Takdir Cinta Almayra

Takdir Cinta Almayra
105. Kepulangan


__ADS_3

 


**********


 


** Dua bulan kemudian..**


Pagi yang cerah, menyambut dunia yang


masih di penuhi oleh harapan dan impian.


Suasana di kediaman pribadi Tuan muda


keluarga Moolay pagi ini sangat berbeda.


Tentu saja hal itu karena sang Tuan rumah


sudah kembali ke rumah ini. Rumah yang


selama 3 bln lebih di tinggal pergi oleh Nyonya


muda nya, kini di pastikan akan kembali hangat.


Tadi malam Dirga dan Mayra telah mendarat


dengan selamat di tanah kelahiran mereka.


Setelah menunggu hingga usia kandungan


Mayra mencapai usia 3 bulan, akhirnya mimpi


Dirga untuk membawa Mayra kembali ke sisinya terwujud. Kini mereka telah berada kembali


di rumah tempat tinggal mereka yang


meninggalkan cukup banyak kenangan


manis dan pahit.


Berbagai peristiwa dan perjalanan hidup yang


penuh liku-liku dan kerikil tajam telah Mayra


alami. Sekarang ini dia hanya berharap bisa


hidup dengan tenang bersama suami yang


sangat di cintainya serta calon anak mereka


yang kini sedang bersemayam di dalam rahimnya.


Pagi ini Mayra mendapat kejutan yang sangat


berharga baginya, Dirga mengajak nya untuk


sholat subuh berjamaah. Dia menjadi imam


sholatnya dengan sangat baik.


Mayra meneteskan air mata karena bahagia


tak terkira mendapati kenyataan bahwa laki-laki


yang telah menikahinya secara paksa itu kini


telah mampu menjadi imam nya sepenuhnya.


Banyak hal yang telah berubah dari diri seorang


Dirga, pelan-pelan menuju ke arah yang lebih


baik dan pribadi yang lebih hangat.


Saat ini mereka masih bergumul di bawah selimut mencoba menepis hawa dingin pagi ini dengan


saling memeluk memberi kehangatan.


Mayra menyembunyikan wajahnya di dalam rengkuhan dada bidang Dirga, posisi yang sangat


di sukainya. Sementara Dirga melingkari tubuhnya


dengan memeluknya erat.


"Apa sekarang sudah tidak mual lagi sayang..?"


Tanya Dirga menyusupkan mukanya di puncak


kepala Mayra yang menguarkan aroma wangi


lembut menenangkan.


"Sudah tidak terlalu sering Mas..hanya sesekali


saja. Sejauh ini aku tidak memiliki banyak keluhan,


calon bayi kita ini sepertinya akan menjadi anak


yang kuat dan mandiri.."


"Tentu saja, siapa dulu dong ayah nya.."


"Ibunya lah yang lebih kuat."


"Ayahnya lebih memiliki peran menghadirkan


dia ke dunia ini.!"


Dirga ngotot, Mayra mengangkat wajahnya


menatap kesal Dirga. Keduanya saling pandang dengan rona bahagia tersirat di wajah keduanya.


"Baiklah..ayah nya adalah segalanya.."


Mayra mendesah sambil mengerucutkan bibirnya


membuat Dirga gemas, dia mengangkat dagu


lancip Mayra dan mendekatkan wajahnya hingga


kini hampir bersentuhan.


"Tentu saja..ibunya yang lebih utama, kau telah


berjuang begitu keras untuk bisa memberikan


kebahagiaan ini untukku.."


Ujar Dirga pelan sambil kemudian *******


lembut bibir Mayra. Tidak ada kata lagi,


keduanya kini terhanyut dalam ciuman pagi


yang panas dan membara, hingga akhirnya


tak bisa di hindari lagi Mayra harus menuruti


keinginan suaminya dan meladeni hasrat nya


dengan berlanjut pada olahraga pagi yang


menguras tenaga.


Sebelumnya..Mayra terpaksa tetap tinggal di Penthouse nya Aaron bersama Alea, karena


usia kandungannya tidak memungkinkan dia


untuk naik pesawat hingga usia kandungannya menginjak 3 bulan.


Hal itu membuat Dirga harus bolak balik hampir


seminggu sekali untuk mengunjungi Mayra,


hingga akhirnya sekarang mereka ada di sini,


di tempat tinggal mereka yang sesungguhnya.


..... .....


Mayra merasakan kebahagiaan yang benar-benar


sangat di syukuri nya, karena kini dia bisa kembali bersama dengan Dirga, laki-laki yang sudah menanamkan benih cinta di rahimnya, laki-laki


yang sudah membawa nya ke jalan kehidupan


yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Begitu terjal dan penuh perjuangan. Dia bersyukur


karena kini bisa melihat wajah tampannya saat


dia pertama kali membuka matanya.


"Nanti siang kita akan memeriksakan kandungan


mu pada Lani, aku takut ada gangguan setelah


perjalanan kemarin."


Ujar Dirga menatap intens wajah cantik Mayra


yang kini ada di depannya, sedang memasangkan


dasi di lehernya.


"Baiklah.."


