
**********
** Dua bulan kemudian..**
Pagi yang cerah, menyambut dunia yang
masih di penuhi oleh harapan dan impian.
Suasana di kediaman pribadi Tuan muda
keluarga Moolay pagi ini sangat berbeda.
Tentu saja hal itu karena sang Tuan rumah
sudah kembali ke rumah ini. Rumah yang
selama 3 bln lebih di tinggal pergi oleh Nyonya
muda nya, kini di pastikan akan kembali hangat.
Tadi malam Dirga dan Mayra telah mendarat
dengan selamat di tanah kelahiran mereka.
Setelah menunggu hingga usia kandungan
Mayra mencapai usia 3 bulan, akhirnya mimpi
Dirga untuk membawa Mayra kembali ke sisinya terwujud. Kini mereka telah berada kembali
di rumah tempat tinggal mereka yang
meninggalkan cukup banyak kenangan
manis dan pahit.
Berbagai peristiwa dan perjalanan hidup yang
penuh liku-liku dan kerikil tajam telah Mayra
alami. Sekarang ini dia hanya berharap bisa
hidup dengan tenang bersama suami yang
sangat di cintainya serta calon anak mereka
yang kini sedang bersemayam di dalam rahimnya.
Pagi ini Mayra mendapat kejutan yang sangat
berharga baginya, Dirga mengajak nya untuk
sholat subuh berjamaah. Dia menjadi imam
sholatnya dengan sangat baik.
Mayra meneteskan air mata karena bahagia
tak terkira mendapati kenyataan bahwa laki-laki
yang telah menikahinya secara paksa itu kini
telah mampu menjadi imam nya sepenuhnya.
Banyak hal yang telah berubah dari diri seorang
Dirga, pelan-pelan menuju ke arah yang lebih
baik dan pribadi yang lebih hangat.
Saat ini mereka masih bergumul di bawah selimut mencoba menepis hawa dingin pagi ini dengan
saling memeluk memberi kehangatan.
Mayra menyembunyikan wajahnya di dalam rengkuhan dada bidang Dirga, posisi yang sangat
di sukainya. Sementara Dirga melingkari tubuhnya
dengan memeluknya erat.
"Apa sekarang sudah tidak mual lagi sayang..?"
Tanya Dirga menyusupkan mukanya di puncak
kepala Mayra yang menguarkan aroma wangi
lembut menenangkan.
"Sudah tidak terlalu sering Mas..hanya sesekali
saja. Sejauh ini aku tidak memiliki banyak keluhan,
calon bayi kita ini sepertinya akan menjadi anak
yang kuat dan mandiri.."
"Tentu saja, siapa dulu dong ayah nya.."
"Ibunya lah yang lebih kuat."
"Ayahnya lebih memiliki peran menghadirkan
dia ke dunia ini.!"
Dirga ngotot, Mayra mengangkat wajahnya
menatap kesal Dirga. Keduanya saling pandang dengan rona bahagia tersirat di wajah keduanya.
"Baiklah..ayah nya adalah segalanya.."
Mayra mendesah sambil mengerucutkan bibirnya
membuat Dirga gemas, dia mengangkat dagu
lancip Mayra dan mendekatkan wajahnya hingga
kini hampir bersentuhan.
"Tentu saja..ibunya yang lebih utama, kau telah
berjuang begitu keras untuk bisa memberikan
kebahagiaan ini untukku.."
Ujar Dirga pelan sambil kemudian *******
lembut bibir Mayra. Tidak ada kata lagi,
keduanya kini terhanyut dalam ciuman pagi
yang panas dan membara, hingga akhirnya
tak bisa di hindari lagi Mayra harus menuruti
keinginan suaminya dan meladeni hasrat nya
dengan berlanjut pada olahraga pagi yang
menguras tenaga.
Sebelumnya..Mayra terpaksa tetap tinggal di Penthouse nya Aaron bersama Alea, karena
usia kandungannya tidak memungkinkan dia
untuk naik pesawat hingga usia kandungannya menginjak 3 bulan.
Hal itu membuat Dirga harus bolak balik hampir
seminggu sekali untuk mengunjungi Mayra,
hingga akhirnya sekarang mereka ada di sini,
di tempat tinggal mereka yang sesungguhnya.
..... .....
Mayra merasakan kebahagiaan yang benar-benar
sangat di syukuri nya, karena kini dia bisa kembali bersama dengan Dirga, laki-laki yang sudah menanamkan benih cinta di rahimnya, laki-laki
yang sudah membawa nya ke jalan kehidupan
yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Begitu terjal dan penuh perjuangan. Dia bersyukur
karena kini bisa melihat wajah tampannya saat
dia pertama kali membuka matanya.
"Nanti siang kita akan memeriksakan kandungan
mu pada Lani, aku takut ada gangguan setelah
perjalanan kemarin."
Ujar Dirga menatap intens wajah cantik Mayra
yang kini ada di depannya, sedang memasangkan
dasi di lehernya.
"Baiklah.."
"Jangan melakukan sesuatu yang membahayakan.
__ADS_1
Jangan cape-cape..Jangan banyak.."
