang hampir panas itu, karena kalau tidak, dia


tidak akan lolos begitu saja pagi ini, apalagi


sekarang sudah semakin siang.


Dia segera mengambil pakaian Dirga kemudian


mulai memakaikan nya satu persatu dengan


sangat telaten. Dirga hanya bisa menatap tenang wajah merah istrinya itu dengan senyum smirk di bibirnya. Selesai dengan semua persiapan, mereka turun bergandengan menuju ke ruang makan.


Keduanya kini sudah berada di ruang makan.


Pak Agus dengan sigap menyiapkan kursi


untuk Tuan nya. Dirga menarik tubuh Mayra


untuk duduk di pangkuannya namun Mayra menatapnya tajam membuat suaminya itu mengurungkan niatnya dengan senyum yang terkulum.


Mayra mulai menuangkan makanan ke atas


piring Dirga dan menyiapkan jus. Keduanya


memulai sarapan dengan tenang.


***** *****


Lee masuk kedalam ruangan bersama dengan


Rayen. Dirga tampak melirik kearah kedatangan


mereka. Tapi dia masih sibuk dengan aktivitasnya.


Rayen duduk di sofa sambil tumpang kaki.


"Tuan Rayen mau minum apa.?"


Lee bertanya seraya mengawasi Rayen yang saat


ini tampak sibuk dengan ponselnya.


"Tidak perlu Lee.!"


Lee mengangguk kemudian berlalu keluar dari


saja sibuk dengan pekerjaannya.


"Kau tidak boleh terlalu cape Bro..keadaan fisikmu


sekarang ini sudah tidak seperti dulu lagi. Ingat !


istri dan anakmu masih memerlukan kehadiranmu."


Rayen berucap sembari menatap tajam ke arah


Dirga yang tampak menghentikan kegiatannya.


Dia berpaling pada Rayen, kemudian bangkit dari


kursi kebesarannya dan berjalan kearah Rayen.


"Aku bukan manusia yang mudah menyerah


begitu saja, luka kemarin bukan apa-apa buatku.!"


"Tapi tetap saja, kau harus terus melakukan


chek up ke luar negeri untuk penyembuhan


total atas semua kerusakan jantung yang kau


alami.! kalau tidak bisa berakibat fatal.!!"


"Aku yang tahu kondisi tubuhku sendiri.!"


"Kau masih bisa hidup sampai sekarang, itu


adalah suatu keajaiban..! Kau harus mensyukuri


hal itu.."


"Cinta istriku yang membawa keajaiban itu


datang..! Tuhan masih memberiku kesempatan


kedua untuk memperbaiki diri."


Dirga duduk di hadapan Rayen yang sedang menatapnya dengan santai.


"Kau sudah berhasil menghubungi Aaron.?"


"Sudah.! Ternyata dia menikahi gadis yang sudah


di renggut paksa kesuciannya.!"


"Hahaa.. bagaimana bisa dia memaksakan


kehendak terhadap seorang gadis, bukannya


mereka akan sukarela naik ke tempat tidurnya..?!"


"Ini kasusnya berbeda Tuan..!"


"Maksudmu..? "


"Gadis itu yang pernah di tolongnya dari tempat


persembunyian Jayden waktu insiden penculikan


istrimu terjadi..!"


Dirgat terdiam, dia menatap datar kearah Rayen.


"Siapa gadis itu ? apa dia korban penculikan


laki-laki brengsek itu juga ?"


" Bukan..! dia adalah gadis yang di jual ayahnya


pada Jayden.!"


"Pantas Aaron tidak memberitahu kita soal pernikahannya. "


"Gadis itu hamil !"


"What..??"


"Ya.. pernikahan itu hanya sebagai bentuk tanggungjawab Aaron pada gadis itu, bukanlah


sesuatu hal yang dia inginkan !"


Keduanya terdiam kembali. Dirga tampak sedikit


melamun memikirkan sesuatu.


"Mayra lah yang dia inginkan..!"


Dia bergumam sambil menyandarkan


kepalanya. Rayen tersenyum tipis.


"Tapi dia milikmu..! Aaron tahu pasti akan hal

__ADS_1


itu..!"


"Tentu saja..!!"


Mereka kembali tersenyum dan mendesah,


setelah lama akhirnya keduanya berbincang


tentang banyak hal.


***** ****


Kini Mayra menjalani rumah tangga nya dengan


merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Putranya saat ini menjelang usia 3 tahun, dia


semakin terlihat tampan dan cerdas untuk ukuran anak seusianya yang masih sangat dini. Semakin besar putranya itu terlihat semakin mirip dengan


Dirga pada saat seusianya. Tuhan seakan sengaja menciptakan nya dengan cetakan yang sama


untuk rupa dan kecerdasan nya. Semua pelayan sangat sayang dan memanjakan Tuan kecilnya


itu. Sekarang ini Rein sudah masuk di sekolah


untuk usia dini.