"Jangan melakukan sesuatu yang membahayakan.

__ADS_1


Jangan cape-cape..Jangan banyak.."


"Sayang...aku tahu apa yang boleh dan tidak


boleh aku lakukan.."


Potong Mayra dengan mimik wajah gerah dengan


sikap posesif suaminya. Dirga menatap Mayra


dengan tersenyum dan kemudian meraih tubuh


Mayra ke dalam dekapannya.


"Kamu semakin menggemaskan saja..tubuhmu


juga sekarang semakin berisi..! Aku sangat


menyukainya..!"


Mayra menatap tajam Dirga, kesal.


"Jadi sebelumya kamu tidak menyukai nya..?"


Cemberut dan mendorong dada Dirga.


"Hei..hei..siapa bilang..! Aku tidak bisa melihat


keindahan lain setelah memiliki mu..!"


"Dasar gombal..!"


"Kau adalah keindahan yang sesungguhnya..!"


Rayu Dirga seraya kembali merangkul Mayra dan


memeluknya erat. Akhir-akhir ini emosi Mayra


memang tidak stabil, dia jadi sering ngambek


dan tersinggung. Dan Dirga maklum itu mungkin


efek hormon kehamilannya.


"Aku sangat mencintaimu sayang..! Kau adalah


segalanya bagiku.."


Mayra menatap lembut wajah Dirga, bibirnya


tersenyum manis.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas.."


Mengecup lembut bibir Dirga yang langsung


merona bahagia.


"Ayo kita turun Mas..nanti kamu kesiangan..!"


"Aku kan bos nya, tidak masalah.!"


"Aku tahu ! tapi kau harus memberikan contoh


yang baik pada karyawan mu..!"


"Baiklah Nyonya Dirga.."


Keduanya berjalan keluar kamar, Dirga melingkari


pinggang Mayra posesif.


Sampai di ruang bawah Pak Agus sudah


menyambut mereka dengan menundukan wajahnya.


"Sayang..dia adalah Pak Agus, kepala pelayan


kita sekarang. Dia sudah melayaniku sejak kecil.


Dia juga yang mengajariku tentang ilmu agama.."


Dirga memperkenalkan Pak Agus pada Mayra,


karena semalam saat tiba di rumah, Mayra sudah tertidur hingga dia tidak menyadari kedatangan


nya di rumah ini.


Mayra tersenyum lembut ke arah Pak Agus.


"Salam kenal Pak, saya sangat senang bapak


bisa ada di sini. Terimakasih banyak sudah membimbing suami saya selama ini.."


Sambut Mayra dengan suara lembutnya yang


menyejukkan hati hingga Pak Agus begitu


nyonya muda nya itu. Kemudian kembali


menunduk. Benar-benar cantik dan anggun, lebih cantik dari di fhoto. Pikir Pak Agus.


"Sama-sama Nyonya muda..saya senang


akhirnya bisa bertemu Nyonya.."


Ujar Pak Agus sambil kemudian membimbing


mereka masuk ke ruang makan.


Namun saat mereka berjalan menuju ke ruang


makan tiba-tiba terjadi sedikit keributan dari


ruang tengah membuat langkah mereka terhenti


dan menoleh kearah keributan.


"Kakak ipar...kau sudah kembali.."


Teriak Amanda seraya berlari dari ruang tengah langsung merangkul Mayra yang terlihat senang


melihat kedatangan adik iparnya tersebut.


"Aku senang kau sudah kembali kakak ipar..


apalagi sekarang ada calon ponakanku di


perutmu.."


Manda sibuk dengan ocehannya masih memeluk


erat Mayra membuat Dirga terlihat kesal dengan


Manda yang tidak jua melepaskan rangkulannya.


"Aku juga senang bisa bertemu kembali


denganmu Manda."


"Hei..apa kau bisa melepaskan dia sekarang.


Dia akan kehabisan napas kalau kamu peluk


terus dengan cara seperti itu .!"


Geram Dirga, Manda mendelik kesal kearah


Dirga sambil kemudian melepaskan rangkulannya.


"Sikap posesif mu makin parah kak..!"


Cibir Manda kesal. Mayra hanya tersenyum


saja melihat kedua kakak beradik itu.


Tidak lama muncul Nyonya Veronica yang sudah mengembangkan senyumnya kearah Mayra.


"Ibu..anda datang juga..?"


Mayra langsung menyambut dan mencium


punggung tangan mertuanya itu. Sesaat Nyonya Veronica menatap lembut Mayra dan memegang


lembut kedua pundaknya.


"Selamat datang kembali menantu.."


Ucapnya meraih Mayra kedalam pelukan


hangatnya. Mayra terlihat terharu dia balas


memeluk erat ibu mertuanya itu.


"Apa aku sudah bisa sarapan sekarang..?"


Dirga menatap datar kedua wanita penting dihadapannya itu. Nyonya Veronica melirik jengah


kearah putranya itu dan masih memeluk Mayra .


"Terimakasih menantu..kau sudah kembali


membawa kebahagian ke keluarga kami.."


Sambil mengelus lembut perut Mayra yang


sudah mulai berisi. Mayra tersenyum bahagia.