"Sayang...aku tahu apa yang boleh dan tidak
boleh aku lakukan.."
Potong Mayra dengan mimik wajah gerah dengan
sikap posesif suaminya. Dirga menatap Mayra
dengan tersenyum dan kemudian meraih tubuh
Mayra ke dalam dekapannya.
"Kamu semakin menggemaskan saja..tubuhmu
juga sekarang semakin berisi..! Aku sangat
menyukainya..!"
Mayra menatap tajam Dirga, kesal.
"Jadi sebelumya kamu tidak menyukai nya..?"
Cemberut dan mendorong dada Dirga.
"Hei..hei..siapa bilang..! Aku tidak bisa melihat
keindahan lain setelah memiliki mu..!"
"Dasar gombal..!"
"Kau adalah keindahan yang sesungguhnya..!"
Rayu Dirga seraya kembali merangkul Mayra dan
memeluknya erat. Akhir-akhir ini emosi Mayra
memang tidak stabil, dia jadi sering ngambek
dan tersinggung. Dan Dirga maklum itu mungkin
efek hormon kehamilannya.
"Aku sangat mencintaimu sayang..! Kau adalah
segalanya bagiku.."
Mayra menatap lembut wajah Dirga, bibirnya
tersenyum manis.
"Aku juga sangat mencintaimu Mas.."
Mengecup lembut bibir Dirga yang langsung
merona bahagia.
"Ayo kita turun Mas..nanti kamu kesiangan..!"
"Aku kan bos nya, tidak masalah.!"
"Aku tahu ! tapi kau harus memberikan contoh
yang baik pada karyawan mu..!"
"Baiklah Nyonya Dirga.."
Keduanya berjalan keluar kamar, Dirga melingkari
pinggang Mayra posesif.
Sampai di ruang bawah Pak Agus sudah
menyambut mereka dengan menundukan wajahnya.
"Sayang..dia adalah Pak Agus, kepala pelayan
kita sekarang. Dia sudah melayaniku sejak kecil.
Dia juga yang mengajariku tentang ilmu agama.."
Dirga memperkenalkan Pak Agus pada Mayra,
karena semalam saat tiba di rumah, Mayra sudah tertidur hingga dia tidak menyadari kedatangan
nya di rumah ini.
Mayra tersenyum lembut ke arah Pak Agus.
"Salam kenal Pak, saya sangat senang bapak
bisa ada di sini. Terimakasih banyak sudah membimbing suami saya selama ini.."
Sambut Mayra dengan suara lembutnya yang
menyejukkan hati hingga Pak Agus begitu
nyonya muda nya itu. Kemudian kembali
menunduk. Benar-benar cantik dan anggun, lebih cantik dari di fhoto. Pikir Pak Agus.
"Sama-sama Nyonya muda..saya senang
akhirnya bisa bertemu Nyonya.."
Ujar Pak Agus sambil kemudian membimbing
mereka masuk ke ruang makan.
Namun saat mereka berjalan menuju ke ruang
makan tiba-tiba terjadi sedikit keributan dari
ruang tengah membuat langkah mereka terhenti
dan menoleh kearah keributan.
"Kakak ipar...kau sudah kembali.."
Teriak Amanda seraya berlari dari ruang tengah langsung merangkul Mayra yang terlihat senang
melihat kedatangan adik iparnya tersebut.
"Aku senang kau sudah kembali kakak ipar..
apalagi sekarang ada calon ponakanku di
perutmu.."
Manda sibuk dengan ocehannya masih memeluk
erat Mayra membuat Dirga terlihat kesal dengan
Manda yang tidak jua melepaskan rangkulannya.
"Aku juga senang bisa bertemu kembali
denganmu Manda."
"Hei..apa kau bisa melepaskan dia sekarang.
Dia akan kehabisan napas kalau kamu peluk
terus dengan cara seperti itu .!"
Geram Dirga, Manda mendelik kesal kearah
Dirga sambil kemudian melepaskan rangkulannya.
"Sikap posesif mu makin parah kak..!"
Cibir Manda kesal. Mayra hanya tersenyum
saja melihat kedua kakak beradik itu.
Tidak lama muncul Nyonya Veronica yang sudah mengembangkan senyumnya kearah Mayra.
"Ibu..anda datang juga..?"
Mayra langsung menyambut dan mencium
punggung tangan mertuanya itu. Sesaat Nyonya Veronica menatap lembut Mayra dan memegang
lembut kedua pundaknya.
"Selamat datang kembali menantu.."
Ucapnya meraih Mayra kedalam pelukan
hangatnya. Mayra terlihat terharu dia balas
memeluk erat ibu mertuanya itu.
"Apa aku sudah bisa sarapan sekarang..?"
Dirga menatap datar kedua wanita penting dihadapannya itu. Nyonya Veronica melirik jengah
kearah putranya itu dan masih memeluk Mayra .
"Terimakasih menantu..kau sudah kembali
membawa kebahagian ke keluarga kami.."
Sambil mengelus lembut perut Mayra yang
sudah mulai berisi. Mayra tersenyum bahagia.
