
**********
Pagi yang sibuk di rumah besar, saat ini tangis
membahana sang pangeran kecil membuat
seisi rumah menjadi gempar. Mayra yang masih berada di kamar mandi segera mengakhiri
rutinitas paginya dengan tergesa-gesa. Dia
memakai bajunya dengan cepat karena ingin
segera mendatangi kamar sang putra yang saat
ini sedang memerlukan kehadirannya.
Dirga yang saat ini sudah berada duluan di kamar
putranya terlihat tengah mencoba menggendong
si kecil yang terus saja meronta dan menangis kencang. Entah apa yang di inginkan oleh
putranya itu karena botol susu pun tidak bisa menenangkan nya .
"Diamlah sayang..apa kau tidak bisa sebentar
saja membiarkan Mama mu itu menikmati waktu luang nya.."
Gumam Dirga sambil terus menimang sayang si
kecil yang tampak memasukan kedua tangan
mungilnya kedalam mulut nya sambil terus
menangis.
Tidak lama Mayra muncul dengan wajah yang
sudah sangat khawatir.
"Sini sini..sayang cup cup cup..Mama disini
sayang, berhentilah menangis.."
Tangis si kecil langsung terhenti saat sentuhan
lembut sang ibu sudah dirasakannya. Bayi lucu
itu langsung menatap tenang wajah ibunya
yang kini sedang menggendong nya dan
tersenyum lembut kearahnya, menimangnya
penuh rasa sayang. Para babysitter tampak
menarik napas lega saat melihat si kecil kembali
tenang, mereka akan selalu merasa kalangkabut
saat bayi tampan itu menangis.
Dirga sampai menggeleng takjub saat istrinya
itu bisa dengan mudah menenangkan tangis
putranya yang tadi sempat membuat kepalanya hampir pecah.
Mayra langsung duduk tenang di sebuah kursi
empuk yang biasa dia gunakan saat menyusui
putranya itu.
"Kalian boleh keluar..!"
Perintah Dirga pada 2 orang babysitter yang
langsung membungkuk kemudian berlalu
keluar dari kamar. Dirga menghampiri Mayra
yang saat ini sedang menikmati perannya
sebagai seorang ibu.
"Sayang..apa tidak sebaiknya kau berikan susu
formula saja untuknya, jangan yang itu terus..!"
Dia berjongkok di hadapan Mayra yang langsung
menatap horor kearah Dirga.
"Dari semua makanan dan minuman yang bisa
di konsumsi oleh bayi, ASI adalah yang terbaik
Mas.."
"Aku tahu sayang..tapi sekarang ini usianya sudah
lewat dari masa ekslusif, jadi kau tidak perlu lagi
terus menerus memberikan ASI padanya..!"
"Apa kau iri pada putramu Mas..?"
Mayra menatap tajam ke arah Dirga yang
termangu dengan wajah setengah menahan
tawa. Dirga tampak menggaruk kepalanya
yang tak gatal dengan senyum yang tertahan.
"Bukan begitu sayang, tapi kapan jatah buat
aku nya..!"
"Dasar kau ini Mas..! Aku akan memberikan
ASI sampai dia berusia 1 tahun.."
"Tapi sayang..itu kelamaan..!"
"Mas..sudah ahh, hal seperti ini saja kau permasalahkan..! padahal demi kepentingan
anakmu juga.."
"Baiklah..aku mengalah.."
Dirga berdiri kemudian memasukan kedua
tangannya kedalam saku celana. Dia kembali
menatap tenang kearah istri dan anaknya itu.
"Aku akan bersiap..! Kalau dia sudah tenang cepat
kembali ke kamar.! Aku juga membutuhkan mu.."
Ucapnya sambil kemudian mencium kening Mayra
dan berlalu keluar kamar di ikuti tatapan Mayra
yang hanya bisa tersenyum melihat suaminya itu
merajuk.
Setelah putranya tenang dan merasa kenyang,
Mayra kembali menidurkan nya di box bayi. Dia
menatap sebentar putranya itu seraya mengelus
lembut pipi gembilnya yang bikin gemas.