"Tuhan sudah mengatur semuanya dengan

__ADS_1


sangat baik Bu.."


Keduanya tersenyum. Dirga meraih bahu Mayra


mendekapnya erat.


"Mom..kalian teruskan pembicaraan nya nanti,


aku sudah kesiangan..!"


"Baiklah..ayo kita sarapan dulu sekarang.,"


Ajak Nyonya Veronica sambil kemudian berjalan


menuju ruang makan di ikuti yang lainnya.


Mereka sudah duduk dengan tenang di kursi


masing-masing dan para pelayan dengan sigap


menghidangkan makanan ke piring mereka.


"Kamu harus makan yang banyak.."


Dirga mulai menyuapi Mayra yang tampak


menolak dan menghindar.


"Sayang..aku bisa sendiri.."


Dirga memberikan tatapan ancaman yang


membuat Mayra akhirnya nurut . Nyonya


Veronica dan Manda saling pandang sesaat.


Mereka berdua hanya bisa melihat perlakuan


Dirga dengan tatapan tidak percaya Tuan muda keluarga Moolay bisa bersikap seposesif itu


terhadap istri nya.


"Sayang..Mom kesini ingin membicarakan


rencana resepsi pernikahan kalian berdua.."


"Uhukk..uhukk..


Mayra terbatuk seketika, Dirga dengan cepat


memberikan air minum nya pada Mayra seraya memegang pundaknya dan mengelusnya lembut.


"Apa Mom bisa bicara dengan pelan..?!"


Kesal Dirga. Nyonya Veronica tampak tersenyum


kecut dan menatap cemas kearah Mayra yang


masih sedikit terbatuk.


"Maaf..Mom hanya tidak sabar ingin segera membicarakan nya dengan kalian.."


"Mom atur saja semuanya dengan baik. Dia tidak


boleh stres dan banyak berpikir..!"


"Kami juga tidak akan melibatkan kakak ipar..!


Aku dan Mom yang akan mengurus semuanya..!"


Ujar Manda sebal pada sikap Dirga.


"Baguslah..! Siapkan saja yang terbaik.!"


"Maaf Ibu..apa itu perlu di lakukan..? Bahkan


sekarang ini saya sudah mengandung 3 bulan.."


Mayra menyela dan menatap ibu mertuanya


dengan sorot mata kurang yakin.


"Tentu saja harus menantu.! Biar semua orang


tahu bahwa kau sudah resmi di terima di keluarga


kami..! "


Ujar Nyonya Veronica dengan wajah berbinar


bahagia. Mayra melirik kearah Dirga yang kini


menatapnya lembut meyakinkan.


"Tentu saja harus sayang..Aku ingin dunia tahu


bahwa kamu adalah istri sah ku, istriku


satu-satunya..!"


Ucap Dirga sambil meraih wajah Mayra dan


menatapnya intens. Mata Mayra tampak


berkaca-kaca. Istri satu-satunya..??


"Aku merasa jahat Mas, aku merasa telah


merebut kamu dari Evelyin.."


"Jangan pernah sebut lagi nama wanita itu di hadapanku..Yang harus kamu tahu, kamu tidak


pernah melakukan semua itu. !"


"Tapi Mas..aku tidak enak.."


"Dengarkan aku sayang..Tuhan yang telah


memilihkan jalan ini untuk kita berdua. Tidak


ada yang salah dengan cinta kita..! Sudahlah


kamu tidak boleh banyak berpikir sekarang..!"


Sergah Dirga sambil kemudian mengecup mesra


kening Mayra yang hanya bisa memejamkan


matanya. Nyonya Veronica dan Manda kembali


saling pandang dan menatap terharu pasangan


romantis di hadapan mereka.


Mayra mengantar Dirga sampai ke teras depan.


Merapihkan kembali jas yang dipakainya.


"Nanti siang pergilah dengan Jane..kita akan


bertemu disana..!"


"Baiklah sayang.. hati-hati ya."


Sahut Mayra sambil mencium punggung tangan


Dirga yang kembali memeluknya erat. Setelah itu


mencium keningnya dan mengecup mesra bibir


pink meronanya. Sesaat dia mengelus lembut


perut Mayra, menempelkan telinganya disana dan


bergumam mengajak bicara calon bayinya. setelah


itu barulah dia pergi meninggalkan Mayra yang


masih berdiri melihat kepergiannya hingga menghilang di balik gerbang.


Mayra menghela napas, beranjak kembali masuk


ke dalam rumah. Sampai di ruang keluarga dia


duduk bergabung dengan ibu mertua dan adik


iparnya.


"Kakak ipar..apa ada sesuatu yang kau inginkan


untuk konsep resepsi nya nanti ?"


"Aku serahkan saja semuanya pada kamu dan


ibu..aku ikut gimana baiknya saja."


"Baiklah..kalau begitu.."


Ujar Manda. Dan merekapun akhirnya asik membicarakan acara resepsi nanti sambil di


di selingi dengan minum teh dan menikmati


camilan yang sudah di sediakan oleh Pak Agus.


 


**********


 

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2