"Tuhan sudah mengatur semuanya dengan
__ADS_1
sangat baik Bu.."
Keduanya tersenyum. Dirga meraih bahu Mayra
mendekapnya erat.
"Mom..kalian teruskan pembicaraan nya nanti,
aku sudah kesiangan..!"
"Baiklah..ayo kita sarapan dulu sekarang.,"
Ajak Nyonya Veronica sambil kemudian berjalan
menuju ruang makan di ikuti yang lainnya.
Mereka sudah duduk dengan tenang di kursi
masing-masing dan para pelayan dengan sigap
menghidangkan makanan ke piring mereka.
"Kamu harus makan yang banyak.."
Dirga mulai menyuapi Mayra yang tampak
menolak dan menghindar.
"Sayang..aku bisa sendiri.."
Dirga memberikan tatapan ancaman yang
membuat Mayra akhirnya nurut . Nyonya
Veronica dan Manda saling pandang sesaat.
Mereka berdua hanya bisa melihat perlakuan
Dirga dengan tatapan tidak percaya Tuan muda keluarga Moolay bisa bersikap seposesif itu
terhadap istri nya.
"Sayang..Mom kesini ingin membicarakan
rencana resepsi pernikahan kalian berdua.."
"Uhukk..uhukk..
Mayra terbatuk seketika, Dirga dengan cepat
memberikan air minum nya pada Mayra seraya memegang pundaknya dan mengelusnya lembut.
"Apa Mom bisa bicara dengan pelan..?!"
Kesal Dirga. Nyonya Veronica tampak tersenyum
kecut dan menatap cemas kearah Mayra yang
masih sedikit terbatuk.
"Maaf..Mom hanya tidak sabar ingin segera membicarakan nya dengan kalian.."
"Mom atur saja semuanya dengan baik. Dia tidak
boleh stres dan banyak berpikir..!"
"Kami juga tidak akan melibatkan kakak ipar..!
Aku dan Mom yang akan mengurus semuanya..!"
Ujar Manda sebal pada sikap Dirga.
"Baguslah..! Siapkan saja yang terbaik.!"
"Maaf Ibu..apa itu perlu di lakukan..? Bahkan
sekarang ini saya sudah mengandung 3 bulan.."
Mayra menyela dan menatap ibu mertuanya
dengan sorot mata kurang yakin.
"Tentu saja harus menantu.! Biar semua orang
tahu bahwa kau sudah resmi di terima di keluarga
kami..! "
Ujar Nyonya Veronica dengan wajah berbinar
bahagia. Mayra melirik kearah Dirga yang kini
menatapnya lembut meyakinkan.
"Tentu saja harus sayang..Aku ingin dunia tahu
bahwa kamu adalah istri sah ku, istriku
satu-satunya..!"
Ucap Dirga sambil meraih wajah Mayra dan
menatapnya intens. Mata Mayra tampak
berkaca-kaca. Istri satu-satunya..??
"Aku merasa jahat Mas, aku merasa telah
merebut kamu dari Evelyin.."
"Jangan pernah sebut lagi nama wanita itu di hadapanku..Yang harus kamu tahu, kamu tidak
pernah melakukan semua itu. !"
"Tapi Mas..aku tidak enak.."
"Dengarkan aku sayang..Tuhan yang telah
memilihkan jalan ini untuk kita berdua. Tidak
ada yang salah dengan cinta kita..! Sudahlah
kamu tidak boleh banyak berpikir sekarang..!"
Sergah Dirga sambil kemudian mengecup mesra
kening Mayra yang hanya bisa memejamkan
matanya. Nyonya Veronica dan Manda kembali
saling pandang dan menatap terharu pasangan
romantis di hadapan mereka.
Mayra mengantar Dirga sampai ke teras depan.
Merapihkan kembali jas yang dipakainya.
"Nanti siang pergilah dengan Jane..kita akan
bertemu disana..!"
"Baiklah sayang.. hati-hati ya."
Sahut Mayra sambil mencium punggung tangan
Dirga yang kembali memeluknya erat. Setelah itu
mencium keningnya dan mengecup mesra bibir
pink meronanya. Sesaat dia mengelus lembut
perut Mayra, menempelkan telinganya disana dan
bergumam mengajak bicara calon bayinya. setelah
itu barulah dia pergi meninggalkan Mayra yang
masih berdiri melihat kepergiannya hingga menghilang di balik gerbang.
Mayra menghela napas, beranjak kembali masuk
ke dalam rumah. Sampai di ruang keluarga dia
duduk bergabung dengan ibu mertua dan adik
iparnya.
"Kakak ipar..apa ada sesuatu yang kau inginkan
untuk konsep resepsi nya nanti ?"
"Aku serahkan saja semuanya pada kamu dan
ibu..aku ikut gimana baiknya saja."
"Baiklah..kalau begitu.."
Ujar Manda. Dan merekapun akhirnya asik membicarakan acara resepsi nanti sambil di
di selingi dengan minum teh dan menikmati
camilan yang sudah di sediakan oleh Pak Agus.
**********
__ADS_1
TBC.....