"Bobo ya sayang..Mama mau mengurus Papamu
dulu.."
Mayra berpaling pada dua babysitter yang sudah
berada kembali di dalam kamar, mereka terlihat sedang membersihkan kamar dan segala barang
milik putranya. Sekarang ini putranya itu sudah
mulai bisa merangkak dan bermain dengan
beberapa mainan yang ada di sekitarnya. Dia
sangat aktif dan agresif terhadap apapun yang
ada di dekatnya. Hingga kadang membuat kedua pengasuhnya harus exstra melakukan pengawasan.
"Tolong perhatiin popoknya ya mbak, kelihatannya
sudah mulai penuh tuh.."
"Baik Nyonya.."
Sahut mereka seraya menunduk. Mayra kembali
menatap putranya sebentar setelah itu berlalu
keluar dari kamar.
...... ......
Mayra mulai menyiapkan segala keperluan
pakaian yang akan di kenakkan Dirga hari ini.
Ini adalah rutinitas tiap pagi yang biasa di
lakukannya selama ini.
Tidak lama Dirga keluar dari kamar mandi
__ADS_1
dengan hanya memakai handuk tipis seperti
biasa dan begitu melihat keberadaan Mayra
dia langsung melempar handuk itu kedalam
keranjang pakaian kotor membuat Mayra
memekik pelan melihat tubuh polos
suaminya itu.
"Mas..! Gak perlu seperti itu juga kali..!"
"Kenapa ? setiap malam juga aku begini..!"
"Iya Mas aku tahu, tapi jangan mendadak begini,
aku kan jadi kaget.."
Cetus Mayra dengan wajah memerah. Dirga tersenyum kemudian mendekat membuat Mayra
sedikit tegang. Dia mundur beberapa langkah.
"Kenapa kau masih saja tegang sayang..?
bukankah segala yang ada padaku adalah
milikmu seutuhnya hemm.?"
Dirga menggodanya dengan mengambil tangan
Mayra di letakkan di dadanya. Tubuh Mayra
semakin menegang dan hal itu tak luput dari
pengamatan Dirga yang langsung tersenyum.
"Emmhh..Mas.. a-aku pakaikan bajunya sekarang
ya.."
Mayra mencoba mengelak ingin mengambil
pakaian dalam untuk Dirga. Tapi Dirga menahan
pinggangnya dan melingkari nya erat.
"Hei sayang.. wajahmu semakin merah tuh.."
"Mas.! sudah dong jangan menggodaku terus.."
Dirga semakin gemas melihat Mayra salah
tingkah dan semakin memerah. Dia mengangkat wajah Mayra dan langsung menyergap bibirnya,
mencium lembut kemudian ********** rakus.
Namun Mayra mencoba melepaskan ciuman
yang hampir panas itu, karena kalau tidak, dia
tidak akan lolos begitu saja pagi ini, apalagi
sekarang sudah semakin siang.
Dia segera mengambil pakaian Dirga kemudian
mulai memakaikan nya satu persatu dengan
sangat telaten. Dirga hanya bisa menatap tenang wajah merah istrinya itu dengan senyum smirk di bibirnya. Selesai dengan semua persiapan, mereka turun bergandengan menuju ke ruang makan.
Keduanya kini sudah berada di ruang makan.
Pak Agus dengan sigap menyiapkan kursi
untuk Tuan nya. Dirga menarik tubuh Mayra
untuk duduk di pangkuannya namun Mayra menatapnya tajam membuat suaminya itu mengurungkan niatnya dengan senyum yang terkulum.
Mayra mulai menuangkan makanan ke atas
piring Dirga dan menyiapkan jus. Keduanya
memulai sarapan dengan tenang.
***** *****
Lee masuk kedalam ruangan bersama dengan
Rayen. Dirga tampak melirik kearah kedatangan
mereka. Tapi dia masih sibuk dengan aktivitasnya.
Rayen duduk di sofa sambil tumpang kaki.
"Tuan Rayen mau minum apa.?"
Lee bertanya seraya mengawasi Rayen yang saat
ini tampak sibuk dengan ponselnya.