Satu hal yang sangat membahagiakan bagi


Mayra adalah karena putranya itu sudah mampu menjadi sosok Tuan kecil yang santun dan


mengerti harus menempatkan diri dimana.


Walaupun dia tahu bahwa keluarganya merupakan orang yang sangat di hormati, tapi dia tidak pernah bertindak arogan terhadap orang lain.


Dirga dan Mayra sudah naik ke atas tempat tidur


dan mereka bersiap untuk membaringkan tubuh


lelahnya karena aktivitas seharian. Dirga menarik


tubuh Mayra kedalam pelukannya, mencium


keningnya lama, kemudian mereka saling menatap.


"Aku mencintaimu sayang..selamanya.."


Dirga berbisik seraya menjilat lembut daun


telinga Mayra yang langsung bereaksi.


"Aku juga Mas.."


Mereka kembali saling pandang lekat.


"Ingatlah..kau dan Rein..akan selalu ada disini.


Di dalam jiwaku.."


Tunjuk Dirga tepat di hatinya, Mayra tersenyum


lembut dan mengangguk.


"Aku tahu Mas.."


"Kita bikin adik buat Rein yukk.."


"Rein masih kecil Mas.."


"Jaraknya sudah cukup sayang.."


Mereka kembali saling pandang penuh arti.


Dan pada saat bibir Dirga sudah menyentuh


bibir Mayra, bersiap untuk mencicipi lembut dan


manis bibir ranum istrinya itu, tiba-tiba pintu


terbuka dengan keras, dan sosok Rein muncul


ke dalam kamar kemudian berlari masuk lalu melompat keatas tempat tidur langsung menempatkan dirinya diantara kedua orang


tuanya.


"Good night Mom, Dad.."


Sambil mencium kedua pipi orang tuannya.


"Night Son.."


Dirga menyahut dengan wajah pasrah karena


malam intimnya bersama Mayra akan kembali


gagal lantaran kehadiran putranya itu.


"Rein boleh tidur disini kan Mam..? Rein gak


bisa tidur kalau sendiri.."


"Rein..kau harus membiasakan diri..!"


Dirga menatap tajam, Rein yang takut melihat


reaksi Papah nya tampak menatap memelas


kearah Mama nya dengan mata yang berkilau


manja membuat Mayra tidak tahan..


"Baiklah sayang..tapi tidak boleh terlalu sering


ya, kau harus belajar mandiri.."


"Oke Mam.."


Rein mengedipkan matanya seraya memeluk


erat tubuh ibunya. Dirga melotot kesal kearah


Mayra.


"Sayaang...!"


"Tidak setiap malam juga sayang..!"


Mayra mengedip manja kearah Dirga yang


langsung luluh melihat hal itu. Dia membuang


napasnya kasar.


"Baiklah Rein..kali ini saja ya.."


Akhirnya ketiganya saling memeluk penuh


kehangatan dan cinta yang membuat mereka


semakin merasakan ketenangan satu sama lain


saat bersama seperti ini.


Dan kebahagiaan itu memang ada, walau tidak


tahu entah sampai kapan akan tetap terjaga.


Namun satu hal yang pasti, sekarang Mayra merasakan kebahagiaan itu, yang di dapat dari


sebuah perjalanan hidup yang penuh liku dan


air mata. Walau awal mula pertemuan mereka mungkin tidak dengan cara yang baik, tapi berkat ketulusan dan kesabaran, akhirnya semua


berbuah manis dan indah pada akhirnya.


Siapa yang menanam, dia yang akan menuai.


 


  ****SEKIAN****


Alhamdulillah..


Akhirnya novel "TAKDIR CINTA ALMAYRA"


ini selesai juga. Mohon di maklumi


kalau masih banyak kekurangan di sana sini,


maklum masih pemula. Terimakasih atas saran, kritikan dan dukungan dari para pembaca sekalian.


Mohon maaf kalau tidak sesuai dengan hayalan


dan keinginan para pembaca. Karena semua


sudah terkonsep dengan baik di benak Author.


Sekali lagi terimakasih atas dukungannya


selama ini..🙏🙏🤗🤗**


PENGUMUMAN:


Sudah rilis Novel baru tentang Aaron ya..


Bagi kalian para pecinta pria minim ekspresi


itu ikuti kisahnya di novel terbaru ku..


Judulnya :


'TERJERAT CINTA PEWARIS TAHTA'


Jangan lupa untuk mengikuti kisah nya.


Terimakasih, salam hangat dari author..


love you all..🤗🙏


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2