
**********
Dirga maju mendekat, pandangan mereka semakin mendalam. Mayra berdiri di tempatnya tidak bergerak. Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka, hanya mata yang coba berbicara. Tangan Dirga bergerak menggenggam tangan Mayra di bawanya berjalan perlahan menyusuri ruangan galery.
Keduanya kini berjalan beriringan tanpa kata, menikmati keindahan semua lukisan yang ada di sana. Mereka berdua bak raja dan ratu yang sedang berjalan bersama dengan segala pesona yang di miliki,
menyusuri ruangan demi ruangan, menjadi pusat perhatian semua pengunjung galery tersebut.
Keduanya begitu serasi dan sepadan, pasangan
yang terlihat saling melengkapi satu sama lain.
Dirga tidak melepaskan pegangan tangannya. Hati mereka saat ini dipenuhi bunga-bunga bermekaran.
Jantung yang saling berdetak kencang seperti saat pertama kali bertemu, serta dada yang berdebar tak karuan. Kerinduan yang memuncak diantara keduanya membuat mereka tak mampu berkata apapun.
Setelah merasa cukup menikmati semua keindahan yang tersuguh di dalam Galery, Mayra memutuskan menemui Vanessa dan berpamitan. Dirga terus saja mengikuti kemana Mayra melangkah.
Melihat kehadiran Dirga, Vanessa terlihat sangat senang dan merasa terhormat hingga membungkuk beberapa kali di hadapannya. Dia sungguh merasa tersanjung mendapati kenyataan bahwa Dirga bersedia datang ke pamerannya.
Akhirnya Mayra berjalan duluan menuju keluar dari Galery. Dirga mengikuti dengan tenang dibelakangnya. Namun ketika langkah Mayra semakin cepat, Dirga segera meraih tangan Mayra di pegang nya erat.
"Ikut aku..!"
Ucapnya sambil berjalan menarik tangan Mayra. Tapi Mayra melepaskan pegangan tangan Dirga dan menghempasnya dengan kasar.
"Tolong jangan ganggu aku dulu..! Bukankah aku sudah meminta nya kemarin ! Aku ingin sendiri dulu.!"
Ucap Mayra dengan menatap tajam wajah Dirga yang kini sedang menatapnya juga. Dirga kembali menarik tangan Mayra dan membawanya melangkah.
"Jangan menyiksa dirimu sendiri.! Aku sudah tidak sanggup lagi menanggung rindu ini..!"
Ucap Dirga membuat Mayra terhenyak sesaat. Tapi dia kembali berusaha menarik tangannya dari pegangan Dirga. Keduanya berdiri berhadapan dengan saling menatap kuat.
"Mas Dirga...tolong beri aku waktu sedikit lagi.!
Aku masih belum siap..!"
Ucap Mayra tegas dengan wajah dingin. Namun di mata Dirga hal itu malah membuatnya tambah ingin menerkam wanita ini. Apalagi tadi dia mendengar Mayra memanggil namanya..terdengar sangat merdu di telinganya, langsung menyengat membakar aliran darahnya, membuat dia tidak sanggup lagi bertahan dengan segala kerinduannya selama ini.
"Tapi aku tidak bisa lagi bertahan untuk tidak bersamamu..! sudah cukup bagiku membiarkanmu bebas beberapa hari ini..!!"
"Mas..sudah berapa kali aku bilang.. aku..aaa...!!"
Mayra memekik saat tiba-tiba tubuhnya melayang ke udara ketika Dirga dengan sigap mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membawanya berjalan keluar dari loby Galery. Mayra memukul dada bidang Dirga minta di turunkan, orang-orang yang ada di tempat itu hanya bisa menunduk tidak berani menegur atau mengangkat muka melihat perlakuan sang raja bisnis terhadap istrinya tersebut.
Dirga membawa Mayra masuk kedalam mobil mewahnya yang sudah terparkir tepat di depan loby Galery. Lee dengan sigap melajukan mobilnya keluar dari area galery tempat pameran itu berada. Mayra hanya bisa duduk kesal dan cemberut saja menerima pemaksaan dari suami angkuhnya ini. Dia duduk mepet ke pinggir jok dan memalingkan pandangan ke luar jendela.
Dengan senyum yang tiada henti tersungging di bibirnya, Dirga melirik Mayra dan menatapnya intens.