"Tidak perlu Lee.!"
Lee mengangguk kemudian berlalu keluar dari
saja sibuk dengan pekerjaannya.
"Kau tidak boleh terlalu cape Bro..keadaan fisikmu
sekarang ini sudah tidak seperti dulu lagi. Ingat !
istri dan anakmu masih memerlukan kehadiranmu."
Rayen berucap sembari menatap tajam ke arah
Dirga yang tampak menghentikan kegiatannya.
Dia berpaling pada Rayen, kemudian bangkit dari
kursi kebesarannya dan berjalan kearah Rayen.
"Aku bukan manusia yang mudah menyerah
begitu saja, luka kemarin bukan apa-apa buatku.!"
"Tapi tetap saja, kau harus terus melakukan
chek up ke luar negeri untuk penyembuhan
total atas semua kerusakan jantung yang kau
alami.! kalau tidak bisa berakibat fatal.!!"
"Aku yang tahu kondisi tubuhku sendiri.!"
"Kau masih bisa hidup sampai sekarang, itu
adalah suatu keajaiban..! Kau harus mensyukuri
hal itu.."
"Cinta istriku yang membawa keajaiban itu
datang..! Tuhan masih memberiku kesempatan
kedua untuk memperbaiki diri."
Dirga duduk di hadapan Rayen yang sedang menatapnya dengan santai.
"Kau sudah berhasil menghubungi Aaron.?"
"Sudah.! Ternyata dia menikahi gadis yang sudah
di renggut paksa kesuciannya.!"
"Hahaa.. bagaimana bisa dia memaksakan
kehendak terhadap seorang gadis, bukannya
mereka akan sukarela naik ke tempat tidurnya..?!"
"Ini kasusnya berbeda Tuan..!"
"Maksudmu..? "
"Gadis itu yang pernah di tolongnya dari tempat
persembunyian Jayden waktu insiden penculikan
istrimu terjadi..!"
Dirgat terdiam, dia menatap datar kearah Rayen.
"Siapa gadis itu ? apa dia korban penculikan
laki-laki brengsek itu juga ?"
" Bukan..! dia adalah gadis yang di jual ayahnya
pada Jayden.!"
"Pantas Aaron tidak memberitahu kita soal pernikahannya. "
"Gadis itu hamil !"
"What..??"
"Ya.. pernikahan itu hanya sebagai bentuk tanggungjawab Aaron pada gadis itu, bukanlah
sesuatu hal yang dia inginkan !"
Keduanya terdiam kembali. Dirga tampak sedikit
melamun memikirkan sesuatu.
"Mayra lah yang dia inginkan..!"
Dia bergumam sambil menyandarkan
kepalanya. Rayen tersenyum tipis.
"Tapi dia milikmu..! Aaron tahu pasti akan hal
__ADS_1
itu..!"
"Tentu saja..!!"
Mereka kembali tersenyum dan mendesah,
setelah lama akhirnya keduanya berbincang
tentang banyak hal.
***** ****
Kini Mayra menjalani rumah tangga nya dengan
merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Putranya saat ini menjelang usia 3 tahun, dia
semakin terlihat tampan dan cerdas untuk ukuran anak seusianya yang masih sangat dini. Semakin besar putranya itu terlihat semakin mirip dengan
Dirga pada saat seusianya. Tuhan seakan sengaja menciptakan nya dengan cetakan yang sama
untuk rupa dan kecerdasan nya. Semua pelayan sangat sayang dan memanjakan Tuan kecilnya
itu. Sekarang ini Rein sudah masuk di sekolah
untuk usia dini.
Satu hal yang sangat membahagiakan bagi
Mayra adalah karena putranya itu sudah mampu menjadi sosok Tuan kecil yang santun dan
mengerti harus menempatkan diri dimana.
Walaupun dia tahu bahwa keluarganya merupakan orang yang sangat di hormati, tapi dia tidak pernah bertindak arogan terhadap orang lain.