Sungguh sangat menggemaskan sikap istri nya itu membuat dia benar-benar tidak tahan. Di tariknya bahu Mayra agar mendekat, tapi Mayra menepisnya cepat, tak patah arang Dirga kembali merengkuh bahu Mayra, tapi Mayra mencoba bertahan, Dirga kembali menariknya membuat Mayra jengkel. Dia melotot kesal kearah Dirga yang hanya tersenyum usil sambil kembali menarik pinggang Mayra. Dan pada saat Mayra mencoba berontak lagi, dengan gerakan cepat Dirga menarik tubuh Mayra diangkat kedalam pangkuannya. Kemudian langsung menekan
__ADS_1
pinggang rampingnya dan menguncinya.
"Lepas mas..! Tolong..!"
"Tidak akan..!!"
"Mas..ini di dalam mobil.!"
"Memangnya kenapa..?!"
"Ada sekretaris.."
"Lee tidak melihatnya.!!"
Potong Dirga dengan seringai senyum smirk di sudut bibirnya. Mayra mendengus kesal dan memalingkan muka, namun Dirga menekan kembali wajahnya agar berhadapan dengannya. Keduanya kini saling bertatapan dengan jarak wajah yang hampir saling bersentuhan. Mata mereka saling mengunci satu sama lain tak bisa saling melepaskan.
"Aku sangat merindukanmu..! Apa kamu tidak merasakan nya..?"
Ucap Dirga dengan suara yang berat. Wajah Mayra berubah lembut. Bagaimana mungkin dia tidak merasakan hal yang sama, beberapa hari ini dia juga sama tersiksanya karena tidak bertemu dengan suaminya ini.
Tangan Mayra bergerak membelai lembut rahang kokoh Dirga dengan tatapan yang semakin dalam. Bibirnya terbuka sedikit ingin mengatakan isi hatinya tapi Dirga sudah menyambarnya, melumatnya rakus, menjilat dan terus menekan masuk menjelajah seluruh isi mulutnya. Menikmati sensasi manis dan lembutnya bibir Mayra yang beberapa hari ini tidak bisa di cicipi nya. Bibir yang sudah membuat dirinya kecanduan dan ketagihan setiap saat.
Mayra hampir kewalahan menghadapi serangan dadakan Dirga yang begitu buas. Keduanya berhenti sebentar mengambil napas kemudian Dirga kembali melanjutkan aksinya dengan lebih lembut.
Lee yang ada di depan tidak bereaksi apapun, dia maklum dengan kedua majikannya yang sedang di landa cinta dan kerinduan itu.Dia terus terfokus membawa mobilnya.
Akhirnya keduanya mengakhiri aksinya karena Mayra tersadar bahwa disini bukan hanya ada mereka berdua saja. Ada mahluk lain di depannya saat ini, walaupun kelihatannya dia tidak perduli sama sekali dan hanya memasang wajah datar saja seolah tidak melihat atau mendengar apapun yang terjadi di jok belakang.
Mayra turun dari pangkuan Dirga. Kemudian duduk di samping nya. Tapi Dirga menarik bahunya dan merebahkan kepalanya untuk bersandar di dadanya. Mayra seakan tidak mampu lagi berontak kalau sudah mendapat sentuhan dari laki-laki pemaksa ini. Keteguhan hatinya juga langsung goyah begitu saja. Sungguh dahsyat pengaruh dari laki-laki tampan ini.
"Tidurlah.. Aku akan menjagamu..!"
Ucap Dirga sambil mencium puncak kepala Mayra dan mengusap lembut bahunya.
"Antarkan aku pulang ke rumah Ayah mas.."
Bisik Mayra sambil mulai memejamkan matanya karena rasa lelah yang menderanya. Dirga hanya tersenyum tipis sambil memeluk erat pinggang Mayra.
Tidak lama Mayra sudah terlelap, dengan hati-hati Dirga merebahkan kepalanya di atas pangkuannya.
"Apa semua sudah siap Lee.?"
Tanya Dirga sambil mengecek ponsel nya.
"Sudah Tuan..!"
"Kau tangani semua nya selama aku pergi.!"
"Baik Tuan, anda nikmati saja liburannya..!"
Ucap Lee. Dirga mengangguk, dia menatap wajah cantik Mayra dengan senyum manis terkembang di bibirnya.
***** *****
__ADS_1
Mobil yang di bawa Lee masuk ke private parking bandara internasional xxx..dan langsung masuk ke area landasan khusus untuk pesawat pribadi.
Di sana sudah terparkir sebuah jet pribadi yang sangat mewah. Di dekat tangga pesawat yang sudah terbuka terlihat Rayen dan beberapa pengawal pribadi pilihan Dirga sudah menunggunya.