Dirga dan Mayra sudah naik ke atas tempat tidur
dan mereka bersiap untuk membaringkan tubuh
lelahnya karena aktivitas seharian. Dirga menarik
tubuh Mayra kedalam pelukannya, mencium
keningnya lama, kemudian mereka saling menatap.
"Aku mencintaimu sayang..selamanya.."
Dirga berbisik seraya menjilat lembut daun
telinga Mayra yang langsung bereaksi.
"Aku juga Mas.."
Mereka kembali saling pandang lekat.
"Ingatlah..kau dan Rein..akan selalu ada disini.
Di dalam jiwaku.."
Tunjuk Dirga tepat di hatinya, Mayra tersenyum
lembut dan mengangguk.
"Aku tahu Mas.."
"Kita bikin adik buat Rein yukk.."
"Rein masih kecil Mas.."
"Jaraknya sudah cukup sayang.."
Mereka kembali saling pandang penuh arti.
Dan pada saat bibir Dirga sudah menyentuh
bibir Mayra, bersiap untuk mencicipi lembut dan
manis bibir ranum istrinya itu, tiba-tiba pintu
terbuka dengan keras, dan sosok Rein muncul
ke dalam kamar kemudian berlari masuk lalu melompat keatas tempat tidur langsung menempatkan dirinya diantara kedua orang
tuanya.
"Good night Mom, Dad.."
Sambil mencium kedua pipi orang tuannya.
"Night Son.."
Dirga menyahut dengan wajah pasrah karena
malam intimnya bersama Mayra akan kembali
gagal lantaran kehadiran putranya itu.
"Rein boleh tidur disini kan Mam..? Rein gak
bisa tidur kalau sendiri.."
"Rein..kau harus membiasakan diri..!"
Dirga menatap tajam, Rein yang takut melihat
reaksi Papah nya tampak menatap memelas
kearah Mama nya dengan mata yang berkilau
manja membuat Mayra tidak tahan..
"Baiklah sayang..tapi tidak boleh terlalu sering
ya, kau harus belajar mandiri.."
"Oke Mam.."
Rein mengedipkan matanya seraya memeluk
erat tubuh ibunya. Dirga melotot kesal kearah
Mayra.
"Sayaang...!"
"Tidak setiap malam juga sayang..!"
Mayra mengedip manja kearah Dirga yang
langsung luluh melihat hal itu. Dia membuang
napasnya kasar.
"Baiklah Rein..kali ini saja ya.."
Akhirnya ketiganya saling memeluk penuh
kehangatan dan cinta yang membuat mereka
semakin merasakan ketenangan satu sama lain
saat bersama seperti ini.
Dan kebahagiaan itu memang ada, walau tidak
tahu entah sampai kapan akan tetap terjaga.
Namun satu hal yang pasti, sekarang Mayra merasakan kebahagiaan itu, yang di dapat dari
sebuah perjalanan hidup yang penuh liku dan
air mata. Walau awal mula pertemuan mereka mungkin tidak dengan cara yang baik, tapi berkat ketulusan dan kesabaran, akhirnya semua
berbuah manis dan indah pada akhirnya.
Siapa yang menanam, dia yang akan menuai.
****SEKIAN****
Alhamdulillah..
Akhirnya novel "TAKDIR CINTA ALMAYRA"
ini selesai juga. Mohon di maklumi
kalau masih banyak kekurangan di sana sini,
maklum masih pemula. Terimakasih atas saran, kritikan dan dukungan dari para pembaca sekalian.
Mohon maaf kalau tidak sesuai dengan hayalan
dan keinginan para pembaca. Karena semua
sudah terkonsep dengan baik di benak Author.
Sekali lagi terimakasih atas dukungannya
selama ini..🙏🙏🤗🤗**
PENGUMUMAN:
Sudah rilis Novel baru tentang Aaron ya..
Bagi kalian para pecinta pria minim ekspresi
itu ikuti kisahnya di novel terbaru ku..
Judulnya :
'TERJERAT CINTA PEWARIS TAHTA'
Jangan lupa untuk mengikuti kisah nya.
Terimakasih, salam hangat dari author..
love you all..🤗🙏
__ADS_1