Dirga mengangkat tubuh Mayra yang masih terlelap dalam tidurnya dengan hati-hati, kemudian berjalan dan melangkah menaiki tangga masuk ke dalam pesawat pribadinya tersebut.Sampai di dalam dia langsung masuk ke kamar pribadi di dalam kabin pesawatnya, perlahan membaringkan tubuh Mayra.
Dan jet pribadi milik keluarga Moolay itupun mulai terbang menuju ke sebuah tempat, meninggalkan Lee yang terlihat menghela napas panjang, berharap Tuan dan Nyonya muda nya dapat menikmati liburannya dengan sukses.
Dirga menyuruh Rayen untuk memberikan suntikan obat tidur pada Mayra agar tidak terbangun dari tidurnya. Karena dia berencana memberikan kejutan manis untuknya pada saat Mayra terbangun.
Setelah itu dia ikut berbaring di samping Mayra, memeluk erat tubuhnya. Menghirup dalam-dalam aroma wangi khas yang menguar dari tubuh wanita yang sangat dirindukannya ini. Tidak lama diapun ikut terlelap dalam tidur nyenyak nya .
Beberapa hari ini Dirga kembali mengalami insomnia parah karena Mayra tidak ada di dekatnya saat dia mencoba untuk beristirahat di malam hari.
Jet pribadi yang membawa Mayra dan Dirga terbang melintasi samudra menuju ke sebuah negara kepulauan yang memiliki keindahan dan eksotisme alam yang tinggi, serta menjadi tujuan utama semua wisatawan mancanegara.
Maldives.. adalah tempat yang akan menjadi tujuan liburan Dirga kali ini. Dia ingin melakukan Honey moon pertamanya bersama Mayra. Dia Ingin menikmati quality time nya bersama Mayra tanpa gangguan.
..... ......
Pagi menyambut dengan cahaya mentari yang bersinar terang dan sempurna. Kicau burung mewarnai kesejukan pagi ini di sebuah pulau pribadi yang sangat indah dan eksotis.
Debur ombak kecil yang tenang dan semilir angin pantai yang sejuk menambah keindahan suasana pantai berpasir putih dengan bentangan air laut yang biru nan eksotis itu.
Di dalam pulau pribadi ini terdapat beberapa vila kecil yang indah dan terapung di atas air laut.
Sungguh ini adalah sebuah pemandangan yang sangat sempurna dan memanjakan mata.
Hanya ada ketenangan dan kedamaian yang tercipta di pulau ini. Sangat cocok untuk orang-orang yang datang untuk mencari kebahagiaan dan ketenangan hidup yang jauh dari hingar-bingar kota metropolitan.
Mayra membuka matanya perlahan saat cahaya matahari masuk mengintip dari balik jendela kamar yang terbuat dari kayu berukiran halus. Dia mengerjap beberapa saat mencoba mengumpulkan kesadarannya, kemudian mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Saat ini dia berada di sebuah kamar yang berukuran cukup besar dengan semua dinding dan furniture nya terbuat dari kayu yang sangat unik.
"Astagfirullah..ada dimana aku.? dan kenapa aku tidak bangun saat adzan subuh..!"
Ucap Mayra sambil terkejut kemudian bangkit dari tempat tidur. Mayra berjalan mondar mandir mencoba mengingat semua yang terjadi semalam.Kenapa dia bisa tiba-tiba ada di tempat asing seperti ini.?
Kemana Dirga membawa dirinya.? kenapa tidak mengantarkan ke tempat ayahnya?
Ahh Mayra pusing sendiri.! Kemana pula suaminya
itu, kenapa tidak kelihatan.? Apa yang terjadi sebenarnya? dimana kini dia berada.?
Mayra mencoba berjalan kearah jendela dan membukanya lebar. Matanya langsung terbelalak kaget sekaligus takjub melihat hamparan pemandangan indah yang tersaji di depan matanya.
Mayra menutup mulutnya yang hampir berteriak saking excited nya.
"Tuhan..ada dimana aku..?"
Gumam nya masih dengan mata yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Mayra melihat kesekeliling tempat di luar jendela itu. Hamparan pasir pantai dan air laut yang begitu indah membentang seluruhnya. Ternyata dia sedang berada di sebuah vila yang terletak diatas air laut.
Tanpa pikir panjang lagi Mayra berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Fasilitas yang ada di kamar mandi ternyata cukup komplit dan modern, tidak seperti bangunan vila yang terbuat dari kayu. Dengan cepat Mayra membersihkan dirinya karena tidak sabar ingin segera mengetahui sebenarnya dirinya ada di mana sekarang.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
TBC.....